Sinematografi Adalah: Pengertian, Elemen, Unsur, Fungsi dan Teknik

Sinematografi adalah seni pengambilan gambar bergerak dengan menggunakan berbagai teknik dan peralatan khusus untuk memvisualisasikan suatu cerita.

Penerapan ilmu sinematografi ini pun sudah sangat berkembang di era sekarang ini mulai dari SFX, pemodelan 3D, motion graphics dan lain sebagainya.

Contoh perkembangan dunia sinematografi bisa nonton film Marvel, Iron Man dengan pemeran utama paman Tony Stark.

Dimana, setiap film ini dirilis, baju besi yang digunakan Tony Stark makin canggih. Bahkan, di Evengers Endgame, baju besinya sudah menggunakan teknologi Nano.

Hanya saja, di artikel ini tidak saya ulas soal teknologi dalam film tersebut melainkan ilmu sinematografi yang memungkinkan anda bisa nonton film dengan nyaman di Netflix.

Karena itu, untuk anda yang sedang cari tahu contoh sinematografi, definisi sinematografi adalah seni, aspek sinematografi dan macam-macam teknik sinematografi.

Termasuk juga tujuan sinematografi, unsur-unsur sinematografi sampai dengan teori sinematografi, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Sinematografi adalah

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Sinematografi adalah tenik perfilman atau suatu teknik pembuatan film.

Istilah sinematografi sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, Cinematography dengan definisi yang kurang lebih sama.

Secara etonomologis, sinematografi berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata, kinema atau κίνημα yang berarti Gerakan dan Graphein atau γράφειν yang berarti merekam.

Dengan demikian, sinematografi bisa diartikan sebagai seni menulis dengan gerakan atau suatu metode penciptaan gambar yang bisa dilihat di layar.

Setiap shot atau satu bidikan akan membentuk narasi kohesif, yang ketika disusun akan membentuk suatu cerita yang diinginkan.

Baca Juga:

Makanya, tak usah heran kalau ada orang yang mengartikan bahwa sinematografi adalah teknik mengatur cahaya dan kamera secara bersamaan untuk menghasilkan gambar fotografis bergerak.

Apakah sinematografi ini sama dengan videografi? Dari model perekamannya sama tapi cakupan ilmu dan konten yang dihasilkan agak berbeda.

Artinya, sinematografi itu merekam adegan atau cerita dalam film dan bukan hanya aksi. Dengan demikian, ilmu ini berkaitan dengan semya proses pengambilan gambar begerak.

Jadi, ada dua aspek yang terlibat disini yakni fotografi dan visual storytelling sebagaimana yang terlihat dalam Film, The Gun yang dibintangi Tom Cruise misalnya.

Termasuk didalamnya semua elemen visual layar, pencayaan, pembingkaian, komposisi, gerakan kamera, sudut kamera, pemilihan film, pilihan lensa, kedalaman bidang sampai filtrasi.

Elemen dalam sinematografi

Sebenarnya, elemen-elemen dalam sinematografi itu sudah saya sebutkan di paragraf sebelumnya.

Hanya saja, sekalipun elemennya ada banyak, tapi ia hanya mencakup beberapa kategori mulai dari pencahayaan atau lighting, shoot size sampai penempatan kamera.

Semua elemen tersebut terikat secara langsung, ataupun tidak langsung, dalam proses pembuatan video atau film.

Misalnya, pencahayaan atau lighting sangat berperan penting dalam dunia sinematografi dengan menggunakan cahaya alami atau cahaya buatan.

Soal ini kembali ke prinsip atau cara kerja kamera itu sendiri yang hanya berfungsi apabila ada cahaya yang masuk ke dalam kamera.

Atau mungkin Shot size atau ukuran frame pengambilan gambar juga merupakan elemen paling penting dalam dunia simeatografi.

Hanya saja, jika dikemukakan secara menyeluruh, ada lima elemen penting dalam sinematografi yakni:

  • Pencahyaan atau lighting
  • Ukuran frame pengambilan foto atau shot size
  • Fokus kamera pada subjek atau camera focus
  • Komposisi atau shot composition
  • penempatan kamera atau camera placement
  • Terakhir terkait dengan pergerakan kamera atau camera movement

Unsur-unsur dalam sinematografi

Unsur dalam sinematografi, sejauh ini, hanya terbagi dalam tiga bentuk dasar seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

UnsurKeterangan
Shot atau takeProses pengambilan video untuk setiap adegan. Dan setiap shot atau take itu akan membentuk scane
Scene atau adeganScene atau adegan mengacu pada setting tempat pengambilan film
SequenceSequence adalah kumpulan dari beberapa scene yang telah disatukan

Ulasan lebih lengkap soal shot, scene dan sequence termasuk perbedaannya sudah saya bahas di postingan sebelumnya. Untuk membacanya, klik disini.

Teknik dasar Sinematografi

Sebenarnya, teknik dasar sinematografi itu mengacu pada penempatan kamera pada setiap proses pengambilan video.

Dengan kata lain, setiap shot atau take bisa diambil dengan teknik medium shot atau long hot. Diikuti scene yang terdiri dari beberapa teknik berbeda.

Mulai dari close-up, long shot dan lain sebagainya. Jika semua scene atau adegan itu terkumpul, akan membentuk sequence.

Sequence ini merupakan kumpulan dari semua scene yang ada, langsung ataupun tidak langsung. Artinya, dalam sequence ini setiap teknik akan terkumpul sesuai keinginan sutradara.

Dan soal ini juga sudah saya bahas di positngan sebelumnya terkait perbedaan shot, scene dan sequence yang sudah saya tautkan diatas.

Dimana, disitu juga sudah dijelaskan soal teknik Extreme wide shot/extreme long shot, Wide shot/long shot sampai Weather shot.

Hanya saja, agar jelas, berikut disajikan 5+ teknik dasar dalam dunia sinematografi paling banyak digunakan, seperti:

1. Teknik close-up

Sinematografi Adalah

Teknik close-up adalah pengambilan gambar dimana objek dan kamera jaraknya sangat dekat. Tujuannya untuk menangkap raut detail dari aktor.

Tentu saja, karena subjek dan kamera jaraknya sangat dekat, seluruh layar akan terisi dengan wajah subjek sehingga penonton bisa melihat emosi aktor dengan jelas.

2. Medium Shoot

Sinematografi Adalah

Medium shoot mengacu pada proses pengambilan gambar dimana jarak antara kamera dan subjek lebih jauh dibanding close-up.

Biasanya, memperlihatkan setengah tubuh subjek di layar. Itulah yang jadi alasan megnapa medium shoot kadang disebut bidikan setengah badan.

Mayoritas digunakan saat mengambil scene yang didalamnya ada dialog antar aktor dan karakter lain dengan tetap memperlihatkan emosi subjek.

Selain itu, salah satu alasan mengapa bidikan jenis ini banyak digunakan karena bisa memberikan perspepsi yang kuat dari audiens atau penonton tentang karakter aktor pada film.

3. Teknik long shoot

Sinematografi Adalah

Long shoot atau pengambilan gambar jauh adalah satu teknik yang mayoritas dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan aktor dan lokasi disekitarnya.

Dengan kata lain, teknik ini akan memperlihatkan seluruh tubuh aktor, orang-orang disekitarnya dan wilayah-wilayah tempat aktor berada.

Pada akhirnya, teknik ini akan membuat penonton seolah-olah menyaksikan langsung setiap adegan yang terjadi dalam film.

4. Teknik high angle

Sinematografi Adalah

Seperti juga artinya, dimana high angle mengacu pada posisi penempatan kamera yang berada di bagian atas subjek.

High angle biasanya digunakan untuk memperlihatkan kalau posisi subjek tampak rentan, tak berdaya atau lemah.

Karena itu, angle jenis ini biasanya digunakan dalam banyak film horor untuk menampilkan cerita dengan kesan yang sama.

Tapi, posisi kamera tidak tinggi-tinggi amat. Artinya, audiens tetap melihat keadaan subjek yang seolah sedang berada dalam bahaya, depresi atau syok.

5. Teknik low-angle

Sinematografi Adalah

Sama seperti high angle dimana low-angle ini mengacu pada posisi kamera yang ditempatkan rendah pada sumbu vertikal.

Mayoritas posisinya ada dibawah garis mata saat seorang berdiri dan seolah-olah mata objek diarahkan untuk melihat subjek diatas.

Ada efek psikologis dari angle jenis ini dimana aktor atau subjek terlihat kuat dan superior. Inilah yang jadi alasan mengapa low-angle banyak digunakan dalam film superhero.

Selain lima teknik diatas, sebenarnya ada banyak teknik sinematografi lain yang bisa mengacu pada posisi kamera pada aktor, seperti:

  • Over the shoulder atau pengambilan gambar disekitar bahu aktor yang banyak digunakan saat menampilkan dua atau lebih aktor yang sedang berbicara dalam film
  • Bird’s eye yang merujuk pada posisi penempatan kamera yang lebih tinggi dibanding high angle. Biasanya diambil menggunakan helikopter, drone atau alat khusus lain
  • Dutch angle atau Tilt yang merujuk pada penempatan kamera pada sudut kemiringan tertentu. Artinya, kamera harus dimiringkan ke satu sisi sehingga bingkai atau layar tampak tidak rata
  • Extreme long shot atau sudut pengambilan gambar yang jarak antara subjek dengan kamera lebih jauh lagi tapi yang ditampilkan hanya sekitar bahu subjek saja. Hanya saja, yang jadi fokus teknik ini bukan pada aktor lagi tapi pada area disekitar aktor
  • Extreme close-up yang mengacu pada bingkai dimana seluruh frame atau layar hanya diisi wajah subjek saja

Jika diperhatikan sekilas, setiap teknik diatas mengacu pada posisi penempatan kamera, atau yang disebut angle gambar, dalam dunia fotografi.

Dengan demikian, setiap teknik diatas bisa disebut angle juga. Sebab, fotografi, videografi dan sinematografi punya banyak kesamaan.

Yang paling terlihat jelas ada pada peralatan yang digunakan dimana sama-sama menggunakan kamera.

Hanya saja, yang satu dirancang khusus untuk pengambilan foto saja sementara yang lainnya dirancang untuk ambil video pendek atau panjang.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, seperti:

1. Apa perbedaan sinematografi dan sinematografer?

Seperti yang saya sebutkan diatas dimana sinematografi adalah ilmu yang fokus untuk menanangkap setiap rangkaian gambar bergerak.

Sementara, sinematografer adalah orang yang mengaplikasikan ilmu tersebut. Meski secara teknis, ia bisa disebut kepala bagian pengambilan gambar bergerak.

Dalam KBBI, sinematografer adalah orang yang ahli atau menguasai teknik pengambilan adegan dalam proses pembuatan film.

2. Apa perbedaan sinematografi dan videografi?

Tidak ada perbedaan signifikan antar dua istilah diatas. Mengapa? Karena dalam prosesnya sama-sama menggunakan kamera untuk ambil gambar bergerak.

Meski demikian, orientasinya berbeda. Kalau sinematografi melibatkan segala teknik dalam prosesnya termasuk didalamnya SFX, CGI dan lain sebagainya.

Artinya, sinematografi fokus pada video durasi panjang yang disebut film dan dibuat untuk tujuan komerasial atau editorial.

Disisi lain, videografi adalah teknik mengambil gambar bergerak untuk durasi pendek, bahkan dalam beberapa kasus, durasinya tak lebih dari 10 menit.

3. Apa sih perbedaan sinematografi dan sinema?

Seperti yang saya sebutkan diatas dimana sinematografi adalah suatu teknik pembuatan film dengan memanfaatkan berbagai peralatan pendukung.

Dan ini tentu berbeda dengan sinema. Karena, sinema bisa diartikan dalam dua bentuk berdasarkan KBBI.

Pertama, berkaitan dengan gedung tempat pertunjukan film atau bioskop dan yang kedua merujuk pada film atau gambar hidup.

Jika menggunakan definisi yang kedua, maka sinema merupakan hasil dari sinematografi yang sudah dinikmati penonton.

Artinya, sinematografi adalah proses pembuatan film sementara sinema adalah hasil dari pembuatan film itu sendiri.

Penutup

Perhatikan, ulasan diatas belum terlalu lengkap menjelaskan definisi sinematografi yang sebenarnya ditambah fakta bahwa bidang ini terus berkembang dari waktu ke waktu.

Setidaknya, dengan membaca artikel diatas, anda bisa tahu sinematografi itu seperti apa, elemennya apa saja sampai dengan teknik yang digunakan.

FYI, teknik diatas bukan dalam artian sebenarnya. Karena, jika bicara teknik, bisa mengacu pada dalam proses pengambilan gambar bergerak.

Misalnya, dalam film Kobo and the two strings yang terbit tahun 2016 yang semua scenenya menggunakan teknik stop motion.

Artinya, karakter dalam film dibuat replikanya lalu digerakan satu per satu. Setiap gerakan tersebut diambil satu foto.

Nah ketika foto digabungkan, akan membentuk gambar bergerak. Karena rumitnya proses ini, maka pembuatannya butuh waktu 2 tahun.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang sinematografi adalah: pengertian, elemen, fungsi, unsur dan teknik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar