Perbedaan Fotografi Makro, Mikro dan Close Up

Tiga aliran fotografi diatas yakni fotografi makro, mikro dan close up punya banyak kesamaan sehingga banyak orang bingung perbedaannya dimana.

Artinya, jika gaya fotografi sudah disebut genre, maka harus ada batasan yang jadi pembeda antar setiap aliran fotografi tersebut.

Salah satu topik yang selalu jadi perbincangan hangat adalah fotografi makro, fotografi mikro dan fotografi close-up.

Itulah yang kemudian jadi dasar atau alasan mengapa artikel ini saya buat. Karena itu, untuk anda yang penasaran perbedaan foto makro, mikro dan close up, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu Fotografi Makro?

Perbedaan Fotografi Makro, Mikro dan Close Up
via adorama.com

Fotografi makro adalah salah genre dalam dunia fotografi yang fokus utamanya adalah untuk memperbesar objek dalam foto.

Karena definisinya yang serupa, banyak orang yang sulit membedakan mana foto makro dan mana foto mikro.

Sebenarnya, foto makro dan mikro menggunakan pendekatan yang sama. Perbeadaan utama hanya ada kata atau istilahnya.

Dari konsep ini, dipahami kalau foto makro mengacu pada sesuatu yang besar atau diperbesar sementara mikro mengacu sesuatu yang kecil.

Baca Juga:

Dan gaya fotografi satu ini memungkinkan subjek atua objek foto mengisi sebagian atau seluruh bingkai sehingga detail dari subjek terlihat jelas.

Sementara, apabila ambil foto mikro, maka seluruh bingkai akan terlihat sehingga audiens atau orang-orang tidak sadar betapa kecilnya subjek yang di foto.

Perbedaan utama mungkin saja ada pada lensa kamera yang digunakan. Dan inilah yang jadi pembeda dengan jenis fotografi lain.

Artinya, jika mau buat foto makro, harus pakai lensa khusus, yang harganya cenderung mahal. Sehingga, detail kecil bisa terlihat.

Misalnya, saat ambil foto tekstur kelopak bunga atau kepala serangga. Hanya saja, skala pembesaran lensa makro terbatas pada 1:1.

2. Apa itu Fotografi Mikro?

Perbedaan Fotografi Makro, Mikro dan Close Up
via newatlas.com

Fotografi makro adalah aktivitas fotografi yang fokus untuk mengabadikan objek berukuran kecil sehingga terlihat besar di foto.

Mengacu pada definisi diatas, maka fotografi makro ini punya ciri khas yang sama dengan fotografi mikro diatas. Perbedaannya mungkin ada pada skala pembesaran foto.

Artinya, jika dalam foto makro skalanya hanya 1:1 maka pada fotografi mikro skalanya bisa 20:1 atau lebih.

Karena level pembesaran objeknya yang besar, maka cara kerja fotografi makro sama seperti saat anda menggunakan mikroskop.

Dengan demikian, objek yang di foto akan terlihat 20 kali lebih besar di banding ukuran sebenarnya.

Dan aliran fotografi satu ini tidak bisa dilakukan dengan kamera biasa karena pada dasarnya foto makro adalah penggabungan kamera dengan mikroskop diatas.

Awalnya, istilah makrofotografi digunakan untuk menggambarkan aktivitas fotografi organisme mikroskopis seperti protozoa, krustasea mikroskopis, dan organisme bersel tunggal lainnya.

Pengambilan foto tersebut menggunakan kamera mikroskop majemuk menggunakan kamera film gambar diam dan bergerak.

Bahkan, lebih jauh lagi, dimana aktivitas ini juga digunakan untuk menangkap gambar senyawa dan elektron.

Selain untuk tujuan fotografis, juga digunakan sebagai penelitian atau memperlihatkan penampakan sampel tertentu.

Seperti eubacteria, Archaeabacteria, Chromista mikro-seluler dan organisme lain yang tidak terlihat menggunakan mata manusia

Dan dalam perkembangannya kemudian, istilah ini secara kolektif digunakan untuk menggambarkan aktivitas fotografi dengan nilai pembesaran lebih dari makro.

3. Apa itu Fotografi Close Up?

Close Up Foto, Video dan Film
via milujemefotografii.cz

Selain foto makro dan mikro, fotografi close up juga erat kaitannya dengan pembesaran subjek meski terbatas pada rasio tertentu.

Hanya saja, banyak orang yang bingung perbedaannya dimana. Intinya, fotografi close up adalah genre yang fokus untuk mengambil gambar subjek dan memperbesar ukurannya.

Biasanya, subjek foto berukuran kecil seperti tanaman atau serangga termasuk juga mata atau wajah subjek.

Perbedaan antara close up photography atau fotografi jarak dekat dengan dua istilah diatas mungkin sedikit kontras.

Alasannya sederhana karena close up photography tidak ada definisi pastinya. Karena istilah ini juga cukup jemuk.

Dengan demikian, foto apapun yang memperlihatkan subjek lebih dekat atau lebih detail maka ia bisa disebut foto close-up.

Ulasan lebih lengkap soal foto close up termasuk jenis, tujuan dan contoh sudah saya bahas di artikel sebelumnya. Untuk membacanya, klik disini.

Perbedaan Foto Makro, Mikro dan Close Up

Lantas, dimana perbedaan foto makro dan mikro? Termasuk foto makro dan close up serta foto mikro dan close up? Lihat tabel dibawah ini:

PerbedaanFoto makroFoto MikroFoto Close up
DefinisiFoto makro adalah aliran fotografi yang fokus mengambil foto objek dalam jarak dekatFoto mikro adalah aliran fotografi yang fokus untuk mengambil foto objek yang ukurannya tak terlihat mata manusiaFoto close up adalah foto proses pengambilan foto jarak dekat dengan ukuran framing tertentu
Rasio pembesaran minimal1:12:11:2
Ukuran objekDua kali lebih besarTiga kali lebih besarSatu kali lebih besar
Harga lensaMahalSangat mahalCukup mahal

Perbedaan paling jelas terlihat pada pada rasio pembesaran karena rasio ini adalah cara paling akurat untuk mengukur seberapa besar subjek terlihat di foto.

Artinya, ada batasan rasio pembesaran antara fotografi makro, mikro dan close up yang bisa dilakukan sensor kamera.

Poin ini juga terkait dengan foto dirender yang mempengaruhi tampilan visual yang juga mempengaruhi skala foto itu sendiri.

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas dimana rasio foto makro minimal 1:1. Artinya, objek yang di foto di kehidupan nyata bisa jadi diameternya hanya 2 cm.

Contoh paling sederhana saat ambil foto koin picis kembalian di Indomaret. Dengan foto makro, maka koin itu ukurannya terlihat lebih besar di senosr kamera.

Intinya, fotografi makro membuat gambar tampak beberapa kali lebih besar di banding ukurannya sebenarnya atau di kehidupan nyata.

Mayoritas kamera saat ini menyediakan fitur foto makro yang memungkinkan kamera secara otomatis untuk fokus pada benda didepannya.

Disisi lain, fitur yang sama juga digunakan fotografer saat ambil foto close-up. Alasannya sederhana karena rasio pembesarannya yang kecil jadi tidak perlu pakai lensa makro khusus.

Disisi lain, apabila rasio pembesaran foto kurang dari 1:1 misalnya, 1:2, 1:3, 1:100, 1:1000 dan seterusnya maka ia masuk kategori fotografi close up.

Angka pertama dalam rasio menunjukkan seberapa besar objek muncul di sensor kamera dan angka berikutnya mewakili nilai besar objek yang muncul di sensor kamera.

Angka kedua mewakili seberapa besar ukuran foto di kehidupan nyata. Artinya, jika anda ambil foto Kucing dengan rasio 1:1000 maka ukurannya 1.000 kali lebih besar dari aslinya.

Disisi lain, rasio pembesarannya lebih dari 1:1, misalnya 2:1, 5:1, 20:1 maka foto tersebut masuk kategori fotografi mikro.

Prinsip pembesarannya sama dengan mikro atau foto close up. Hanya saja, ukuran objek yang di foto jauh lebih kecil dari ukuran yang terlihat di sensor kamera.

Penutup

Prinsip utama dari tiga istilah diatas adalah membesarkan objek dalam bentuk foto sehingga bisa terlihat oleh mata manusia.

Dengan atau tanpa melibatkan peralatan tambahan. Dengan harapan, detail halu akan terlihat daripada bentuk aslinya.

Demikian artikel tentang perbedaan fotografi makro, mikro dan close up. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar