Perbedaan Warna Monokromatik dan Polikromatik Serta Contohnya

Dalam konteks warna, monokromatik dan polikromatik merujuk pada nilai atau level terang atau gelapnya suatu warna.

Meski tidak sesederhana itu karena dua istilah diatas lebih merujuk pada campuran untuk dua jenis warna pada roda warna sehingga memperlihatkan perbedaan saturasinya.

Yang mana, monokromatik merujuk pada campuran warna primer dengan dua warna netral utama yakni putih dan hitam sementara polikromatik adalah campuran lain.

Artinya, istilah tersebut merujuk pada campuran satu warna sekunder, dengan warna hitam atau putih dengan intensitas yang sama.

Tapi apa sih arti warna monokromatik? Apa pengertian warna polikromatik? Apa perbedaan antara dua istilah di atas?

Bagaimana mengidentifikasi apakah satu warna polikromatik atau monokromatik? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu Warna Monokromatik?

Perbedaan Warna Monokromatis dan Polikromatis Serta Contohnya

Warna monokromatik atau monokromatis adalah sekma warna yang terdiri dari berbagai bentuk dalam satu warna.

Dengan demikian, dari sini bisa diketahui kalau warna monokromatik mengacu pada sekma warna yang terdiri dari variasi untuk satu warna saja.

Dan anda bisa menggunakan warna apa saja untuk buat skema ini. Misalnya, dengan menambahkan warna putih ke merah akan menghasilkan warna merah mudah.

Menambahkan warna hitam ke merah akan menghasilkan warna merah maroon atau merah marun yang berasal dari campuran warna merah dan warna ungu.

Istilah monokromatik atau monokromatis berasal dari kata monokrom, yang dalam KBBI berarti berwarna tunggal.

Dengan demikian, apabila dikaitkan dalam seni, warna monokromatik merujuk pada seni monokrom yang hanya merujuk pada satu warna saja.

Baca Juga:

Secara etimologis, monokrom berasal dari bahasa Yunani, mono yang berarti satu dan chrome yang berarti warna.

Hanya saja, definisinya tidak sesederhana yang dijelaskan di atas karena ada banyak varietas yang ada pada satu warna.

Dalam konteks ini, maka warna monokrom adalah semua varietas dari satu rona, corak dan nada warna.

Dan ia bisa disebut skema warna. Intinya, skema warna monokromatik adalah palet warna dimana satu warna digunakan sebagai dasar untuk semua corak dan rona yang ada pada gambar.

Intinya, warna monokromatik adalah kombinasi antara satu warna dasar entah itu hitam dan putih dengan satu warna primer atau warna murni.

Warna dasar, dalam konteks diatas, adalah warna hitam (Shade) dan putih (tint). Sementara, warna primer, adalah warna merah (red), kuning (yellow) dan biru (blue).

Dan ketika dicampur satu dengan yang lain, akan menghasilkan level warna yang berbeda-beda tapi tetap berada dalam satu varian yakni warna merah.

Hanya saja, nilai terang dan gelapnya tersebut sudah berbeda sehingga muncul warna merah ternag dan juga warna merah gelap.

2. Apa itu Warna Polikromatik?

Perbedaan Warna Monokromatis dan Polikromatis Serta Contohnya

Warna polikromatik, yang kadang disebut polikromatis, adalah kebalikan dari warna monokromatik diatas.

Artinya, jika warna monokrom merujuk pada skema warna tunggal maka polikromatik merujuk pada beberapa varian warna.

Seperti juga arti dari polikromatis atau polikromatik yang berarti memiliki atau mengandung beberapa warna.

Seperti juga artinya dalam bahasa Indonesia, yang mana polikromatik atau polikromatik, yang berarti mempunyai, memperlihatkan atau terdiri atas banyak warna, baik pada saat bersamaan atau secara berurutan.

Dalam desain atau teori warna, polikromatik merujuk pada campuran dua warna antara warna sekunder dan warna netral.

Contohnya saat anda mencampur warna ungu dan warna putih maka akan membentuk warna ungu terang.

Atau mungkin saat anda mencampur warna ungu dengan warna hitam maka akan membentuk warna ungu gelap.

Intinya, warna polikromatik adalah campuran dua warna sekunder yakni Ungu, Oranye dan Hijau dengan dua warna murni yakni putih dan hitam.

Artinya, ia merupakan campuran yang berasal dari dua warna primer sehingga menghasilkan satu warna sekunder.

Dan ketika dicampur dengan warna murni, akan membentuk level warna yang berbeda-beda satu sama lain, seperti dalam kasus warna monokromatis.

Perbedaan Warna Monokromatik dan Polikromatik serta contohnya

Lantas, apa perbedaan warna monokromatik dan polikromatik? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanWarna monokromatikWarna polikromatik
PengertianWarna monokromatik adalah campuran dari dua warna primer dengan warna putih atau hitam sehingga membentuk warna monokrom atau satu warna lainWarna polikromatik adalah campuran dari dua warna antara warna sekunder dan warna hitam atau putih sehingga yang juga membentuk warna lain
CampuranWarna primer + putih atau hitamWarna sekunder + putih atau hitam
KelebihanWarna tetap aman, warna yang ditampilkan memiliki varian warna yang berbeda-beda serta tampilannya sangat bersihKarakter lebih kuat dan kombinasi warna yang bisa dipilih sangat banyak
KekuranganTerkadang, cenderung membosankan dan sulit untuk mengidentifikasi warna secara detailSangat sulit memilih warna yang cocok satu dengan lain
ContohCampuran warna merah dan putih yang menghasilkan warna merah terang atau merah dan hitam yang membentuk merah gelap atau merah marunCampuran warna hijau dan putih yang membentuk warna hijau terang dan hijau tambah hitam yang membentuk hijau gelap

Perbedaan paling mencolok antara monokromatik dan polikromatik ada pada campurannya dimana, monokromatik dari warna primer sementara polikromatik dari warna sekunder.

Artinya jika anda mencampur satu dari warna primer, merah misalnya, dengan warna putih akan membentuk warna putih terang.

Tapi, campurannya bergantung pada skala yang digunakan. Misalnya, jika dicampur dalam skala 1:1 maka akan muncul warna merah sedikit terang.

Bagaimana jika dicampur dalam skala 2:1? Tentu saja, warna putih akan cenderung lebih dominan sehingga menghasilkan merah terang.

Dengan demikian, perbedaan skala campuran akan mempengaruhi level terang atau gelapnya suatu warna secara langsung.

Sementara, warna polikromatik berasal dari campuran warna sekunder dan dua warna lain yakni putih dan juga hitam.

Jadi, saat anda campur warna orange dan putih akan membentuk warna putih terang. Jika putih diganti dengan hitam, akan membuat warnanya sedikit gelap.

Semakin terang atau gelap dari warna tersebut maka intensitasnya akan ditambah. Artinya, jika ingin dapat oranye yang lebih gelap, tinggal tambahkan lebih banyak warna hitam.

Penutup

Jika diperhatikan dengan seksama, perbedaan antara dua istilah di atas terletak pada struktur warna atau intensitas campuran atau, yang bisa disebut kontras.

Dan dua istilah di atas merupakan bagian dari pembelajaran soal warna primer dan sekunder, dalam konteks yang lebih spesifik.

Mengingat fakta bahwa warna terdiri dari tiga tingkatan yakni primer, sekunder dan tersier. Sementara, untuk warna lain yang tidak ada dalam tingkatan itu, disebut warna netral.

Demikian artikel tentang perbedaan warna monokromatik dan polikromatik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar