Slogan Adalah: Definisi, Jenis, Fungsi, Karakteristik dan Contoh

Sederhananya, slogan adalah kalimat pendek yang sering di ucapkan dan mempresentasikan citra produk lewat teks singkat.

Slogan tidak saja digunakan oleh perusahaan untuk tujuan branding atau promosi tetapi juga organisasi non-profit, lembaga pemerintah sampai individu atau perorangan.

Tapi, apa sih pengertian sebenarnya dari slogan? Apakah sama dengan tagline? Apakah saja contoh slogan? Apa saja tujuan, media dan fungsi slogan?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Definisi slogan adalah

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], slogan punya dua pengertian dasar yakni:

  • Perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan atau mengiklankan sesuatu, seperti Jakarta berseri [Bersih, sehat, indah dan rapi]
  • Perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik dan lain sebagainya

Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan kalau slogan adalah kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat.

Dalam konsep bisnis atau pemasaran, slogan adalah representasi dari kelebihan produk dan layanan mereka untuk audiens tertentu.

Artinya, slogan ini bisa membentuk citra positif produk atau layanan atau, dalam beberapa kasus, membuatnya rusak.

Sementara itu, dalam kamus Oxford, slogan adalah frasa pendek mencolok yang mudah diingat dan digunakan dalam periklanan.

Dengan begitu, informasi dalam iklan bisa dianggap sebagai moto yang jadi ringkasan mengapa merk, produk atau layanan itu berbeda dengan yang lain.

Secara etimologi, slogan berasal dari kata Slogorne, yang diambil dari bahasa Gaelik sluagh-ghairm yang berarti teriakan perang.

Karena itu, ia bisa diartikan juga sebagai seruan, frasa atau moto khas dari seseorang, sekelompok orang, perusahaan dan lembaga lainnya.

Termasuk juga istilah-istilah terkait lainnya seperti kata kunci, frasa tangkap, seruan perang, seruan berkumpul dan lain sebagainya.


Baca Juga:


Contoh paling sederhana jika anda masukkan keyword Just Do It di Google maka akan muncul Nike dan produk-produknya.

Mengapa demikian? Karena Just Do It merupakan slogan dari perusahaan tersebut dan secara langsung diasosiasikan dengannya.

Penggunaan istilah ini mulai populer sejak tahun 1900-an yang meningkat drastis setelah perang dunia ke-II usai.

Namun, akhir-akhir ini, istilah slogan mulai digantikan dengan frasa yang pengertiannya lebih kompleks seperti tagline dan strapline.

Inilah yang jadi alasan mengapa slogan, tagline dan strapline sering digunakan secara bergantian karena tujuannya yang mirip.

Artinya, tiga istilah diatas punya kaitan satu dengan yang lain. Sama-sama berupa frasa pendek yang jadi ringkasan produk, layanan dan perusahaan itu sendiri.

FYI, penggunaan slogan juga tidak terbatas untuk membentuk citra positif produk saja tetapi untuk tujuan lain.

Seperti untuk tujuan politik atau yang lazim juga disebut slogan kampanye atau slogan politik, slogan keagamaan lain sebagainya.

Makanya itu, tidak salah jika ada orang yang mengartikan slogan sebagai ekspresi berulang dari sebuah ide atau tujuan.

Dengan demikian, slogan tentu saja punya atribut yang mudah diingat, sangat ringkas dan unik.

Ciri-ciri slogan

Setelah mengulas definisi slogan, tak lengkap rasanya jika tak ulas juga ciri-cirinya. Poin ini penting dibahas agar tidak disalahartikan dengan iklan dan tagline.

Lantas, apa saja ciri-ciri slogan? Secara umum, ada beberapa ciri-ciri, diantaranya:

1. Ringkas, Jelas dan padat

Ciri paling utama dari slogan adalah mudah diingat karena frasanya pendek. Dengan demikian, slogan tersebut harus ringkas, jelas dan padat.

Di Indonesia, mayoritas slogan yang digunakan hanya terdiri dari 3 kata. Tak lebih dan tak kurang. Contoh paling sederhana bisa lihat slogan Gojek #PastiAdaJalan dan Tokopedia #MulaiAjaDulu.

Slogan diatas juga digunakan sebagai tagline oleh beberapa perusahaan, yang kadang digunakan sebagai teks promosi dalam iklan.

2. Menarik

Kedua, slogan itu harus menarik. Menarik, dalam konteks ini, bisa diartikan sebagai awareness bagi orang yang mendengarnya.

Item atau ciri khas perusahaan juga harus dilibatkan dalam slogan agar kedengarannya lebih familiar dan cocok di eja.

Sekalipun tidak ada aturan bagaimana cara buat slogan yang baik dan benar, banyak perusahaan yang memainkan alterasi dan sajak dalam proses pembuatannya.

Alterasi sendiri adalah frasa yang dimulai dengan huruf yang sama menyenangkannya saat dilihat mata atau didengar telinga.

Pada akhirnya, alterasi ini akan menciptakan asosiasi positif yang merangsang otak untuk cepat mengasosiasikannya dengan satu merk atau perusahaan.

3. Tak lekang oleh waktu

Ciri berikutnya dari slogan adalah relevansi. Artinya, slogan itu akan terus digunakan sampai 10 atau 20 tahun ke depan.

Ini kembali pada ciri pertama dan kedua diatas. Mengapa? Apabila slogan itu ringkas, jelas, padat dan menarik maka ia akan abadi.

4. Unik

Untuk lebih meningkatkan citra brand atau perusahaan maka harus buat slogan yang benar-benar unik alias belum pernah digunakan orang lain.

Coba bayangkan, anda baru dirikan perusahaan startup, anggap saja marketnya ke Artificial Intelligence, lalu gunakan slogan Think Different.

Tentu saja, orang-orang akan mengasosiasikannya dengan Apple karena slogan itu punya mereka dan sudah melekat ke perusahaan tersebut.

Dampaknya apa? Akan membuat citra perusahaan anda buruk di mata masyarakat, bisa kena tuntutan hak cipta dan dianggap sebagai perusahaan yang tidak profesional.

Intinya, slogan itu harus unik, menarik dan belum pernah digunakan perusahaan manapun di dunia.

Tujuan slogan

Pada intinya, slogan bukan saja sekelompok kata menarik, yang mempresentasikan citra positif produk dari perusahaan tertentu.

Artinya, slogan adalah upaya startegis untuk membentuk awareness persuasif di mata orang lain atau konsumen.

Dengan demikian, slogan ini adalah identitas lain untuk satu produk yang diasosiasikan langsung ke perusahaan.

Bahkan, dapat dianggap sebagai satu cara untuk mempromosikan produk dan perusahaannya secara langsung.

Poin diatas adalah tujuan paling utama dari slogan. Yang pada akhirnya, tujuan slogan ini kembali pada dimana ia akan digunakan.

Apakah di perusahaan manufaktur, perusahaan olahraga, lembaga pemerintahan, slogan kampanye dan lain sebagainya.

Namun, secara umum, ada beberapa tujuan mengapa slogan dibuat, diantaranya:

  • Membentuk citra positif tentang sesuatu entah itu produk, merk sampai citra personal atau seseorang
  • Memperkenalkan produk dalam bentuk teks termasuk elemen yang terkait dengannya seperti perusahaan, layanan, jasa dan lain sebagainya
  • Secara tidak langsung memaksa orang untuk berhenti sejenak dan berpikir tentang slogan tersebut
  • Membuat merk produk terlihat menonjol dan berbeda dengan pesaing

Jenis slogan

Secara umum, slogan terbagi dalam beberapa jenis, yang disesuaikan sama tujuan pembuatan slogan itu sendiri, diantaranya:

1. Slogan Bisnis

Pertama ada slogan bisnis atau business slogans yang fokus utamanya untuk membedakan satu bisnis dengan bisnis lain.

Slogan jenis ini cenderung lebih informatif dan statis. Contoh paling sederhana bisa lihat slogan KFC, Finger-lickin’ good atau Apple, Think Different.

Pada intinya, slogan bisnis ini menampilkan proposisi nilai bisnis untuk memberitahukan kepada orang-orang tentang branding bisnis tersebut.

2. Slogan Iklan

Ini masih punya kaitan sama slogan bisnis diatas tapi lebih fokus ke item tertentu. Karena ada bisnis yang punya tagline sendiri dan produk mereka juga punya slogan sendiri.

Artinya, slogan iklan atau advertising slogans ini menekankan pada produk atau layanan tertentu yang jadi bagian dari promosi dan tidak fokus pada bisnis secara keseluruhan.

Slogan jenis ini bertujuan untuk menciptakan hubungan permanen antara pengalaman penggunaan produk dan manfaat yang diterima konsumen.

Contoh sederhana dari slogan iklan ini bisa lihat slogan CocaCola Open happiness, Ajax Stronger than dirt, Frooti Fresh and juicy.

3. Slogan Deskriptif

Berikutnya ada slogan deskriptif atau descriptive slogans yang dibuat dengan tujuan untuk membangun citra market perusahaan.

Dengan demikian, tujuan slogan ini adalah untuk membedakan antara bisnisnya dengan pesaing atau kompetitor yang punya bisnis serupa.

4. Slogan perintah

Seperti juga namanya, dimana slogan perintah atau commanding slogans punya sifat memerintah lewat teks.

Sekalipun singkat, informasi yang ada didalamnya sangat jelas dan pesan yang disampaikannya kuat.

Artinya, konsumen didorong untuk melakukan konversi tapi sebelum itu, harus yakinkan konsumen agar melakukan aksi tersebut.

Contoh paling sederhana dari slogan memerintah bisa lihat dari slogan Nike, There Is No Finish Line dan Gatorade, Is it in you!?.

5. Slogan persuasif

Slogan persuasif atau persuading slogans pada dasarnya adalah slogan yang dibuat untuk memberikan alasan mengapa konsumen memilih produk atau layanan anda.

Artinya, dalam slogan ini, harus bisa sampaikan kepada calon konsume mengapa bisnis anda bisa dipercaya dan lebih baik dibanding pesaing.

Contoh paling sederhana dari slogan persuasif bisa lihat Slogan L’Oreal Because you’re worth it dan Kit-Kat Have a break, have a kit-kat.

Selain macam-macam slogan diatas, beberapa referensi mungkin akan melibatkan jenis slogan lain seperti slogan kreatif [Creative Slogans] dan slogan penuh emosi [Emotive slogans].

Pada prinsipnya, dua jenis slogan terakhir itu disesuaikan sama produk atau layanan perusahaan dan tujuan pembuatan slogan itu sendiri.

Contohnya slogan kreatif bisa lihat punya Maybelline yang merupakan perusahaan kosmetik dengan slogan Maybe she’s born with it, maybe its Maybelline.

Atau mungkin slogan penuh emosi, bisa lihat slogan dua perusahaan terkenal lain seperti DeBeers dengan A Diamond is forever dan DisneyLand dengan Where dreams come true.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan slogan dan semboyan?

Secara umum, ada kemiripan antara slogan dan semboyan. Namun, dari segi penggunaan, keduanya agak berbeda.

Semboyan bisa digunakan oleh organisasi sebagai pegangan atau intisari dari visi dan misi organisasi.

Sementara, slogan adalah kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat dan fungsinya untuk memberitahukan sesuatu.

2. Apakah slogan dan tagline itu sama?

Tidak, keduanya punya perbedaan. Dimana letak perbedaannya? Paling utama ada pada kegunaan atau fungsinya.

Tagline digunakan untuk menggambarkan keseluruhan produk atau bisnis dari satu perusahaan sementara slogan digunakan untuk mempresentasikan produk tertentu dengan audiens yang berbeda.

3. Apa bedanya slogan dan moto?

Moto, dalam konteks yang lebih luas, bisa juga diartikan sebagai semboyan karena bisa berupa kalimat, frasa atau kata pendek.

Secara umum, tidak ada perbedaan keduannya tapi moto lebih menggambarkan sifat dan kegunaan suatu produk sementara slogan adalah presentasi dari produk tersebut secara keseluruhan.

4. Apa perbedaan slogan dan strapline?

Seperti yang saya sebutkan diatas dimana slogan adalah frasa pendek, yang secara tradisional digunakan untuk membentuk citra positif dari satu produk.

Sementara, strapline bisa diartikan sebagai rangkuman brand dan perusahaan dalam satu atau lebih kata yang mewakili identitas, budaya dan kepribadian merk.

Penutup

Slogan punya fungsi yang spesifik dibanding tagline meski keduanya digunakan secara bergantian dalam promosi.

Jika tujuannya untuk promosi branding perusahaan, banyak yang pakai tagline. Sementara, jika tujuannya pengenalan produk dan penggunaanya, mayoritas pakai slogan.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini silahkan sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel pengertian slogan adalah: definisi, jenis, fungsi, karakteristik dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar