Perbedaan Fotografi Dan Fotografer

3 Likes Comment
perbedaan fotografi dan fotografer

Meski perbedaan dua istilah enggak terlalu kontras, masih banyak orang yang belum tahu perbedaan fotografi dan fotografer.

Soal ini enggak mengherankan karena enggak semua orang wajib tahu perbedaannya terlebih untuk mereka yang masih awam dalam dunia fotografi.

Dengan demikian, pengertian ini perlu dijelaskan baik secara definitif atau tidak supaya masyarakat awam tidak bingung lagi perbedaannya.

Bagi saya pribadi, fotografi dan fotografer adalah dua hal yang tidak akan pernah bisa dipisahkan satu dengan yang lain, untuk tujuan apapun.

Artinya, dua istilah itu adalah satu kesatuan yang tanpanya, manusia tidak akan pernah bisa melihat citra atas sesuatu dalam bentuk foto, termasuk dirinya sendiri.

Dan untuk anda yang belum tahu perbedaan antara fotografi dan fotografer, di artikel kali ini saya hendak mengulas perbedaan dua istilah di atas.

Perbedaan Fotografi Dan Fotografer

Mempertanyakan dua perbedaan diatas secara tidak langsung hendak mempertanyakan pengertian fotografi dan fotografer itu sendiri.

Maksudnya begini, sebelum mengetahui perbedaannya hal pertama yang harus diketahui oleh anda adalah pengertian atau definisinya.

Dari situlah anda bisa tahu letak perbedaannya. Lantas apa sih perbedaan fotografi dan fotografer? Mengapa dua istilah ini tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain?

Pasti penasaran kan jawabannya? Tanpa berlama-lama, berikut artikelnya untuk anda.

1. Fotografi

Sebenarnya, definisi fotografi sudah saya ulas secara lengkap di salah satu artikel saya yang berjudul fotografi adalah: pengertian, sejarah dan penerapan.

Di artikel itu sudah saya jelaskan pengertian fotografi baik secara general dan teknis, termasuk unsur-unsur pendukungnya.

Agar anda tidak repot, biar saja ulas benang merah artikel tersebut dibawah ini.

a. Pengertian fotografi secara umum

Intinya begini, fotografi adalah ilmu yang secara khusus mempelajari seni menangkap cahaya menggunakan perangkat yang disebut kamera.

Tanpa kamera, kegiatan fotografi itu enggak ada. Dan sejarah penemuan kamera adalah sejarah yang amat panjang dimulai dari kesadaran akan adanya fenomena optik alami yang timbul dari sinar ultraviolet.

Dari kesadaran inilah para ilmuwan dan filsuf mulai membuat alat berbentuk kotak yang menampilkan refleksi terbalik dari objek.

Pada waktu itu, kotak tersebut diberi nama kamera lubang jarum [penamaan diberikan oleh masyarakat modern].

Kamera lubang jarum ini menjadi cikal bakal kamera Obscura. Kamera obscura jadi cikal bakal Daguerreotype, Kodak hingga kamera modern yang anda pegang sekarang ini.

Secara definitif, fotografi adalah kata serapan dari Bahasa Inggris, photography. Kata photography juga merupakan kata serapan dari gabungan dua kata Yunani yakni:

  • Photos yang berarti cahaya, dan
  • Graphos yang berarti menulis atau melukis

Dengan demikian, fotografi adalah kegiatan menulis atau melukis cahaya. Agar terdengar srek maka dapat disebut sebagai seni melukis cahaya menggunakan kertas peka cahaya atau film.

Hasil akhir dari kegiatan melukis cahaya itu disebut foto baik yang sudah di cetak diatas kertas atau yang tersimpan secara digital di server serta tempat penyimpanan lain entah itu komputer, ponsel, memory card dan lain sebagainya.

Disisi lain, tanpa adanya cahaya, foto tidak akan bisa di hasilkan. Tanpa cahaya, dalam konteks ini cahaya alami dari matahari, maka kehidupan enggak akan ada; fotografi dan kamera juga gak bakal ditemukan.

Dunia fotografi juga sudah mengalami perkembangan yang pesat akhir-akhir ini. Salah satu contohnya adalah dengan lahirnya berbagai genre, penelitian yang melibatkan dunia fotografi entah itu untuk eksplorasi luar angkasa atau untuk foto materi terkecil seperti proton dan atom.

perbedaan fotografi dan fotografer
Foto yang memperlihatkan sebutir atom Stronsium yang terperangkap dalam medan elektrik. Foto ini memenangkan salah satu kontes foto terpopuler di UK pada tahun 2018 dan digagas oleh The Engineering and physical Sciences Research Council [EPSRC] dan diambil menggunakan kamera Canon 5D Mark II DSLR dengan lensa Canon EF 50mm f/1.8 via National Geographic
Bagi saya pribadi, kamera adalah objek partikular atau penyebab tunggal dari semua kegiatan fotografi. Artinya, kamera telah melahirkan ilmu baru dan juga kegiatan baru.

Ilmu baru itu disebut fotografi sementara kebiasaan baru disebut fotografer. Artinya, fotografer adalah salah satu cara menerapkan ilmu fotografi pakai kamera.

b. Jenis-jenis fotografi

Ada dua hal penting yang harus diketahui saat anda bertanya tentang jenis-jenis fotografi. Yakni, jenis yang merujuk pada genre seperti yang banyak dibicarakan orang-orang dan jenis ilmunya.

Agar anda lebih paham dua jenis ini, berikut penjelasannya untuk anda.

a. Jenis fotografi berdasarkan genre

Yang pertama adalah jenis fotografi yang merujuk pada genre atau aliran fotografi yang ditekuni seseorang. Soal ini juga sudah saya ulas di salah satu artikel saya yang berjudul 28+ genre fotografi.

Dengan kata lain, jenis fotografi ini tidak saja mengacu pada jenis-jenis ilmu fotografi. Karena ilmu ini tunggal, spesifik, teknis dan berpaku penuh pada kreativitas.

Meski demikian, semua aspek diatas tetap bisa diajarkan atau dipelajari secara ilmiah di sekolah atau kampus.

Dan ini secara langsung berkontribusi pada dunia fotografi termasuk industri lensa, kamera dan lain sebagainya.

b. Jenis ilmu fotografi

Dilihat dari penerapannya yang sudah sangat luas, ada beberapa jenis ilmu fotografi yang berkembang saat ini, seperti:

  • Fotomikrografi yang merupakan seni atau teknik mengambil foto lewat mikroskop
  • Fotogrametri yang merupakan kegiatan mengambil foto dari udara menggunakan pesawat terbang
  • Fotogenik yang merupakan salah satu teknik yang merujuk pada wajah dan sikap tubuh agar bisa menghasilkan foto yang bagus dan menyenangkan
  • Fotografi forensik yang merupakan seni atau teknik mengambil foto tentang segala hal berkaitan dengan hukum
  • Fotogravur yang merupakan seni untuk menghasilkan ukuran pada permukaan logam dengan bantuan cahaya yang lazim digunakan untuk mencetak
  • Astrofotografi yang merupakan seni untuk mengambil foto astronomi entah itu dari dalam bumi atau luar bumi
  • Refotografi yang merupakan seni menggabungkan dua foto dulu dan kini seperti yang baru-baru ini viral dengan konsep 10 Years Challenge
  • Dan lain sebagainya

2. Fotografer

Lantas, apa yang dimaksud dengan fotografer? Secara umum, fotografer merujuk pada istilah saat dimana orang-orang mengambil foto pakai kamera.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], fotografer punya empat kata sinonim, yakni:

  • Juru foto
  • Tukang potret
  • Pemotret
  • Juru potret
  • Dan fotografer itu sendiri

Dengan demikian, fotografer adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengambil foto menggunakan kamera.

Artinya, fotografer itu enggak merujuk pada subjek tunggal saja seperti aku atau sesuatu yang sifatnya pronomina subjek.

Kadang fotografer itu merujuk pada satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih yang sedang melakukan kegiatan melukis cahaya.

Kegiatan melukis cahaya ini adalah satu-satunya cara menerapkan ilmu fotografi secara langsung menggunakan alat penangkap cahaya.

Dengan kata lain, fotografer adalah seseorang atau sekelompok orang yang menerapkan atau mengaplikasikan ilmu fotografi di dalam kehidupan nyata.

Singkatnya, fotografer adalah orang yang bertugas mengambil foto suatu objek entah itu manusia, alam dan lain sebagainya.

Dengan demikian, seorang astronom yang bertugas mengambil foto nebula atau benda-benda luar angkasa lain pakai teleskop dapat disebut fotografer.

Alasannya karena sang astronom dalam kegiatannya menghasilkan satu atau lebih foto. Maka ia layak menyandang predikat sebagai fotografer.

a. Teknik fotografer

Teknik fotografi mencakup semua metode atau cara menghasilkan foto yang bagus. Artinya, teknik inilah yang banyak digunakan oleh fotografer saat mengambil foto.

Seperti yang saya sebutkan diatas, ilmu fotografer itu sangat fleksibel tetapi cukup teknis. Tanpa gelar akademik pun seseorang bisa menghasilkan foto yang bagus.

Apalagi jika kegiatan fotografi itu untuk tujuan komersial kepada client atau orang yang menggunakan jasa fotografer.

Secara umum, ada beberapa teknik yang biasa digunakan fotografer saat mengambil foto, diantaranya:

  • Fokus
  • Exposure atau paparan
  • Diafragma atau aperture
  • Kecepatan rana [shutterspeed]
  • ASA dan ISO
  • Dan lain sebagainya

Soal ini sudah saya jelaskan pada salah satu artikel saya yang berjudul panduan dasar belajar fotografi otodidak untuk pemula.

b. Istilah teknis

Istilah teknis yang saya maksud disini merujuk pada sifat fotografer saat melaksanakan kegiatan fotografer, diantaranya:

  • Fotografer amatir yang adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengambil foto untuk tujuan pribadi menggunakan peralatan kamera seadanya. Selfie masuk dalam kegiatan ini meski selfie hanyalah satu dari sekian jenis atau genre fotografi yang objek fotonya fokus pada wajah secara monoton dengan berbagai ekspresi
  • Fotografer professional adalah seseorang atau lebih yang mengambil foto untuk tujuan komersial, bisnis misalnya. Artinya, fotografer profesional adalah orang-orang yang memang berkecimpung dalam dunia fotografi dan itulah yang menjadi pekerjaan mereka. Hasil fotografi, dalam hal ini foto, biasanya diberikan pada redaksi, klien atau pihak-pihak lain yang membutuhkan.
c. Tugas fotografer

Lantas apa saja tugas seorang fotografer? Dalam konteks yang lebih luas, ada banyak sekali tugas fotografer, diantaranya:

  • Jika fotografi merupakan seni menggambar dengan kamera maka tugas dan peran fotografer adalah mengambil foto atau membuat foto baru
  • Berkomunikasi dengan klien untuk mengetahui ekspektasi atau visi klien tentang foto yang ingin di hasilkan
  • Menentukan rencana pengambilan foto
  • Menentukan tempat pengambilan foto entah itu in-door atau out-door
  • Memilih angle yang tepat sesuai dengan kondisi
  • Menyiapkan studio atau tempat pengambilan foto
  • Mencetak foto untuk diberikan kepada klien
  • Menyewa jasa orang lain untuk meningkatkan entitas pekerjaan seperti make up artist atau digital retoucher
  • Dan lain sebagainya
d. Hasil fotografer

Ada banyak sekali hasil fotografi yang bisa anda lihat sekarang ini, berikut beberapa diantaranya:

  • Fotografi alam liar atau yang disebut juga dengan Wild photography

    fotografi alam liar
    via naturalworldsafaris.com

  • Photography Macro atau fotografi makro

    fotografi makro
    via adorama.com

  • Photojournalist atau yang disebut jurnalis foto

    photojournalist
    via dpreview.com

  • Foto luar angkasa yang diambil pakai Teleskop

    foto luar angkasa
    Foto yang diambil oleh Herschel Space Observatory dari Badan Antariksa Eropa yang memperlihatkan penampilan nebula Rosette dengan jarak 5.000 tahun cahaya dari Bumi via NASA.gov

  • Rooftopping foto diatas gedung tinggi yang ada di perkotaan. Genre ini pertama kali diperkenalkan oleh Tom Ryaboi

    Perbedaan fotografi dan fotografer
    via vagabondish.com

  • Fotografi baby born

    Perbedaan fotografi dan fotografer
    via studiobambino.co.uk

  • Dan lain sebagainya
Question and Answer [QnA]

Ada beberapa poin yang sebenarnya belum saya bahas diatas karena beberapa alasan. Untuk itu saya ulas secara terpisah dalam QnA dibawah ini:

1. Bagaimanakah proses terjadinya sebuah foto ?

Secara umum, ada beberapa tahap atau proses terjadinya foto, diantaranya:

  • Foto terbentuk akibat cahaya yang jatuh ke permukaan atau media perekam [film atau sensor digital] sehingga terbentuk citra di atas permukaan media perekam tersebut
  • Dengan media perekam, citra tersebut terbentuk oleh reaksi kimia, pada film citra ini disebut proses analog. Sedangkan pada media sensor digital, dibentuk oleh pulsa-pulsa elektronik [proses digital]
  • Elemen terkecil pada film disebut butir film atau grain sementara sensor digital disebut picture element atau pixel
2. Faktor apa saja yang menentukan terjadinya sebuah citra di atas media perekam?

Secara umum, ada 3 faktor yang menentukan terjadinya citra diatas media perekam, diantaranya:

  • Jumlah cahaya yang jatuh di atas media perekam yang disebut dengan istilah kuat cahaya atau iluminasi
  • Kepekaan media perekam yang digunakan dan dinyatakan dalam satuan ISO (International Standard Organiztion), ASA (American Standard Association) dan DIN (Deutsche Industrie Normal)
  • Kalau jumlah cahaya yang jatuh di atas media perekam berpadanan dengan kepekaan media perekamnya maka fotografer akan memperoleh gambar yang baik berdasarkan exposure atau paparan cahaya. Artinya, di atas media perekam tersebut akan foto yang jernih dan terang
3. Bagaimana cara menjadi fotografer?

Untuk menjadi fotografer tentu anda harus belajar fotografi. Jika pengen serius terjun ke dunia fotografi barulah anda buka studio foto sendiri untuk menjalankan kegiatan tersebut secara profesional.

4. Apakah fotografer termasuk profesi?

Ya dan benar. Fotografer adalah sebuah profesi sama seperti dokter, wartawan atau jurnalis atau profesi lain seperti Guru.

Karena sudah banyak sarjanawan atau diploma jurusan Fotografi saat ini. Dan mereka-mereka inilah yang membuat fotografer dianggap sebagai sebuah profesi.

5. Apa yang dimaksud dengan shutter speed pada kamera?

Shutter speed atau kecepatan rana adalah sebuah istilah yang merujuk pada waktu shutter terbuka untuk mengontrol cahaya yang masuk ke dalam lensa.

Pengertian shutter speed ini sudah saya ulas dengan cukup teknis di salah satu artikel saya yang berjudul panduan dasar belajar fotografi untuk pemula.

6. Mengapa Pencahayaan merupakan unsur utama dalam fotografi?

Masih ingat penekanan yang saya lakukan pada poin di atas pada segmen pengertian kamera? Mudah-mudahan masih.

Tanpa cahaya, anda enggak akan bisa menghasilkan foto. Disisi lain, sekalipun ada cahaya, kalau anda enggak punya perangkat yang mampu menangkap cahaya maka sama saja.

Cahaya adalah poin kunci dari kegiatan fotografi karena tanpa cahaya kegiatan fotografi enggak akan ada, begitu juga dengan profesi fotografer termasuk kamera entah itu DSLR atau kamera ponsel.

7. Berapa gaji seorang fotografer?

Gaji adalah pendapatan bersih yang didapat seseorang saat bekerja. Jika seorang fotografer bekerja pada sebuah studio fotografi profesional maka ia akan mendapatkan Gaji.

Gaji fotografer ini merujuk pada penghasilan aktif yang ia dapat setiap bulan secara rutin. Sementara, kalau merujuk pada fotografer secara umum, entah yang pro atau amatir, mereka enggak punya gaji tetap.

Apalagi yang sedang berusaha merintis studio fotografi sendiri. Sebab, penghasilannya mereka bergantung pada jumlah klien.

Jika kliennya enggak ada maka penghasilan fotografer kosong bahkan minus. Jika kliennya banyak penghasilannya juga banyak.

Disisi lain, jika merujuk pada fotografer freelance yang menjual hasil karyanya di situs jual beli foto, maka gaji yang ia peroleh sifatnya pasif.

Sebab bergantung pada ambang batas pembayaran platform. Jika ia sudah berhasil mengumpulkan $100 per bulan sementara ketentuan payment threshold platform adalah $100 berarti si fotografer freelance sudah bisa gajian tiap bulan dari jualan foto.

Tetapi, jika merujuk pada fotografer profesional yang sudah terkenal, gaji sekali potretnya bisa sangat tinggi.

Dalam beberapa kasus bisa mencapai Rp. 1 juta hingga 5 juta sekali foto. Namun, gaji tersebut bukanlah pendapatan bersih.

Karena fotografer profesional biasanya melibatkan banyak orang atau team seperti make up artist, digital retoucher dan lain sebagainya.

8. Apa yang harus dilakukan fotografer pemula?

Jika anda fotografer pemula, dalam artian anda sudah punya kamera, hal pertama yang harus dilakukan oleh anda adalah belajar fotografi dari teknik paling dasar.

Setelah itu barulah belajar memilih angle, objek foto, mengatur shutter speed, ISO dan aperture dan lain sebagainya.

9. Mana penyebutan yang tepat, Fotografer apa Photografer?

Fotografer adalah pedanan bahasa Indonesia yang diserap dari istilah bahasa Inggris seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Dengan kata lain, penyebutan yang tepat adalah fotografer.

10. Apa saja yang dibutuhkan fotografer?

Bagi saya pribadi, ada banyak sekali kebutuhan seorang fotografer. Jika anda masih pemula, kebutuhan anda mungkin masih sedikit, seperti:

  • Kamera
  • Lensa
  • Objek foto

Sementara, jika anda sudah berkecimpung ke dunia fotografi secara profesional, kebutuhan anda makin banyak diantaranya:

  • Kamera
  • Lensa
  • Studio foto
  • Lighting atau pencahayaan
  • Tim
  • Dan lain sebagainya
11. Bagaimana cara fotografer menghasilkan uang?

Ada banyak cara menghasilkan uang bagi seorang fotografer. Dibawah ini akan saya ulas garis-garis besarnya saja, diantaranya:

  • Buka jasa foto dalam berbagai genre entah itu prewedding, wedding fotografer, photojournalist, foto wisuda dan lain sebagainya
  • Buka studio foto sendiri
  • Buka bisnis cetak foto entah itu foto undangan pernikahan dan lain sebagainya
  • Photobooth
  • Jual foto di situs jual beli foto online
  • Dan seterusnya

Penutup

Intinya begini, fotografi itu adalah sebuah ilmu yang orientasinya atau objek studinya berkaitan tentang seni menangkap cahaya.

Dan orang-orang yang menerapkan ilmu tersebut disebut fotografer, yang secara tidak langsung merujuk pada alat yang digunakan untuk menangkap cahaya.

Demikian artikel tentang pengertian dan perbedaan fotografi dan fotografer. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *