3+ Tantangan Transformasi Organisasi Yang Wajib Diketahui

11 Likes Comment
tantangan transformasi organisasi

Setiap perubahan punya tantangan tersendiri yang harus di hadapi, termasuk juga tantangan saat melakukan transformasi organisasi.

Menggulirkan transformasi organisasi ibarat mengayuh sepeda. Awalnya pasti terasa berat. Sekayuh dua kayuh, satu putaran roda, dua putaran roda, tiga putaran, semakin lama semakin ringan mengayuh seiring kian lajunya gerak sepeda.

Dan akhirnya, jika sepeda mencapai kecepatan puncak, kayuhan pedal sepeda akan semakin ringan seperti mengayuh angin.

Pertanyaannya, mengapa proses awal transformasi begitu sulit? Ada dua penyebab utama mengapa transformasi sangat sulit dilakukan di tahap-tahap awal, antara lain:

  • Status quo sistem dan paradigma lama sudah begitu mengeras sehingga sulit untuk dicairkan dan secara psikologis orang-orang merasa berada dalam comfort zone sehingga mereka memiliki sense of crisis yang rendah. Kalau sudah demikian, biasanya penolakan dan resistensi dari orang-orang di dalam organisasi untuk berubah menjadi sangat tinggi.
  • Masa-masa awal adalah masa yang penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam organisasi. Pada saat seperti ini, umumnya visi organisasi belum ada sehingga semua orang tidak tahu kemana arah kapal akan berlayar.

Strategi juga belum dirumuskan sehingga organisasi tidak mempunyai alat dan pegangan dalam menggulirkan transformasi.

Hal ini semakin diperburuk dengan tidak adanya figur pemimpin yang mampu menyatukan semua elemen didalam organisasi untuk bersama mengarungi transformasi.

Maka keadaannya menjadi serba gelap seperti terjebak dalam rimba Afrika. Celakanya, proses awal transformasi justru menjadi momentum yang sangat penting dan kritis bagi bergulirnya keseluruhan proses transformasi.

Begitu gagal di awal, jangan berharap terlalu banyak kondisi point of no return akan bisa berlangsung.

Sebaliknya, proses transformasi yang digulirkan akan berjalan merayap, terkatung-katung, melempemnya moral dan energi orang-orang di dalam organisasi, akibatnya organisasi set back dan kembali ke status quo awal. Dengan kata lain, transformasi jalan di tempat!

Baca Juga : Pengertian Kepemimpinan, Tipe, Teori dan Fungsi Pokok

Keberhasilan mencairkan kebekuan status quo di awal transformasi merupakan sepertiga keberhasilan keseluruhan proses transformasi.

Kalau berhasil merampungkan sepertiga bagian di awal itu, maka dua pertiga dari pekerjaan sisanya akan lebih gampang dituntaskan.

Tantangannya kemudian adalah dari mana sebaiknya memulai transformasi? Jawaban atas pertanyaan ini beragam, dengan argumentasi yang beragam pula.

Untuk menyatukan argumentasi yang beragam itu, sebaiknya kita lihat dulu pengertian transformasi organisasi ini menurut para ahli.

Pengertian transformasi organisasi menurut para ahli

Ada beberapa pengertian transformasi organisasi menurut para ahli. Pengertian ini dalam cakupan yang lebih luas mulai dari proses transformasi organisasi sistem, proses transformasi dalam perusahaan termasuk juga ciri-ciri transformasi organisasi.

Conventional Wisdom menyatakan transformasi selalu dimulai dari visi. Argumentasi klasiknya adalah bahwa diawal proses, semuanya masih gelap, sehingga dibutuhkan lentera yang akan menunjukkan arah yang akan dituju oleh sebuah organisasi yang sedang bertransformasi.

Visilah yang menjadi lentera itu, yang akan memberikan arahan besar mengenai tujuan akhir perusahaan setelah transformation journey berakhir.

Ada juga Pendapat lain mengatakan kalau orang-orang yang menggulirkan transformasilah yang harus ada terlebih dahulu sebelum visi dan misi dijalankan.

Artinya, bukan lenteranya dulu yang ditemukan, tetapi orang yang akan mencari, menyalakan dan membawa lentera inilah yang pertama kali harus ada.

Dengan kata lain, membangun tim awal yang akan menjadi perancang dan penggerak perubahan merupakan agenda paling awal yang harus dikerjakan oleh sebuah organisasi untuk menggulirkan transformasi (Jim Collins dalam Good to Great).

Pendapat lain lagi mengatakan bahwa kemunculan seorang pemimpin yang inspiratif dan kharismatik merupakan faktor penentu keberhasilan fase awal transformasi.

John Koter, seorang pakar perilaku organisasi mengatakan bahwa seorang pemimpin kharismatik diperlukan di awal transformasi karena peranannya yang sangat krusial dalam membangun sense of urgency di dalam pribadi orang-orang yang telah begitu lama tertidur pulas dalam status quo dan paradigma lama.

Kalau jawabannya banyak seperti ini, lalu (kembali lagi) dari mana sebaiknya memulai transformasi? Mengapa perlu adanya transformasi organisasi?

Agak susah menjawabnya karena mengeksekusi transformasi organisasi lebih merupakan suatu kerja seni, buka matematika.

Dengan demikian, semua hal bersifat ekletik, tergantung dinamika perubahan yang melingkupi organisasi itu sendiri.

Jadi tidak ada jawaban yang bersifat mutlak dan pasti, yang ada hanyalah beberapa rule of tumb yang bersifat longar, yang barangkali hanya bisa dipakai sebagai arahan.

3 Tantangan Transformasi Organisasi

Dari berbagai penjelasan diatas kemudian didapati tiga tantangan utama transformasi organisasi. Apa saja itu? Berikut daftarnya:

1. Start from reality

Tantangan pertama adalah bagaimana melihat realitas yang terjadi dalam organisasi, perubahan yang ada serta tantangan yang bakal di hadapi.

Dalam artian, transformasi tersebut harus dimulai dari realitas. Dimana, transformasi tersebut fokus pada konteks dan kondisi riil.

Konteks dan kondisi itulah yang mungkin akan melatarbelakangi proses transformasi yang akan di lakukan.

Dari sini juga akan diketahui kebutuhan awal transformasi, apakah visi yang jelas, tim transformasi yang solid atau seorang pemimpin yang karismatik.

2. Flexibility dan speed

Kedua adalah bagaimana memberikan respon atas kegagalan, yang merupakan langkah awal transformasi, lalu mengambil langkah-langkah alternatif lain yang lebih fleksibel.

Hal ini bisa terjadi apabila kekuatan visi mandul dalam menggerakkan roda organisasi, maka harus cepat mencari alternatif lain.

Dengan demikian, organisasi tidak akan kehilangan momentum awal transformasi, yang akan menentukan mementum selanjutnya.

3. Short, term win

Disini berarti memanfaatkan sekecil apapun peluang untuk bertransformasi, termasuk juga hasil yang akan diperoleh nantinya.

Apabila hasilnya hanya berupa kemenangan-kemenangan kecil yang terjadi di fase awal perubahan, itu dapat dijadikan energi untuk menggulirkan roda organisasi ke tingkat selanjutnya.

Maka, melalui arahan yang ada, proses transformasi itu dapat dimulai dari sekarang. Demikian pula hal-hal yang ditawarkan secara keseluruhan.

Kemudian tentang arahan dapat pula dibentuk arahan yang baru dan searah dengan perkembangan yang sedang terjadi.

Dan bilamana proses ini dapat berlangsung dari hal-hal kecil seperti menjadikan organisasi sebagai basis motivasi institusional, maka itu berarti, secara tak langsung, sudah ikut melibatkan diri dalam setiap proses transformasi yang sedang ditumbuh-kembangkan.

Begitupula dengan pemahaman untuk tidak semata menjadikan organisasi sebagai basis penempa spiritual, moralitas, melainkan menjadikan organisasi sebagai sarana penempa intelektual dengan landasan dasar yakni misi penyelamatan umat manusia atau peningkatan mutu sumber daya manusia [SDM].

Akhirnya, proses transformasi akan benar-benar dimulai ketika seluruh elemen menyadari bahwa proses dan perubahan zaman sementara berlangsung.

Dan konsep ini tidak saja berlaku untuk organisasi-organisasi konvensional non-profit, tetapi juga lembaga-lembaga birokratis, organisasi bisnis dan lain sebagainya.

Penutup

Tidak ada perubahan yang terjadi tanpa tantangan. Tantangan paling besar adalah bagaimana menghadapi perubahan yang sedang terjadi itu, dalam konteks yang lebih kecil, yakni individu per individu.

Apabila tantangan individu berhasil di atasi, ada kemungkinan transformasi dilakukan dalam skala besar, yakni sistem dan cara kerja organisasi.

Demikian artikel tentang 3 tantangan transformasi organisasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *