4+ Sumber Penghasilan Fotografer Profesional dan Freelance

Untuk anda yang sering bertanya darimana sumber penghasilan fotografer atau bagaimana fotografer menghasilkan uang? Baca artikel ini sampai habis.

Saya sering melihat pertanyaan diatas entah itu di grup-grup fotografi, kelas fotografi atau di forum lain.

Pertanyaannya sih bervariasi tapi ujung-ujungnya selalu berkaitan dengan sumber penghasilan fotografer, gaji fotografer pemula dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, di era sekarang ini, ada banyak cara yang memungkinkan anda dapat uang dari hobi, langsung ataupun tidak.

Misalnya nih, jika suka fotografi, anda bisa jual karya-karya anda di situs microstock atau usaha offline di bidang fotografi.

Entah itu buka studio sendiri, jual marchandise fotografer, buka toko peralatan kamera, jasa photobook dan lain sebagainya.

Hanya saja, enggak ada jaminan kalau usaha itu bakalan sukses. Kalau tekun, ulet dan rajin, saya yakin usaha tersebut pasti berhasil.

Yang ukurannya bisa dilihat dari reputasi bisnis anda dan pergerakan penjualan produk atau jasa yang ditawarkan.

Kalau malas-malasan dan tak berani jemput bola, jangan harap bisa dapat uang dari situ.

4+ Sumber Penghasilan Fotografer Profesional dan Freelance

Jadi fotografer selalu dimulai dari hobi. Hobi hunting atau berburu subjek foto sesuai aliran atau genre yang ditekuni.

Jika kemampuan sudah cukup, anda bisa buka usaha sendiri dibidang fotografi baik yang offline atau ohlain online.

Tujuannya tentu saja untuk dapat uang. Uang yang nantinya digunakan untuk membiayai kegiatan hunting atau berburu subjek foto.

Lantas, darimana sih sumber penghasilan fotografer atau darimana fotografer dapat uang? Berikut jawabannya:

1. Dari jasa fotografi yang ia buka atau kelola

sumber penghasilan fotografer
via skawtalents.com

Sumber penghasilan fotografer pertama dan paling umum adalah dari jasa fotografi yang ia buka atau kelola.

Artinya, anda punya studio sendiri yang melayani sesi pemotretan untuk genre apa saja sesuai permintaan klien.

Makanya tak usaha heran jika anda usaha yang melayani foto prewedding, foto model hingga bisnis cetak foto.

Usaha ini juga harus dilakukan atau dikerjakan secara profesional. Untuk itu, ada kemungkinan anda harus sewa karyawan atau fotografer lain.

Disisi lain, anda boleh memaksimalkan studio tersebut untuk membuka jasa atau bisnis lain berkaitan dengan fotografi.

Alternatifnya ada banyak. Sebagian sudah saya singgung di pendahuluan artikel ini.

Misalnya, jual foto di situs microstok, pajang di medsos untuk meningkatkan engagement akun, jasa photoshot dan lain sebagainya.

Pendapatan mereka berapa? Jawabannya fluktuatif. Kadang banyak, kadang juga sedikit.

Hanya saja, jika anda sudah punya studio sendiri, anda harus bisa menentukan rate harga per sesi pemotretan.

Agar penghasilan yang diperoleh maksimal, bisa ditawarkan dalam bentuk paket layanan.

Dari sisi konsumen mungkin murah tapi dari sisi bisnis ini cukup menguntungkan. Meski untungnya kecil.

Misalnya, saya minta anda untuk jadi fotografer pernikahan. Namun, agar bisa menggunakan jasa anda, saya harus membelinya dalam bentuk paket.

Yang didalamnya termasuk fotografi prewed, wedding, template undangan dan lain sebagainya.

Benar, jika punya studio, pendapatan yang diperoleh besar tapi biaya pengeluaran dan distribusi perlatannya juga gede.

Dari sinilah bisa diambil kesimpulan kalau penghasilan fotografer pro sama yang freelance gak jauh beda.

Untuk diketahui, jasa fotografi ini ada banyak macamnya. Berikut beberapa jasa yang paling populer di Indonesia:

  • Jasa fotografi produk yang didalamnya termasuk jasa foto makanan atau food, jasa foto produk fashion, jasa foto baju online shop, jasa foto online shop, jasa foto hijab dan lain sebagainya
  • Jasa foto pernikahan yang didalamnya termasuk jasa foto prewedding, jasa foto wedding, jasa foto lamaran atau tunangan, jasa foto akad nikah, jasa foto honeymoon, jasa foto siraman dan lain sebagainya
  • Jasa foto dokumentasi yang didalamnya termasuk jasa foto ulang tahun, jasa foto ultah anak, jasa foto dokumentasi event, jasa foto wisuda, jasa foto khitanan dan lain sebagainya
  • Jasa foto keluarga yang didalamnya termasuk Jasa foto bayi atau newborn, jasa foto keluarga, jasa foto hamil atau maternity, jasa foto anak dan lain sebagainya
  • Jasa foto model yang didalamnya termasuk jasa foto model, jasa foto endorse, jasa foto model hijab, jasa foto OOTD dan lain sebagainya
  • Jasa foto traveling atau outdoor yang didalamnya termasuk jasa foto ditempat wisata, jasa foto hunting, jasa foto liburan atau traveling, jasa foto outdoor dan lain sebagainya
  • Jasa foto gedung yang didalamnya termasuk jasa foto interior, jasa foto arsitektur, jasa foto hotel dan lain sebagainya
  • Jasa foto iklan dan perusahaan yang didalamnya termasuk jasa foto company profil dan jasa foto iklan
  • Atau jasa lainnya seperti jasa foto udara atau drone dan jasa foto 360

2. Kerjasama agensi

kerja sama agensi fotografi
via thebalancesmb.com

Kerjasama agensi ini tentu saja melibatkan dua kelompok orang. Pertama, pengguna jasa dan yang kedua, anda sendiri sebagai pemilik bisnis.

Bayarannya sih bergantung sama nilai kontrak yang ada. Yang bisa saja jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah dari rate yang ditetapkan.

Misalnya, perusahaan A butuh jasa fotografer untuk peluncuran produk Y. Mereka kemudian menawarkan peluang kerja sama dengan anda.

Jika sedang gabut dan lagi butuh kerjaan, silahkan terima. Artinya, anda bakal menjadi fotografer official peluncuran produk Y tersebut.


Baca Juga:


Kerja sama macam ini tentu menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi anda, selain dapat uang anda juga bisa bangun relasi yang baik dengan klien dan teman-temannya.

Sementara, bagi pengguna jasa, mereka bisa mendapatkan fotografer profesional dibidangnya dengan harga yang sesuai.

Dan biasanya, perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa fotografer untuk tujuan ini sudah terikat kontrak yang sifatnya sementara.

Kontrak ini bisa diperpanjang atau diperpendek sesuai kebijakan perusahaan masing-masing. Jika kinerja anda bagus, kontrak bisa diperpanjang.

Bukan hanya perusahaan, lembaga pemerintah juga sering menggunakan jasa fotografer untuk tujuan yang kurang lebih sama, dokumentasi event yang dilaksanakan misalnya.

Kontrak ini biasanya sudah dibumbui dengan jumlah dana yang disiapkan untuk menyewa jasa anda.

Biayanya tergantung pada durasi kerja, situasinya gimana, waktu yang dibutuhkan berapa lama dan faktor-faktor lain.

Dalam beberapa kasus, fotografer dan perusahaan itu sudah punya ikatan kontrak tetap. Jadi, setiap kali ada peluncuran produk, fotografer itu akan dihubungi.

Jika ingin dapat kontrak tetap, anda harus punya studio sendiri, dengan reputasi yang baik, izin usahanya ada bersama syarat-syarat administratif lain.

3. Fotografer freelance

freelance fotografi
via 500px.com

Namanya juga freelance yang artinya, sang fotografer enggak punya studio sendiri dan gak kerja dibawah agensi.

Banyak kok fotografer freelance yang bisa dapat penghasilan jutaan rupiah per bulan dari kegiatan tersebut.

Caranya? Ada banyak. Salah satunya dengan menjual foto di situs microstok macam shutterstock atau Getty Images.

Atau mungkin menawarkan jasa fotografi untuk digunakan secara eksklusif bagi bisnis atau perusahaan tertentu.

Misalnya begini, anda sedang melancong dan dapat foto bagus ditempat-tempat yang pernah dikunjungi.

Bisa tawarkan foto-foto tersebut kepada agensi travel untuk membelinya. Eksklusif pula.

Atau mungkin ikutan lomba foto yang diselenggarakan oleh badan, lembaga atau perusahaan-perusahaan tertentu.

Kalau juara, anda bisa dapat uang dari situ. Tentu saja pendapatan ini sifatnya sementara karena gak setiap hari ada lomba dengan hadiah gede.

Penghasilan fotografer freelance itu gak menentu. Kadang bisa dapat duit yang cukup untuk beli secangkir kopi di Starbucks kadang juga bisa digunakan untuk beli iPhone keluaran baru.

Hanya saja, potensi penghasilannya gak terbatas. Karena mereka bisa memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk dapat uang.

Misalnya, anda punya foto yang bagus, bisa jual di multi situs microstock seperti Shutterstock atau Getty Images agar penghasilan anda bertambah.

Cara kerjanya sih cukup mudah, yang mana setiap kali foto tersebut didownload, anda dapat komisi.

Besaran komisinya bergantung sama lisensi foto, jenis member yang mendownloadnya, harga yang ditetapkan dan persentase bagi hasil dengan platform.

Penghasilan yang diperoleh makin besar jika anda rajin upload foto baru berkualitas tinggi.

Dengan demikian, semakin banyak foto yang diupload, penghasilan yang diperoleh semakin besar.

Coba bayangkan jika setiap hari ada 100 foto yang didownload dengan biaya per downloadnya 0,2 Dollar.

Dalam sebulan ada sekitar 3000 foto yang didownload. Dikalikan 0.2 dollar, anda sudah dapat 60 dollar di satu platform.

Jika jual di tiga platform berbeda dengan tingkat penjualan yang sama, berapa penghasilan anda?

Jika platform itu mengharuskan payout sebesar 100 dollar maka dalam jangka waktu dua bulan anda sudah dapat 3 jutaan lebih.

Faktor ini juga yang jadi alasan mengapa banyak orang yang pengen jadi fotografer freelance ketimbang jadi profesional.

Selain banyak aturan, mereka bisa kerja dibidang lain dengan tetap menjalankan aktivitas fotografi di waktu luang.

4. Buka kelas atau kursus fotografi

sekolah fotografi
via jsp.co.id

Selanjutnya adalah dengan membuka kelas atau kursus fotografi baik yang offline atau online.

Sebelum buka kelas fotografi macam ini, ada baiknya anda punya silabus dan metode pembelajaran yang lengkap.

Agar peserta tertarik dengan kelas yang anda buka, bangun dulu personal branding yang bagus.

Personal branding ini berkaitan dengan genre yang digeluti sebelumnya, sepak terjang anda di dunia fotografi dan prestasi apa saja yang pernah anda dapatkan.

Secara teknis, anda harus punya kemampuan yang spesifik mengenai teknik-teknik dasar fotografi, pemahaman cara kerja dan fungsi kamera dan terakhir adalah kemampuan menyalurkan pengetahuan yang diperoleh.

Sebab anda akan jadi guru untuk calon-calon fotografer profesional. Jadi, orientasinya bukan pada duit tapi ilmu.

Pikirkan dulu bagaimana ilmu itu bisa diserap dan bagaimana mereka peserta kelas bisa mengaplikasikannya di masa mendatang.

Penutup

Penghasilan seorang fotografer itu gak terbatas yang terpenting mereka bisa memaksimalkan semua peluang yang ada.

Peluangnya ada banyak, sebagian besar sudah saya jelaskan dibagian atas mulai buka studio foto sendiri sampai jual foto di situs microstock.

Jika terjun dibidang ini, yang paling dibutuhkan adalah kemampuan, kreativitas, semangat dan bukan yang lain, kamera yang mahal misalnya.

Demikian artikel tentang 4+ sumber penghasilan fotografer profesional dan freelance. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar