Teori Warna: Pengertian, Sifat, Klasifikasi, Harmoni dan Contoh

Pada dasarnya, berbicara tentang teori warna akan berbicara tentang bagaimana menggunakan warna yang tepat dalam desain.

Artinya, dengan mempelajari teori warna, maka seseorang bisa tahu kapan dan bagaimana warna tersebut digunakan dan untuk tujuan apa.

Misalnya, jika ingin buat poster tentang kegiatan ekstrakulikuler sekolah, maka mereka bisa menggunakan beberapa warna hangat untuk mempresentasikan waktu kegiatan itu dilakukan.

Atau mungkin, jika ingin buat banner kegiatan saat berada di puncak gunung, maka bisa pakai warna-warna dingin.

Perlu diketahui juga, penggunaan setiap warna diatas akan mempengaruhi emosi, suasana hati dan perilaku orang yang melihatnya.

Itulah yang jadi alasan mengapa desainer wajib mempelajari teori warna beserta fitur-fitur yang terakit lainnya.

Dan itu hanya satu dari sekian banyak alasan mengapa desainer wajib mempelajari teori warna beserta fitur-fitur yang terkait dengannya.

Fitur itu termasuk psikologi warna, pemahaman roda warna serta bagaimana mengkomunikasian setiap warna dengan tepat.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan teori warna? Apa saja fungsinya? Apa saja jenis dan manfaatnya?

Jika penasaran jawaban dari berbagai pertanyaan dasar diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian teori warna

Teori Warna
Gambar via edu.gcfglobal.org

Teori warna adalah kumpulan aturan atau pedoman yang bisa digunakan desainer untuk mengkomunikasikan warna dalam desain.

Dalam teori ini, ada skema warna yang didalamnya berisikan banyak pilihan warna dan metode kombinasi yang dipilih.

Untuk memilih kombinasi warna yang tepat, tersedia roda warna atau color wheel yang bisa digunakan desainer.

Dan roda warna tersebut tidak saja menunjukkan skema warna tetapi juga kemampuan optik manusia, psikologi, budaya dan lain sebagainya.

Dalam sejarahnya, teori warna pertama kali diperkenalkan oleh Isaac Newton pada 1666 setelah ia menemukan roda warna.

Yang didasarkan pada eksperimen dimana warna putih cahaya bisa membentuk warna lain apabila bersentuhan dengan prisma.

Warna lain itu disebut dengan warna primer, sekunder dan tersier yang jika digabungkan juga bisa membentuk warna putih kembali.

Dari sini bisa diketahui kalau warna adalah panjang gelombang cahaya tapi bukan kualitas absolutnya tersebut.

Dan dengan mengkategorikan warna secara sistematis, ia mendefinisikan warna menjadi tiga bagian atau kelompok utama, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Kelompok warnaContoh warnaSumber warna
PrimerMerah, biru dan kuningPutih cahaya
SekunderOranye, Hijau dan unguWarna primer
SekunderCokelat kemerahan, coklat kekuningan dan cokelat kebiruanWarna primer + Warna sekunder

Seiring berkembangnya waktu, studi tentang warna kemudian diperluas sehingga, saat ini, warna bisa dibagi juga berdasarkan sifatnya.

Sifat-Sifat Warna

Setiap warna unik sehingga dapat dibedakan dengan warna lain. Keunikan inilah yang disebut dengan sifat warna.

Albert Henry Munsell, dalam bukunya tentang Sistem Warna, ia menjelaskan tiga sifat utama warna, diantaranya:

1. Hue

Pengertian Hue, Value dan Chroma Pada Warna Serta Contohnya
Gambar via edu.gcfglobal.org

Sifat warna pertama adalah Hue, yang merupakan identitas unik dari warna sehingga anda bisa tahu apakah suatu warna itu hijau dan bukan merah.

Cara paling mudah untuk memahami warna dengan sifat hue adalah melihat bagaimana tampilannya, apakah berwarna hijau, merah, kuning dan seterusnya.

2. Value

Pengertian Hue, Value dan Chroma Pada Warna Serta Contohnya
Gambar via edu.gcfglobal.org

Value atau nilai, yang kadang juga disebut cahaya atau lighting, merujuk pada seberapa pucat atau jenuh tampilan dari warna tersebut.

3. Chroma

Pengertian Saturasi
Gambar via edu.gcfglobal.org

Chroma merujuk pada level atau tingkat kemurnian dari warna itu sendiri. Artinya, jika suatu warna ditambahkan dengan hitam, maka ia akan bernuansa hitam.

Kasus yang sama juga saat anda menambahkan pigmen warna netral lain seperti putih dan abu-abu yang melahirkan efek yang berbeda,

Klasifikasi Warna

Warna dapat diklasifikasikan dalam empat empat bentuk utama, yang merujuk pada asosiasi warna dengan apa yang dilihat oleh manusia, diantaranya:

1. Warna hangat dan dingin

Perbedaan Warna Panas dan Dingin serta Contohnya

Warna sering diasosiasikan dengan suasana yang ada di alam. Karena itulah, ia disebut sebagai warm and cold color atau warna hangat dan warna dingin.

Misalnya, warna merah, kuning dan oranye yang diasosiasikan dengan warna hangat karena mempresentasikan warna matahari dan api.

Sementara, warna biru, ungu dan hijau sering diasosiasikan dengan warna dingin karena persepsi manusia saat melihat suasana yang dingin yang selalu memunculkan warna tersebut.

2. Warna mundur dan maju

Teori Warna
Gambar via cargocollective.com

Jika dingin dan hangat diasosiasikan dengan suasana maka receding and advancing color atau warna maju dan mundur ini diasosiasikan dengan perasaan seseorang saat melihat suatu warna.

Misalnya, warna kuning, oranye dan merah yang disebut warna maju atau advancing color karena komposisinya satu dengan yang lain yang terlihat maju atau bergerak.

Disisi lain, warna hijau, biru dan ungu disebut warna mundur karena semakin kesana warnanya semakin gelap.

3. Warna positif dan negatif

Teori Warna
Gambar via researchgate.net

Positive and negative colors sepenuhnya subjektif karena berhubungan dengan persepsi manusia manusia saat melihat warna.

Misalnya, warna merah yang digunakan dalam pengobatan kemoterapi untuk meningkatkan tubuh dan pikiran.

Sementara, disisi lain, warna merah juga menunjukkan suatu keadaan bahaya atau sesuatu yang harus dihindari.

4. Warna Subtraktif dan aditif

Teori Warna
Gambar via Pinterest

Subtractive and additive color atau warna subtraktif dan warna aditif mengacu pada penggunaan warna dalam dua bidang berbeda.

Misalnya, RGB yang merupakan warna aditif digunakan untuk warna yang tampil di layar monitor sementara CMYK untuk warna percetakan.

Mengapa ini terjadi? Karena alat cetak tidak mampu menghasilkan warna otentik sebagaimana yang terlihat di layar.

Harmoni Warna

Dalam seni visual, teori warna dianggap sebagai kumpulan panduan praktis untuk mencampur warna sehingga menghasilkan kombinasi warna tertentu yang menarik.

Dari sini bisa dipahami kalau terminologi warna didasarkan pada roda warna dan geometrinya yang jika digunakan dengan tepat akan menghasilkan harmoni.

Disisi lain, agar warna-warna yang digunakan tepat, maka diperlukan lingkaran warna untuk mengidentifikasi kelompok utama warna.

Mulai dari warna primer, sekunder dan tersier dengan mempetimbangakn sifat-sifat warna dan klasifikasinya.

Dan untuk menciptakan warna yang harmoni, ada banyak kombinasi warna yang bisa digunakan dalam teori warna, diantaranya:

1. Monokromatik

Teori Warna
Gambar via edu.gcfglobal.org

Warna monokromatik merujuk pada penggunaan dua warna yang saling bersebelahan dalam roda warna.

2. Analogus

Warna Analogus
Gambar via edu.gcfglobal.org

Analogus mengacu pada penggunaan tiga warna yang saling bersebelahan dalam roda warna seperti oranye, kuning-oranye dan juga kuning.

3. Complementary

Warna Kompelementer
Gambar via edu.gcfglobal.org

Complementary atau skema warna pelengkap adalah menggunakan skema warna berlawanan seperti biru dan kuning untuk menghasilkan warna kontras.

4. Split-complementary

Teori Warna
Gambar via edu.gcfglobal.org

Split complementary, yang kadang juga disebut compound harmoni adalah penggunaan warna dari dua sisi pasangan warna komplementer diatas untuk memperhalus kontrasnya.

5. Triadic 

Teori Warna
Gambar via edu.gcfglobal.org

Skema warna dengan mengambil tiga warna yang jaraknya sama dengan roda warna atau terpisah 120 derajat.

Misalnya, warna merah, biru dan juga kuning. Warna tersebut mungkin tidak terlihat cerah, tapi skema tersebut bisa mempertahankan harmoni.

6. Tetradic

Teori Warna
Gambar via edu.gcfglobal.org

Tetriadik mengacu pada penggunaan empat warna dari dua set warna komplementer di atas misalnya warna oranye, kuning serta biru dan ungu.

Kemudian memilih satu warna dominannya. Dengan begitu, desain akan terlihat kaya dan menarik, tetapi tetap perhatikan keseimbanganya antara warna hangat dan dingin.

7. Square

Teori Warna
Gambar via color-meanings.com

Square atau kotak adalah varian atau bentuk lain dari skema warna tetradik diatas, dimana anda mengambil empat warna dengan jarak yang sama roda warna.

Artinya, warna-warna tersebut terpisah 90 derajat sehingga membentuk skema persegi. Inilah yang disebut warna kotak.

Penutup

Mengetahui teori warna dengan baik adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan dampak psikologis warna terhadap seseorang.

Karena itu, jika sering berkecimpung di bidang desain entah itu DKV, percetakan, UI dan UX design, wajib mengetahui bidang ilmu satu ini.

Demikian artikel tentang teori warna termasuk sifat, klasifikasi dan harmoni dari warna. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar