Pengertian, Persamaan & Perbedaan Grafiti dan Mural

Dalam beberapa kesempatan, grafiti dan mural sering dianggap sama meski ada perbedaan teknis antara keduanya.

Mengapa sering dianggap sama? Karena dua seni jalanan diatas sama-sama menggunakan dinding sebagai medianya.

Entah itu dinding dari bangunan yang jadi fasilitas publik, dinding rumah, jalanan, ruang privat dan lain sebagainya.

Karena itu, tak jarang dalam pengaplikasiannya dianggap sebagai bagian dari vandalisme yang dilakukan orang-orang tak bertanggungjawab.

Vandalisme sendiri adalah aktivitas merusak atau menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya.

Jika mural itu ditempatkan di ruang publik atau lokasi tertentu, dianggap oleh beberapra oang bisa merusak keindahan aslinya.

Apalagi jika grafiti dan mural itu berupa kritikan kepada pemerintah atau ketidakpuasan terhadap penegakan hukum.

Ini terlihat dari mural di beberapa tempat di Indonesia seperti Mural dipaksa sehat di negara yang sakit, mural Jokowi 404 Not Found dan lain sebagainya.

Namun artikel ini tidak dibuat untuk menyoroti seni dibalik mural yang dihapus Satpol PP atau Polisi melainkan perbedaan antara grafiti dan mural itu sendiri.

Penasaran letak perbedaannya dimana? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis. Sebelum itu, baiknya saya bahas dulu pengertiannya satu per satu.

1. Apa itu Grafiti?

Perbedaan Grafiti dan Mural

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Grafiti adalah coretan dalam berbagai bentuk seperti kata, simbol dan lain sebagainya.

Termasuk juga warna yang terdapat pada tembol atau dinding properti umum. Pengertian diatas kemudian melahirkan dua istilah grafiti penting tentang grafiti, seperti:

  • Grafiti geng yang merupakan grafiti bertuliskan nama geng atau nama kelompok tertentu
  • Grafiti penandaan yang bertuliskan nama atau tanda khas pembuatnya yang bisa dibaca oleh seniman grafiti lain.

Secara etimologis, grafiti berasal dari bahasa Italia, Grafitto yang berati sebuah catatan, dari kata Graffio dengan arti goresan atau coretan.

Sementara, aktivitas membuat goresan atau coretan tersebut disebut graffiare yang berarti mencoret-coret.

Hanya saja, jika ditelusuri lebih jauh, istilah Graffito berasal dari bahasa Yunani, Graphein yang berarti menggores, menggambar atau melukis.

Istilah grafitty awalnya berarti prasasti kuno yang dibuat dari kata-kata atau gambar fitur yang ada di dinding makam kuno, bangunan umum atau di reruntuhan bangunan tua.

Penggunaan istilah ini sendiri sudah berkembang selama berabad-abad yang merujuk pada teks atau grafit yang ditempatkan di satu permukaan.

Graffiti pertama ditemukan di bayak tempat kuno dan kebiasaan ini sangat populer di kalangan bangsa rowami.

Dan hari ini, grafiti dianggap sebagai salah satu bentuk komunikasi visual, yang dibuat legal atau tidak, dan lokasinya sering ditemukan di ruang publik.

Pembuatnya bisa individu atau sekelompok orang, untuk berkomunikasi dengan seniman atau pembuat grafiti lainnya.

Mayoritas gaya dan frasa dalam grafiti berupa simbol yang dibuat dengan cat semprot sebagai bentuk ekspresif atas sesuatu.

2. Apa itu Mural?

Perbedaan Grafiti dan Mural

Mural, dalam KBBI, diartikan sebagai lukisan pada dinding. Lukisan, dalam konteks ini, diartikan sebagai gambar dua atau tiga dimensi.

Istilah ini diambil dari bahasa Inggris, Mural yang berarti lukisan dinding. Kata itu sendiri diambil dari kepenedakn mural painting, yang berarti lukisan dinding sebuah bangunan.

Secara etimologis, mural berasal dari bahasa latin, Muralis yang berarti dari dinding yang diserap dari bahasa Latin Kuno, Murus atau bisa juga disebut Moiros dan Moerus.

Baca Juga:

Intinya, mural adalah lukisan yang diaplikasikan dan dibuat menyatu dengan permukaan dinding atau langit-langit bangunan.

Termasuk juga lukisan yang dibuat di atas ubin yang dibakar meski berbeda dengan mosaik kecuali jika mosaik tersebut merupakan bagian dari skema lukisan yang dibuat.

Mural sendiri secara inheren berbeda dengan semua bentuk seni gambar lainnya karena secara organik terhubung sama dunia arsitektur.

Pemilihan warna, desain tematik dan perawatan dapat secara langsung mengubah proporsi bangunan secara spasial.

Dengan demikian, mural jadi satu-satunya bentuk lukisan dinding yang bentuknya tiga dimensi karena ia dimodifikasi dan mengambil bagian dari ruang tertentu.

Dalam sejarahnya, teknik lukisan mural telah banyak digunakan mulai dari encaustick, tempera, fresco, keramik, cat minyak di atas kanvas, sampai silitan dan enamel porselen yang dibakar.

Pada awalnya, terlebih di zaman Yunani-Romawi Klasik, media yang paling banyak digunakan adalah encaustik.

Encaustic sendiri adalah teknik pembuatan ukisan dimana lilin dipanaskan untuk menghasilkan pigmen warna.

Perbedaan Grafiti dan Mural

Lantas, apa sih perbedaan grafiti dan mural? Penasaran, kan? Jika iya, lihat tabel dibawah ini:

Dasar perbedaanGrafitiMural
PengertianGrafiti adalah coretan dinding yang berisikan simbol kata dan merupakan bentuk komunikasi dengan seniman grafiti lainMural adalah lukisan dinding yang dibuat dalam perspektif tiga dimensi
Tujuan pembuatanGrafiti dibuat sebagai bentuk komunikasi dengan seniman lainMural dibuat sebagai bentuk komunikasi dengan masyarakat umum
BentukSeni rupa kontemporer namun sulit dibacaSeni rupa kontemporer dan mudah dimengerti
KarakteristikTeks dengan berbagai bentuk atau modelGambar atau lukisan yang ada di dinding
PembuatanDibuat dari cat semprop, spidol, rol cat, alat etsa dan lain sebagainyaKus, cat dan alat lukis dinding lainnya
PersamaanSama-sama dibuat di dindingDibuat di dinding bangunan

Perbedaan paling jelas pada tujuan pembuatannya dimana grafiti mayoritas dibuat untuk berkomunikasi sama seniman grafiti lain.

Mural juga dianggap sebagai bentuk komunikasi visual tapi, bentuk komunikasinya lebih luas yakni ke masyarakat pada umumnya.

Proses pembuatannya sama begitu juga dengan media yang digunakan. Meski tak jarang keduanya dianggap sebagai bagian dari vandalitas.

Mengapa demikian? Karena sering dibuat di malam hari, pembuatnya anonim dan menggunakan bangunan publik tanpa izin.

Karena itu tak heran jika terkadang juga dua bentuk seni diatas dianggap sebagai bentuk komunikasi antar seniman jalanan.

Elemen utama dari grafiti ada pada anonimitas. Ini kembali ke sifat ilegal grafiti itu sendiri dimana pembuatnya pakai nama samaran.

Semuanya bermula pada awal tahun 70-an dimana pembuatan grafiti hanya terdiri dari 5-6 huruf untuk mengidentifikasi nama pembuatnya.

Terlihat juga dari bentuknya dimana grafiti terbatas pada simbol teks saja yang tentu saja berbeda dengan mural yang dibuat lebih bebas.

Selain perbedaan, tentu saja ada persamaan antar mural dan grafiti ada pada media pembuatannya dimana sama-sama dibuat dari dinding.

Penutup

Sampai disini sudah tahu kan letak perbedaan mural dan grafiti? Termasuk juga pengertian dan persamaannya.

Dengan demikian, saat melihat gambar atau lukisan yang ada di satu tembok, dengan melihat karakteristik gambar anda sudah tahu kalau itu mural atau grafiti.

Demikian artikel tentang pengertian, persamaan & perbedaan grafiti dan mural. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar