Perbedaan Resolusi DPI, PPI dan LPI Serta Contohnya

Tiga istilah diatas yakni DPI, PPI dan LPI wajib diketahui oleh mereka yang sering berurusan sama gambar atau percetakan.

Misalnya, jika anda sering edit foto di Photoshop, mengetahui nilai DPI bisa membantu anda mengetahui apakah foto yang di edit itu kualitas bagus atau tidak.

Pengetahuan ini bisa dilihat pada jumlah piksel yang ada pada gambar. Karena semakin tinggi kepadatan pikselnya, semakin bagus gambar terlihat.

Konteks yang sama juga berlaku untuk PPI dan LPI yang secara khusus digunakan untuk mengetahui resolusi apa yang dicetak.

Artinya, semuanya digunakan untuk mendefinisikan kembali resolusi sebuah gambar dengan media yang terpisah yakni digital dan cetak.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari pengertian DPI termasuk PPI dan LPI atau mungkin perbedaan antara DPI dan PPI, DPI dan LPI serta PPI dan LPI, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu PPI?

perbedaan PPI dan DPI
Gambar via shutterstock.com

PPI adalah akronim dari pixels per inch atau piksel per inci yang mengacu pada jumlah dan kepadatan piksel gambar di layar.

Jumlah piksel, dalam konteks ini, merujuk pada banyaknya titik-titik yang pada akhirnya membentuk gambar di sepanjang tepi baik itu lebar dan panjangnya gambar digital.

Jadi, PPI itu bisa mencakup dimensi gambar dalam piksel. Karena itu, dalam beberapa kasus, Pixel disebut elemen gambar.

Mengapa demikian, karena ini merupakan blok atau bagian terkecil dari suatu gambar digital, yang ketika terkumpul akan membentuk gambar sebagaimana yang terlihat.

Hal ini bisa terlihat apabila anda memperbesar gambar yang dibuat maka anda akan melihat item-item itu terpecah dalam bentuk gambar berwarna.

Item-item itulah yang kemudian disebut dengan pixel. Dan kepadatan antar piksel tersebut mempengaruhi kualitas gambar disebut dengan PPI.

Baca Juga:

Tapi, didalam piksel juga terdapat elemen kecil lain yang membentuknya. Itulah yang disebut dengan sub-pixels atau sub piksel.

Sub piksel itu terbentuk dari beberapa komponen cahaya dengan warna tertentu yakni merah [red], hijau [green] dan biru [blue].

Mengapa harus tiga warna diatas? Karena warna tersebut tidak dapat diproses oleh mata manusia secara langsung.

Karena itu, dipadukan menjadi satu rona yang muncul dalam piksel. Perpaduan itu dikenal dengan istilah pemrosesan warna aditif atau additive color processing.

Jadi, PPI itu menggunakan model warna RGB atau Red, Green dan Blue, yang berbeda dengan warna pada media cetak yakni CMYK.

Intinya, PPI adalah kepadatan piksel yang muncul pada gambar digital dan juga layar tapi khusus gambar raster saja yang bisa diukur dalam PPI.

Mengapa demikian? Karena gambar vektor bisa diskalakan tanpa batas dan tidak bergantung pada piksel.

Karena itu, semakin tinggi PPI gambar, semakin bagus juga kualitasnya berkat kerapatan pikselnya itu sendiri.

Artinya, jika ada 300 PPI berarti ada 300 piksel individual per inci dalam gambar, yang tentu saja lebih besar dibanding yang 72 PPI.

Dengan demikian, piksel yang banyak memungkinkan perpaduan warna dan bentuk yang lebih smooth.

2. Apa itu DPI?

perbedaan PPI dan DPI
Gambar via 99designs.com

DPI adalah akronim dari dots per inch atau yang mengacu pada nilai resolusi yang bisa dihasilkan oleh printer fisik.

Karena printer memproduski gambar dengan mengeluarkan titik-titik kecil, dan jumlah titik per inci tersebut akan mempengaruhi jumlah detail dan kualitas hasil cetak secara keseluruhan.

Dan jika warna dalam PPI menggunakan RGB maka dalam DPI ini model warna yang dipakai adalah CMYK atau cyan, magenta, yellow dan key yang berarti black.

Warna diatas dipakai untuk mengontrol jumlah cahaya dari model RGB tersebut yang dipantulkan di atas kertas yang digunakan untuk mencetak.

Dan CMYK dikenal sebagai mode warna subtraktif. Dan titik-titik di setiap warna akan dicetak dalam bentuk pola sehingga manusia bisa melihat warna yang muncul dari kombinasi tersebut.

Karena itu, diperlukan mode pengukuran kepadatan di setiap titik-titik tersebut. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah DPI.

Pada DPI, titik-titik berukuran tetap dan resolusi hanya dipengaruhi oleh berapa banyak titik yang muncul per incinya.

3. Apa itu LPI?

Perbedaan Resolusi DPI, PPI dan LPI
Gambar via conceptartempire.com

Selain DPI dan PPI, istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan resolusi gambar adalah LPI atau Lines Per inch.

Garis per inci adalah satuan yang digunakan untuk menunjukkan berapa banyak garis yang muncul per inci dalam gambar.

Sayangnya, LPI hanya khusus digunakan untuk gambar dengan sistem halftone. Dan gambar halftone sendiri adalah gambar yang terdiri dari titik-titik diskrit.

Dengan demikian, gambar tersebut bukan merupakan nada yang kontinu. Apabila dilihat dari jauh, titik-titik tersebut akan terlihat kabur.

Sehingga menciptakan ilusi garis dan bentuk yang berkesinambungan. Kelebihan dari penggunaan gambar halftone adalah penggunaan tinta yang bisa diminimalisir.

Contoh sederhana dari gambar halftone bisa dilihat pada cetakan untuk untuk koran dan surat kabar karena alasan efisiensi.

Artinya, sistem gambar halftone ini hanya secara khusus dipakai pada mesin cetak offset saja sehingga dari cetakannya bisa diketahui karakteristik gambar.

Intinya, jika LPI adalah resolusi yang digunakan untuk menunjukkan hasil cetakan gambar halftone yang diukur dalam baris per inci.

Misalnya, jika pakai mesin cetak sablon, biasanya akan pakai LPI dengan rentang antara 45-65 LPI. Untuk mesin cetak laser dengan 300 DPI akan pakai yang 65 LPI.

Agar jelas, lihat tabel kapasitas baris per inci pada printer dibawah ini:

Mesin cetakNilai LPI
sablon45-65 lpi
Pencetak laser (300 dpi)65 lpi
Pencetak laser (600 dpi)85-105 lpi
Offset Press (kertas koran)85 lpi
Offset Press (kertas berlapis)85-185 lpi

Jadi, LPI ini digunakan untuk mengukur gambar yang dicetak saja dalam bentuk halftone. Dan semakin tinggi angka LPI semakin padat juga titiknya.

Yang pada akhirnya akan membuat kualitas hasil cetak lebih baik. Namun, secara tidak langsung, akan meningkatkan kebutuhan penggunaan tinta.

Perbedaan Resolusi DPI, PPI dan LPI Pada Desain

Lantas, apa sih perbedaan DPI, PPI dan LPI dalam desain? Pasti penasaran, kan? Jika iya, lihat tabel dibawah ini:

PerbedaanDPIPPILPI
DefinisiDPI adalah jumlah piksel yang terkandung dalam satu inci dari gambar yang ditampilkan pada monitor komputer.PPI adalah jumlah titik cetak yang terkandung dalam satu inci gambar yang dicetak oleh printerLPI adalah ukuran resolusi untuk pencetakan gambar halftone
Kepanjangandots per inch atau titik per inciPixels per inch atau piksel per inciLines per inch atau garis per inci
Skema warnaRGBCMYKColor bleeding
PenggunaanResolusi layar dan resolusi gambarResolusi cetakResolusi percetakan
Contoh nilai16 dots300 PPI

Jika dilihat lewat tabel diatas, perbedaan antara resolusi DPI, PPI dan LPI ada pada pada penggunaannya.

Misalnya, DPI yang hanya digunakan untuk melihat nilai resolusi pada gambar digital dan juga layar saja.

Misalnya, gambar yang anda buat di aplikasi edit foto, foto yang diambil lewat kamera atau mungkin kualitas layar televisi, komputer sampai laptop.

Warna yang digunakan pun RGB untuk memvisualisasikan warna. Sementara, PPI khusus digunakan untuk titik-titik yang bisa dihasilkan printer.

Dengan demikian, pengukuran untuk skala ini hanya untuk dokumen atau berkas yang dicetak saja dan tidak dipakai untuk mengukur kualitas dari layar.

Disisi lain, LPI tak jauh beda dengan PPI meski terbatas pada gambar halftone seperti yang dipakai untuk cetak teks atau gambar yang dipakai dari koran.

Meski demikian, baik LPI, PPI dan DPI punya satu persamaan yakni semakin tinggi nilai yang dihasilkan semakin bagus juga kualitasnya.

Hanya saja, tetap ada resiko menggunakan angka yang lebih tinggi mulai dari ukuran, tinta yang dibutuhkan sampai kualitas printer.

Penutup

Jika sering berurusan sama gambar atau percetakan, mengetahui perbedaan DPI, PPI dan LPI sangat penting.

Mengapa? Karena pengetahuan ini pada akhirnya memungkinkan anda menghasilkan cetakan atau gambar berkualitas tinggi.

Demikian artikel tentang perbedaan resolusi PPI, DPI dan LPI. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar