Cara Menulis Resensi Film Yang Baik Dan Benar

3 Likes Comment
cara bedah film yang baik dan benar

Resensi film adalah nama lain dari bedah film atau ulasan film. Dan ini mirip dengan bedah buku atau novel.

Bagi saya pribadi, bedah film itu cukup sulit karena peresensi, sebutan untuk pembuat resensi, harus memahami banyak tentang film baik dari sisi produser atau pembuat film dan dari sisi penonton atau orang yang membuat ulasan film.

Meski dalam banyak kasus, bedah film hanya mengulas tentang nilai-nilai kunci yang ada pada film dan relevansinya dengan keadaan sekarang.

Terlebih jika anda diminta untuk membedah dari sisi penulis script atau produser film tentang bagaimana mereka menyampaikan pesan kepada pemirsa lewat film.

Disini berarti anda harus tahu pesannya apa? Bentuknya gimana? Apakah diterima atau tidak? Dan lain sebagainya. Bagi saya, poin inilah yang mempersulit proses pembedahan film.

Namun konteks ini bergantung sama siapa yang membedah, siapa yang akan membaca atau mendengarkan hasil bedah dan dalam konteks apa film itu di resensi.

Oleh karena itu, di artikel kali ini saya hendak mengulas tentang cara bedah film yang baik dan benar. Sebelum lanjut pada pembahasan inti, baiknya saya bahas dulu deh apa itu bedah film.

Pengertian resensi film

Seperti yang saya sebutkan diatas, ada yang menyebutnya sebagai bedah film atau ulasan film. Tiga istilah diatas pada dasarnya sama.

Karena merujuk pada kegiatan untuk mengupas film itu pada satu sisi. Kupasan inilah yang pada akhirnya akan menentukan apakah film itu layak di tonton atau sebaliknya.

Pada dasarnya, resensi film adalah suatu kegiatan untuk membedah bagian-bagian film mulai dari genre, produser, aktor, sinematografi, efek dan lain sebagainya.

Hanya saja, dalam banyak kasus, kegiatan bedah film cenderung fokus pada satu bidang yang dibahas dalam film, lingkungan misalnya.

Namun, nilai ini bergantung penuh pada genre film tersebut. Sebagai contoh, anda diminta bedah film Dilan 1994 dari sisi lingkungan, kan enggak relevan sama genrenya.

Karena itu sebelum melakukan bedah film ada baiknya anda menentukan genrenya terlebih dahulu supaya tujuannya jelas.

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum bedah film

Sebelum melakukan resensi, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh anda, diantaranya:

  • Film yang akan di bedah. Ada baiknya film tersebut sudah di tonton, minimal sekali. Lebih bagus lagi kalau anda sudah menontonnya dua kali atau tiga kali
  • Jangan lupa siapkan ATK [alat tulis menulis] saat menonton film atau laptop yang bisa digunakan untuk mengetik [meski agak mengganggu sih menurut saya].

Jika dua hal diatas sudah selesai dipersiapkan, langkah berikutnya adalah mengikuti alur resensi film dibawah ini.

Cara Menulis Resensi Film Yang Baik Dan Benar

Lantas, bagaimana cara bedah film yang baik dan benar? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Tentukan film apa yang akan dibedah

Langkah pertama tentu saja menentukan jenis film apa yang akan dibedah. Untuk jenis film yang akan dibedah silahkan sesuaikan sama tujuan anda melakukan resensi.

Agar lebih mudah, anda bisa seleksi berdasarkan genre. Hanya saja, dalam genre ini ada banyak macamnya.

Sebagai contoh, anda ingin membedah suatu film dengan topik lingkungan. Maka anda bisa pilih beberapa film dokumenter tentang lingkungan, Sexy Killers karya Watchdoc misalnya.

2. Menonton film

Setelah menentukan film yang akan dibedah, langkah berikutnya adalah menonton film tersebut sampai selesai, minimal sekali.

Saat menonton film ada baiknya anda menghindari gangguan yang ada, pegang ponsel misalnya, agar anda bisa memahami alur cerita dalam film dengan baik.

Saat meresensi, jangan lupa agar anda membuat catatan kecil atau poin-poin kunci tentang film tersebut, diantaranya:

a. Tema film

Tema film yang saya maksud disini mengacu pada genre film apakah genrenya soal budaya, politik, lingkungan, ketimpangan sosial dan lain sebagainya.

Kalau mau bedah secara general dan enggak fokus sama satu topik, bisa juga. Yang terpenting anda bisa tangkap poin-poin kunci yang sifatnya kolaboratif dalam film.

b. Aktor dan aktris utama

Di tahap ini berarti anda harus tahu siapa aktor dan aktris utama dalam film termasuk sutradara atau direkturnya.

Lantas, bagaimana jika itu adalah film dokumenter? Atau film yang enggak punya pemeran utama? Cukup tahu saja latar belakang film termasuk identitas pembuatnya.

c. Alur cerita

Setiap film punya titik kunci dalam scane yang biasanya terlihat saat pergantian karakter atau tempat syuting.

Dan apabila anda mengetahui titik-titik ceritanya, secara tidak langsung anda akan mengetahui alur cerita atau plotnya.

Baca Juga : Biaya Iklan Televisi Untuk Durasi 30 Detik

Untuk alur cerita, sebaiknya anda tidak menceritakan secara detail, deskriptif dan runut. Tujuannya agar anda tidak dicap spoiler.

Hindari juga membahas akhir atau ending film sebab poin kunci dalam resensi bukan pada akhir cerita melainkan pada awal cerita.

d. Akting

Gimana dong kalau tokohnya gak beracting? Belum lagi jika yang dibedah adalah film dokumenter atau reality, sudah pasti karakternya enggak jago acting.

Jika yang dibedah adalah dua jenis film diatas, silahkan lompati saja poin ini. Hanya saja, apabila aktornya berprofesi sebagai aktor, dialognya mengikuti script, berarti mereka beracting.

Dengan kata lain, anda harus melibatkan poin ini dalam resensi. Pelibatannya hanya seputar apakah aktingnya bagus? Dibawah standar? Atau mungkin aktingnya biasa-biasa saja.

e. Kecepatan film

Sebelum film dirilis, sutradara akan menentukan kecepatan film. Poin inilah yang harus anda perhatikan dengan seksama.

Sebagai perensensi, anda harus tahu atribusi teknis dalam film dengan cermat. Sebab dari sinilah anda bisa menemukan poin-poin penting tentang film, seperti:

  • Set film
  • Sudut kamera
  • Pencahayaan
  • Suara
  • Kostum
  • Kualitas kamera
  • Dan lain sebagainya

Anda juga bisa membandingkan [usahakan dihindari] dengan film lain pada genre yang sama untuk menemukan perbedaan dan kelebihannya masing-masing.

Tujuannya apa? Agar sutradara atau orang yang membaca resensi anda bisa mengetahui evolusi atau perubahan pembuatan film dari waktu ke waktu.

f. Editing

Banyak peresensi film yang mengatakan kalau kualitas editing yang buruk akan mempengaruhi kualitas film secara langsung.

Pada akhirnya, editing yang buruk akan membuat film itu dapat rating yang buruk juga dari sisi penonton.

Untuk poin ini, peresensi bisa menilai apakah pengeditan dalam film itu bagus atau mungkin tersendak-sendak kek orang keselek pentolan bakso.

Selain itu, perhatikan juga apakah pengeditannya mampu memperhitungkan kontinuitas antar cerita dari satu adegan ke adegan lain atau sebaliknya.

g. Sinematografi

Disini anda harus bisa melihat daya tarik visual pada film. Untuk melihatnya anda bisa melihat cara gambar bergerak.

Untuk melihat gambar bergerak, perhatikan saja suasana close up yang tampil dalam film, termasuk bidikan kamera panjang, sudut kamera dan lain sebagainya.

Kadang, inilah yang ditunggu-tunggu oleh pembaca. Karena mereka lebih senang membaca film yang memberikan wawasan teknis tentang dunia sinematografi.

h. Efek musik dan suara

Elemen teknis lain yang harus anda perhatikan adalah soundtracknya. Dalam konteks ini, anda harus perhatikan beberapa hal dibawah ini, seperti:

  • Kualitas audio
  • Skor musiknya
  • Soundtracknya apakah cocok dengan adegan atau sebaliknya
i. Efek khusus

Spesial efek juga bisa anda libatkan dalam resensi hanya saja, soal ini cukup teknis, jadi disesuaikan saja sama tujuan anda melakukan resensi.

Dalam konteks ini perhatikan saja apakah film tersebut menggunakan CGI [Computer-generated imagery], apakah tidak menggunakan efek khusus ini dan lain sebagainya.

j. Penilaian

Yang paling terakhir adalah penilaian. Disini anda harus bisa memberikan penilaian tentang film. Untuk penilaian ada empat macam, yakni:

  • Baik
  • Cukup baik
  • Buruk
  • Cukup buruk
2. Struktur resensi film

Apabila film sudah selesai di tonton, langkah selanjutnya adalah menulis resensi. Untuk menulis, silahkan lihat struktur resensi film dibawah ini.

a. Struktur resensi film umum

Struktur resensi film umum bisa digunakan jika anda menonton film pendek atau mendapatkan tugas dari sekolah, dengan struktur sebagai berikut:

  • Judul film
  • Alur cerita
  • Pesan dalam film
  • Kesimpulan
b. Struktur resensi film khusus

Untuk struktur film khusus ini disesuaikan sama tujuan melakukan resensi. Jika tujuannya komersial, bisa gunakan struktur yang kedua.

  • Judul film
  • Sinopsis film
  • Plot atau alur cerita
  • Isi resensi seperti aktor dan aktris utama, alur, akting, editing, kecepatan, sinematografi, musik, audio dan efek khusus
  • Pesan dalam film yang berhasil anda tangkap sebagai penonton
  • Perasaan anda setelah menonton film
  • Konflik dalam film yang menambah kualitas dalam film
  • Pertanyaan dan pendapat anda tentang film
  • Penilaian
  • Kesimpulan
3. Hasil bedah

Setelah mengetahui struktur bedah film dan mulai menulis, langkah berikutnya adalah memaparkan hasil bedah.

Untuk hasil bedah tetap berangkat dari struktur diatas. Berikut beberapa contoh resensi film secara singkat, yakni:

a. Judul film

Judul film berkaitan dengan judul utama film tersebut. Dalam konteks judul, anda bisa libatkan beberapa faktor dibawah ini, seperti:

  • Judul film
  • Tahun rilis
  • Sutradara
  • Durasi
  • Penulis naskah
  • Produser
  • Bahasa
  • Negara pembuat
  • Tokoh-tokoh utama
  • Tokoh-tokoh
  • Jenis film apakah film dari kisah nyata, film yang diangkat dari novel dan lain sebagainya
b. Sinopsis film

Disini ceritakan secara singkat sinopsis film menurut anda. Baiknya anda tidak melihat ringkasan cerita yang dikeluarkan oleh penerbit karena bisa mempengaruhi sudut pandang anda.

Maksudnya adalah, ceritakan secara singkat tentang film tersebut, garis-garis besarnya dan alur ceritanya menurut anda sendiri.

b. Plot atau alur cerita

Plot atau alur cerita adalah gambaran tentang cerita itu dari awal scane hingga akhir scene. Untuk memudahkan anda menggambarkan plot, sebaiknya anda tentukan poin-poin kuncinya.

Oh iya, satu hal yang harus diperhatikan disini, terlebih jika film itu masih sementara tayang di bioskop, sebaiknya hindari spoiler.

Baca Juga : 4+ Jenis Siaran Televisi di Indonesia dan Formatnya

Caranya? Dengan tidak menggambarkan plot secara deskriptif. Ini untuk menghindari profesionalitas anda sebagai peresensi.

Hanya saja, jika film yang akan dibedah itu sudah lama rilisnya, gambarkan secara deskriptif pun tak mengapa sepanjang ia sudah tidak tayang di bioskop.

c. Makna yang anda tangkapsetelah menonton film

Makna film punya keterkaitan sama perasaan apa yang anda dapatkan setelah menonton film tersebut.

Apakah perasaan anda campur aduk atau perasaan anda berubah jadi six sense yang tumpul [gelisah, galau, merana, emosi, marah, senang, bahagia dan lain sebagainya].

Atau mungkin biasa saja. Makna film ini juga bisa dikaitkan sama situasi dalam film dengan relevansi yang ada sekarang ini.

d. Perasaan anda tentang film

Perasaan ini berbeda sama makna. Disini tulis perasaan anda secara subjektif tentang film. Bisa dikaitkan sama makna film yang anda tangkap tapi baiknya dibuat secara terpisah.

e. Konflik

Konflik berkaitan dengan masalah-masalah yang timbul dalam film dan bagaimana penyelesaiannya. Ini juga membantu anda agar resensi yang dibuat semakin lengkap.

f. Pertanyaan dan pendapat

Pertanyaan apa yang hendak anda ajukan terkait dengan film itu. Usahakan, pertanyaan ini akibat ketidakpuasan anda terhadap suatu pertanyaan yang tidak terjawab dalam film.

Memang sih, terkadang ada film yang buat penasaran karena endingnya diluar dugaan, tokoh utama tewas misalnya dan lain sebagainya.

g. Kesimpulan

Kesimpulan berkaitan dengan garis-garis besar tentang film tersebut setelah selesai di resensi oleh anda.

Penutup

Membuat resensi film itu seperti halnya saat anda membuat resensi buku atau novel karena melibatkan berbagai aspek penting tentang film tersebut.

Jika anda sedang mencari cara untuk meresensi film, bisa gunakan beberapa langkah yang sudah saya jelaskan diatas.

Demikian artikel tentang cara bedah film yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *