Sejarah Kertas: Penemuan, Penyebaran ke Eropa dan Proses Pembuatan

Sejarah kertas adalah sejarah manusia itu sendiri, yang masih punya kaitan sama budaya dan ilmu pengetahuan.

Sejak dulu, manusia selalu punya satu kebutuhan mendesak yakni menginformasikan sesuatu secara tertulis agar informasinya jelas.

Informasi itu harus ditulis di media dan media tersebut harus bisa di bawa kemana-mana dan tahan lama.

Jauh sebelum kertas seperti sekarang ini ada, manusia sudah menggunakan papirus, perkamen, kulit lembu, tanah liat sampai batu.

Namun semuanya tidak efektif. Misalnya, untuk kulit lembu atau sapi, sumber dayanya terbatas.

Untuk tanah liat atau batu tentu saja berat saat dibawa kemana-mana. Namun semuanya berubah setelah munculnya teknik produksi kertas yang baru dari China.

Dan di artikel ini akan saya ulas sejarah singkat kertas termasuk juga penemuan, perkembanganya di berbagai benua seperti Asia, Eropa dan Amerika serta proses pembuatannya gimana.

Oleh karena itu, untuk anda yang sering bertanya, jelaskan secara singkat bagaimana sejarah kertas dari awal hingga dapat menyebar ke seluruh dunia, komposisi kertas dan pertanyaan lain serupa, simak artikel ini sampai habis.

Sejarah kertas: Penemuan

105 AD [anno Domini] sering disebut-sebut sebagai tahun lahirnya kertas. Di tahun tersebut, catatan sejarah menunjukan bahwa penemuan kertas telah dilaporkan kepada Kaisar China oleh Ts’ai Lun, seorang pejabat Istana Kekaisaran.

Penyelidikan arkeologi baru-baru ini menunjukkan bahwa kertas sebenarnya sudah ada atau sudah ditemukan 200 tahun sebelumnya.

Ini terlihat dari uji potongan kertas kuno dari reruntuhan Xuanquanzhi di Dunhuang, Provinsi Gansu Barat Laut, China.

Potongan itu diperkirakan sudah dibuat selama periode Kaisar Wu yang memerintah China antara 140 SM-86 SM.

Inilah yang kemudian memicu pertanyaan besar tentang kertas, apakah memang Ts’ai Lun yang menemukan kertas atau orang lain.

Meski demikian, ia tetap dikenang sebagai orang yang berperan penting dalam penemuan kertas.

Untuk memahami sejarah penemuan kertas atau sejarah kertas itu sendiri, mari mulai dari sejarah kertas Tiongkok atau China.

a. Sejarah kertas China

Kertas China awal dibuat dari suspensi limbah rami dalam air, kemudian dicuci, direndam dan dipukul hingga menjadi bubur kertas dengan palu kayu.

Cetakan kertas atau yang disebut bubur kertas kemudian disaring pakai kain tenun kasar yang direntangkan dalam bingkai bambu empat sisi lalu dikeringkan.

Artinya, kulit pohon, bambu atau serat tanaman lainnya akan dijadikan rami, yang pada akhirnya membentuk kertas seperti sekarang.

sejarah kertas
Foto diatas adalah fragmen kertas tertua yang ditemukan dan menampilkan sebuah peta. Fragmen ini sendiri ditemukan pada tahun 1986 di Fangmatan, China timur laut via www.ilpost.it

Kemajuan proses produksi kertas terjadi setelah pengembangan bahan halus untuk menutup cetakan.

Dengan demikian, pengarajin atau pembuat kertas bisa membebaskan lembaran kertas yang barusan dibuat.

Penutupnya sendiri terbuat dari bambu bundar dengan potongan tipis yang dijahit atau diikat dengan sutra, rami atau bulu hewan.

Proses ini sendiri ditemukan di China termasuk juga penggunaan Pati sebagai bahan sizing atau pembentuk ukuran termasuk pewarnaan.

Setelah kertas ditemukan di China, lambat laut prosesnya mulai menyebar ke Asia termasuk ke Korea, Jepang, Tibet lalu sampai ke Eropa, Amerika dan Afrika.

FUN FACT: Hingga kini, banyak orang berpendapat kalau kertas ditemukan oleh Ts’ai Lun, seorang pejabat kekaisaran China di Lei-Yang. Prosesnya dengan cara mencampur kulit Murbei, rami dan kain dengan air lalu menumbuknya jadi bubur kertas, kemudian diperas cairannya lalu dijemur dibawah sinar Matahari.

b. Penyebaran kertas di Asia

Setelah China, pembuatan kertas pindah ke Korea, dimana kertas sudah diproduksi disana sejak abad ke-6 Masehi.

Pulp kertas Korea kebanyakan berasal dari serat rami, termasuk juga dari rotan, murbei, bambu, jerami, padi dan juga rumput laut.

Dari Korea kemudian menuju Jepang, yang dibawah oleh seorang Biksu Korea bernama Don-Cho.

Ia memperkenalkan kertas tersebut ke Istana Kekaisaran pada 610 M atau 60 tahun setelah agama Budha masuk ke Jepang.

Di Jepang, kertas hanya digunakan untuk catatan dan dokumentasi resmi, tapi setelah meluasnya ajaran Budha, permintaan atas kertas tumbuh pesat.

Di Tibet, setelah kertas diajarkan oleh pengrajin China, orang-orang disana mulai buat bubur kertas sendiri sebagai penganti alat tulis tradisional mereka.

Bentuk kertasnya masih menggunakan format panjang dan agak sempit, yang sekilas bentuknya mirip daun Lontar.

Setelah itu, proses pembuatan kertas menyebar ke Asia Tengah dan Persia, yang kemudian menyebar juga ke India lewat para pedagang.

Di Eropa, penggunaan kertas pertama terjadi di Samarkand, Uzbekistan setelah pertempuran terjadi Turkistan, Kazakhstan.

Dimana, banyak pengrajin kertas terampil asal China ditawan dan dipaksa membuat kertas untuk para penculiknya.

c. Sejarah kertas Eropa

Dari Samarkand, pembuatan kertas menyebar ke Baghdad pada abad ke-8 M. Kemudian ke Damaskus, Mesir dan Maroko dua abad setelahnya atau pada abad ke-10.

DI Timur tengah, karena bahan pembuatan kertas asal China tidak tersedia, para pengrajin disana kemudian menggunakan rami sebagai penggantinya.

Setelah itu, butuh 500 tahun lebih agar proses pembuatan kertas asal China masuk ke Eropa dari Samarkand.

Sekalipun ekspor kertas dari Timur Tengah ke Bizantium dan beberapa wilayah di Eropa lainnya sudah dimulai pada abad ke-10 dan ke-11.

Sayangnya, proses pembuatan kertas baru masuk atau diperkenalkan di Spanyol dan Italia pada abad ke-12.

Waktu itu, bentuk dan proses pembuatan kertas tidak terlalu disukai Gereja Katolik karena dianggap sebagai manifestasi budaya Islam.

Alhasil, Kaisar Romawi Suci, Frederik II atau Federico I dari dinasti Hohenstaufen menyatakan bahwa semua dokumen resmi yang ditulis diatas kertas otomatis tidak sah.

Namun, para ahli berpendapat kalau keputusan ini dipengaruhi oleh kepentingan pemilik tanah kaya Eropa yang punya banyak domba dan sapi.

Saat itu, kulit Domba dan Sapilah yang banyak digunakan sebagai perkamen dan vellum, yang merupakan alat tulis populer disana.

Namun semuanya berubah setelah mesin cetak pertama diperkenalkan di Eropa pada 1400-an oleh Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg atau Johannes Gutenberg.

d. Sejarah kertas Indonesia

Di Indonesia, lewat berbagai catatan yang ada, disebutkan kalau proses pembuatan kertas sudah ada sejak abad ke-7 di sekitar Ponorogo, Jawa Timur.

Saat itu, kertas dibuat dari kulit kayu yang banyak digunakan oleh para Biksu sebagai alat tulis menulis.


Baca Juga:


Di era kerajaan Sriwijaya memang pembalajaran Agama Budha sudah marak dan masa-masa inilah kertas mulai di adopsi sebagai bagian dari kehidupan spiritual mereka.

Bukti ini tersirat dalam lempengan tembaga abad ke-9 yang ditemukan di Desa Taji, pusat agama Budha waktu itu.

Dalam perkembangannya kemudian, kertas pun juga jadi bahan pelukisan wayang beber, yang merupakan asal dari Wayang kulit.

e. Sejarah kertas di Amerika Serikat

Pabrik kertas pertama di Amerika didirikan pada tahun 1960 oleh William Rittenhouse dekat Germatown, Pennsylvania.

Pada tahun 1688, Rittenhouse meninggalkan Belanda, tempat ia magang sebagai pembuat kertas dan menetap di Philadelphia, dekat toko percetakan William Bradford.

Pabrik Rittenhouse tetap menjadi satu-satunya pabrik di Amerika sampai tahun 1710, ketika William DeWees, saudara ipar Putra William Rittenhouse, Nicholas, mendirikan pabriknya sendiri.

Sebagaian besar pabrik awal di koloni Amerika dibuat mengunakan teknik transpalasi kertas seperti yang dilakukan Rittenhouse.

Ia mencontoh dari pabrik kertas Eropa. Dan pabrik ini harus belokasi di dekat area berpenduduk yang dapat menyediakan pasokan kain perca.

Pasokan air bersih juga penting dan ini merupakan syarat mutlak, baik untuk mencuci serat atau memutar mesin penggiling.

Sejarah kertas: Era Industri

Pembuatan pabrik kertas modern sudah dimulai sejak abad ke-19 seiring dengan meluasnya produksi surat kabar bersirkulasi massal.

Begitu juga dengan pabrik pembuatan buku dan novel yang pada dasarnya butuh serat selulosa yang banyak.

Pada 1979, Louis Nicolas Robert menciptakan mesin Fourdrinier pertama, yang mampu membentuk lembaran kertas dengan panjang 60 cm.

sejarah kertas
Bentuk mesin Fourdrinier yang ditemukkan oleh Louis Nicolas Robert

Karena permintaan kain perca untuk pembuatan kertas sudah melebihi pasokan, bahan baku lainnya pun dicari.

Inilah yang kemudian melahirkan ide untuk menggunakan kayu atau bubur kayu [wood pulp].

Dengan lahirnya teknik baru untuk mengkesktrak serat dari kayu, harga kertas turun drastis.

Alhasil, kertas segera menjadi produk yang bisa di konsumsi massal [Product of mass consumption].

Di Inggris saja, hanya dalam waktu 40 tahun, kebutuhan atas kertas meningkat lebih dari 600%.

Dimana, pada tahun 1861 tercatat kertas hanya diproduksi 96.000 ton saja. Dan pada tahun 1900-an, produksi kertas meningkat jadi 648.000 ton.

Dengan menyebarnya kertas dengan harga murah, berbagai produk turunan dari kertas pun lahir.

Artinya, buku atau surat kabar sudah bisa diakses semua orang. Hasilnya? Ledakan liternasi terjadi di kalangan kelas menengah.

Tahun-tahun berikutnya, kertas pun sudah diadopsi untuk berbagai keperluan tambahan manusia.

Seperti misalnya untuk kertas toilet, kertas kado, kertas sertifikat, mainan, dekorasi interior dan lain sebagainya.

Cara dan Proses pembuatan kertas

Sebenarnya, proses atau prosedur pembuatan kertas setelah ditemukan di China dan hari ini tak jauh beda.

Hanya saja, banyak kertas dibuat di pabrik dengan berbagai teknologi canggih alias dengan bantuan alat.

Tentu saja berbeda dengan ribuan tahun sebelumnya dimana kertas banyak dibuat secara tradisional dengan perlengkapan seadanya.

Dan prosesnya sendiri selalu dimulai dari mempersiapkan bahan, membentuk jaring kertas, mengeringkan lembaran dan memasukkan pelapis aditif.

Nah berikut disajikan cara dan proses pembuatan kertas secara tradisional, yakni:

1. Menyiapkan bahan baku kertas

Pertama tentu saja menyiapkan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat kertas. Di Eropa, pilihan bahan bakunya hanya dari serat kapas atau linen dari kain Perca.

Kemudian, kain-kain tersebut di sortir, dibersihkan dan dipanaskan pakai larutan alkali lalu dimasukkan ke dalam Tong terbuka.

Setelah itu, kain diris-iris dan dibumbui, kain lap di cuci dan dimaserasi hingga menjadi bubur kertas.

Bubur kertas ini kemudian diputihkan untuk menghilangkan sisa pewarna dari proses pemasakan.

2. Membuat cetakan kertas

Setelah sisa pewarna kertas dihilangkan, langkah berikutnya adalah membuat cetakan kertas.

Caranya dengan mencelupkan cetakan kertas ke dalam tong berisikan bubur kertas dan mengangkatnya secara horizontal.

Tujuannya untuk menjebak serat pada cetakan. Dan cetakan kertas dibuat dengan tangan dari kawat panjang pararel yang disatukan dengan benang halus.

3. Mengeringkan lembaran

Setelah cetakan dibuat, lembarannya dikeluarkan atau dipan dari cetakan lalu diletakan diatas kain kempa atau kain wol untuk di kompres.

Tumpukan lembaran kertas dan kain kempa, yang kadang juga disebut tiang atau post, ditempatkan di mesin pres besar.

Jika sudah ada ditahap ini, semua pekerja akan dipanggil untuk mengecengkan mesin pres dengan cara mendorong atau menarik tuas.

Setelah ditekan, lembarannya cukup kuat untuk diangkat dari kain kempa lalu digantung sampai kering.

Setelah itu, satu atau sekelompok orang yang disebut sebagai taji atau Spurs diminta berjaga untuk mencegah kerutan lembaran.

Proses pengeringannya biasanya dilakukan di tempat steril yang jauh dari jelaga dan debu karena bisa merusak lembaran.

4. Membentuk ukuran dan finishing

Terakhir, untuk membuat kertas lebih kuat, lembaran kertas kering akan dicelupkan ke dalam lauran gelatin atau lem hewan.

Untuk kemudian dibentuk ukuran. Ukurannya sih kebanyakan lebih kecil dari ukuran kertas sekarang.

Dan disesuaikan sama persediaan dan kebutuhan. Intinya, ukuran kertasnya lebih tebal karena disesuaikan sama tinta cetak agar mudah meresap.

Setelah masuk ke tahap finsihing, langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan menghaluskan lembaran pakai tangan atau batu mengkilap.

Di abad ke-17, proses finshing ini akan menggunakan palu bertenaga air karena prosesnya relatif lebih cepat.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan terkait dengan postingan ini akan saya bahas dalam Question and Answer dibawah ini, seperti:

1. Apakah ada dampak lingkungan dengan adanya kertas?

Bahan baku kertas berasal dari alam. Diperlukan 2 dan 2,5 ton kayu dan 30-40 meter kubik air untuk membuat satu ton kertas.

Itu belum ditambah dengan listrik dan gas metana yang dibutuhkan untuk menggerakan mesin industri dengan berbagai fase produksi.

Bergantung pada jenis kertas yang akan dibuat. Karena beberapa jenis kertas butuh zat aditif kimia yang bisa mencemari lingkungan.

Karena itu, bila memungkinkan, penting untuk memilih dan menggunakan kertas berkelanjutan atau mendaur ulang kertas untuk mengurangi dampak lingkungan.

Kertas berkelanjutan bisa tetap terbuat dari selulosa kayu namun harus berasal dari hutan dengan kategori khusus.

Dimana, hutan tersebut telah memenuhi standar lingkungan, sosial dan ekonomi. Apakah bisa pakai kertas daur ulang atau Recycled paper?

Bisa saja. Namun, klorin yang digunakan untuk memutihkannya, serta bahan tambahan lain, membuat kertas daur ulang pun gak ramah lingkungan.

Untuk memastikan bahwa anda pakai kertas atau produk yang ramah lingkungan, pakailah kertas dengan label atau sertifikasi Ecolabel [Ecolabel Certification].

2. Apakah ada alternatif untuk mengganti kertas tradisional dengan kertas yang lebih ramah lingkungan?

Salah satu kertas alternatif yang cukup baik secara tradisional adalah kertas Crush.

Kertas ini dibuat dan diproduksi oleh pembuat kertas asal Italia, Favini yang terbuat dari produk sampingan buah dan sayuran.

Proses produksinya sendiri hanya melepaskan emisi CO2 sebesar 20% dan hanya menggunakan selulosa 15% lebih sedikit dari kertas tradisional.

Meski demikian, kertas ini tetap bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk label makanan, kartu undangan, katalog, brosur dan lain sebagainya.

3. Apa jenis kertas yang banyak digunakan sebagai media tulis menulis adalah?

Ada banyak jenisnya. Kalau di Indonesia, yang paling populer adalah kertas HVS atau Matt Paper.

Namun anda juga bisa pakai kertas jenis lain seperti Art Paper, Art Carton, kertas Dupleks hingga kertas BC.

4. Penemu kertas berasal dari negara apa?

Hingga hari ini, Cai Lun atau yang kadang juga ditulis Ts’ai Lun dianggap sebagai penemu kertas dan ia berasal dari China.

5. Pada awal ditemukannya kertas dibuat dari serat?

Soal pertanyaan ini sudah saya jawab pada FUN FACT diatas. Dimana, ada kemungkinan Ts’ai Lun membuat kertas dari campuran kulit murbei, rami dan kain.

Ia kemudian menumbuknya untuk membentuk bubur kertas lalu memeras ciaran kemudian menjemurnya dibawah sinar matahari langsung.

6. Kertas pertama kali ditemukan oleh negara?

Diatas sudah saya sebutkan soal ini. Agar jelas, kertas yang anda gunakan sekarang ini, tekniknya pertama kali ditemukan di China.

7. Siapa penemu kertas yang sebenarnya?

Pejabat pengadilan China dinasti Han, di era Dinasti Han yakni Cai Lun atau Ts’ai Lun (c. 50-121 M) dianggap sebagai penemu kertas sekaligus penemu metode pembuatan kertas modern seperti yang dikenal sekarang ini.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, sejarah kertas adalah sejarah tentang manusia itu sendiri. Alasannya apa?

Karena kertas, sudah berevolusi selama bertahun-tahun dari sekedar benda mati dan istimewa jadi bahan yang hampir dibutuhkan oleh setiap orang.

Ke sekolah pun butuh kertas. Buat skripsi butuh kertas. Ke toilet butuh kertas. Untuk cetak struk belanjaan pun butuh kertas. Semuanya butuh kertas!

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang sejarah kertas: penemuan, perkembangan & proses pembuatan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. ***

Tinggalkan komentar