Tentang Three Point Lighting: Dasar Pencahayaan Fotografi & Videografi

Pencahayaan tiga titik atau yang kadang juga disebut three point lighting merupakan standar pencahayaan dalam fotografi dan videografi.

Ini merujuk pada penempatan lampu di sekitar subjek dengan tujuan untuk membuat foto atau video terlihat lebih cerah dengan pencahayaan yang merata.

Penempatan lampu itu juga bisa meningkatkan eksposur atas foto atau video. Penempatannya pun tidak sembarangan namun tetap disesuaikan sama jenis lampu yang digunakan.

Untuk memulai ulasan terkait dengan three point lighting, baiknya saya bahas dulu pengertiannya apa.

Apa itu Three Point Lighting atau pencahayaan tiga titik?

Three Point Lighting atau pencahayaan tiga titik adalah penggunaan tiga sumber cahaya yang ditempatkan di tiga posisi yang berbeda.

Penempatannya disesuaikan sama ukuran, jarak dengan subjek, intesitas serta posisi sumber cahaya.

Dasar pencahayaan satu ini banyak digunakan untuk pembuat film profesional untuk genre apapun.

Termasuk juga sinematografer, desainer cahaya dan pekerjaan profesional lain di dunia kreatif.

Penggunaannya pun tidak terbatas pada video atau foto untuk komersial, tetapi juga dokumenter atau mungkin untuk keperluan pribadi.

Intinya, three Point Lighting adalah satu teknik dasar pencahayaan dalam fotografi atau videografi atau citra yang dihasilkan komputer.

Sistemnya sederhanya namun sangat mempengaruhi eksposur dan visibilitas video atau foto yang dibuat.

Jika penempatannya di tiga titik yang berbeda, lantas ada dimana? Apakah didepan dan belakang saja atau mengikuti rumus setiga dengan derajat yang sama?

Titiknya disebut key light, fill light dan background light. Untuk dapat ulasan yang lebih lengkap, baca artikel ini sampai habis.

Three Point Lighting: Dasar Pencahayaan Fotografi & Videografi

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan dasar pencahayaan tiga titik atau three point lighting dalam fotografi dan videografi.

1. Key Light

Three Point Lighting

Dasar pencahayaan fotografi dan videografi yang pertama dalam three point lighting adalah key light atau lampu utama.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan key light atau lampu utama ini? Key light adalah lampu primer atau lampu utama dalam pencahayaan.

Artinya, key light merupakan cahaya paling terang yang digunakan yang memancarkan cahaya ke bagian depan atau wajah subjek.


Baca Juga:


Bentuk cahayanya bisa frontal atau tidak dan bisa ditempatkan di sisi kanan atau kiri bagian depan subjek.

Intinya, key light ini adalah cahaya paling dominan dan paling terang dibanding dua jenis pencahayaan lainnya.

Dengan menempatkan cahaya yang tepat, akan memberikan eksposur ke subjek secara keseluruhan.

Lantas, apa saja contoh key light atau cahaya utama? Bisa pakai LED Videolight seperti Aputure 120D/Godox SL60W atau soft box agar lebih hemat.

2. Fill Light

Three Point Lighting

Dasar pencahayaan fotografi dan videografi yang kedua dalam three point lighting atau pencahayaan tiga titik adalah fill light.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan fill light? Dimana akan ditempatkan? Fungsinya untuk apa?

Secara teknis, fill light dianggap sebagai lampu yang lebih redup dibanding key light yang sudah saya bahas diatas.

Meski demikian, fungsinya cukup penting karena bisa memaparkan cahaya di bagian yang gelap pada wajah subjek akibat paparan cahaya key light.

Penempatannya dimana? Mayoritas ditempatkan sejajar dibagian depan subjek. Dengan demikian, fill light ini dapat disebut cahaya sekunder.

Artinya, jumlah cahaya yang dikeluarkan tidak seterang cahaya primer. Dan keberadaannya sangat penting agar dimensi subjek tidak terlalu kontras.

Bagi saya pribadi, fill light ini bisa membantu menciptakan catch-light di mata subjek, yang bisa membuat karakter lebih hidup.

Bentuk cahayanya juga tidak harus sama dengan cahaya yang sebenarnya karena itu, fill light bisa berbentuk reflektor.

Lantas, apa saja contoh fill light atau lampu sekunder? Bisa pakai reflektor saja atau media pemantul cahaya lainnya.

3. Background Light

Three Point Lighting

Yang ketiga adalah Background light, yang dalam penyebutannya sehari-hari disebut sebagai back light.

Seperti juga namanya, yang mana, backlihgt adalah sumber cahaya ketiga yang ditempatkan di belakang subjek tau objek.

Fungsinya untuk apa sih? Untuk memberikan kesan highlight antara subjek dan latar belakang subjek, tembok misalnya.

Jadi, akan terlihat jelas posisi antara subjek yang di foto dengan tembok dibelakangnya. Dan ini tidak akan terjadi jika anda hanya pakai Key light dan fill light.

Jika key light disebut cahaya primer dan fill light disebut cahaya sekunder, maka background light ini dapat disebut cahaya tersier.

Meski demikian, dalam praktiknya kemudian, cahaya yang satu ini bisa dipakai sebagai cahaya utama atau cahaya kedua.

Penempatannya pun tidak melulu tepat dibelakang subjek. Bisa dibagian paling bawah, sedikit lebih tinggi, ke kiri atau kekanan.

Apa saja contoh background light? Bisa pertimbangkan LED Stick yang bisa diatur ke warna tertentu.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Mengapa harus menggunakan pencahayaan tiga titik atau three point lighting? Apa pentingnya?

Ide pencahayaan tiga titik atau three point lighting sebenarnya berasal dari sumber cahaya alami di bumi yakni Matahari.

Artinya, manusia harus diterangi setidaknya satu cahaya, yang memberi ekspour. Dan ini dianggap sebagai cahaya utama.

Saat beraktivitas, manusia akan terkena berbagai sumber cahaya selain cahay utama, lampu misalnya, yang dianggap sebagai cahaya sekunder.

Tapi cahaya utama ini memantul dan membiaskan cahaya lewat bahan yang berbeda.

Dan tentu saja, bisa jadi saat ambil foto atau video, akan ada flickering atau kedipan pada foto.

Dan saat manusia membelakangi matahari dari belakang, ia dianggap sebagai cahaya latar.

Hanya saja, cahaya latar menyebabkan tepian cahaya di belakang subjek lalu memotongnya dari latar.

Dan ini berdampak pada warna rambut subjek. Pada intinya, cahaya matahari tidak terlalu merata saat mau dipakai berbagai kebutuhan fotografi dan videografi.

Makanya, diperlukan cahaya tambahan dari manusia agar hasilnya merata. Dan ini juga berlaku saat ambil foto atau video dalam ruangan.

Itu belum ditambah dengan fakta bahwa kamera hanya bisa bekerja apabila ada cahaya karena ini sumber utama untuk dapat foto yang bagus.

Coba bayangkan, film-film seperti John Wick atau foto pemenang Sony World photography kategori dalam ruangan bisa dapat foto yang bagus dan memukau?

Jawabannya pasti sudah tahu. Karena pencahayaan yang tepat, yang berdampak pada eksposur dan kedalaman bidang.

2. Apa dampaknya jika menempatkan tiga titik cahaya diatas secara bersamaan?

Ketiganya secara umum akan membentuk nose line. Misalnya, cahaya di belakang ini akan membentuk garis tepi dari bentuk subjek.

Pada akhirnya akan membuat subjek kelihatan terpisah dari latar belakang atau dekorasi dibelakang subjek.

Intinya, gabungan antara key light, fill light dan back light atau three point lighting akan menciptakan kesan 3D pada foto.

Kesan ini akan membuat objek terlihat lebih bagus, bayangan objek seperti siluet tidak terlihat namun letak subjek dan background akan tetap terlihat jelas.

3. Apakah Background light dan back lighting itu sama?

Ada yang mengatakan sama dan ada juga yang bilang kalau keduanya berbeda.

Pakai saja definisi diatas. Jika pakai back light, maka ia tidak lagi disebut three point lighting melainkan four point lighting.

Sementara, apabila menggunakan istilah background lighting, ia akan disebut pencahayaan tiga titik.

4. Apa yang dimaksud dengan 4 point lighting?

4 point lighting adalah penggunaan empat titik cahaya di posisi yang berbeda mulai dari key light, fill light, back light dan background lighting.

5. Apa yang dimaksud dengan two point lighting?

Two point lighting adalah penggunaan dua titik cahaya ditempat yang berbeda dan biasanya hasil kombinasi antara key light dan fill light atau key light dan background light.

6. Apa saja macam-macam Three Point Lighting?

macam macam Three Point Lighting sudah saya ulas diatas yakni key light yang merupakan cahay utama atau cahaya tersier.

Berikutnya ada fill light yang merupakan cahaya sekunder, yang bisa berupa reflektor saja.

Dan terakhir adalah background light yang penempatannya ada dibelakang subjek atau objek yang di foto atau di videokan.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, cahaya yang merata bisa membuat foto atau video terlihat lebih menarik.

Dan penggunaan cahaya paling dasar adalah ditempatkan di tiga titik yang berbeda seperti yang saya sebutkan diatas.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini bisa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Three point lighting yang merupakan dasar pencahayaan untuk fotografi dan videografi. Semoga bermanfaat***

Tinggalkan komentar