Postingan Pertama di Blog, Mau Bahas Apa?

Entahlah, saya bingung mau tulis apa di postingan pertama. Jika kebetulan anda buka postingan ini, harap mafhum.

Karena jujur, setelah blog ini jadi, saya bingung mau bahas topik apa. Angka niche tutorial, di luar sana ada ribuan blog yang bahas topik serupa.

Mau tulis opini dan sudut pandang pribadi, pengetahuan saya belum cukup. Masih perlu belajar lagi.

Intinya, saya sulit menemukan topik yang tepat, untuk kemudian diangkat sebagai niche blog. Belum lagi aktivitas offline yang banyak.

Tapi saya punya satu komitmen bahwasanya, blog ini tidak boleh terbengkalai. Artikelnya harus berkualitas dan minimal ada standar postingan yang dijadikan acuan kepenulisan.

Sebagai informasi, domain dan hosting blog ini tidak saya beli melainkan hadiah yang didapat saat ikut lomba menulis Niagahoster.

Kebetulan, saya jadi finalisnya dan berhak dapat hadiah berupa hosting dan domain gratis untuk satu tahun plus souvenir.

Dan berkat hadiah tersebut, impian pertama saya sebagai blogger sudah tercapai yakni migrasi dari Blogger ke WordPress tanpa harus beli hosting dan domain.

Saya sendiri punya dua blog. Blog pertama nichenya gado-gado dan blog kedua, yakni blog ini, belum diputuskan mau angkat topik apa.

Tapi, karena saya punya komitmen untuk memandang blog ini sebagai aset, mau tidak mau saya harus buat postingan pertama di blog.

Apa apa dengan Blog Hari Ini?

postingan pertama

Bagi yang suka menulis, terjun ke dunia blogging mungkin jadi opsi terakhir. Mengapa? Karena blog sudah tidak sekeren dulu.

Saat itu, blog dianggap sebagai buku harian. Orang-orang bisa tulis pengalaman sehari-hari atau menceritakan pengalaman yang pernah didapat.

Tak perlu optimasi SEO, tidak perlu tambah aset seperti title text dan alt text pada gambar dan tak perlu mikirin hal-hal teknis seperti metrik FCP, FID, LCP sampai CLS.

Cukup siapkan waktu untuk menulis dan artikel akan muncul di peringkat pertama. Opsi monetisasi blog pun terbatas pada satu atau dua metode saja.

Seiring waktu berjalan, blogger senior makin sadar kalau ada perubahan drastis dan radikal yang terjadi dalam dunia blogging.

Baca Juga:

Perusahan-perusahaan mulai buat blog. Mereka rekrut karyawan, menyiapkan anggaran, mempromosikan sampai blog itu besar.

Disisi lain, situs-situs berita mulai menyasar konten-konten receh di internet untuk mendulang traffik yang banyak.

Sementara itu, para blogger pemula, harus kerja extra keras agar tetap ada orang yang datang berkunjung ke blog.

Lalu datanglah mahkluk yang namanya SEO, model optimasi mesin pencari, yang merubah tatanan konten di internet.

Mahluk ini secara halus mengusir blog-blog lama yang isinya cuma konten curhat tentang hati, pasangan atau kehidupan sehari-hari.

Era baru blogging di mulai. Bahkan, dalam 5 tahun terakhir, mahluk tersebut makin beringas. Konten-konten minim teks siap-siap diacuhkan.

Blog yang tampilan desktopnya muncul di HP, dipangkas. Blog yang loadingnya lebih dari 4 detik, dikebiri.

Lebih jauh lagi, blog-blog yang tidak lulus penilaian Data Web Inti Google, jangan harap bisa dapat peringkat pertama di pencarian Google.

Dan agar bisa bersaing sama blog-blog besar, termasuk situs berita dan web perusahaan, diperlukan teknik khusus agar bisa bersaing.

Teknik-teknik itulah yang akan saya bahas di postingan pertama blog. Penasaran? Simak artikel ini sampai habis.

Postingan Pertama di Blog, Mau Bahas Apa?

Ada tiga hal yang saya bahas di postingan ini, yang semuanya merujuk pada teknik mengoptimalkan konten dan blog agar tetap bersaing.

Pertama, soal standar postingan akan saya tanamkan saat buat konten baru atau update artikel lama di blog.

Kedua, berkaitan dengan jenis konten yang akan dibahas dan ketiga, berkaitan dengan target jangka panjang yang ingin di capai.

1. Standar postingan di blog

Berkaca dari kondisi dunia blogging yang makin hari makin kompetitif, ada satu hal penting yang ingin saya tanamkan saat menulis artikel di blog.

Apa itu? Apalagi kalau bukan standar postingan. Artinya, konten yang akan saya buat nantinya harus memenuhi kriteria tertentu.

Mulai dari jumlah karakter per postingan, ukuran gambar yang digunakan sampai dengan optimasi SEO.

Mudah-mudahan, standar tersebut bisa membawa blog sederhana ini dapat trafik. Minimal 10 orang per hari dan itu sudah lebih dari cukup.

Syukur-syukur kalau ada ribuan orang yang datang per harinya. Kalau tidak, ya tidak masalah. Karena blog ini tidak dibuat untuk tujuan dapat uang.

2. Jenis konten yang dibahas

Poin kedua ini yang belum saya putuskan setelah 1 minggu blog ini jadi dan siap digunakan. Artikan jenis konten ini sebagai niche.

Niche adalah topik spesifik yang akan dibahas di blog dan punya kaitan erat sama minat dan hobi pemilik blog.

Saya hobi traveling pakai motor. Hanya saja, saat jalan-jalan, saya lebih senang menikmati tanpa mendokumentasikan. Ini yang jadi masalah.

Lagipula, setelah riset, persaingan di niche satu ini amat sangat tinggi. Sulit untuk dapat trafik yang banyak per harinya.

Disisi lain, mau tidak mau, saya harus putuskan mau angkat topik apa. Dan setelah meditasi kurang dari 5 detik, saya putuskan untuk angkat topik: Fotografi.

Dengan komitmen, di tahun pertama saya fokus angkat topik tersebut. Tahun kedua dan selanjutnya, akan bahas topik terkait lain.

Mulai dari videografi, filmografi, desain grafis, sampai topik-topik kreatif lain dengan fokus ke konten evergreen alias bisa dibaca 2-3 tahun ke depan.

3. Target jangka panjang

Target jangka panjang ini masih punya kaitan sama poin kedua diatas. Lantas, apakah niche fotografi itu bisa mengakomodasi biaya perpanjangan hosting dan domain?

Mudah-mudahan bisa. Dengan demikian, ada beberapa hal yang ingin dicapai agar target jangka panjang diatas bisa terealisasikan, diantarnya:

  • Tahun pertama, blog ini akan fokus ke konten sesuai dengan standar postingan yang sudah saya bahas diatas. Jika sudah dapat trafik yang konsisten, akan didaftarkan ke Google AdSense dan membuka keran monetisasi lain, content placement misalnya
  • Tahun kedua, fokus untuk bahas topik lain yang berkaitan dengan niche utama blog untuk menjangkau audiens baru
  • Tahun ketiga, akan fokus untuk mengupdate artikel-artikel lama di blog. Mengganti artkel yang sudah tidak relevan dan mengubah orientasi blog jadi aset

Artinya, setelah blog ini dapat reputasi yang bagus di Google, dengan otoritas domain dan halaman yang tinggi, akan ada perubahan yang terjadi di blog.

Pertama, postingan mungkin tidak seintens dulu saat blog pertama kali di buat. Mungkin saja, sebulan sekali baru ada postingan baru.

Kedua, dari segi pengelolaan, saya akan menganggap blog sebagai sumber penghasilan sampingan saja.

Artinya, uang yang saya dapat dari blog entah itu dari Google AdSense, Content Placement atau yang lainnya, adalah bonus.

Bonus dari kerja keras mengembangkan blog selama tiga tahun. Dengan harapan, bonus tersebut bisa menutupi biaya tahunan yang dikeluarkan agar blog tetap bisa diakses.

Mulai dari ongkos perpanjang domain, hosting, SSL dan Whois yang dibayar per tahun sampai ongkos untuk beli lisensi tema yang digunakan.

Penutup

Tidak ada kata terlambat punya blog meskipun blog tidak sepopuler dulu dengan persaingan yang makin hari makin sengit.

Tapi jika di kelola dengan baik, ia tetap menghasilkan. Besar kecilnya penghasilan bergantung sama pemilik blog.

Bagaimana ia mengelola blog, konten apa yang diangkat, model optimasi yang dilakukan sampai sumber trafik yang diperoleh. [***]

CHANGELOG
Tanggal Registrasi Domain01 April 2019
Tanggal Postingan Dibuat14 April 2019
Tanggal Postingan di Update4 Desember 2021

Tinggalkan komentar