Perbedaan Tint, Tone dan Shade Serta Contohnya

Selain hue, value dan chorma, ada cara lain yang umum digunakan untuk mengidentifikasi nilai suatu warna yakni dengan mengukur tint, tone dan shade.

Jadi, enam istilah di atas saling terkait satu sama lain dan sering digunakan secara bergantian meski secara teknis ada perbedaan mendasar antara keduanya.

Hal ini disebabkan karena warna bisa terbentuk dari cahaya dan pigmen dengan rona, nada dan bayangan yang berbeda-beda.

Artinya, masing-masing warna punya identitas uniknya sendiri sehingga dapat dengan mudah dibedakan dengan warna lain.

Dan karakteristik unik tersebut bisa datang dari proses pencampuran satu warna netral dan satu warna lain entah itu warna primer, sekunder dan tersier.

Sebagai contoh, apabila mencampur warna merah dengan warna putih maka akan menghasilkan varian warna merah salah satunya merah terang.

Proses pencampuran tersebut dikenal dengan istilah tint. Disisi lain, jika mencampur warna netral lain seperti abu-abu dan hitam, maka akan menghasilkan kombinasi warna yang juga berbeda.

Jadi, nilai terang gelapnya warna atau saturasi saat mencampur warna netral lain juga diperlukan metode pengukurannya sendiri yang kemudian disebut tone dan shade.

Tapi, apa sih pengertian tint, tone dan shade? Apa perbedaan tint, tone dan shade? Jika penasaran jawaban dari dua pertanyaan dasar diatas, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu Tint dalam skema warna?

Perbedaan Tint, Tone dan Shade Serta Contohnya

Untuk mendapatkan satu warna yang diinginkan, biasanya orang-orang menambahkan warna primer, sekunder atau tersier dengan warna putih atau hitam.

Tujuannya untuk menciptakan variasi terang-gelap warna itu sendiri. Contohnya, jika warna merah dan putih di campur dalam takaran 2:1, maka warna merah akan mendominasi.

Sehingga melahirkan warna merah terang, merah agak terang dan lain sebagainya. Dan saat warna putih dicampur dengan merah, prosesnya disebut dengan tint.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan Tint? Secara umum tint adalah pencampuran satu warna hue murni, merah atau biru misalnya, dengan warna putih.

Baca Juga:

Tujuan pencampuran tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan intensitas serta nuansa gelap dari warna tersebut.

Misalnya, saat mencampur warna biru dengan putih, maka secara alami akan menghasilkan warna biru muda atau biru terang yang lembut.

Intinya, dalam teori dan pengaplikasian warna, tint mengacu pada pencampuran warna putih dan warna lain sehingga menghasilkan nuansa terang atau cerah dari warna itu sendiri.

Penyebutan tint sendiri berlaku untuk proses pencampuran warna dan juga hasil dari campuran tersebut.

Pada akhirnya, hasil pencampuran itu akan menciptakan warna baru sebagaimana yang sudah dijelaskan dibagian atas.

2. Apa itu Tone dalam skema warna?

Perbedaan Tint, Tone dan Shade Serta Contohnya

Nada warna atau tone adalah proses mencampur warna abu-abu netral dengan warna apapun dalam skema warna.

Warna abu-abu netral diperoleh dengan mencampur warna putih dan hitam dalam skala 1:1 tanpa tambahan warna lain, kuning misalnya.

Dan ketika warna abu-abu dicampur dengan warna lain, akan mengurangi intensitas terang-gelapnya warna, yang dianggap lebih menarik secara visual.

Intinya, nada atau tone adalah campuran pigmen warna netral murni yakni abu-abu dengan satu warna lain, merah misalnya.

Tujuannya adalah untuk mengurangi saturasi warna itu sendiri yang tidak bisa diperoleh saat warna dicampur dengan hitam atau putih.

Ambil contoh warna merah. Jika dicampur dengan abu-abu dalam skala 1:1, maka ia tidak bisa disebut dengan merah muda atau merah gelap.

Oh iya, sebagai informasi, secara teori, merah muda adalah warna netral karena dianggap sebagai gabungan dari warna hangat dan warna dingin.

3. Apa itu Shade?

Perbedaan Tint, Tone dan Shade Serta Contohnya

Jika tint mengacu pada pencampuran warna putih dan tone untuk warna abu-abu, maka shade ini merujuk pada warna netral lain.

Warna netral lain itu apa? Ialah warna hitam. Artinya, shade adalah pencampuran satu warna dalam roda warna dengan warna hitam.

Tujuannya adalah untuk menciptakan efek gelap dari warna itu sendiri. Jadi, hasil akhir dari pencampuran tersebut akan membentuk warna yang lebih gelap.

Secara psikologis, campuran warna hitam dengan satu warna lain, merah misalnya, akan menghasilkan efek santai, ramah dan misterius.

Ini terjadi ronanya membentuk kecerahan relatif. Dan tentu saja, karakteristik shade ini dapat dengan mudah diketahui sama seperti dalam kasus tint dan tone diatas.

Perbedaan Tint, Tone dan Shade Serta Contohnya

Lantas, apa sih perbedaan tint, tone dan shade dalam warna? Apakah ada contohnya? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanTintToneShade
PengertianTint adalah proses pencampuran warna putih dengan warna lain baik primer, sekunder dan tersierTone adalah proses pencampuran warna abu-abu dengan warna lain dalam skema warnaShade adalah proses pencampuran warna hitam dengan warna lain dalam roda warna
Arti dalam bahasa IndonesiaUrnaKelirCorak
CampuranPure Color atau warna Hue terpilih + PutihPure Color atau warna Hue terpilih + Abu-AbuPure Color atau warna Hue terpilih + hitam
HasilTerangTengah-tengahGelap
ContohMerah + Putih = Merah terangMerah + Abu-Abu = merah mudaMerah + hitam = merah kehitaman atau merah darah

Jika dilihat dari tabel diatas, perbedaan paling mencolok antara tint, tone dan shade ada pada sumber campuran dan hasilnya.

Yang mana, karena tint merupakan campuran warna putih dan warna lain, merah misalnya, maka akan membuat warna merah tersebut terlihat lebih terang.

Bagaimana jika dicampur dengan warna lain? Abu-abu misalnya? Maka akan membentuk warna tone, yang berada dalam rentang antara gelap dan terang. Tapi nuansa merah tetap akan terlihat.

Sebaliknya, apabila dicampur dengan warna hitam, maka akan membuat nuansa warna yang terlihat seperti bayangan atau shade.

Lantas, apakah pencampuran diatas hanya berlaku untuk warna primer saja? Merah atau biru misalnya? Tentu saja tidak.

Artinya, tint, tone dan shade bisa diterapkan pada segala varian warna termasuk warna sekunder dan tersier.

Kecuali untuk varian warna netral lain seperti gading hangat atau warm ivory dan warm taupe. Bisa sih dicampur, tapi nilai huenya akan sulit terlihat karena sifat warnanya sama.

Hal penting lain yang harus dipertimbangkan adalah skala campurannya. Semakin besar skalanya maka makin tinggi pula saturasi yang dihasilkan.

Ambil contoh saat anda mencampur warna abu-abu dengan merah dalam skala 4:1, tentu saja warna abu-abulah yang mendominasi.

Ini berlaku untuk dua warna netral lain yakni putih dan hitam. Disisi lain, apabila dibalikkan dalam skala 1:4 maka warna merah akan mendominasi.

Penutup

Salah satu aspek yang harus dipertimbangkan saat memilih warna yang tepat untuk desain atau untuk cat rumah adalah intensitas dan level warna.

Misalnya, jika mau dapat nuansa sejuk dan damai, boleh campur warna yang dipilih entah itu kuning atau merah dengan warna netral abu-abu.

Atau mungkin, jika ingin mencerminkan suasana bersih, boleh dicampur dengan warna putih. Jika tujuannya untuk memperoleh nuansa elegan nan misterius, silahkan pakai warna hitam.

Demikian artikel tentang perbedaan tint, tone dan shade dalam warna serta contohnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar