SFX dan VFX: Pengertian, Perbedaan dan Contoh

Pengen tahu perbedaan SFX dan VFX? Termasuk pengertian dan contohnya? Jika iya, baca penjelasannya dibawah.

Dua istilah diatas mungkin masih asing ditelinga anda. Tapi kalau diberitahu kepanjangannya apa, pasti langsung ngeh dan mungkin langsung bisa terka apa fungsinya.

SFX adalah akronim dari Special Effect sementara VFX adalah kepanjangan dari Visual Effect. Dua-duanya mengacu pada penambahan efek saat dan setelah film atau video dibuat.

Ulasan lebih lengkap tentang SFX dan VFX, simak artikel ini sampai habis.

Apa itu SFX?

Selamat datang di era green screen. Era dimana film atau video seolah tak lepas dari yang namanya special effect atau efek spesial.

Penambahan efek spesial macam ini membuat film yang di tonton tambah realistis, yang pada akhirnya, merevolusi industri perfilman itu sendiri.

Setiap kali ada film baru yang rilis, penonton pasti terkesima dengan teknik baru yang ditambahkan pada sekuel.

Dan ini jadi salah satu daya tarik yang sering dilibatkan dalam resensi film atau pasti disebut oleh para kritikus.

Sentuhan ini, selain meningkatkan narasi dan kualitas film, juga mendorong hadirnya warna baru pada film.

Lantas, apa sih SFX itu? Orang Indonesia sering menyebutnya sebagai SFX atau SPFX, yang merupakan akronim dari special effect [efek spesial] pada film atau acara TV.

Tidak hanya dalam bentuk gambar tapi juga animasi bergerak termasuk penambahan ornamen khusus macam kembang api, sinar laser dan lain sebagainya.

Secara umum, ada dua tujuan menggunakan SFX, diantaranya:

  • Untuk meningkatkan kualitas objek dari sisi penoton atau audiens
  • Untuk meningkatkan daya tarik terhadap objek yang ditambahkan efek

Efek macam ini merupakan kombinasi dari teknologi dan seni. Dengan demikian, fungsi penambahan SFX tidak saja untuk meningkatkan sisi seni objek.

Tetapi juga mempresentasikan penggunaan teknologi secara maksimal untuk mencapai hal-hal ideal yang diinginkan sesuai konteks penggunaan.

Makanya itu, beberapa orang menganggap kalau efek ini merupakan teknik menipu indera penglihatan manusia, dalam bentuk audio-visual, yang seolah-olah objek itu benar-benar ada dan terjadi.

Contoh nih, anda punya projek di kelas Sinematografi. Agar adegannya lebih dramatis, tim kreatif dapat ide untuk tambahkan hujan pada segmen tertentu.

Sebelum hujan ditambahkan, hal pertama yang harus dilakukan oleh anda adalah mempelajari karakteristik hujan itu sendiri.

Artinya, tidak secara riil hujan itu terjadi tetapi seberapa jauh karakteristik hujan itu tercapai dalam film.

Intinya, Efek Spesial adalah ilusi atau trik visual yang digunakan dalam film, TV, teater untuk mensimulasikan kejadian imajiner dalam cerita.

FYI, setiap objek fisik yang dirancang khusus untuk menghasilkan efek masuk kategori efek khusus.

Misalnya alat peraga, senjata yang menembakkan peluru kosong, mobil berlubang tiruan, peledak, darah, kayu lapis dari rumah yang dipasang untuk dibakar, penoton yang berdiri, lateks cair untuk riasan zombie dan lain sebagainya.

Efek spesial ini terbagi dalam beberapa kategori, diantaranya:

  • Efek Mekanis [Mechanical Effects] yang juga disebut efek praktis atau fisik. Efek ini biasanya diambil saat proses pengambilan gambar atau aksi berlangsung yang didalamnya termasuk penggunaan alat peraga mekanis, pemandangan, model skala, animasi, kembang api dan lain sebagainya
  • Efek atomosfer [Atmospheric effects] yang didalamnya bertujuan untuk menciptakan angin fisik, hujan, kabut, salju, awan, membuat mobil tampak bergerak sendiri sampai aksi meledakkan gedung
  • Efek optik [Optical effects] yang kadang juga disebut efek fotografi mengacu pada teknik dimana gambar atau bingkai film dibuat secara fotografis, dalam kamera, menggunakan pencahayaan ganda, amettes atau proses Schüfftan. Dalam beberapa kasus, efek ini menggunakan printer optik. Efek optik memungkinkan aktor atau set aksi tampil di latar belakang yang berbeda

Karenanya, citra yang dihasilkan komputer telah menjadi terdepan dalam pembuatan efek khusus ini.

Hal ini membantu crew film menampilkan adegan yang lebih realistik, nyata, total dan seolah-olah benar tejadi.

Meski saat ini, banyak efek mekanis dan optik sudah digantikan dengan CGI. Tapi, pada beberapa film, tetap menggunakan efek ini.

Ada beberapa contoh penggunaan efek spesial dalam film mulai dari Efek praktis, efek riasan prostetik, rotoskop, Proses Schüfftan, Dolly Zoom dan efek Miniatur.

Apa itu VFX?

Selain SVX, ada juga istilah lain dalam spesial efek yang dikenal dengan VFX. Lantas, apa sih VFX itu? VFX adalah Visual effect yang sepenuhnya dilakukan menggunakan perangkat komputer. 

Artinya, efek ini tidak direkam dengan alat sinematografi utama seperti kamera dan biasanya ditambahkan pasca atau setelah film tersebut masuk tahap editing.

Efek visual ini dibagi jadi dua kelompok utama yakni Efek Visual Khusus dan efek digital. Berikut penjelasannya:

  • Efek visual khusus [Visual Special effects] mencakup semua efek visual yang terjadi saat aksi berlangsung, misalnya, saat ledakan yang sudah ditetapkan dalam adegan
  • Efek digital [Digital effects], yang disingkat jadi FX atau FX digital, adalah proses dimana citra dibuat atau dimanpulasi dengan melibatkan integrasi fotografi diam dan citra yang dihasilkan komputer [CGI] guna menciptakan lingkungan yang terlihat realistis meski cenderung berbahaya, berbiaya mahal atau tidak mungkin diambil pakai kamera biasa.

Oh iya, FX digital ini terjadi menjadi beberapa subkelompok profesi mulai dari Lukisan Matte atau gambar diam, Mo-Cap, Pemodelan [texturing], animasi, pencahayaan, tampilan dan komposisi.

Sebaliknya, dalam hal penggunaan efek Visual dalam film menghasilkan beberapa teknik seperti Chromakey [Kunci Kroma], Rendering 3D, CGI, Lukisan Matte dan Efek Minatur.

Perbedaan SFX dan VFX

Lantas, apa sih perbedaan SFX dan VFX? Ada dua perbedaan kunci dari dua istilah diatas, yakni:

  • SFX adalah efek visual yang ditambahkan saat proses pembuatan film berlangsung dengan menggunakan ornamen khusus atau alat-alat lain yang bisa menciptakan ilusi
  • Sementara, VFX adalah efek visual yang dihasilkan komputer alias sepenuhnya dibuat dan ditambahkan menggunakan komputer setelah film atau video tersebut masuk ke tahap editing. Jadi, ditambahkan setelah pembuatan film, saat proses pengeditan berlangsung

Itu saja sih. Kalau ada dari anda yang mau tambahkan perbedaan SFX dan VFX lain, bisa tinggalkan di kolom komentar.

Selain Film, karya apa saja yang menggunakan SFX dan VFX?

Saat mendengar istilah special effects atau visual efek, yang pertama terpikirkan oleh anda tentu saja adalah film.

Tetapi, penggunaan efek tidak terbatas pada film saja tetapi juga pada semua karya videografi atau sinematografi lain termasuk Video Musik, Iklan, Video Youtube, Film Pendek dan lain sebagainya.

Contohnya, Untuk musik, bisa lihat video take on me dari A-Ha, Rockit dari Herbie Hancock, Sledgehammer dari Pater Gabriel, Leave me Alone dari Michale Jackson atau from dari Robbie Williams.

Penutup

Baik SFX atau VFX jadi salah satu alasan mengapa proses produksi film agar bisa di tonton di Bioskop atau TV jadi lama dan mahal.

Karena ada penambahan efek saat film sedang berlangsung atau setelah memasuki tahap pengeditan.

Lantas, menurut anda, efek manakah yang lebih work dan efektif untuk digunakan? Tinggalkan pendapat anda di kolom komentar.

Demikian artikel SFX dan VFX: Termasuk pengertian, perbedaan dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar