Videografi Adalah: Pengertian, Sejarah Singkat, Fungsi, Konsep dan Manfaat

Sederhananya, videografi adalah proses pembuatan gambar bergerak atau video menggunakan peralatan elektronik seperti kamera.

Kamera yang digunakan bisa DSLR, Mirrorless termasuk kamera ponsel dan dilakukan secara spontan atau terencana.

Artinya, pembuatan video tidak perlu peralatan elektronik yang dibuat khusus untuk mengambil gambar bergerak.

Contoh paling sederhana ada pada kamera bantu parkir mobil atau mungkin kamera CCTV yang ada di persimpangan jalan atau di rumah.

Tiap kamera itu punya fungsi sendiri-sendiri. Hanya saja, agar unsur videografi terpenuhi, ia harus mampu merekam gambar bergerak yang bisa di tonton ulang.

Agar jelas, di artikel ini akan saya ulas definisi videografi yang sebenarnya termasuk fungsi dan manfaatnya untuk kehidupan manusia.

Pengertian Videografi adalah

Ada dua sudut pandang yang bisa digunakan untuk menjelaskan definisi videografi. Pertama, definisi umum dan kedua definisi teknis.

Misalnya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], videografi adalah seni atau praktik penggunaan kamera video untuk membuat film.

Film, dalam konteks ini, tidak bisa diartikan sebagai gambar bergerak yang terdiri dari banyak shot, scene dan sequence.

Mengapa? Karena jika terdiri dari tiga unsur diatas maka ia sudah disebut sinematografi dan bukan videografi lagi.

Disisi lain, ada juga yang mengartikan kalau definisi videografi bisa dijelaskan berdasarkan dua suku kata yang ada pada istilah tersebut.

Pertama, video yang dalam KBBI diartikan sebagai rekaman gambar hidup atau program televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi.

Pengertian diatas tentu sudah tidak relevan lagi mengingat rekaman gambar hidup tidak melulu harus ditampilkan lewat TV.

Kedua, grafi yang secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, -graphiā yang berarti menulis. Dengan demikian, videografi bisa diartikan sebagai menulis gambar hidup.

Baca Juga:

Makanya itu, videografi bisa diartikan sebagai proses mengambil gambar bergerak untuk kemudian di tonton ulang.

Sementara, untuk pengertian yang lebih teknis, videografi mengacu pada metode pengambilan gambar bergerak menggunakan media elektronik.

Seperti kamera digital, kaset video atau media streaming. Termasuk didalamnya pengambilan foto dengan efek spesial, editing sampai dan pasca produksi.

Hanya saja, jika menggunakan pendekatan tersebut, maka videografi sudah bisa disebut dengan sinematografi.

Karena sinematografi mencakup segala hal yang digunakan dalam proses pengambilan gambar begerak seperti yang ada pada video klip lagu, film pendek, film panjang sampai iklan.

Artinya, diperlukan pembatasan definisi agar keduanya tidak diartikan sama. Dan batasannya sendiri sudah saya ulas di artikel sebelumnya disini.

Intinya begini, ada beberapa faktor yang jadi pembeda antara videografi dan sinematografi mulai dari ruang lingkup pekerjaan.

Termasuk didalamnya jumlah kru yang terlibat, jumlah pra-produksi termasuk penulisan skrip, storyboard, biaya produksi dan seterusnya.

Dalam lingkup pekerjaan bisa termasuk konser, berita atau acara khusus, reuni keluarga besar atau acara ulang tahun.

Intinya, videografi cukup terbatas pada pendokumentasian situasi dinamis dan cenderung dilakukan secara spontan.

Dengan demikian, videografi itu beda sama sinematografi yang sudah direncanakan secara matang serta dibuat untuk tujuan komersial.

Sejarah singkat videografi

videografi adalah
via Whit Ingram

Bicara sejarah videografi, secara tidak langsung akan berbicara sejarah fotografi. Mengapa? Karena media yang digunakan sama yakni alat fotografi.

Dengan demikian, asal usul produksi video hitam putih pertama sudah di mulai sejak tahun 1826 sejak Joseph Nicéphore Niépce mengambil foto pertama.

Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada 1832, Joseph Plateau jadi orang pertama di dunia yang mensimulasikan gambar bergerak setelah ia menemukan phenakistoscope yang kadang disebut spindle viewer.

Fenakistoskop sendiri adalah piringan karton yang setiap sudutnya terdapat gambar. Dan ketika piringan tersebut diputar, akan menciptakan ilusi gerakan.

Selanjutnya, pada 1870, John Wesley Hyatt mengembangkan dan mematenkan seluloid untuk digunakan sebagai film pada kamera analog.

Zoopraxiscope kemudian lahir pada 1878 yang banyak digunakan fotografer Inggris untuk menangkap gerak-gerik hewan menggunakan kumpulan gambar tunggal.

Selama proses ini, prinsip menggunakan gambar yang diambil dari jarak dekat untuk menciptakan ilusi gerak seperti spindel Plateau.

Menjelang akhir abad ke 18, tepatnya pada 1891, kamera gambar bergerak pertama diperkenalkan oleh Thomas Alva Edison.

Empat tahun setelahnya, tepatnya pada 1895, proyektor lahir. Di titik ini, warna dalam film muncul dalam segmen pendek sepanjang tahun 1902.

Pada tahun 1918, film Cupid Angling dirilis dimana dalam prosesnya menggunakan foto-foto tunggal saja.

The Jazz Singer kemudian dirilis pada 1927, yang mulai memasukkan suara atau audio dalam film yang sudah disinkronkan.

Perkembangan paling pesat dunia videografi mulai terlihat setelah komputer ditemukan. Pada 1964 misalnya, Sony memproduksi perekam video protabel pertama.

Dan pada 1973, video sudah dapat disimpan dalam cakram dan bukan pada gulungan film. VHS dan cakram laser kemudian dikembangkan pada 1976 dan 1977.

Seiring waktu berjalan, cakram laser mulai hilang setelah CD, DVD dan Cakram Blu-Ray diperkenalkan. Saat itu, aktivitas produksi dan penyimpanan video jauh lebih mudah dan portabel.

Dan hari ini, video ada dimana-mana. Mulai dari iklan di TV hingga Vlog di media sosial. Semuanya bisa ada karena ketersediaan sumber daya produksi video yang meningkat drastis.

Setiap video yang ada bisa di buat jauh lebih mudah karena para inovator terus berusaha untuk menemukan cara menyimpan video berukuran besar dengan lebih protabel.

Dampaknya bukan saja pada peralatan tapi juga ilmu. Titik inilah yang membuat ilmu videografi, fotografi dan sinematografi terpisah.

Hanya saja, semuanya tetap dianggap sebagai kerajinan atau seni yang tetap menggunakan kamera dalam prosesnya.

Fungsi videografi

videografi adalah

Ada banyak fungsi fotografi mulai dari fungsi dokumentasi, fungsi faktual sampai dengan bukti otentik. Berikut ulasannya:

1. Sebagai dokumentasi suatu peristiwa

Pertama berkaitan dengan dokumentasi. Artinya, karena videografi cenderung dilakukan secara spontan tanpa skrip, maka ia secara tidak langsung telah memenuhi unsur sebagai dokumentasi.

Dokumentasi tentunya dalam bentuk gambar bergerak dan bukan foto. Konteksnya pun tidak terbatas pada satu kegiatan, seminar misalnya.

Tapi jauh lebih dari itu. Misalnya, merekam peristiwa kecelakaan, bencana alam, video pernikahan dan lain sebagainya.

Karena dilakukan secara spontan dan tanpa perencanaan seperti dalam sinematografi maka video yang direkam dalam CCTV pun masuk dalam kategori ini.

2. Pengganti objek faktual

Objek faktual mengacu pada suatu objek atau subjek yang benar-benar ada namun tidak bisa dilihat langsung atau keberadaannya cukup jauh.

Poin ini pun masih punya kaitan sama poin sebelumnya. Misalnya, gambar Zebra yang hanya ada di Afrika.

Atau mungkin, peristiwa gunung meletus yang terjadi Jepang, kereta cepat yang ada di China, pelantikan presiden di Belgia dan seterusnya.

Dan lewat videografilah anda bisa melihat bentuk Zebra yang sebenarnya, warna kulitnya, kehidupannya dan lain sebagainya.

3. Alat bantu keselamatan

Contoh paling sederhana dari fungsi videografi satu ini bisa dilihat pada kamera parkir yang ada di belakang mobil.

Berkat kamera tersebut, tabrakan mobil ke objek dibelakangnya bisa di hindari. Bahkan, beberapa mobil sudah dilengkapi dengan smart camera yang makin memudahkan orang parkir.

Artinya, videografi sudah merambah sebagai media, alat atau piranti keselamatan yang membantu banyak orang terutama pengendara mobil yang belum mahir.

4. Sebagai bukti atas suatu pelanggaran hukum

Pada prinsipnya, agar suatu pelanggaran bisa dianggap memenuhi unsur pelanggaran hukum atau pidana, ia harus punya bukti.

Salah satu bukti akurat dan otentik adalah video. Contoh paling sederhana ada pada Tilang Elektronik yang baru-baru ini diluncurkan Polri.

Atau mungkin, penempatan CCTV di rumah yang ketika ada maling atau pencuri, video tersebut bisa dijadikan bukti untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisan.

Nantinya, pihak kepolisian akan menggunakan alat bukti tersebut untuk mencari pelaku sekaligus untuk melengkapi berkas penuntutan di pengadilan.

Konsep dan teknik pengambilan video

Meski konsep awal videografi dilakukan secara spontan seperti merekam suatu kejadian di jalan raya, tapi dalam praktiknya, ada teknik yang secara tidak sadar digunakan.

Konsep dan teknik inilah yang melahirkan beberapa istilah penting lain seperti sudut kamera, ukuran pengambilan gambar sampai pergerakan kamera. Berikut artikelnya:

  • Camera angle atau penempatan kamera pada sudut tertentu seperti low angle, bird eye dan lain sebagainya
  • Ukuran video yang diambil atau frame size seperti Extreme close up, big close up, medium shoot dan lain sebagainya
  • Pergerakan kamera atau camera movement seperti zoom in dan zoom out, tillting, dolly shoot, panning dan lain sebagainya

Penjelasan lebih lengkap soal konsep dan teknik pengambilan video diatas sudah saya bahas di postingan sebelumnya disini.

Manfaat videografi

Untuk manfaat videografi sendiri kembali ke fungsi videografi itu sendiri, diantaranya:

  • Untuk merekam suatu peristiwa dengan gambar bergerak
  • Untuk memperlihatkan suatu objek dan subjek seperti hewan atau manusia yang tidak bisa dilihat langsung dan lokasinya jauh
  • Sebagai bukti otentik atas suatu peristiwa atau kejadian

Dan manfaat lain. Manfaat lain ini kembali ke tujuan pembuatan videografi itu sendiri apakah untuk dokumentasi, untuk merekam peristiwa dan lain sebagainya.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya bahas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa sih perbedaan videografi dan videografer?

Videografi bisa diartikan sbeagai seni atau teori menggunakan kamera untuk membuat gambar bergerak.

Sementara, orang yang menerapkan teori tersebut atau orang mengaplikasikannya disebut videografer.

2. Apa perbedaan videografi dan fotografi?

Perbedaan paling utama antara videografi dan fotografi ada pada objek yang ditangkap.

Jika kamera menangkap suatu momen jadi gambar semu atau tetap maka videografi merekam atau menangkap pergerakan suatu objek yang bergerak.

Meski begitu, dalam prosesnya, videografi tetap menggunakan frame tunggal dalam proses perekamannya.

Inilah yang kemudian jadi cikal bakal FPS atau frame per second yang merujuk pada berapa banyak bingkai atau foto yang berhasil ditangkap pada satu video.

3. Apa sih perbedaan videografi dan sinematografi?

Seperti yang saya sebutkan diatas dimana perbedaan videografi dan sinematografi ada pada proses pembuatannya.

Jika videografi cenderung dilakukan secara spontan maka sinematografi dilakukan secara terencana.

Artinya, dalam sinematografi, ada skrip, kru yang terlibat makin banyak dan mayoritas dibuat untuk tujuan komersial.

Sementara, videografi bisa dilakukan satu orang saja bermodalkan kamera smartphone.

Ulasan lebih lengkap soal perbedaan videografi, sinematografi dan fotografi sudah saya bahas disini.

Penutup

Melihat penjelasan diatas, tentu saja beberapa dari anda ada yang langsung mengasosiasikannya dengan sinematografi.

Meski demikian, tetap diperlukan batasan pemahaman agar istilah ini tidak diartikan sama dengan sinematografi atau mungkin fotografi.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang pengertian videografi adalah: Definisi, sejarah singkat, fungsi, konsep dan manfaat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar