Perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS) serta Contohnya

Ada banyak kombinasi warna yang digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari RGB, CMYK, HEX sampai dengan Pantone atau PMS.

Tiap kombinasi warna tersebut punya kelebihan dan kekurangannya sendiri begitu juga dengan komponen pembentukan atau dasar warnanya.

Mengapa demikian? Ini terjadi karena warna memiliki arti, variasi, model, tingkat kecerahan sampai dengan kemurnian yang berbeda-beda.

Atas dasar itulah, maka anda tidak bisa menggunakan skema warna CMYK untuk dipakai pada desain web di internet.

Mengapa demikian? Karena layar bisa memproduksi jutaan warna yang berbeda sehingga resolusinya jadi lebih tajam.

Sementara, model warna CMYK tidak mampu menghasilkan kombinasi hingga puluhan juta warna. Itulah yang jadi alasan warna pada layar seperti HP atau komputer menggunakan skema RGB.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan warna RGB? Apa itu warna CMYK? Apa pengertian warna HEX dan Pantone (PMS)?

Lalu apa perbedaan warna RGB, CMYK, HEX dan Pantone? Jika penasaran, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Apa itu RGB?

Perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS)
Gambar via schemecolor.com

RGB adalah akronim dari tiga warna primer yakni Red [Merah], Green [Hijau] dan Blue [Biru] yang ketika dicampur dalam takaran 1:1:1 untuk tiga warna diatas akan membentuk warna putih.

Karena itu, dalam beberapa kasus, warna RGB sering disebut sebagai tiga warna dasar cahaya yang bisa dicampur untuk membentuk warna lain.

Maksudnya gimana? Maksudnya, apabila anda campur warna merah dan hijau dalam takaran yang sama akan membentuk warna baru yakni kuning.

Sementara, jika mencampur warna merah dan biru dengan takaran yang sama, akan membentuk warna Ungu.

Bagaimana dengan warna hijau dan biru? Apakah membentuk warna baru? Tentu saja, dimana akan muncul warna cyan atau magenta.

Kuning, ungu dan magenta kemudian disebut sebagai warna sekunder. Jika digabungkan tiga warna sekunder, akan membentuk warna tersier.

Baca Juga:

Dengan demikian, dari sini bisa diketahui bahwasanya rona warna RGB sifatnya aditif. Disebut demikian karena pencampuran tiga warna diatas dengan intensitas maksimum 100% akan membentuk warna putih bersih.

Sementara, jika mencampur tiga warna tersebut dengan intensitas 0% akan membentuk warna hitam.

Jadi, untuk membentuk warna hitam, nilai RGBnya harus diatur pada skala Red: 0, Green: 0 dan Blue: 0.

Dan untuk mengubah warna RGB dari hitam ke putih, harus dimasukkan nilai maksimumnya yakni Red: 255, Green: 255 dan Blue: 255.

FYI, nilai RGB berada dalam rentang 0-255. Artinya, ada 256 level warna, yang ketika digabung semuanya, ada kemungkinan spektrum itu menghasilkan 16 juta warna berbeda.

2. Apa itu CMYK?

Perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS)
Gambar via schemecolor.com

CMYK adalah kepanjangan dari cyan [cyan], magenta [Magenta], yellow [Kuning] dan key [Hitam] yang merupakan model pencampuran warna subtraktif.

Kata key sendiri berarti black. Mengapa demikian? Karena kata B sudah digunakan dalam RGB. Huruf terakhir dari kata black itulah yang dipakai sebagai pengganti huruf pertama.

Beberapa orang hanya menyebut CMY tanpa K. Alasannya karena kombinasi tiga warna diatas tidak bisa menghasilkan warna hitam otentik.

Kombinasi, dalam konteks ini, merujuk pada pencampuran tiga warna awal yakni cyan, magenta dan kuning dalam takaran yang sama dengan intensitas 100%.

Lantas, warna apa yang dihasilkan saat tiga warna tersebut dicampur? Warnanya sedikit coklat tua atau coklat paling pekat dan bukan hitam.

Artinya, semakin banyak warna CMY yang dicampur, semakin gelap pula hasilnya. Secara tradisional, warna primer yang digunakan dalam proses subtraktif adalah merah, kuning dan biru.

Alasannya karena warna diatas adalah warna yang sering digunakan pelukis untuk menghasilkan lebih banyak corak.

Kata ini sendiri baru muncul setelah mesin cetak atau printer warna ditemukan dan mulai di komersialisasi untuk menghasilkan cetakan yang lebih berwarna dan variatif. 

Oh iya, nilai CMYK diukur dalam persentase. Misalnya, untuk membuat warna CMYK jadi putih, harus di atur persentasenya jadi C: 100%, M: 100%, Y: 100% dan K: 100%.

Dan ada satu hal yang menarik lagi dari kombinasi warna CMYK yang mana, saat mengatur nilai CMY ke 0% dan K 100% tidak akan membuat warna jadi hitam gelap paling gelap.

Dengan demikian, jika mau buat warna hitam dengan kombinasi ini, harus ubah nilainya ke C: 75%, M: 68%, Y: 67% dan K: 90%.

Setelah nilai tersebut dimasukkan, akan menciptakan warna hitam kaya yang yang lazim disebut hitam Photoshop.

Meski demikian, warna tersebut jarang digunakan karena jumlah fisik tinta yang dibutuhkan akan merobek kertas terlebih yang kualitasnya rendah.

3. Apa itu kode HEX?

Perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS)
Gambar via istockphoto.com

Kode HEX atau heksadesimal adalah kombinasi huruf dan angka yang digunakan untuk mengidentifikasi satu warna dalam skema warna RGB.

Umumnya, kombinasinya dimulai dari simbol hashtag atau #. Sebagai contoh, kode #000000 untuk merujuk pada warna hitam paling hitam dan #FFFFFF untuk warna putih.

Sebagai contoh, kode #000000 untuk merujuk pada warna hitam paling hitam dan #FFFFFF untuk warna putih.

Keberadaan simbol tersebut digunakan untuk menandai campuran warna. Dan biasanya digunakan untuk desain situs web saja.

Artinya, kode di balik jenis warna ini bisa membantu situs web mengenali satu dari banyak warna dengan lebih cepat.

Kode HEX warna dinyatakan sebagai kombinasi dari enam digit angka dan huruf yang berasal dari campuran warna merah, hijau dan juga biru atau RGB.

Jadi bisa disebut kalau kode ini merupakan singkatan dari nilai RGB yang telah melalui konversi untuk memudahkan pengenalan.

Dan ini merupakan salah satu kode identifikasi warna paling populer karena penggunaannya yang luas termasuk juga saat mau memasukkan warna yang tepat dalam desain di Photoshop.

Dengan demikian, jika sedang buat desain entah itu Banner atau Spanduk di alat pengeditan atau memilih warna header situs, wajib pakai kode HEX ini.

4. Apa itu Kode Warna Pantone (PMS)?

Perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS)
Gambar via envato.com

Terakhir ada warna Pantone atau yang juga dikenal dengan istilah PMS, akronim dari Pantone Matching System (PMS).

Lantas, apa sih warna pantone atau PMS itu? Pantone Matching System adalah sistem warna eksklusif adalah warna konsisten untuk membentuk warna baru.

Ini sesuai dengan namanya yang dalam bahasa Indonesia berarti Sistem Pencocokan warna Pantone, yang biasanya digunakan pada sablon dan barang-barang seperti pakaian, tumblr dan lain sebagainya.

Meski digunakan dalam percetakan, skema warna ini berbeda dengan CMYK yang menciptakan warna lewat campuran berdasarkan persentase.

Artinya, warna Pantone menggunakan tiga belas pigmen dasar untuk menghasilkan katalog warna yang bisa diidentifikasi berdasarkan kode unik.

Karena keunikan inilah, skema warna satu ini banyak digunakan untuk branding logo atau untuk untuk keperluan lan yang pada akhirnya akan dicetak.

Intinya, warna Pantone adalah warna yang digunakan percetakan mengikuti sistem kode numerik yang yang diberi label awal Pantone diikuti kode lainnya, 1234 C misalnya.

Jadi, ini semacam sistem pelabelan warna yang didefinisikan dengan jelas yang memungkinkan desainer di seluruh dunia mengkomunikasikan warna atau corak tersebut.

Tujuannya agar branding warna tetap dipertahankan sekalipun di tempat dimanapun di seluruh dunia dan di media apa saja, kaos dan logo misalnya.

Perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS)

Lantas, apa sih perbedaan skema warna RGB, CMYK, HEX dan Pantone atau PMS? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanSkema warna RGBSkema warna CMYKSkema warna HEXWarna Pantone (PMS)
KegunaanDigunakan untuk karya digital seperti desain web, aplikasi, brandmark, logo online, iklan, konten visual, infografis dan foto untuk referensi konten blogDigunakan untuk karya cetak seperti poster, baliho, pamflet, kemasan produk, menu restoran, kartu nama dan lain sebagainyaDigunakan untuk kode warna pada situs dan karya desain grafis lainDigunakan untuk kode identifikasi warna merk untuk percetakan apa saja
Jenis warnaWarna primer yakni Red [merah], Green [hijau] dan Blue [biru]Warna primer Cyan [Sian], Magenta, Yellow [Kuning] dan Key [black atau hitam]Warna dasar dari RGB yakni merah hijau dan biru
Pantone grafik dan multimedia, pantone warna solid dan panton CMYK atau Four–Color Process.
Jenis campuranAditifSubstraktif
HasilWarna gambar lebih cerahWarna gambar terlihat cerah namun agak pudarWarna lebih cepat diidentifikasiWarna akan selalu sama
Rentang warnaRentang warna RGB lebih tinggi dibanding CMYKRentang warna CMYK lebih rendah dibanding RGBRentang warna lebih solidRentang warna lebih spesial
Format fileFormat file yang cocok adalah JPEG, PSD, PNG dan GIF.Format file yang cocok adalah PDF, AI dan EPS.WebSemua format

Dari tabel diatas maka tiap skema warna tersebut bisa dikelompokan ke dalam dua bagian. Pertama, warna untuk desain digital yakni RGB dan HEX.

Kedua warna untuk desain cetak yakni CMYK dan Pantone. Dari sini bisa diketahui kalau perbedaan paling mencolok ada pada penggunaannya.

RGB dan HEX mengacu pada warna primer cahaya yakni merah, hijau dan biru yang digunakan di monitor, layar TV, layar HP, kamera digital, alat scan hingga warna website.

Sementara, CMYK dan PMS mengacu pada warna primer pigmen yang sering digunakan pada mesin cetak atau print jenis apa saja.

Hanya saja, dalam kasus warna Pantone, ada kemungkinan jika diterapkan pada desain baik digital atau cetak, warnanya tidak akan terlihat sama persis.

Mengapa demikian? Karena sistem warna tersebut hanya akan berfungsi apabila alat pemograman atau mesin cetak sudah support kodenya.

Jadi, apakah pantone juga bisa dipakai pada website? Tentu saja bisa. Karena memang tujuannya untuk mempertahankan skema warna yang tepat di setiap produk.

Karena itu, pada umumnya, perusahaan-perusahaan skala besar sering menggunakan kode warna Pantone untuk meningkatkan kesadaran merek dan asosiasi warna dengan perusahaan itu sendiri.

Penutup

Pada akhirnya, memahami perbedaan tiap kombinasi warna diatas entah itu RBG, CMYK, Hex dan Pantone sangat penting.

Mengapa demikian? Karena pemahaman yang tepat memungkinakn anda mengetahui kapan, dimana dan bagaimana skema tersebut digunakan.

Misalnya begini, jika anda buat gambar atau karya digital dengan pilihan warna RGB, hasilnya akan berbeda saat dicetak.

Jika ada tambahan, masukkan atau koreksi terkait terkait postingan jangan lupa sampaikan lewat kolom komentar dibawah.

Demikian artikel tentang perbedaan RGB, CMYK, HEX dan Pantone (PMS) serta contohnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar