Pengertian dan Macam-Macam Strategi Bisnis Yang Efektif

Buat strategi bisnis yang efektif dan relevan jadi salah satu kunci agar perusahaan bisa tetap tumbuh dan berkembang.

Strategi ini secara langsung punya kaitan sama visi misi perusahaan, yang juga membantu anda untuk ambil keputusan yang tepat di saat-saat tertentu.

Dengan kata lain, strategi bisnis harus dibuat sebaik mungkin, dengan arah yang jelas, target yang jelas dan mudah dipahami.

Oleh karena itu, untuk anda yang pengen tahu definisi strategi bisnis menurut para ahli, macam-macam strategi bisnis, contoh strategi bisnis sampa tujuan strategi bisnis, simak artikel ini sampai habis.

Apa itu Strategi Bisnis?

Ada dua kata yang harus dibedah disini untuk menjelaskan apa itu strategi bisnis. Pertama, definisi strategi dan kedua pengertian Bisnis.

Dalam KBBI, strategi punya banyak pengertian. Salah satu definisi yang paling mendekati dengan topik artikel ini adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

Dalam konteks pemasaran, ia bisa diartikan sebagai rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar.

Baik dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka waktu panjang, yang didasarkan pada riset pasar, penilaian, perencanaan produk, promosi, perencanaan penjualan sampai distribusi.

Disisi lain, Bisnis, dalam KBBI diartikan sebagai usaha komersial dalam dunia perdagangan. Karena itu, ia bisa diartikan sebagai bidang usaha atau bidang dagang.

Dari dua pengertian diatas, dapat disimpulkan kalau strategi bisnis adalah rangkaian rencana, tindakan atau tujuan yang jelas tentang bagaimana bisnis akan bersaing di pasar.

Sekalipun penjelasan diatas cukup sederhana, tidak mudah mengembangkan strategi bisnis yang benar-benar efektif dan efisien.

Hal ini disebabkan oleh kondisi pasar itu sendiri yang cepat berubah, perilaku konsumen, kebiasaan, wilayah, tren dan lain sebagainya.

Artinya, agar strategi tersebut berhasil dan berdaya guna, strategi yang diterapkan harus benar-benar relevan dengan kondisi yang ada.

Dengan kata lain, strategi bisnis harus mempertimbangkan sejumlah faktor termasuk didalamnya pasar, pesaing, lingkungan bisnis, struktur termasuk kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Faktor-faktor tersebutlah yang jadi poin kuncinya karena sifatnya yang cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan.

Karena itu, menyiapkan dan merencakan strategi bisnis yang efektif diperlukan ketrampilan khusus dan analisis bisnis mendalam.

Termasuk didalamnya pemahaman yang baik tentang fungsi-fungsi pemasaran, penjualan, distribusi dan manajemen.

Macam-Macam Strategi Bisnis Yang Efektif

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan macam-macam strategi bisnis yang efektif. Apa saja strateginya? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Strategi biaya

Seperti juga namanya dimana strategi biaya berfokus pada uang yang dikeluarkan untuk mengadakan sesuatu.

Salah satu contoh perusahaan dengan strategi biaya yang kuat adalah Walmart yang unggul dalam pangsa pasar produk rumahan ramah kantong.

Di bidang teknologi, ada perusahaan seperti Xiaomi dan Realme yang menyediakan produk berkualitas tinggi dengan margin tipis untuk perusahaan.

Strategi jenis ini tidak fokus pada keuntungan atau profit tetapi pada manfaat ekonomi jangka panjang yang didapat pelanggan.

Artinya, harga yang dibandrol cukup rendah tapi kualitasnya setara dengan produk diatasnya. Bahkan lebih lagi.

Untuk itu, perusahaan harus menghemat biaya produksi agar prinsip ini diteruskan kepada pelanggan.

Intinya, strategi biaya adalah salah satu strategi paling dasar dalam satu bisnis dan ini berlaku untuk bisnis apapun baik itu manufaktur atau teknologi.

Disisi lain, ada satu hal penting yang harus diperhatikan jika menggunakan strategi macam ini dimana perusahaan tetap harus berinovasi.

Saat inovasi dilakukan, prinsip hemat biaya operasi pun dilakukan. Dengan harapan, saat hemat dilakukan, keuntungan yang lebih tinggi bisa dicapai.

2. Strategi diferensiasi produk

Strategi bisnis yang kedua soal diferensiasi produk alias apa yang membedakan antara produk anda dengan produk pesaing.

Ini yang harus ditemukan saat menerapkan strategi satu ini. Dengan kata lain, harus bisa menjual produk atau jasa yang tidak biasa di pasar.

Contoh paling sederhana bisa lihat marketplace Nordstrom Online & In Store dimana mereka menawarkan pilihan barang berkualitas tinggi.

Sayangnya, barang yang ditawarkan lebih mahal. Tapi, konsumen tetap rela keluarkan budget lebih untuk beli produknya termasuk pembeli asal Indonesia.

Dan ini yang jadi branding perusahaan tersebut. Dari sini, sudah tahu kan apa yang membedakan marketplace tersebut dengan toko online lain?

Intinya, strategi diferensiasi produk mengadalkan pada deferensiasi atau fitur khusus dari produk atau layanan yang ada.

Kunci dari sratergi ini adalah pilihan fitur kepada pelanggan sehingga mereka bisa memutuskan mana produk yang sesuai sama standar hidup mereka.

3. Fokus pada salah satu strategi

Poin berkaitan dengan fokus pada strategi mana yang mau diterapkan dari dua strategi diatas apakah biaya atau diferensiasi produk.

Strategi satu ini mengatakan bahwa dalam beberapa hal, perusahaan harus hemat dalam pengelolaan biaya.

Disisi lain, perusahaan juga harus bisa membedakan produk dan jasa dengan pendekatan hibrida karena bisa memahami audiens tertentu.

Dengan kata lain, perusahaan dapat fokus pada salah satu strategi tersebut untuk melayani pasar tertentu.


FYI, tidak semua strategi bisnis diatas bekerja dengan baik. Sekalipun sudah menerapkan strategi yang cocok dengan data yang kuat, tapi semuanya kembali ke pasar itu sendiri.

Karena tiap segmen pasar punya karakteristiknya sendiri. Soal ini kembali ke produk yang mau dipasarkan apakah cocok sama konsumen atau tidak.

Artinya, dalam konteks ini, ada juga strategi tambahan yang harus dipertimbangkan, seperti:

  • Pertama berkaitan dengan pendekatan pasar yang bisa dimulai dengan berbagai pertanyaan seperti segmen pasar mana yang akan disasar, kelompok usia mana yang ditargetkan, produk dan layanan apa yang cocok dan lain sebagainya
  • Kedua berkaitan dengan strategi operasional yang merupakan versi lanjutan dari strategi pertama diatas. Artinya, poin kedua ini adalah implementasi kohesif terkait pasar yang dimulai dari pertanyaan seperti teknologi apa yang dibutuhkan, proses mana yang perlu diperbaiki, kemampuan mana yang perlu ditingkatkan dan lain sebagainya
  • Ketiga berkaitan dengan perubahan yang harus di hadapi atau transformasi. Strategi ini megacu pada perubahan besar-besaran di seluruh elemen bisnis atau organisasi yang mempengaruhi karyawan, cara kerja dan teknologi. Beberapa perusahaan secara sukarela bertransformasi sementara yang lainnya tidak. Strategi transformasi paling umum berkaitan dengan domain sumber daya, pengembangan organisasi dan evaluasi

Perhatikan, ada poin terakhir yang juga tak kalah penting untuk mempertimbangakn strategi bisnis yang matang dan efektif.

Apa itu? Apalagi kalau bukan orang atau karyawan, termasuk proses dan teknologi yang dimiliki. Tanpanya, strategi hanyalah seperangkat ide tanpa implementasi.

Penutup

Intinya, dalam konteks ini, strategi bisnis hanya terbagi dalam tiga bentuk saja yakni strategi biaya, diferensiasi produk sampai penyesuaian strategi untuk target pasar tertentu.

Jadi, tak usah heran kalau produk seperti Xiaomi atau yang lainnya lebih murah di luar negeri dibanding di negara asal.

Ketiganya pun bisa dikembangkan lebih lanjut, yang kemudian bisa diteruskan ke tagline perusahaan, visi dan misi, logo, branding sampai citra perusahaan dan produk-produknya.

Demikian artikel tentang pengertian dan macam-macam strategi bisnis yang efektif. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar