Tipografi Adalah: Pengertian, Elemen dan Hirarki

Tipografi adalah ilmu yang fokus untuk mempelajari proses penataan huruf dan penyebarannya.

Pengertian diatas tidak salah tapi perlu diperjelas lagi definisinya agar orang-orang tahu apa arti tipografi yang sebenarnya termasuk elemen dan hirarki.

Itulah yang jadi alasan mengapa artikel ini saya buat. Dan untuk anda yang sering bertanya Tipografi itu apa sih?

Apa saja bagian-bagian Tipografi? Termasuk hirarki dan elemen Tipografi, simak artikel ini sampai habis.

Definisi tipografi adalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], Tipografi adalah ilmu cetak atau seni percetakan.

Dalam konteks seni cetak maka tipografi harus melibatkan bagian-bagian pentingnya yang kelak disebut hirarki.

Didalamnya termasuk judul atau headline, sub judul atau subheadline, naskah atau bodycopy dan logotype yang semuanya akan saya bahas secara terpisah dibawah.

Intinya begini, tipografi adalah seni menyusun huruf dan teks sedemikian rupa sehingga hasilnya menarik secara visual.

Dengan kata lain, tipografi ini wajib font agar tampilan dan strukturnya dapat mempengaruhi emosi audiens.

Dalam pengertian yang lebih modern, tipografi adalah seni yang bertujuan untuk menghidupkan teks.

Tipografi mula-mula lahir awal abad ke-11, yang muncul sebagai kerajinan khusus dalam proses pembuatan buku.

tipografi adalah
Gutenberg Bible yang kadang juga disebut 42-line Bible, Mazarin Bible dan B42 via New York Public Library

Contoh tipografi tradisional bisa dilihat dalam Gutenberg Bible yang merevolusi dua hal penting di Eropa yakni revolusi buku cetak dan revolusi tipografi.

Oh iya, font yang digunakan dalam Gutenberg Bible saat ini bernama Textura dan sudah tersedia di beberapa perangkat dan aplikasi pengeditan teks. 

Lantas, mengapa tipografi ini penting? Apa pentingnya belajar tipografi? Dan mengapa ini jadi elemen penting dalam desain?

Alasannya sederhana karena tipografi tidak saja berkaitan dengan pemilihan font yang cocok melainkan salah satu komponen penting dalam User Interface [UI].

Dengan demikian, tipografi yang baik akan membentuk hirarki visual yang kuat, memberikan keseimbangan grafis ke desain dan mengatur nada keseluruhan produk.

Artinya apa? Artinya, tipografi akan membantu anda memandu dan menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang ingin disampaikan dalam desain.

Termasuk juga untuk mengoptimalkan keterbacaan desain, aksesiblitas dan memastikan bahwa pengguna dapat pengalaman terbaik.

Tipografi juga ada dimana-mana dan bentuknya macam-macam mulai dari tulisan tangan, banner, spanduk, buku, novel, surat kabar dan lain sebagainya.

Elemen Tipografi

Dalam tipografi, ada beberapa elemen penting yang harus ada, seperti:

a. Font atau jenis huruf

Banyak orang yang bingung soal perbedaan tipografi dan font. Bahkan ada yang mengatakan kalau keduanya adalah sinonim meski itu keliru.

Tipografi mengacu pada gaya desain yang terdiri dari banyak karakter atau keseluruhan desain mulai dari ukuran sampai bobot sementara font adalah representasi grafis dari teks.

Sederhananya, tipografi adalah bagian dari font dan font, dalam konteks ini, mengacu pada bobot, lebar dan gaya yang membentuk huruf abjad itu sendiri.

Untuk saat ini, ada tiga jenis font dasar yang paling populer di gunakan mulai dari serif, sans-serif dan dekoratif.

Oh iya, agar desain yang dibuat itu menarik, di sarankan untuk tidak menggunakan lebih dari tiga font dalam satu desain.

b. Ukuran

Ukuran sebuah desain tidak selalu sama. Beberapa diantaranya terlihat lebar dan besar sementara yang lainnya terlihat kecil dan sempit.

Semuanya kembali ke apa yang ingin disampaikan dalam desain. Apakah sekedar selebaran, apakah untuk pemberitahuan, apakah untuk iklan dan lain sebagainya.

Salah satu aspek yang mempengaruhi ukuran adalah font. Artinya, font dapat menempati jumlah ruang yang berbeda di halaman.

Tinggi setiap karakter font itu kemudian disebut x-heigh sementara lebar setiap karakternya set-width.

Baca Juga:

Cara paling umum untuk mengatur ukuran huruf atau font adalah dengan menggunakan sistem poin.

Saat mengetik di Microsoft Word, sistem ini disebut font size yang letaknya disebelah pilihan font.

tipografi adalah

Sistem penomoran ukuran font ini sudah ada sejak abad ke-18 dan satu poin setara dengan 1/72 inci.

Dengan demikian, 12 titik dalam font setara dengan satu PICA, satuan yang digunakan untuk mengukur lebar kolom.

Kadang juga direpresentasikan atau diukur dalam inci, milimeter atau dalam beberapa kasus piksel.

c. Kontras

Dalam desain, kontras membantu menyampaikan ide atau pesan mana yang ingin ditonjolkan kepada pembaca.

Dengan kata lain, kontras bisa membuat teks terlihat menarik, unik dan eye catching.

Oleh karean itu, banyak desainer yang memainkan elemen seperti font, warna, style dan ukuran agar dapat kontras yang tepat.

d. Kerning

tipografi adalah

Kerning adalah proses mengatur jarak antar karakter untuk menciptakan pasangan karakter yang harmonis.

Contohnya nih, jika huruf besar A bertemu dengan huruf besar V, goresan diagonalnya disebut kern, karena sisi kiri atas V berada diatas kanan bawah A.

e. Konsistensi

Konsistensi berkaitan dengan pola penggunaan font dalam desain. Tujuannya agar desain tersebut tidak membingungkan dan terlihat berantakan.

Saat menyampaikan satu informasi, penting sekali untuk tidak menggunakan lebih dari satu font agar pembaca nyaman saat melihat desain.

f. White space

White space atau ruang putih, yang kadang juga disebut ruang negatif [negative space] adalah ruang kosong disekitar teks atau grafik.

Ruang macam ini sering diabaikan dan tidak diperhatikan pengguna. Dan penggunaan ruang putih yang tepat bisa membuat desain terlihat menarik dengan font yang tertata rapi.

Artinya, white space membantu audiens untuk fokus ke teks atau gambar yang ingin ditampilkan guna memberikan pengalaman keseluruhan yang estetik.

Oh iya, bentuk white space ini bisa berupa margin, padding dan area tanpa teks saja atau grafik.

Contoh sederhana dari penggunaan negative space yang tepat adalah beranda mesin pencari Google.

tipografi adalah

Sebab jika pengguna membuka beranda tersebut, mereka langsung fokus ke kolom pencarian yang ada ditengahnya.

g. Alignment atau kesejajaran

Penjajaran adalah proses menyatukan dan menyusun teks, grafik dan gambar untuk memastikan jarak antar elemen desain itu sama.

Karena itu, banyak designer yang buat margin untuk memastikan logo, header dan teks sejajar satu dengan yang lain.

Saat menentukan alignment yang cocok, perhatikan pola paling populer yang banyak digunakan desainer.

Misalnya, meretakan teks ke kanan akan bertolak belakang dengan intuisi pembaca yang terbiasa membaca dari kiri ke kanan.

h. Warna

Warna adalah salah satu elemen dalam tipografi paling menarik. Disinilah desainer benar-benar menunjukan kreativitas mereka saat buat satu desain.

Artinya, warna ini tidak boleh dianggap enteng. Karena warna bisa membuat font terlihat menonjol.

Sehingga pesan kunci yang mau disampaikan dalam desain akan terlihat jelas.

Warna sendiri terdiri dari tiga komponen yakni nilai [value], corak [hue] dan saturasi [saturation].

Dan desainer yang baik pasti tahu bagaimana menyeimbangkan tiga komponen diatas untuk membuat teks terlihat menarik dan mudah dibaca, termasuk penderita buta warna parsial.

i. Hirarki

Hirarki tipografi bertujuan untuk menunjukan perbedaan yang jelas tentang bagian paling penting yang harus dibaca lebih dulu.

Artinya, sebagai desainer anda didorong untuk membuat teks seringkas mungkin, yang akan membantu audiens menddapat informasi sesingkat mungkin.

Untuk membantu menunjukan hirarki visual, desainer bisa memaksimalkan penggunaan ukuran, warna, kontras dan alignment.

Hirarki dalam tipografi

Berbicara hirarki tipografi juga bebicar asoal hirarki desain. Untuk hirarki desain sudah saya bahas di postingan sebelumnya.

Untuk membacanya bisa klik tautan ini. Hanya saja, jika bahasannya soal hirarki tipografi dalam artian lebih spesifik, berikut bagian-bagiannya:

a. Headline atau judul

Headline atau judul berkaitan dengan komposisi atau tata letak yang paling menonjol atau yang paling menarik perhatian.

Biasanya, headline adalah hal paling pertama yang akan dibaca audiens. Artinya, judul berperan penting sebagai komunikasi awal sebelum membaca keseluruhan informasi dalam desain.

Oleh karena itu, saat buat judul, harus dibuat sesingkat mungkin, jelas, menarik dan bisa memvisualisaskan isi desain secara keseluruhan.

Contoh paling sederhana bisa lihat judul postingan ini yang selalu dimulai dengan huruf. Apabila anda buka artikel ini, yang paling pertama dibaca tentu saja judulnya.

Judul diatas bisa saja menarik atau mungkin biasa-biasa saja bagi beberapa orang. Karena memang saya tidak memprioritaskan artikel ini untuk muncul di halaman pertama pencarian Google.

b. Subjudul atau subheadline

Setelah judul, disisi dengan subheadline, yang merupakan elemen lanjutan dari headline atau judul yang sudah saya jelaskan daitas.

Mengapa sih subjudul harus dibuat? Untuk menjelaskan makna atau arti judul tersebut.

Karena biasanya judul cenderung ringkas, padat dan jelas maka diperlukan penjelasan lanjutan untuk menjabarkan judul.

Ukuran huruf dari subjudul ini lebih kecil dibanding judul. Namun lebih besar dari isi naskah atau bodycopynya.

c. Naskah atau Bodycopy

Naskah atau bodycopy yang kadang disebut isi naskah  adalah kalimat atau paragraf yang berisikan informasi lebih detail tentang suatu bahasan.

Biasanya, paragraf inilah adalah penjelasan lebih rinci dari judul dan subjudul.

Tujuannya untuk menjelaskan seluruh informasi kepada audiens sehingga mereka bisa tangkap substansi apa yang mau disampaikan dalam desain.

d. Logotype

Logotype sebenarnya hanya pelengkap dari tiga hirarki tipografi diatas. Karena biasanya desain selalu dilengkapi dengan identitas produk atau instansi yang membuat desain.

Hanya saja, logotype harus dibuat sekomunikatif mungkin sehingga bisa dimanifestasi secara menyeluruh filosofi produk atau brand.

Artinya, anda boleh tambahkan logo atau identitas lain untuk melengkapi desain yang dibuat sekaligus untuk meningkatkan branding perusahaan atau produk.

Penutup

Tipografi cenderung dibaikan fungsi dan kegunaannya meski sebenarnya jadi salah satu komponen paling penting yang harus ada dalam desain.

Kalau punya kemampuan tipografi yang baik, bisa membantu anda jadi desainer sukses yang bisa dijadikan modal untuk berkarir di bidang sesuai kemampuan.

Dan untuk anda yang punya masukkan, komentar atau koreksi terkait postingan ini, bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Tipografi adalah: pengertian, elemen dan hirarki. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar