Perbedaan NTSC, PAL dan SÉCAM, Mana Yang Lebih Baik?

Pernah dengar tiga istilah diatas? Jika pernah, tahukah anda perbedaan NTSC, PAL dan SÉCAM? Jika belum, baca artikel ini sampai habis.

Setelah TV ditemukan, salah satu tantangan terbesar saat itu adalah bagaimana mengirim gambar dengan cepat tanpa delay dari studio ke TV rumah.

Tantangan inilah yang kemudian melahirkan tiga sistem pengkodean warna TV di Amerika Serikat yang kemudian disebut NTSC, PAL di Inggris lalu menyebar ke Eropa dan SÉCAM di Prancis.

Tiga-tiganya tentu punya perbedaan baik dari segi encoding, format dan aspek-aspek teknis lainnya.

Perbedaan itulah yang akan saya ulas di postingan ini. Sebelum lanjut, ada baiknya saya bahas dulu pengertian NTSC, PAL dan SÉCAM.

1. Apa itu NTSC?

NTSC adalah sistem warna TV analog yang banyak digunakan di Amerika Utara, Tengah dan Selatan.

FYI, NTSC akronim dari National Television Standar Committee yang berasal dari sistem pengkodean warna DVD player.

Saat TV berwarna mulai menggantikan hitam putih, banyak perusahaan TV di Amerika Serikat menggunakan metode yang berbeda-beda untuk menyiarkan acara dari Studio ke rumah penduduk.

Hanya saja, metode penyandian ini berbeda antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Selain itu, jika ada penduduk yang masih pakai TV hitam putih maka TV tersebut tidak bisa menafsirkan sinyal warna yang dikirim.

Dengan demikian, penduduk itu tidak bisa tonton acara yang sedang berlangsung, sekalipun mereka suka acara tersebut.

Barulah pada 1953, standar TV baru diperkenalkan oleh Komite Sistem Televisi Nasional yang kelak disingkat NTSC.

Format ini dikembangkan agar kompatibel sama sebagian besar perangkat TV di sana, baik yang berwarna atau yang masih hitam putih.

Saat ini, meskipun banyak TV di AS sudah digital, jumlah baris resolusi dan frekuensi gambar yang mereka gunakan sama dengan yang ditetapkan alias masih menggunakan format NTSC.

2. Apa itu PAL?

PAL, singkatan dari Phase Alternating Line, adalah sistem lain untuk TV analog berwarna, yang juga digunakan pada DVD Player dan Blu-ray.

Sistem ini banyak diadopsi di Eropa, Australia, beberapa negara Asia, termasuk Afrika dan Amerika Selatan.

Di desain pada 1950-an di Jerman, yang digadang-gadang akan mengatasi kelemahan pada sistem NTSC, termasuk ketidakstabilan sinyal dalam kondisi tertentu, cuaca buruk misalnya.

Juga dibuat dengan tujuan untuk mengatasi masalah teknis saat membalik setiap sinyal TV jadi saluran yang sebelumnya sering eror.

Salah satu kelebihan dari format broadcasting ini adalah kemampuannya mendukung frekuensi gambar lokal hingga -50 Hz.

3. Apa itu SÉCAM?

Selain dua format video diatas, ada juga satu sistem lain yang disebut SECAM atau SÉCAM yang merupakan akronim dari Séquentiel couleur à mémoire dalam bahasa Prancis.

Format satu ini banyak digunakan di negara-negera Timur seperti Uni Soviet [dulunya] dan negara pecahannya kini termasuk Cina, Pakistan dan Prancis itu sendiri.

Mirip dengan PAL, yang mana, gambarnya terdiri dari 625 garis yang saling bertautan dan ditampilkan dengan kecepatan 25 frame per second [25 fps].

Namun, cara SÉCAM memproses informasi warna tidak kompatibel dengan standar PAL atau NTSC.

Oh iya, SÉCAM sendiri jadi standar TV Prancis yang secara resmi diperkenalkan pada 1967 dan proses pengembangan sendiri baru dimulai setahun sebelumnya yakni pada 1956.

Perbedaan NTSC, PAL dan SÉCAM

Tentu saja tiga sistem broadcasting diatas punya perbedaan yang signifikan meski fungsi umumnya sama.

Di beberapa wilayah, Amerika Utara misalnya, daya listrik standar yang berlaku adalah 60 Hz. Di Benua lain, standarnya 50 Hz.

Faktor inilah yang paling mempengaruhi kecepan bingkai TV analog untuk memproyeksikan warna jadi gambar sehingga lahirlah perbedaan sistem format video broadcasting.

Tambahan, TV yang beroperasi pada 60 Hz tidak berarti TV tesebut menampilakn 60 frame per detik.

Oh iya, TV analog menggunakan tabung sinar katoda [CRT] untuk memancarkan cahaya ke bagian belakang layar.

Lantas, apa sih perbedaan NTSC, PAL dan SÉCAM? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

a. Konsumsi listrik

Soal ini sudah saya singgung dibagian atas. Yang mana, tingkat konsumsi listrik NTSC, PAL dan SÉCAM berbeda-beda.

Kalau ada yang tanya perbedaan NTSC, PAL dan SÉCAM paling dasar, jawab saja tingkat konsumsi listriknya.

Alasannya apa? Karena listriklah yang membuat alat dibelakang transmisi warna bekerja. Contohnya nih, di AS, daya listrik dihasilkan sebesar 60Hz, dengan demikian, sinyal dibelakang format siaran NTSC diatur agar bisa mengirim 60 bidang per detik.

Banyak TV disana menggunakan sistem interlaced makanya sinyal NTSC support 30 fps. Artinya, NTSC menghasilkan 30 bingkai gambar lengkap dan muncul setiap detiknya.

Sebaliknya, di Eropa dan wilayah lain, daya listrik yang dihasilkan hanya 50 Hz. Dengan begitu, TV yang menggunakan PAL dan SÉCAM sebagai format siaran hanya support 25 bingkai gambar per detik.

Perbedaan FPS inilah yang membuat gerakan aktor terlihat lambat alias ada delay sedikit akibat fpsnya rendah.

Sementara, dalam kasus DVD player, apabila anda coba putar film PAL di TV NTSC, harus tambah 5 bingkai lagi per detik.

Jika tidak, frame akan tersendat-sendat yang berdampak pada kenyamanan saat menonton film.

b. Kualitas atau Resolusi

Kedua soal kualitas a.k.a resolusi. Sekalipun fps PAL dan SÉCAM lebih sedikit dibanding NTSC namun PAL dan SÉCAM memunculkan lebih banyak garis warna.

Resolusi NTSC hanya 525 baris sementara PAL dan SÉCAM mampu menyiarkan 625 baris. Artinya, resolusi PAL dan SÉCAM lebih baik.

Saat resolusi meningkat, jumlah informasi visual yang tampil ikut bertambah. Dengan begitu, kualitas gambar dan resolusi layar ikut bertambah.

Sebaliknya, jika anda coba konversi video NTSC ke PAL atau SÉCAM, garis hitam akan muncul karena perangkat berusaha mengimbangi rasio layar.

c. Nilai hertz

Perbedaan ketiga berkaitan dengan nilai hertz yang rinciannya bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

ParameterNTSCPALSÉCAM
Dikembangkan atau di adopsi olehAmerika SeriaktEropa [UK]Prancis
Number of Lines525625625
FPS302525
Transmisi warnaU&V dan I&QU&VDb&Dr
Video Bandwith4.2MHz5MHz5MHz
Audio Carrier4.5MHz5.5MHz5.5MHz
Lines/Field525/60625/60625/60
Aspect Ratio720×480 pixels720×578 pixels720×578 pixels
Frekuensi sub-carrier3.58MHz4.43 MHz4.25 dan 4.4 MHz
Collor Burst9 Cycle of sub-carrier frequency10 Cycle of sub-carrier frequencyburst cycle of red and blue sub carrier frequency
Cost [biaya]MediumMost ExpensiveLeast Expensive

d. Modulasi Frekuensi

Setiap format video broadcosting diatas punya modulasi frekuensi yang tidak sama. Misalnya, SÉCAM yang berbeda dari segi pewarnaan.

Perbedaannya dimana? Bisa lihat dua poin dibawah ini:

  • Untuk SÉCAM mengaplikasikan modulasi frekuensi dengan tujuan agar bisa mengkodekan sinyal warna
  • Selain mentransmisikan informasi merah dan biru di waktu bersamaan, NTSC dan PAL menggunakan informasi warna tersebut di waktu yang juga sama, yang tidak mungkin dilakukan SÉCAM karena ada delay.

Sebagai alternatif, SÉCAM butuh memori analog yang akan digunakan untuk menyimpan setiap informasi warna dan mengeluarkannya di waktu yang bersamaan ke layar TV.

e. Kecepatan refresh

Sudah lihat tabel diatas? Jikas sudah, maka dapat disimpulkan kalau NTSC punya kecepatan refresh 60 Hz sementara PAL dan SÉCAM hanya 50Hz.

Pengaruhnya apa? Pengaruhnya bisa dilihat dari kemampuan kode mensimulasikan ilusi gambar atau nilai yang akan berubah di layar TV.

Dengan kata lain, NTSC bisa menciptakan gerakan fluida lebih karena frame yang muncul dalam satu detik lebih banyak dibanding PAL dan SÉCAM.

Mengapa standar ini masih digunakan sampai sekarang?

Banyak neara mengalami perubahan signifikan setelah perang dunia ke-II berakhir, termasuk dari segi hiburan.

Di era 1950-an, tantangan yang ada saat itu adalah bagaimana menciptakan satu sistem pengkodean warna yang kompatibel di satu wilayah.

Yang ternyata mempengaruhi industri perfilman dan distribusi perangkat di negara lain.

Baca Juga: Perbedaan Akademi, Institut, Politeknik, Sekolah Tinggi dan Universitas

Sampai hari ini, banyak media pemutar termasuk DVD player masih pakai label PAL atau NTSC dengan tetap melibatkan aspek resolusi, pengaturan waktu dan parameter lain.

Artinya, standar ini masih ada dan berlaku. Disisi lain, salah satu alasan mengapa format ini masih digunakan adalah soal hak cipta nasional dan masalah hukum lainnya.

Artinya, dengan menggunakan salah format video diatas bisa mencegah distribusi film ilegal termasuk acara TV dan video game.

Penggunaan format itu juga menghasilkan area distribusi yang mudah dikenali terlebih dalam hal pemasaran produk elektronik.

Dengan demikian, setiap format broadcasting diatas akan menghasilkan wilayahnya sendiri-sendiri.

Meskipun banyak alat pemutar saat yang sudah berfungsi di semua jenis monitor atau layar TV.

Perbedaan NTSC, PAL dan SECAM
Area distribusi perangkat elektronik NTSC, PAL dan SÉCAM via movavi.com

Indonesia bagaimana? Berangkat peta distribusi diatas, Indonesia menggunakan PAL/SÉCAM karena lebih cocok dengan cuaca dan tingkat konsumsi listriknya.

Lantas, manakah yang terbaik? Apakah NTSC, PAL atau SÉCAM?

Jawaban ini relatif, tergantung dimana anda tinggal. Tentu saja orang Indonesia bakal bilang PAL dan SÉCAM yang lebih baik ketimbang NTSC.

Sebaliknya, orang Amerika akan bilang kalau NTSClah yang terbaik. Di Eropa, dan sebagian negara di Afrika akan bilang kalau SÉCAM lebih mantap.

Hanya saja, jika anda buat video untuk penayangan global, NTSC lebih cocok. Alasannya apa? Karena sebagian besar DVD player dan VCR support sama video NTSC tapi tidak sebaliknya.

Penutup

Pada akhirnya, perbedaan sistem kelistrikanlah yang mempengaruhi format broadcasting pertelevisian dunia.

Karena tingkat konsusmi listrik di Negara berkembang dan Negara maju tentu berbeda. Soal kualitas, menurut saya pribadi, kurang lebih sama.

Jika punya masukkan, tambahan atau kritikan terkait postingan ini, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang perbedaan NTSC, PAL dan SÉCAM. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar