Pengertian & Perbedaan Logotype, Logomark dan Logogram

6 Likes Comment
Perbedaan Antara Logotype, Logomark dan Logogram

Pernah gak dengar tiga istilah diatas? Jika belum pernah, di artikel ini akan saya ulas perbedaan logotype, logomark dan logogram termasuk definisinya.

Merancang logo yang tepat sebagai identitas suatu merk dan brand punya tantangan tersendiri bagi setiap desainer.

Itu artinya, logo tersebut gak boleh dibuat sembarangan dan acak-acakan alias tanpa konsep yang jelas.

Sebagai desainer, pengetahuan tentang elemen dasar logo adalah hal yang wajib.

Jadi anda harus tahu jenis logo apa yang anda buat, apakah logotype atau logomark.

Logomark kadang disebut dengan istilah logogram. Meski secara teknis berbeda karena logogram dibuat dalam bentuk huruf namun dengan desain yang tidak seperti huruf kebanyakan.

Tapi pernakah anda bertanya apa sih perbedaan logotype dan logogram? Gabungan logogram dan logotype disebut apa? apa yang dimaksud logotype?

Atau mungkin pertanyaan lain seperti apakah ada contoh logotype, logomark atau logogram? Contoh gambar logo kombinasi?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Logotype, Logomark dan logogram

Sebelum lanjut pada inti pembahasan yakni perbedaan logotype, logomark dan logogram, baiknya saya bahas dulu pengertian tiga istilah diatas. Berikut artikelnya untuk anda.

1. Logotype
Perbedaan Antara Logotype, Logomark dan Logogram
Contoh logotype

Apa yang dimaksud dengan logotype? Logotype adalah elemen logo yang didalamnya mengandung nama merk atau brand suatu lembaga atau perusahaan.

Tujuan pembuatan logo macam ini adalah untuk memperkenalkan brand atau merk itu ke publik secara luas.

Artinya, logo akan digunakan sebagai identitas perusahaan bersangkuran atau sebagai perwakilan perusahaan itu sendiri, langsung ataupun tidak.

Dalam bisnis, kesadaran merk ini sangat penting. Tujuannya agar terbentuk trust atau kepercayaan terhadap merk itu sendiri.

Dampaknya? Merk akan semakin dikenal masyarakat, punya kesan yang bagus, penjualan produk meningkat dan reputasi positif lainnya.

Baca Juga : Adu Popularitas Antara Blog Vs Youtube Vs Podcast Vs Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Jenis logo macam ini kadang dibuat secara geometris atau gambar abstrak yang terlihat seperti teks untuk menciptakan efek tertentu.

Bisa juga ditambahkan dengan elemen lain seperti warna Pantone dan ruang putih di sekitar logo agar terlihat lebih hidup.

Ada beberapa elemen yang membuat logotype disukai masyarakat yakni jenis font yang digunakan, efek khusus yang ada dan keterkaitannya dengan perusahaan yang menggunakannya.

Jika anda diminta klien untuk buat desain logo jenis ini, ada beberapa aturan sederhana yang harus anda perhatikan, diantaranya:

  • Logo tersebut harus dibuat dengan aplikasi vektor seperti Adobe Illustrator, bukan Photoshop. Alasannya karena logo harus diskalakan kembali tanpa harus kehilangan kualitas
  • Logo harus direproduksi dalam satu varian warna, hitam atau putih misalnya, agar mudah dikenali. Tujuannya agar tampil lebih fleksibel saat digunakan dalam pemasaran, watermark atau digunakan pada aplikasi yang didalamnya ada fitur dark mode [mode gelap]
  • Logo tersebut harus dibuat dalam berbagai ukuran. Dengan demikian, anda harus bisa mempertahankan teks dan garis halus didalamnya agar tetap terlihat sekalipun ukurannya diperkecil
  • Boleh sih bereksperimen dengan berbagai warna tapi usahakan pelet warna yang digunakan tetap konsisten. Agar lebih mantap, lakukan riset kecil-kecilan tentang warna yang cenderung digunakan perusahaan dalam berbagai acara yang mereka selenggarakan karena biasanya masyarakat mulai mempresentasikan warna tersebut dengan perusahaan yang menggunakannya
2. Logomark
Perbedaan Antara Logotype, Logomark dan Logogram
Contoh logomark

Logomark adalah kebalikan dari logotype. Jika logotype menggunakan teks maka logomark berbentuk ikon, gambar atau bentuk visual lain.

Karena bentuknya demikian, terkadang orang-orang menyebutnya sebagai logogram meski secara teknis cukup berbeda.

Ada banyak lembaga atau perusahaan yang menggunakan jenis logo satu ini salah satunya perusahaan teknologi Apple.

Tantangan terbesar saat anda diminta membuat logomark adalah bagaimana mengasosiasikan logo tersebut dengan perusahaan yang menggunakannya.

Intinya, logomark itu bentuknya lebih abstrak ketimbang logotype karena berisikan simbol dan tidak selalu menggambarkan atau mewakili sebuah merk.

Ada beberapa alasan mengapa banyak brand atau merk menggunakan logomark, diantaranya:

  • Tampil lebih unik dan ideal dengan nilai dan karakteristiknya sendiri karena logomark mampu mencerminkan esensi dari sebuah merk atau brand
  • Setiap desain logo punya kisah dibaliknya dan logomark mampu menceritakan kisah itu dalam sebuah desain yang didalamnya melibatkan visi, misi dan sejarah merk. Sebagai contoh, logo Mercedes Benz bersudut tiga yang mencerminkan kendaraan di darat, udara dan laut. Seiring waktu berjalan, logo Mercedes Benz kemudian dikaitkan dengan kemewahan dan keanggunan kendaraan
3. Logogram

Logogram adalah simbol tertulis atau bergambar yang dibuat dengan tujuan untuk mewakili keseluruhan kata.

Dalam dunia typografi, logoram ini merujuk pada sistem penulisan ringkas dengan tujuan untuk mempersingkat kata.

Ada beberapa wilayah atau negara yang menggunakan sistem penulisan macam ini seperti Cina, tulisan-tulisan Hieroglif Mesir dan juga sistem penulisan paku awal.

Hanya saja, dalam teori logo, istilah logomark lebih banyak digunakan dibanding logogram.

Intinya, logogram adalah suatu cara merancang sebuah desain, logo khususnya, agar terlihat minimalis namun tetap menarik.

Banyak perusahaan yang menggunakan jenis logo macam ini dengan tujuan untuk meningkatkan penetrasi merk atau brand ditengah-tengah masyarakat.

Lantas, apa sih perbedaannya?

Perbedaan dua istilah diatas, lebih tepatnya tiga, terletak pada bentuk atau elemen yang ada dalam logo. Agar lebih paham, baca uraian singkat dibawah ini:

  • Logotype adalah sebuah logo yang didalamnya berisikan teks yang jadi brandmark perusahaan. Banyak organisasi punya kecenderungan menggunakan logotype sementara banyak perusahaan yang menggunakan logomark. Meski ini subjektif sih menurut saya dan belum didukung oleh penelitian yang sahih dan bisa dipercaya
  • Sebaliknya, logomark adalah sebuah logo yang tidak melibatkan teks dan hanya menggunakan simbol, ikon atau karakter khusus lainnya
  • Intinya begini, logotype adalah logo yang fokus pembuatannya ada pada nama perusahaan atau insial. Sebaliknya, logomark adalah logo yang fokus pada gambar simbolik atau ikon yang menggambarkan perusahaan itu sendiri. Dua-duanya adalah logo yang jadi identitas merk atau sebagai perwakilan brand.

Jadi, apabila anda bertemu desainer dan ia bertanya jenis logo apakah yang diinginkan oleh anda, sebagai klien?

Sebenarnya mereka bertanya model logo apa yang diminta apakah logo teks [logotype] atau logo gambar [logomark].

Kadang juga, logotype sering disebut wordmark atau letermark yang sudah saya ulas diartikel sebelumnya tentang jenis logo yang harus diketahui desainer grafis.

Sebaliknya, logomark kadang disebut sebagai logo bergambar [pictorial logos] atau logo bersimbol [logo symbols].

Ada beberapa contoh logotypes seperti logo Google, Visa, Coca-cola, Grab dan lain sebagainya.

Sementara, contoh logomark bisa dilihat dari logo yang digunakan oleh Twitter, Apple, Gojek dan lain sebagainya.

Selain logomark dan logotype dikenal juga istilah combination mark atau pengkombinasian antara dua bentuk logo yang sudah saya jelaskan diatas.

Logo kombinasi ini melibatkan teks dan simbol atau gambar. Artinya, teks dan gambar dibuat dalam satu desain.

Di Indonesia, banyak perusahaan yang menggunakan logo kombinasi ketimbang logomark atau logotype saja.

Hal ini bisa dilihat dari logo yang digunakan oleh Pertamina [BUMN], GoJek, Bulog, Bank BRI, MNC Grub, Dua Kelinci dan lain sebagainya.

Penutup

Berbicara tentang logo tidak saja berbicara tentang tampilan visual saja alias apa yang terlihat setelah logo itu jadi dan siap digunakan.

Dengan kawta lain, logo bukan apa yang terlihat tetapi apa yang membentuknya, bagaimana proses pembuatannya, apa pesan yang tersimpan didalamnya dan lain sebagainya.

Jika ada dari anda yang mau menambahkan penjelasan diatas untuk melengkapi artikel ini silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang pengertian & perbedaan Logotype, Logomark dan Logogram. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *