Pengertian & Perbedaan Teknik Emboss dan Deboss Dalam Percetakan

Pernah dengar istilah Emboss dan Deboss? Jika pernah, tahu gak apa pengertian atau perbedaan dua istilah diatas?

Mudah-mudahan sudah tahu. Jika belum, baiknya simak artikel dibawah ini sampai habis karena akan saya ulas pengertian dan perbedaan Emboss dan Deboss.

Pada dasarnya, dua istilah diatas adalah salah satu teknik percetakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas cetakan.

Tujuan akhirnya adalah agar orang yang melihat cetakan tersebut bisa fokus ke satu bagian paling penting pada produk.

Prosesnya sih dengan menambahkan tekstur cetakan naik ke atas atau sebaliknya, cekung ke bawah.

Dan untuk anda yang sedang cari tahu embos masker adalah, embos artinya apa atau kain embos adalah apa, berikut penjelasannya.

Sebelum lanjut ke pembahasan inti baiknya saya bahas dulu apa pengertian teknik emboss dan deboss.

Apa itu Teknik Emboss?

Teknik Emboss dan Deboss

Bagi beberapa orang, teknik ini mungkin sudah tidak terlalu asing lagi ditelinga. Karena saat dengar kata ini, pikiran mereka langsung tertuju pada efek timbul yang ada di kertas.

Kertas, dalam konteks ini, bisa dalam jenis dan fungsi apa saja mulai dari kertas untuk kartu nama, kartu ucapan, kartu undangan, sertifikat dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, teknik emboss tidak saja dilakukan pada kertas tetapi juga pada bahan lain entah itu logam, kayu, akrilik, kulit sampai kain.

Hanya saja, di artikel ini saya fokus aja dulu ke kertas timbul atau kertas yang telah melalui proses embossing.


Baca Juga :


Saat melakukan proses embossing, tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuat cetakan yang terdiri dari dua pelat logam.

Pelat ini ada dibagian depan dan belakang, yang kadang juga disebut counterdie, dan digunakan sebagai pengapit kertas.

Selanjutnya, printer akan membuat cetakan sesuai desain yang dimasukkan atau sesuai foto sketsa gambar yang akan diembos ke dua pelat logam.

Lantas, apa sih pengertian emboss yang sebenarnya? Emboss atau proses emboss, yang kadang juga disebut embossing, adalah teknik cetakan yang dibuat terangkat.

Dengan demikian, desainnya dibuat dengan cara mendorong kertas pakai counterdie dari bawah ke atas.

Area yang ditinggikan kemudian diberi tinta atau foil untuk tambahan efek atau dibiarkan begitu saja tanpa lapisan.

Jika cetakannya dibiarkan begitu saja ia disebut cetakan buta atau blind emboss. Dan saat ini ada beberapa jenis teknik Emboss yang berkembang, diantaranya:

  • Single-level emboss yang merupakan teknik emboss berbiaya rendah dan selalu jadi pilihan banyak orang. Teknik cetakannya menggunakan teknik paling dasar dimana desain hanya dinaikan begitu saja tanpa tambahan apa-apa, tinta misalnya
  • Multi-level Emboss adalah teknik cetakan yang fokus pada detail tertentu dengan embossing multi-level. Dengan begitu, cetakan akan terlihat bertesktur di belakang dan bagian depan tetap terangkat
  • Blind Emboss adalah teknik emboss tanpa tinta alias desainya dibuat langsung ke dalam bahan. Biasanya, teknik ini diterapakan pada produk pakaian seperti kameja, baju, hoodies dan jaket
  • Registered Emboss adalah desain timbul yang dibuat bertahap tepat disebalah desain pertama. Hanya saja, untuk desain kedua dibuat dengan tinta atau materi lainnya seperti foil stamping, punching atau embossing tambahan
  • Combination Emboss yang merupakan emboss kombinasi yang melibatkan beberapa cetakan secara bersamaan, termasuk stamping foil, yakni saat tinta yang belum kering dicap ke bahan
  • Pastelling emboss adalah teknik embosing dengan gaya vintage dan biasanya diterapkan untuk barang-barang bekas
  • Glazing emboss adalah teknik embossing dengan menambahkan glasir ke atas desain agar tampilannya mengkilap. Biasanya dipakai untuk kartu nama atau kartu ucapan berwarna gelap
  • Scorching emboss adalah teknik embossing yang sama seperti teknik yang dipakai untuk mesin press panas dan biasanya diterapkan untuk produk atau bahan berwarna terang

Perhatikan, beberapa orang menyebut teknik ini sebagai teknik seruling [mention flute], warna [tint] sampai embos pahat [sculpted embossing].

Apapun penyebutannya, semua tetap merujuk pada teknik membuat cetakan timbul dari bawah ke atas.

Apa itu Teknik Deboss?

Teknik Emboss dan Deboss

Deboss atau debossing adalah kebalikan dari teknik debossing. Dengan teknik ini, anda bisa membuat lekukan pada bahan atau produk.

Biasanya, cetakan logam di cap dari depan bahan dan menyebabkan lekukan atau jejak ke bawah pada produk yang dipilih.

Itulah yang jadi alasan mengapa teknik ini disebut debossed atau jejak gambar. Selain gambar, teknik ini juga bisa diterapkan di beberapa materi cetakan lain.

Menariknya, anda juga bisa atur debossing apa adanya, yang kadang disebut blind deboss atau bisa juga mengisi lekukannya dengan tinta.

Nantinya, area yang tertakan itu akan jadi fokus cetakan alias area yang paling diharapkan untuk di lihat banyak orang.

Perbedaan Teknik Emboss dan Deboss

Keduanya merupakan teknik dekorasi khusus yang dibuat sedemikian rupa untuk menambah visibilitas cetakan atau produk.

Baik teknik embossing atau debossing bisa digunakan untuk percetakan offset atau stamping foil.

Lantas, apa sih perbedaan teknik Emboss dan Deboss? Untuk mengetahui apa perbedaan keduanya, lihat tabel dibawah ini:

PerbedaanEmbossDeboss
DefinisiEmboss adalah teknik finishing dengan hasil cetakan naik ke permukaan kertasDeboss adalah teknik finishing dengan hasil cetakan cekung atau tenggelam
VisibilitasTampilan seperti 3D [Creates a 3D look]Tampilan lekukan [Creates an Indented look]
Jumlah panasSedkitBanyak
PenerapanBisa diterapkan di hampir semua produk cetakHanya bisa cetak pada kain atau plastik saja
Pelat yang dibutuhkanDua plate atau dieSatu plate atau die
HargaMahalCukup murah

Agar jelas, lihat penjabaran tabel diatas terkait dengan perbedaan emboss dan deboss dibawah ini:

  • Emboss adalah teknik percetakan dengan cara menaikkan elemen tertentu dalam cetakkan dari bawah ke atas. Sementara, Deboss adalah teknik percetakkan dengan cara menurunkan atau membuat efek cekung dari atas ke bawah
  • Dengan teknik emboss maka akan tercipta efek 3D sementara pada teknik debossing akan berbentuk lekukan ke dalam produk
  • Jumlah panas yang digunakan dalam teknik embossing jauh lebih sedikit ketimbang jumlah panas yang dibutuhkan dalam teknik debossing
  • Teknik embossing bisa diterapkan disemua bahan sementara debossing hanya bisa diterapkan pada produk tertentu seperti kain atau plastik karena alasan panas diatas
  • Embossing butuh dua die atau pelat agar bisa bekerja maksimal. Sementara, debossing hanya butuh satu die atau pelat
  • Dalam berbagai ulasan, teknik embossing dianggap jauh lebih mahal ketimbang teknik debossing

INFO: Paling mudah untuk membedakan keduanya ada pada bentuk desainnya atau arah timbul yang diciptakan. Emboss ke atas dan Deboss ke bawah.

Selain perbedaan, dua teknik diatas punya beberapa kesamaan. Pertama, proses dalam membuat desainnya kurang lebih sama.

Dan keduanya bisa ditambahkan dengan atau tanpa tinta. Ketiga, teknik ini bisa dilakukan sendiri di rumah atau bisa pakai jasa cetak emboss dan deboos yang banyak tersedia diluar sana.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan teknis terkait dengan postingan ini akan saya ulas terpisah dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Materi apa saja yang bisa di emboss dan di deboss?

Untuk teknik Emboss bisa terapkan pada material-material seperti kertas, kartu nama, plastik, bungkusan makanan dan lain sebagainya.

Sementara, untuk teknik Deboss bisa terapkan pada material seperti logam, kain, kulit, dompet atau sepatu.

2. Kapan harus pakai teknik embossing atau debossing?

Sebenarnya, kedunya bertujuan untuk meningkatkan estetika cetakan agar terlihat unik dan menarik.

Untuk pertanyaan kapan, tergantung anda. Sebelum memutuskan, pertimbangkan dulu apakah bahannya bisa pakai teknik debossing atau hanya bisa embossing saja.

Seperti yang saya sebutkan diatas, untuk teknik emboss diterapkan pada kartu kredit, termasuk juga undangan, kartu nama, alat tulis dan kemasan produk.

Tapi, karena jumlah panasnya banyak, maka anda tidak bisa pakai teknik debossing pada kertas dan alat tulis.

Dengan demikian, jika produknya terbuat dari plastik atau kulit, pakai saja teknik debossing dan bukan embossing.

3. Pada apa teknik Emboss dan Deboss diterapkan?

Pada sebagian besar produk terlebih untuk produk atau item yang ingin dibuat semenarik mungkin.

Artinya, dua teknik diatas bisa diterapkan untuk produk apa saja entah itu Scrapbook, album Foto, Sampul buku, Jurnal Kartu ucapan dan amplop.

Termasuk juga untuk undangan, pakaian, perhiasan, selimut dan furnitur dekoratif, peralatan dapur, serbet, buku dan lain sebagainya.

Mau diterapkan pada stiker, folder, portofolio, tag bagasi, poster atau pada mainan mainan anak pun bisa.

Jadi semuanya tergantung anda, mau diterapkan ke produk cetakan mana termasuk yang dipakai pribadi atau untuk dijual.

Penutup

Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan kalau keduanya merupakan teknik finishing untuk memberikan efek cetak timbul atau sebaliknya.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang pengertian & perbedaan teknik Emboss dan Deboss. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar