Perbedaan Shutter Speed dan Frame per Second [FPS]

Untuk anda yang sampai hari ini masih penasaran sama perbedaan Shutter Speed dan frame per second [fps], simak artikel ini sampai habis.

Kalau diperhatikan dengan seksama, dua istilah diatas punya perbedaan yang mencolok. Oh iya, istilah FPS itu cenderung teknis karena itu anda boleh ganti dengan istilah frame rate.

Bagi saya pribadi, dua hal diatas sangat penting diketahui terlebih untuk mereka yang pengen terjun ke dunia filmografi atau jadi konten kreator di situs berbagi video on-demand.

Misalnya, jika pengen jadi Youtuber atau Streamer, harus tahu berapa FPS video anda. Atau mungkin pengen jadi pro player, harus tahu frame rate game yang ideal.

Karena itu, di artikel ini saya mau ulas perbedaan dua hal diatas, baik perbedaan umum atau teknisnya.

Sebelum lanjut ke pembahasan inti, baiknya saya bahas dulu pengertian Shutter Speed dan Frame per Second [FPS].

Apa itu Shutter Speed?

Shutter Speed adalah jangka waktu shutter terbuka pada kamera buat memaparkan cahaya ke sensor saat mau ambil foto.

Shutter Speed ini ada di settingan kamera. Jadi, Shutter Speed punya pengaruh sama pergerakan objek yang mau di foto [motion blur] dan eksposur gambar.

Artinya, kecepatan rana ini punya pengaruh sentral pada kecerahan foto dan efek tambahan, membekukan atau memperlambat gerakan objek misalnya

Dalam dunia fotografi, Shutter Speed termasuk satu dari tiga pengaturan penting kamera, dua diantaranya adalah Aperture dan ISO.

Apa itu FPS?

Lantas, apa sih FPS itu? Frame per Second atau FPS adalah jumlah frame individual yang tampil pada video dalam satuan detik. Mayoritas FPS Video yang ada saat ini dalam kisaran 24-30 fps.

Masih belum paham pengertiannya? Coba bayangkan jika anda punya flipbook ditangan yang mana ada gambar disetiap lembar kertasnya.

Saat anda membolak balikan flipbook tersebut dengan cepat, gambar akan terlihat bergerak, dengan cepat tentu saja.

Sebaliknya, jika buku tersebut digerakan dengan lambat, gambar akan bergerak lambat, sesuai dengan kecepatan yang anda buat.

Dengan demikian, frekuensi gambar a.k.a FPS sangat mempengaruhi gaya dan pengalaman menonton video.

Artinya, frekuensi gambar yang berbeda, menghasilkan pengalaman menonton yang berbeda pula.

Dengan memilih frekuensi gambar yang tepat berarti anda memilih seberapa realistisnya tampilan video buatan anda.

Perbedaan Shutterspeed dan Frame per Second

Beda kasus jika anda mau buat gambar GIF atau animasi, yang sering mengorbankan detail agar ukuran filenya berkurang sehingga frekuensi gambarnya lebih rendah.

Perbedaan Shutter Speed dan Frame per Second [FPS]

Agar jelas, berikut saya sajikan perbedaan Shutter Speed dan Frame Per Second [FPS] dalam poin per poin:

  • Frame rate adalah suatu keadaan yang menggambarkan berapa banyak frame individual yang muncul pada video dalam satu detik. Sementara, FPS itu merujuk pada berapa lama setiap frame itu terekspos di lensa kamera
  • Banyak kamera punya kecepatan frame tunggal yang bergantung pada standar video atau TV di Negara tempat film atau video itu di produksi. Di Indonesia, mayoritas pakai yang 25 FPS
  • Ada beberapa orang yang secara keliru menyamanakan kecepatan rana dan frame rate. Dengan demikian, mereka percaya bahwa jika mengambil foto dengan kecepatan rana 1/100 detik, artinya mereka mengambil 100 bingkai foto dalam satu detik. Padahal bukan. Saat ini, sebagian besar kamera sudah support 24 fps atau lebih
  • Ada juga yang mengartikan bahwa fps itu digunakan untuk mengatur agar video mulus sementara, shutter speed digunakan untuk mengatur motion blur.

Agar jelas, berikut daftar frekuensi gambar paling banyak beredar di masyarakat:

  • 23.976 a.k.a 23.98 alias 24 fps: Saat anda mengatur kamera DSLR atau kamera video jadi 24 fps, yang sebenarnya terekam hanyalah 23,976 bingkai per detik. Satu-satunya kamera yang bisa merekam 24 fps original hanyalah Canon EOS R [Bisa tambahkan daftarnya di kolom komentar jika ada]
  • 25 fps yang merupakan standar PAL atau standar kecepatan video di Eropa atau ASIA [termasuk Indonesia]
  • 29.97 alias 30 FPS banyak digunakan di Amerika Serikat atau Eropa dan dikenal dengan istilah NTSC

FYI, tidak semua perangkat support atau mendukung semua fps. Jadi, perangkatlah yang menentukan seberapa cepat frame rate video anda.

Perbedaan Shutterspeed dan Frame per Second [fps]

Misalnya, di iOS, kemampuannya bisa 30, 60 sampai 120 fps yang diambil dari frekuensi gambar variable vs rasio bingkai konstan kamera tradisional.

Perbedaan ini terasa sekali saat anda main game, PUBG contohnya. Jadi, ketika saya pakai Android yang cuma support 30 fps lalu TDM sama yang pakai iOS support 90 fps, gak bakalan menang.

Karena memang HP cuma support sama frame kecil dan sulit melihat pergerakan musuh yang fpsnya dua kali lipat.

Di Youtube atau situs berbagi video lainnya macam Facebook memungkinkan anda mengupload video dengan tingkat kecepatan berbeda-beda mulai dari 24, 24, 30, 48, 50, dan 60 fps.

Apakah punya kaitan sama shutter speed 180 derajat?

Tentu saja. Karena itu banyak perusahaan film yang punya standar pengaturan video dengan nilai ini.

Pada intinya, aturan ini menyatakan bahwa kecaptan rana harus di setel 1 / frame rate x 2. Dengan begitu, pada laju bingkai 24 fps, kecepatan rana yang benar adalah 1/48 detik.

Dan terus meningkat. Jika laju bingkainnya adalah 30, rana 180 derajat maka shutter speednya 1/60 per detik.

Lantas, manakah yang lebih bagus untuk video, apa yang 24, 30 atau 60 fps?

Normalnya sih 24 fps. Tapi tergantung sama kebutuhan. Misalnya nih, jika mau buat footage video tanpa slow motion atau macam time-lapse, 25 fps sudah lebih cukup.

Alasannya apa? Karena kecepatan ini sesuai sama kondisi normal kecepatan mata manusia saat melihat objek.

Intinya, makin besar fps, makin bagus hasilnya. Kondisi ini berlaku juga saat anda main game, yang mana, semakin besar FPSnya semakin bagus gamenya.

Hanya saja, enggak semua perangkat support sama 90 fps atau lebih. Karena itu, kecepatan normalnya mentok di 30 fps.

Bagaimana mengatur Shutter Speed dan FPS yang cocok untuk video saya?

Tergantung situasi dan tujuan anda. Soal ini, saya punya beberapa tips yang bisa anda coba, diantaranya:

  • Jika mau buat video dalam situasi normal termasuk kadar cahayanya, bisa gunakan rumus: shutter speed = 2 x frame rate. Dengan demikian, jika frame ratenya 25, bisa pakai shutter speed 1/50. Jika pakai frame rate yang lebih dari itu, 30 fps misalnya, tinggal naikin skalanya 2 kali jadi 1/60
  • Jika mau buat film action yang banyak gerakannya dan ingin agar gerakan subjek lebih mulus maka shutter speednya harus dipercepat. Untuk tujuan ini, idealnya, bisa gunakan shutter speed 1/250
  • Apabila kondisi pembuatan videonya gelap alias low light, bisa ubah hitungannya. Rumus idealnya adalah shutter speed = frame rate. Artinya, jika fpsnya 25 maka kecepatan rananya juga sama yakni 1/25
  • Jika mau buat video dalam efek halusinasi, yang mana objek video seolah bergerak lambat atau motion blur, atur shutter speednya lebih rendah. 1/5 atau mungkin lebih kecil lagi

Penutup

Bagi saya pribadi, memahami dua istilah diatas sangat penting agar video yang dihasilkan dari kamera lebih mulus.

Pada akhirnya, bukan saja kecepatan rana yang menentukan tampilan video tapi juga frame rate atau kecepatan bingkai.

Jika ada dari anda yang mau tambahkan penjelasan diatas atau ada hal lain yang mau disampaikan, tinggalkan saja di kolom komentar.

Demikian artikel tentang perbedaan antara Shutter Speed dan frame per second [fps]. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar