Pengertian Warna: Sejarah Singkat, Teori, Jenis dan Kombinasi

Warna adalah persepsi visual manusia yang berasal dari rangsangan sel fotoreseptor oleh radiasi elektromagnetik.

Dan istilah warna mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga anda. Bahkan, mungkin saja, beberapa dari anda sudah mempelajarinya secara otodidak atau ilmiah.

Dengan tujuan praktis untuk meningkatkan skill atau kemampuan di bidang yang ditekuni, desain grafis contohnya.

Sementara, yang lainnya, sekalipun sudah sering mendengar istilah diatas, mungkin belum tahu pengertiannya apa, termasuk teori dan jenis-jenis warna.

Itulah yang kemudian jadi alasan mengapa artikel ini dibuat. Sebelum lanjut, perlu saya tekankan bahwasanya, pendekatan warna yang ada di artikel ini lebih ke seni dan desain.

Karena setiap ilmu pengetahuan, fisika atau kimia misalnya, punya penjelasan yang berbeda-beda soal warna.

Meski semua ilmu itu sepakat bahwa warna adalah persepsi visual manusia sebagaimana yang sudah dijelaskan dibagian atas.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari pengertian warna dalam seni, pengertian warna menurut para ahli dan jenis-jenis warna.

Termasuk juga pengertian warna komplementer, pengertian warna dalam desain grafis, pengertian warna analogus dan pengertian warna sekunder, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Warna

pengertian warna
Gambar via venngage.com

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), warna punya tiga pengertian dasar, yakni:

  • Kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya atau yang lazim disebut corak rupa seperti biru dan hijau
  • Kasta, golongan atau tingkatan yang ada dalam masyarakat
  • Corak dan ragam

Definisi diatas kemudian melahirkan beberapa istilah terkait dengan warna, yang kadang dianggap sebagai gabungan kata, diantaranya:

  • Warna akromatik yang merupakan warna hasil kombinasi antara gelap dan terang seperti hitam, putih atau abu-abu
  • Warna aksen adalah warna yang hidup dan mencolok, dipahami untuk memberi penekanan pada suatu paduan atau skema warna
  • Warna apatetik adalah pola warna penuh tipuan untuk mengelabui predator, dengan menyerupai sifat fisik habitat predator itu sendiri
  • Warna aposem adalah warna peringatan tanda bahaya untuk perlindungan diri
  • Warna asli adalah warna yang didapat dari alam dan bukan hasil buatan atau olahan manusia
  • Warna bahasa yang lazim disebut tingkatan bahasa yang digunakan oleh manusia
  • Warna bunyi adalah sifat khusus yang menjadi dasar perbedaan bunyi vokal ditinjau dari sudut kesan dengar
  • Warna cempaka adalah penyebutan untuk warna kuning seperti pada bunga cempaka
  • Warna dasar atau yang lazim disebut warna primer
  • Warna delima adalah warna merah muda seperti yang terdapat pada biji delima
  • Warna dingin adalah warna dengan nuansa kebiruan
  • Warna hangat seperti warna merah, oranye dan kuning
  • Warna intravital adalah pewarnaan sel hidup tanpa harus membunuhnya
  • Warna komplementer adalah gabungan dua macam warna atau lebih sehingga menghasilkan warna putih
  • Warna kontras adalah warna yang terlihat jelas berbeda dari warna lainnya
  • Warna koral adalah warna oranye kemerahan
  • Warna kromatik adalah warna yang mengandung rona didalamnya
  • Warna lokal adalah bentuk pertunjukan berdasarkan nilai tradisi dan cerita yang dituturkan masyarakat setempat
  • Warna nada adalah suatu sifat nada yang membedakannya dengan nada lain sekalipun tinggi dan tingkat kenyaringannya sama
  • Warna netral adalah warna dasar seperti hitam, putih dan abu-abu atau warna yang mudah dipadukan dengan warna lain
  • Warna primer aditif adalah warna merah, hijau dan biru
  • Warna primer subtraktif adalah penyebutan untuk campuran warna merah, kuning dan biru
  • Warna sari adalah warna dari macam-macam bunga atau kumpulan bermacam-macam karangan, menarik dan bagus yang kadang disebut bunga rampai

Lantas, apa sih pengertian warna yang sebenarnya? Secara umum, warna adalah spektrum sempurna yang terdapat pada cahaya.

Identitas unik suatu warna dapat diketahui berdasarkan panjang gelombang cahaya itu sendiri. Semakin panjang gelombangnya, semakin kuat dan cerah warna tersebut.

Ilmu yang secara khusus mempalajari warna (color science) disebut chromatics atau kromatika yang kadang juga disebut colorimetry atau kolorimeter.

Di KBBI, Kromatika berarti ilmu warna sementara kolorimeter berarti alat untuk mengukur warna dengan cara menakar intensitas tiga warna utama yakni merah, biru dan kuning.

Sejarah singkat

Pengertian warna
Gambar via canva.com

Warna mulai dibicarakan secara ilmiah setelah Aristoteles menyinggungnya. Menurutnya, semua warna berasal dari hitam dan putih.

Ia juga berpendapat bahwa empat warna dasar mewakili tiap elemen atau unsur bumi yakni merah untuk api, biru untuk udara, hijau untuk air dan abu-abu untuk bumi.

Pandangan ini bertahan hingga tahun 1666 setelah Isaac Newton melakukan percobaan prisma untuk memahami warna.

Lewat percobaan itu, Newton mengetahui bahwa Prisma dapat memecah cahaya putih menjadi warna berbeda yang disebut sebagai spektrum.

Baca Juga:

Menariknya lagi, beberapa rekombinasi warna spektral ini juga bisa membentuk warna putih. Dari situlah ia menyadari bahwa spektrum sifatnya kontinu.

Newton kemudian menganalogikan tujuh warna dominan pada spektrum yakni merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Analogi tersebut sebenarnya dibatasi agar sesuai dengan tangga nada musik yakni do, re, mi, fa, sol, la dan si.

Dalam perkembangannya kemudian, warna ditentukan berdasarkan atribut dasar yang bisa diukur yakni hue, value dan chroma atau yang kadang disebut intensitas.

Atribut tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Pater Mark Roger, yang ditulis oleh gurunya, Albert Henry Munson.

Pada tahun 1905, Munson menerbitkan makalah berjudul A Color Notation, dimana ia secara ilmiah mendefinisikan apa itu warna.

Didalamnya juga menjelaskan tiga atribut dasar warna yakni rona [hue], nilai [value] dan kroma [chroma], berikut penjelasannya:

  • Hue adalah warna itu sendiri, yang dalam konteks ini, dianggap sebagai kualitas khas sehingga bisa dibedakan dengan warna lain, biru, hijau dan merah misalnya
  • Value atau nilai adalah titik kecerahan rona berdasarkan kualitas sehingga memungkinkan setiap orang membedakan warna terang dan gelap, dalam perspektif hitam dan putih
  • Kroma atau intenstias yang merupakan kualitas untuk membedakan warna dominan, sensasi warna dari putih dan abu-abu termasuk intensitas corak warna

Teori dan jenis-jenis warna

Pengertian warna
Gambar via timesofindia.indiatimes.com

Teori warna adalah kumpulan aturan dan pedoman yang bisa diterapkan desainer untuk mengkomunikasikan desainnya dengan efektif lewat pemilihan warna yang tepat.

Agar bisa memilih warna yang cocok, desainer boleh memanfaatkan roda warna yang ada dengan mempertimbangkan visualisasi optik manusia, psikologi, budaya dan faktor kunci lainnya.

Sebagai informasi, setelah eksperimen Newton dilakukan, melahirkan beberapa pendapat yang mendasari adanya teori warna.

Salah satu pendapatnya berkaitan dengan persepsi manusia dan bukan kualitas yang sifatnya absolut dari panjang gelombang cahaya.

Pendapat itu memicu lahirnya pengakategorian warna secara sistematis, yang kadang juga disebut dengan jenis-jenis warna seperti warna primer, sekunder, tersier dan netral.

Empat kategori diatas kemudian dianggap sebagai jenis-jenis warna. Meski secara eskplisit, warna punya banyak varian atau jenis.

Dengan demikian, untuk menentukan sifat-sifat warna perlu memperhatikan bentuk warna itu sendiri apakah berupa cetak atau cat dan layar atau cahaya.

Artinya, untuk mengidentifikasi properti warna yang digunakan, perlu memperhatikan tiga hal dibawah ini, seperti:

  • Corak warna untuk mengidentifikasi tampilannya bagaimana apakah hijau atau merah
  • Chroma yang merujuk pada seberapa murni warna tersebut saat digunakan
  • Pencahayaan untuk menentukan seberapa pucat dan jenuh tampilannya

Dan ini penting diketahui saat berurusan dengan warna entah itu saat mempertimbangkan warna cat rumah, pemilihan warna untuk karya grafis sampai desain UX agar hasilnya terlihat harmonis.

Macam-macam Jenis Warna

Psikologi Warna
Gambar via ethos3.com

Macam-macam jenis warna bisa dikategorikan dalam dua bagian yakni sumber warna dan juga asosiasi warna, diantaranya:

1. Jenis warna berdasarkan sumbernya

Dalam teori Brewster, yang kadang juga disebut dengan teori warna, warna dibedakan dalam tiga bagian, diantaranya:

a. Warna primer

Warna primer adalah warna utama yang ketika dicampur akan membentuk warna-warna lain, termasuk warna netral.

Dan ada lebih dari 16 juta kombinasi warna yang bisa dihasilkan dari campuran tiga warna primer tersebut yakni merah, biru dan kuning.

Karena merupakan warna utama, maka anda tidak bisa mencampur warna lain diluar dari tiga warna tersebut untuk membentuk warna primer kembali.

b. Warna sekunder

Warna sekunder adalah warna yang diperoleh setelah mencampur bagian yang sama banyak dari dua warna primer.

Misalnya, campuran warna merah dan kuning dalam takaran yang sama akan membentuk warna oranye serta campuran warna kuning dan biru yang akan menghasilkan warna hijau.

Bagaimana dengan campuran warna biru dan merah? Akan menghasilkan warna ungu. Nah tiga warna tersebut yakni oranye, hijau dan ungulah yang disebut warna sekunder.

c. Warna tersier

Terakhir ada warna tersier, yang kadang juga disebut sebagai warna menengah atau warna tengah, yang merupakan campuran dari satu warna primer dan satu warna sekunder.

Artinya, warna tersier adalah warna yang diperoleh setelah mencampur bagian yang sama banyak dari warna primer dan warna sekunder.

Contohnya, campuran warna merah dan ungu yang akan membentuk warna cokelat dan campuran warna hijau dan biru yang bisa membentuk warna hijau kebiruan.

2. Jenis warna berdasarkan pengasosiasiannya

Selain jenis diatas, warna juga bisa dibedakan berdasarkan pengasosiasian dengan apa yang dilihat dari alam.

Konteks ini sebenarnya masih berangkat dari pandangan Aristoteles diatas dimana warna dihubungkan dengan elemen bumi.

Contohnya ada banyak seperti warna netral, warna hangat, warna dingin, warna kontras, warna aditif dan warna substraktif

Termasuk juga warna monokromatik atau warna monokrom, warna polikromatik, warna harmonis, warna heraldis dan lain sebagainya.

Kombinasi Warna

Kombinasi warna adalah pengaplikasian teori warna untuk digunakan dalam berbagai kegiatan seperti desain, seni lukis, dan lain sebagainya.

Untuk itu, diperlukan lingkaran warna yang didalamnya terdiri dari warna primer, warna sekunder, dan juga warna tersier dalam hue, value dan chroma yang berbeda-beda.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan warna yang tepat untuk desain? Ada beberapa skema warna yang bisa digunakan, seperti:

1. Skema warna Monokromatik

warna adalah

Skema warna monokromatik atau monochromatic color scheme adalah penggunaan corak warna berbeda, kuning muda dan merah misalnya, di setiap elemen desain yang dibuat.

2. Skema warna Analog

warna adalah

Skema warna analog atau analogous color scheme adalah teknik dimana desainer menggunakan tiga warna dalam roda warna yang saling bersebalahan satu sama lain.

Misalnya, apabila menggunakan lingkaran warna utama maka bisa menggunakan warna oranye, kuning-oranye serta kuning yang mempresentasikan sinar matahari.

Atau mencampurnya dengan warna putih, yang merupakan warna netral, dengan tujuan untuk memperkuat skema warna tersebut.

3. Skema warna pelengkap

warna adalah

Skema warna pelengkap atau complementary color scheme adalah penggunaan warna yang saling berlawanan dalam roda warna.

Misalnya, dengan menggunakan warna biru dan kuning, sehingga menghasilkan warna yang kontras satu sama lain.

4. Skema warna Split-Complementary

warna adalah

Skema warna split-complementary, yang kadang juga disebut compound harmony, adalah penggunaan dua warna komplementer dengan tujuan untuk memperluas atau memperhalus kontrasnya.

5. Skema warna Triadik []

warna adalah

Skema warna triadik atau triadic color scheme adalah penggunaan tiga warna yang jaraknya sama pada roda warna atau yang terpisah 120⁰.

Contohnya, merah biru dan kuning. Warna-warna tersebut mungkin tidak terlalu cerah tetapi jika diterapkan dalam desain, harmoni dan kontrasnya bisa dipertahankan dengan baik.

6. Skema warna tetriadik

warna adalah

Skema warna tetriadik atau tetriadik color combinations adalah penggunaan empat warna dalam roda warna yang terdiri dari dua warna komplementer dan satu warna dominan.

Contohnya, warna oranye, kuning, biru dan violet atau biru dimana salah satunya dijadikan sebagai warna utama yang mendominasi warna lain.

Dengan demikian, desain anda lebih kaya dan menarik. Tapi tetap pertimbangkan keseimbangan warna antara hangat dan dingin.

7. Skema warna kotak

warna adalah

Skema warna kotak atau square color scheme adalah pengembangan dari skema warna tetriadik yang sudah dijelaskan dibagian atas.

Dimana anda menggunakan empat warna dalam roda warna yang jarak antar warna sama satu dengan yang lain atau terpisah 90⁰.

Penutup

Mempelajari warna dan teorinya, termasuk kombinasi warna, sangat penting dilakukan oleh anda yang berkecimpung di bidang seni dan desain.

Mengapa demikian? Karena pemilihan warna yang tepat bisa membantu anda mengkomunikasikan desain lebih baik lagi.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi tentang postingan ini, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang pengertian warna termasuk sejarah, teori, jenis dan kombinasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar