Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis

Dalam cerita, film atau video game selalu ada karakter yang memainkan peran sebagai protagonis dan antagonis yang membuat konflik menarik.

Agar lebih menarik, biasanya pengarang atau pembuat naskah akan menambahkan pernah karakter lain yang memainkan peran sentral dalam cerita.

Peran-peran tersebut kemudian dikenal dengan istilah deuteragonis, tritagonis, tetartagonis dan pentagonis.

Setiap penyebutan di atas merujuk pada karakter non-sentral dalam sebuah cerita, tapi mereka punya andil dalam konflik, langsung ataupun tidak langsung.

Bahkan, dalam beberapa kasus, peran antagonis atau tritagonis memiliki daya tarik tersendiri yang membuat audiens atau pembaca penasaran.

Sehingga, studio film atau pembuat cerita melihatnya sebagai peluang. Akhirnya, dibuatlah sekuel yang fokus ke karakter dimaksud.

Tapi, apa sih perbedaan antara protagonis dan antagonis? Apa perbedaan tritagonis dan deuteragonis? Atau protagonis dan tritagonis serta antagonis dan deuteragonis?

Jika penasaran jawaban dari berbagai pertanyaan dasar diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Apa itu Protagonis?

Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis
Toni Stark, sosok dibalik Iron Man, yang diperankan oleh Robert Downey Jr gambar britannica.com

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia [KBBI], protagonist punya empat pengertian dasar, yakni:

  • Dalam sastra, protagonist berarti tokoh utama dalam cerita rekaan
  • Penganjur suatu paham, ide atau gagasan
  • Dalam kedokteran, berarti otot yang dapat mengerut sehingga menyebabkan suatu gerak
  • Dalam seni berarti tokoh utama dalam cerita dramatic

Secara etimologis, istilah protagonist berasal dari Bahasa Yunani, prōtagōnistēs yang dulunya diartikan sebagai aktor yang memainkan kepala atau bagian pertama.

Artinya, protagonis ini adalah orang yang berperan dalam bagian pertama suatu cerita. Atau, dalam Bahasa yang lebih mudah dimengerti, berarti actor utama.

Bisa juga diartikan sebagai tokoh utama, pemeran utama, atau orang baik di dalam film. Dari sini bisa diartikan kalau protagonist adalah tokoh utama dalam suatu cerita film.

Hanya saja, penggunaan ini cukup luas. Karena istilah ini juga diaplikasikan dalam berbagai bidang dengan atau makna kata yang sama termasuk dalam game, novel, teater, game dan lain sebagainya.

Penggambaran paling sederhana bisa dilihat dalam film-film dimana protagonist sering dianggap sebagai orang yang bertarung melawan antagonis.

Jadi, protagonist ini semacam orang yang baik melawan orang yang jahat. Biasanya, protagonist sering digambarkan sebagai jagoan, pahlawan, orang baik dan lain sebagainya.

Meski tidak semua protagonis digambarkan demikian. Misalnya, dalam beberapa film yang memunculkan karakter protagonist anti-hero atau Anti-heroine untuk aktor Wanita.

2. Apa itu Antagonis?

Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis
Magneto yang diperankan oleh Michael Fassbender pada film X-Men: First Class. Gambar via edigits.net

Dari sumber yang sama yakni KBBI, antagonis juga punya empat pengertian dasar, diantaranya:

  • Orang yang suka menentang seperti melawan dan sebagainya
  • Dalam kedokteran berarti dua macam obat atau racun yang mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing
  • Dalam sastra, antagonis adalah tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh utama atau tokoh lawan
  • Dalam olahraga diartikan sebagai otot yang menghasilkan Gerakan berlawanan dengan otot agonis

Secara etimologis, antagonis berasal dari bahasa Yunani, antagonistes yang berarti pesaing atau lawan atau saingan.

Dengan demikian, apabila diaplikasikan dalam teater, antagonis berarti aktor pesaing dari protagonis diatas.

Dari sini bisa diartikan lalau antagonis adalah karakter atau orang yang bertarung atau bertentangan dengan karakter utama atau protagonis.

Dan ini digambarkan dengan jelas dalam film-film dimana antagonis sering kali digambarkan sebagai orang jahat, bad-guy, mafia dan lain sebagainya.

Dalam skenario film, antagonis biasanya adalah pembuat onar atau masalah yang pada akhirnya diselesaikan oleh protagonis.

3. Apa itu Deuteragonis?

Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis
Samwise Gamgee yang diperankan oleh Sean Astin dalam film The Lord Of The Rings. Gambar via thedigitalfix.com

Deuteragonis, dalam KBBI, adalah karakter penting kedua setelah protagonis dalam sebuah cerita, dapat berada di pihak protagonis sebagai minat cinta atau tangan kanan atau merupakan antagonis.

Secara etimologis, deuteragonis berasal dari bahasa Yunani, deuteragōnistēs yang berarti aktor kedua atau karakter kedua.

Dari sini bisa diketahui kalau deuteragonis adalah karakter penting kedua dalam sebuah cerita, setelah protagonis.

Baca Juga:

Karena itu, dalam beberapa kasus, deuteragonis sering disebut sebagai karakter utama sekunder atau pemeran sekunder.

Artinya, sudut pandang utama dalam sebuah cerita tidak diarahkan ke deuteragonis, melainkan ke protagonis tersebut.

Karena merupakan pemeran sekunder, maka biasanya deuteragonis sering memberikan pandangan yang serupa dengan karakter utama.

Hanya saja, protagonis sekunder ini bisa mengambil peran yang berbeda-beda dalam sebuah cerita, ada yang sebagai pacar, teman baik, kenalan, dan seterusnya.

Tapi umumnya dipakai untuk mendukung karakter utama, yang kadang, sebelumnya jadi penentang utama.

Dan terkadang, protagonis harus mengadopsi beberapa sifat utama deuteragonis seperti belajar anti-hero atau lebih berbelas kasih.

4. Apa itu Tritagonis?

Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis
Han Solo yang diperankan oleh Alden Caleb Ehrenreich pada film Solo: A Star Wars Story (2018). Gambar via wallpaperaccess.com

Tritagonis, dalam KBBI, adalah karakter penting ketiga dalam sebuah cerita setelah protagonis dan deuteragonis yang dipercaya oleh protagonis dan antagonis.

Istilah ini pertama kali digunakan dalam drama Yunani Kuno yang merujuk pada anggota ketiga dari rombongan akting, yang umumnya terdiri dari tiga aktor.

Artinya, jika aktor A adalah protagonis, aktor B adalah antagonis maka yang ketiga atau aktor C adalah tritagonis.

Posisi tritagonis ini bergantung penuh dari cerita yang diangkat. Karena itu, mereka semacam karakter fleksibel yang bisa berpihak ke antagonis atau protagonis.

Bahkan, dalam beberapa kasus, bisa berpihak keduanya. Dengan menjadi penengah, atau mungkin menjadi pemicu dari konflik utama.

Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis

Lantas, apa sih perbedaan protagonis, antagonis, tritagonis dan deuteragonis dalam sebuah cerita? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

Dasar PerbedaanProtagonisAntagonisDeuteragonisTritagonis
PengertianProtagonis adalah tokoh utama yang berusaha menentukan pertentangan dalam sebuah cerita pada novel atau filmAntagonis adalah sosok yang berusaha melakukan perjuangan dalam sebuah ceritaDeuteragonis adalah karakter penting dalam sebuah cerita dan memiliki keberpihakan kepada protagonis atau antagonisTritagonis adalah karakter penting ketiga dalam cerita setelah protagonis dan deuteragonis
KarakterProtagonis sering digambarkan sebagai sosok orang baik dan suci dalam sebuah filmAntagonis sering digambarkan sebagai orang jahatMemiliki keberpihakan langsung kepada antagonis dan protagonis. Terkadang, mengalami perubahan pendapat dan tingkah laku sehingga keberpihakannya berpindah ke karakter lainSering digambarkan sebagai karakter yang berpihak langsung ke antagonis tapi punya hubungan kuat dengan deuteragonis
PeranProtagonis bisa berbentuk manusia atau hewanAntagonis dapat berupa orga, kelompok karakter, organisasi atau bahkan ideDeuteragonis bisa berbentuk individu, sosok malaikat, organisasi dan lain sebagainyaProtagonis bisa berupa orang, organisasi, sosok misterius dan seterusnya
Contoh pemeranTony Stark dalam serial Marvel Iron Man (2008), Luke Skywalker dalam Star Wars (1977) dan Harry Potter dalam film Harry Potter (2001)Magneto dalam film X-Men (2000), Sojiro Seta dalam Rurouni Kenshin (2012) dan Loki Odinson pada film Thor (2011).Sasuke dalam serial Naruto Shippuden (2007), Samwise Gamgee dalam The Lord Of The Rings (2001) dan Elizabeth Swann dalam trilogi Pirates of the Caribbean (2003)Hermione Granger dalam Harry Potter (2001), Jessie dalam Serial Toy Story (1995) dan Han Solo dalam Star Wars (1977)

Dari tabel diatas bisa diketahui kalau peran setiap karakter di atas cukup berbeda sehingga, tanpa kehadiran tokoh sentra seperti protagonis dan antagonis akan membuat cerita jadi hambar.

Artinya, keberadaan tokoh-tokoh diatas bisa membuat konflik dalam cerita jadi lebih berkembang, langsung maupun tidak langsung.

Bahkan, tak jarang karena peran atau konflik yang dibangun dalam cerita membuat pengarang atau penulis naskah membuat sekuel atau mungkin prekuelnya dari cerita itu sendiri.

Tujuannya untuk memberikan kepuasan kepada audiens soal karakter yang ada, terlebih yang terlihat menonjol sekalipun bukan pemeran utama.

Penutup

Film, novel sampai video game selalu memiliki karakter yang memainkan peran-peran di atas. Dan dengan mengetahui peran dari karakter bisa membuat anda paham suatu cerita.

Hanya saja, dalam beberapa kasus, anda mungkin akan sulit membedakan karakter tersebut punya peran kunci untuk satu watak apakah itu protagonis atau mungkin tritagonis.

Demikian artikel tentang perbedaan protagonis, antagonis, deuteragonis dan tritagonis. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Satu pemikiran pada “Perbedaan Protagonis, Antagonis, Tritagonis dan Deuteragonis”

Tinggalkan komentar