Transformasi Organisasi: Pengertian, Tujuan Dan Manfaat

16 Likes Comment
transformasi organisasi

Transformasi organisasi sangat dibutuhkan oleh setiap lembaga yang mengorganisir diri agar kinerja yang dilakukan bisa efektif dan efisien.

Tujuannya untuk mencapai vitalitas organisasi yang bisa menyesuaikan dengan perubahan yang sedang terjadi dalam lingkungan sekaligus untuk mengembalikan visibilitas organisasi tersebut.

Akan lebih dibutuhkan apabila sudah terjadi pergeseran paradigma dan cara bertindak organisasi, maka disitulah waktu yang tepat untuk melakukan transformasi.

Lantas, apakah transformasi organisasi itu perlu dilakukan? Apa manfaatnya? Dan apa tujuannya? Jika anda penasaran dengan jawaban dari setiap pertanyaan ini, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian transformasi organisasi

Sebelum lanjut pada pembahasan ada baiknya anda tahu dulu apa pengertian transformasi dan pengertian organisasi.

Jadi, apa sih transformasi itu? Dalam pedanan Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] transformasi adalah perubahan rupa. Perubahan rupa ini bisa dari bentuk, sifat dan juga fungsi.

Secara linguistik, transformasi merupakan perubahan struktur gramatikal menjadi struktur gramatikal lain dengan menambah, mengurangi atau menata kembali unsur-unsurnya.

Lantas, apa pengertian organisasi? Kalau dibahas secara luas mungkin pembahasan ini gak akan pernah selesai. Oleh karena itu, saya akan persingkat saja pengertiannya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, organisasi terbagi menjadi tiga pengertian dasar, antara lain:

  • Kesatuan (susunan dan sebagainya] yang terdiri atas bagian-bagian [orang dan sebagainya] dalam perkumpulan untuk tujuan tertentu
  • Kelompok kerja sama antara orang-orang untuk mencapai tujuan bersama
  • Strategi yang dimanfaatkan dalam upaya memperbesar kinerja memori

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan kalau organisasi adalah sebuah himpunan atau wadah yang dibentuk dengan tujuan bersama. Tujuan bersama itu apa? Visi dan misi organisasi.

Organisasi dalam pengertian yang lebih luas bisa merupakan sebuah entitas bisnis, produk, organisasi massa, organisasi non-pemerintah atau LSM/NGO [Lembaga Swadaya Masyarakat/Non Government Organization], pemerintah, kelompok profetis dan lain sebagainya.

Lantas, apa sih pengertian transformasi organisasi? Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian transformasi organisasi adalah perubahan bentuk dan struktur sebuah organisasi dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi organisasi itu sendiri.

Tujuan transformasi organisasi

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, setiap organisasi sebenarnya perlu melakukan transformasi.

Transformasi ini bertujuan agar organisasi dapat mengikuti perubahan dan kondisi zaman yang ada sekaligus membawa organisasi tersebut dari sebuah event-organizer menjadi organizerfuture.

Dengan asumsi, perubahan yang terjadi itu bukanlah sesuatu yang meski dikhawatirkan sekalipun perubahan tersebut sifatnya sangat baru.

Perubahan terjadi secara terus menerus tanpa disadari. Karena perubahan merupakan sebuah proses yang berkesinambungan.

Sifat dasar perubahan ini dapat diamati pada spesies, individu atau organisasi. Misalnya, para spesies dan individu yang mengalami pertumbuhan fisik.

Agar spesies dan individu itu bisa bertahan pada perubahan, ia perlu beradaptasi dan mengikuti perubahan lingkungannya.

Baca Juga : Definisi Kepemimpinan, Teori Dasar dan Tipe Pemimpin

Seperti spesies homo sapiens yang terus berkembang karena mereka berusaha mengikuti perkembangan yang ada.

Ciri–ciri fisik adalah contoh perubahan yang paling jelas kelihatan. Namun karakter emosional dan intelektual juga mengalami perubahan secara signifikan akibat dari perubahan pertama itu.

Sebabnya, spesies dan manusia tidak sama dengan spesies manusia 100 tahun yang akan datang. Manusia juga tidak akan sama lagi dengan spesies 10.000 atau 5000 tahun yang lalu (Stewart, 1997).

Demikian pula anggota-anggota spesies yang secara individual juga tunduk pada suatu proses perubahan.

Secara normal, proses ini membentuk siklus kelahiran> pertumbuhan> perkembangan > penurunan> kematian.

Sebagai individu, kita telah mengalami perubahan. Seperti halnya spesies, individu-individu pun mempengaruhi dan membentuk lingkungan mereka sendiri.

Ada satu faktor penting yang menyangkut perubahan individu, yakni bahwa ‘perkembangan’ dan ‘perubahan’ yang berkaitan dengan karakteristik–karakteristik intelektual dan emosional terjadi melalui proses belajar karena belajar merupakan kunci dari perubahan individu.

Kita tidak akan mengerti organisasi tanpa memahami manusia sebagai spesies dan individu. Dalam perspektif organisasi, perubahan adalah sebuah fenomena alami. Perubahan adalah proses yang berkesinambungan dan terus berlanjut.

Tujuan terjadinya perubahan itu adalah membantu kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Sementara itu, kelangsungan hidup dan pertumbuhan tergantung pada adaptasi terhadap lingkungan yang berubah.

Pada saat yang bersamaan, lingkungan dapat dipengaruhi dan dibentuk oleh tindakan-tindakan dan keputusan–keputusan organisasi. Dalam hal ini, belajar dari pengalaman adalah penting untuk proses adaptasi dan perubahan yang sukses.

Lantas, mengapa perlu adanya transformasi organisasi? Mengapa organisasi bisnis harus melakukan transformasi? Untuk menjawab itu, kembali lagi pada tujuan diadakannya transformasi organisasi. Antara lain:

1. Untuk menyesuaikan diri

Apabila suatu spesies, individu atau organisasi tidak dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan, maka sama saja dengan bunuh diri.

Misalnya, sebuah organisasi bisnis yang bergerak dibidang fotografer. Apabila alat-alat yang digunakan sudah ketinggalan zaman sementara orang-orang lain sudah menggunakan kamera DSLR maka bisnis tersebut bakalan ditinggalkan oleh pelanggan.

2. Untuk mengetahui kondisi yang ada

Mengikuti perubahan bukan berarti takluk didalamnya. Dengan kata lain, mengikuti perubahan yang ada dengan maksud untuk menyesuaikan diri.

3. Agar bisa bertahan dengan kondisi

Perubahan adalah sesuatu yang sifatnya dinamis dan terus berubah. Apabila suatu organisasi tidak mengikuti perubahan yang ada, mustahil ia akan bertahan.

Oleh karena itu, perubahan tersebut haruslah mampu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang sedang terjadi.

Manfaat melakukan transformasi

Kebanyakan tindakan satu individu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah transformasi organisasi.

Kadang juga ini dijadikan tolok ukur keberhasilan perubahan tersebut. Namun dengan asumsi perlu dimantapkan menjadi suatu kehendak nurani, kebutuhan dan kecenderungan untuk tujuan bersama.

Dalam perubahannya, organisasi pada dasarnya menghadapi dua set permintaan yaitu perubahan eksternal dengan melakukan adaptasi eksternal dan perubahan internal dengan melakukan integrasi internal jika ingin mempertahankan hidup dan terus bertumbuh (Schein, 1988).

Tujuan dan fokus dari usaha tersebut adalah pengelolaan perubahan itu sendiri. Kebutuhan untuk melakukan adaptasi eksternal merupakan sebuah keharusan bagi sebuah organisasi untuk tetap bertahan di tengah-tengah kondisi sosial kemasyarakatan yang juga terus berubah secara terus menerus.

Artinya, kebutuhan ini muncul karena sebuah organisasi tidak akan pernah bisa mapan dalam seluruh masa sementara ia hadir dalam masa yang selalu bergulir dan berubah.

Sementara, kebutuhan untuk melakukan integrasi internal timbul karena adanya diversifikasi individu–individu yang unik.

Perkembangan emosional dan intelektual setiap individu yang unik mengakibatkan munculnya berbagai variasi nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, tingkah laku dan sebagainya.

Individu–individu yang unik tersebut berkumpul dalam sebuah organisasi alam suatu waktu yang dituntut berubah menjawab tantangan zaman.

Terhadap perubahan organisasi tersebut akan ada sejumlah individu yang mampu bersikap konsisten dan sebagian lagi bersikap tidak konsisten terhadap perubahan.

Maka, mengelola perubahan dalam konteks ini adalah mengendalikan energi dan tingkah laku dari anggota organisasi sebanyak mungkin ke arah yang diinginkan dan dilakukan organisasi sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya.

Dengan kata lain, tantangan terbesar yang sesungguhnya dihadapi oleh organisasi adalah perubahan itu sendiri.

Mengapa berubah?

Bahwa perubahan adalah proses yang alamiah berlangsung dalam kehidupan makro dan mikro manusia, telah dibahas dalam paparan diatas.

Perubahan terjadi secara alamiah dari detik ke detik, usia yang bertambah, lingkungan yang berubah, kemampuan intelektual dan emosional yang berubah dan seterusnya.

Dapat disimpulkan bahwasanya perubahan adalah sebuah ketentuan wajib yang berlaku bagi setiap mahluk karena pada hakikatnya, hanya perubahanlah yang abadi di dunia ini. Sehingga, menolak perubahan berarti menolak proses alamiah dalam hidup.

Tuntutan berubah, sejatinya berawal dari dorongan yang muncul dari dalam diri kita sendiri. Dengan mengangkat wawasan di tempat yang lebih tinggi di lingkungan sekeliling, kita kan melihat sejatinya hanya lingkungan dan diri kita sendiri.

Kita akan melihat alam, masyarakat, teknologi dan tatanan kehidupan yang cepat berubah. Kita juga akan merasakan bahwa masing-masing dari kita berada dalam pusaran perubahan itu.

Atas keadaan itu, pertanyaan tentang transformasi organisasi yang paling reflektif akan muncul di benak kita: puaskah kita dengan kondisi saat ini? Puaskah kita dengan kondisi diri dan organisasi kita?

Akan muncul pertanyaan kritis lanjutan mengikuti pertanyaan reflektif diatas: Haruskan kita berubah? Perubahan dan perbaikan apa yang kita harapkan menjawab perubahan diri dan lingkungan kita?

Hakikat berubah adalah untuk menjadi lebih baik. Keinginan berubah muncul untuk menjadi lebih baik, di dalam dimensi hidup apapun:

  • Menjadi lebih sejahtera
  • Menjadi lebih tepat bertindak
  • Menjadi lebih mampu memenuhi kebutuhan hidup
  • Dan seterusnya

Ringkasnya, berubah merupakan tahapan naik dari kondisi yang kurang baik menjadi kondisi yang lebih baik, karena perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi, harus terjadi dan diinginkan terjadi.

Penutup

Percaya atau tidak, setiap organisasi perlu dan wajib melakukan transformasi. Jika tidak, maka bisa saja organisasi itu akan ketinggalan jaman, vakum dan pada akhirnya eksistensinya akan hilang.

Demikian artikel tentang transformasi organisasi: pengertian, tujuan dan manfaat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *