Perbedaan VGA, DVI, HDMI dan DisplayPort

Meski semua display output diatas berfungsi untuk menghubungkan perangkat ke layar namun jenisnya ada banyak mulai dari VGA, DVI, HDMI dan Display Port.

Tiap jenis port monitor diatas punya banyak perbedaan meski fungsinya sama yakni menghubungkan perangkat dengan layar.

Perbedaan itulah yang kemudian jadi alasan mengapa artikel ini saya buat, sekaligus untuk mengulas dukungan sinyal dan refresh rate.

Perlu diketahui, display output ini kadang juga disebut secara bergantian dengan istilah lain seperti display connector dan port monitor.

Tanpa alat ini, anda mungkin tidak akan pernah bisa melihat layar tampilan TV, tidak pernah menikmati resolusi tinggi sampai HDR dan seterusnya.

Ini kembali ke fungsi kabel tersebut yang bisa mentransfer data dengan kecepatan tertentu meski beberapa kabel hanya dukung sinyal analog saja seperti VGA.

Tapi, mayoritas display connector yang ada sekarang ini sudah support teknologi transfer sinyal digital seperti HDMI dan Display Port.

Dengan demikian, untuk anda yang penasaran perbedaan VGA dan DVI termasuk perbedaan HDMI dan Display Port simak artikel ini sampai habis.

Perbedaan VGA, DVI, HDMI dan DisplayPort

Lantas, apa saja perbedaan VGA, DVI, HDMI dan Display Port? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Video Graphic Array [VGA]

Perbedaan VGA, DVI, HDMI dan DisplayPort

VGA pertama kali diperkenalkan pada 1987 oleh IBM dan colokan ini masih digunakan sampai sekarang.

Ciri utama dari konektor ini ada pada bentuknya yang lawas. Selain itu, ia masih menggunakan sinyal analog pada outputnya.

Karena bergantung pada sinyal analog, kualitasnya tentu bergantung sama panjang kabel tersebut termasuk kualitas konversi sinyal analog ke digital.

Terlebih jika digunakan sebagai display conector untuk TV, komputer, proyektor atau perangkat elektronik modern yang ada sekarang ini.

Baca Juga:

Pada awalnya, VGA hanya mendukung resolusi 320x480p dengan refresh rate 60 hz namun terus berkembang sampai pada kualitas yang lebih tinggi.

Mulai dari 1280×1024 dengan refresh rate 85Hz dan hari ini sudah support 2048×1536 dengan refresh rate 85Hz.

Artinya, VGA tidak dukung tampilan atau resolusi 4K meski sudah banyak peralatan elektronis yang dukung tampilan tersebut.

Inilah yang jadi alasan, mengapa sekarang ini konektor VGA sudah jarang digunakan karena keterbatasannya dari segi tampilan.

2. Digital Visual Interface [DVI]

Perbedaan VGA, DVI, HDMI dan DisplayPort

Display outpot satu ini merupakan generasi selanjutnya dari VGA. Artinya, DVI ini lebih modern dari VGA.

DVI pertama kali diperkenalkan pada 1999 oleh Display Working Group, kelompok perusahaan yang terafiliasi untuk meningkatkan dan memelihara DVI.

DWG sendiri berganggotakan beberapa perusahaan besar besar seperti Intel, Silicon Image, Compaq, Fujitsu, HP, IBM dan NEC.

Salah satu kelebihan dari DVI adalah kemampuannya mendukung dua jenis sinyal yakni sinyal analog dan sinyal digital.

Dalam perkembanganya kemudian, display output ini terbagi dalam beberapa jenis seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

JenisKegunaanResolusiRefresh Rate
DVI-I [Single Link]Dukung sinyal analog dan digital sekaligus1920×1200@60 Hz
DVI-I [Dual link]Dukung sinyal analog dan digital2560×1200@60 Hz
DVI-D [Single Link]Dukung sinyal digital1920×1200@60 Hz
DVI-D [Dual Link]Dukung sinyal digital2560×1200@60 Hz

Dengan demikian, anda bisa menggunakan konektor satu ini untuk menghubungkan komputer atau TV tanpa takut kehilangan kualitas gambar akibat konversi sinyal.

Meksi demikian, konektor satu ini masih sama dengan VGA dimana belum support kualitas 4K atau UltraHD meski masih banyak digunakan pada TV dan komputer modern.

3. High-Definition Multimedia Interface [HDMI]

Perbedaan VGA, DVI, HDMI dan DisplayPort

Salah satu konektor paling populer yang paling banyak digunakan pada TV, Komputer dan kartu grafis sekarang ini adalah HDMI.

Konektor satu ini pertama kali diperkenalkan pada Desember 2002 yang diracang oleh 7 perusahaan teknologi ternama.

Seperti Hitachi, Matsushita Electric Industrial (Panasonic/National/Quasar), Philips, Sony, Thomson (RCA), Toshiba dan juga Silicon Image.

Meski demikian, pengambangan display output ini dilakukan oleh 86 perusahaan lain termasuk para penemunya diatas.

Salah satu kelebihan dari HDMI adalah kemampuannya mendukung output audio dan video bersamaan yang tentu saja berbeda dengan VGA atau DVI diatas.

Output audio pada HDMI sudah dukung multi channel audio seperti Stereo, Dolby Digital 5.1 dan Dolby Sorround 7.1

Meski demikian, tidak semua konektor HDMI menggunakan teknologi yang sama karena pengembangnya beda-beda.

Hanya saja, salah satu versi yang masih banyak digunakan sekarang ini adalah HDMI V1.4 yang sudah support resolusi 4K atau UltraHD dengan refresh rate 30Hz.

Meski demikian, versi tersebut juga sudah dukung resolusi FullHD atau 1080P dengan refresh rate mencapai 120Hz.

Oh iya, konektor ini juga bisa digunakan untuk koneksi ethernet data dengan kecepatan mencapai 180 Mb per detik.

Dengan demikian, konektor satu ini tidak terbatas untuk output video dan audio karena bisa dipakai untuk internetan juga.

Pada tahun 2013 lalu, HDMI V2.0 dirilis untuk publik dengan berbagai keunggulan. Salah satunya dukungan terhadap FPS 60 HZ pada video resolusi 4K.

Selain itu, color depth atau kedalaman warna yang dihasilkannya lebih besar dan luas sehingga warna yang dihasilkan jauh lebih akurat.

Juga support aspect ratio 21:9 serta multiple stream dimana satu konektor bisa digunakan untuk menampilkan lebih dari satu display.

Tentu jika digunakan untuk itu, anda harus pakai Multiple Stream transport dan support juga teknologi freshinc yang bisa menyesuaikan refresh rate pada kartu grafis.

Versi baru dari HDMI baru rilis pada 2017 yang sudah support resolusi 10K dengan refresh rate mencapai 120 Hz.

Sementara, pada resolusi Full HD atau 1080p sudah support 240 Hz yang banyak dijumpai pada komputer gaming profesional.

4. DisplayPort [DP]

Perbedaan VGA, DVI, HDMI dan DisplayPort

Mirip dengan HDMI karena fiturnya sama dengan yang ada di Display Port, yang pertama kali diperkenalkan oleh VESA pada Mei 2006.

Meski demikian, konektor satu ini jarnag sekali ditemukan oleh masyarakat luas, yang tentu saja berbeda dengan HDMI atau DVI.

Mengapa? Karena hanya digunakan pada komputer-komputer profesional sajadan komputer gaming.

Begitu juga pada kartu grafis, yang hanya terdapat pada kelas workstations, komputer teknis yang dirancang khusus untuk pekerjaan spesifik dan penelitian.

Versi DP yang paling banyak digunakan sekarang ini adalah V1.2 yang rilis pada tahun 2010 lalu yang support freesync AMD sama seperti di HDMI.

Hanya saja, teknologi sinkronisasi adaptif dari Display Port lebih dulu dibanding HDMI dengan keceparan refresh rate yang tinggi.

Dalam perkembangnnya kemudian, ada beberapa versi dari display connector satu ini seperti yang terlihat pada tabel dibawah:

VersiTahun rilisKeunggulan
Display Port V1.22010Support resolusi 4K dengan refresh rate 75Hz dan dukungan atas teknologi High Bit Rate [HBR2] dengan bandwith mencapai 17.2 Gbps
Display Port V1.32014Fitur unggulan masih sama seperti versi sebelumnya tapi bandwithnya meningkat dimana sudah support video 5K dengan refresh rate 60Hz dan 8K dengan refresh rate 30Hz
Display Port V1.42016Fitur unggulan masih sama dengan versi sebelumnya tapi sudah support HDR dengan batas resolusi sama dengan V1.3

Bisa juga digunakan untuk menampilkan multiple stream transport yang bisa menampilkan dua display 4K dengan RR 60 Hz.

Penutup

Secara tidak langsung, dengan mengetahui letak perbedaannya dimana dan keunggulan tiap display output diatas memungkinkan anda mengetahui kegunaannya apa.

Artinya, jika mau buat live streaming game di Twitch atau Facebook Gaming dan ingin dapat kecepatan transfer yang bagus, bisa gunakan HDMI atau Display Port.

Kalau untuk kegiatan presentasi yang memungkinkan anda menampilkan layar komputer ke proyektor, cukup pakai VGA saja.

Demikian artikel tentang perbedaan VGA, DVI, HDMI dan Display Port. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar