Pengertian Studium Generale: Sejarah Singkat, Maksud, Tujuan dan Fungsi

Di beberapa kesempatan, istilah studium generale sering disebut secara bergantian dengan stadium general, stadia general, stadium generale dan lain sebagainya.

Tidak ada yang salah dengan penyebutan diatas karena istilah ini belum ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, semua penyebutan tersebut tetap merujuk pada kegiatan semacam seminar untuk membahas suatu topik.

Karena itu, banyak yang kemudian mengkonotasikan kata ini dengan istilah semacam studi bersama, kajian, dan lain sebagainya.

Tapi, apa sih arti studium generale? Apa maksud dan tujuan diadakannya studium generale? Mengapa istilah ini hanya populer di perguruan tinggi?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian studium generale

Secara umum, studium generale adalah satu kegiatan akademik seperti kuliah pada umumnya yang dilaksanakan di perguruan tinggi.

Istilah tersebut berasal dari bahasa Latin, yang merupakan gabungan dari kata studium yang berarti studi atau kajian dan generale yang berarti umum.

Sampai hari ini, tidak ada definisi resmi yang bisa dijadikan acuan untuk memahami konsep dan arti studium generale yang sebenarnya.

Hanya saja, beberapa sumber menyebut kalau ungkapan diatas mulai digunakan sejak awal abad ke-13.

Penggunaannya merujuk pada keadaan atau situasi dimana siswa atau mahasiswa dari berbagai daerah dan bukan dari wilayah tertentu saja, diterima pada satu lembaga pendidikan.

Selama berabad-abad, istilah tersebut dianggap sebagai institusi, yang punya karakteristik sebagai berikut:

  • Menerima siswa dari semua latar belakang
  • Mengajarkan seni setidaknya salah satu dari disiplin ilmu dasar yang ada saat itu itu termasuk teologi, kedokteran dan juga hukum
  • Pengajaran yang diberikan para master atau orang yang ahli

Dalam perkembangannya kemudian, studium generale dianggap sebagai kegiatan yang mengacu pada aktivitas kuliah umum.

Siapa yang memberi kuliah umum ini? Bisa siapa saja. Mulai dari akademisi atau dosen, praktisi pendidikan, politikus, wirausahawan dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Lalu siapa yang akan menjadi peserta kuliah umum ini? Para mahasiswa dari suatu program studi, fakultas hingga universitas.

Disisi lain, dalam kamus Merriam-webster, Studium generale diartikan sebagai:

a place or institute of studies where people from all parts of the world of may come to study any subject atau institut yang digunakan sebagai tempat studi dimana orang-orang dari seluruh dunia datang untuk belajar berbagai subjek ilmu pengetahuan.

Seiring waktu berjalan, stadium generale dipahami sebagai kuliah umum yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi dan organisasi yang dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Ada juga yang mengartikannya sebagai kuliah gabungan atau kuliah umum serupa seminar yang diikuti oleh mahasiswa antar fakultas dan antar universitas.

Sejarah singkat studium generale

Studium Generale
Rapat para dokter di Universitas Paris. 
Gambar diambil dari naskah Chants royaux Bibliothèque National, Paris via wikibr.org

Dalam sejarahnya, stadium general merupakan tradisi pendidikan dari beberapa negara-negara di Eropa seperti Italia, Prancis, Inggris, Spanyol dan Portugal.

Pada waktu itu, studium generale tidak merujuk pada kegiatan kuliah umum seperti yang sudah dijelaskan dibagian atas.

Melainkan sebagai tempat belajar, mirip seperti lembaga pendidikan masa kini, namun bergengsi dan elit di Negara tersebut.

Pada abad ke-13, para sarjana yang lulus dari studium generale ini dituntut untuk memberikan semacam seminar atau kursus kuliah di lembaga lain di seluruh Eropa.

Jadi, ini semacam tempat dimana orang-orang bisa belajar berbagai pengetahuan lalu membagikan apa yang dipelajari ke orang lain.

Dan ada beberapa universitas yang sampai hari ini masih dipandang sebagai studium generale salah satunya adalah Universitas Bologna yang sudah ada sejak tahun 1088.

Termasuk juga Universitas Oxford yang berdiri tahun 1167, University of Cambridge yang berdiri tahun 1209, Universitas Paris yang berdiri pada tahun 1215 dan beberapa universitas lain.

Tujuan

Berangkat dari pengertian diatas, ada beberapa tujuan dari kegiatan tersebut, yakni:

a. Untuk mempererat hubungan

Dalam dunia akademik, hubungan ini bisa diartikan dengan dua hal. Yakni hubungan antar mahasiswa dengan pihak universitas dan hubungan dalam rangka perluasan ilmu pengetahuan.

Disisi lain, apabila diikuti oleh mahasiswa dari luar fakultas atau dari luar universitas, dapat mempererat kerja sama dibidang akademik dan penelitian.

b. Transfer pengetahuan

Selain mempererat hubungan, juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa atau peserta studium generale ini sendiri.

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai media transfer ajaran-ajaran ilmiah dan non-ilmiah sebagai bagian dari misi pendidikan untuk mencerdaskan manusia.

c. Aspek keilmuan

Secara luas, studium generale juga dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan aspek keahlian secara spesifik.

Sekaligus untuk menyelenggarakan pendidikan yang berusaha menghubungkan antara disiplin ilmu dan perkembangan zaman.

Fungsi

Karena merujuk pada tempat dan bukan kegiatan, maka kata ini memiliki beberapa makna dasar. Makna-makna ini juga tak lepas dari sejarahnya. Antara lain:

1. Sebagai tempat untuk menerima Mahasiswa Baru

Artinya, studium generale itu adalah sebuah universitas yang cukup bergengsi yang memungkinkan siapa saja bisa belajar di dalamnya.

Jadi, siswa dari seluruh dunia bisa datang untuk belajar ke sana atau mendaftar menjadi mahasiswa baru.

2. Ada mata pelajaran

Sebagai tempat belajar tentu saja ada mata pelajaran yang diajarkan atau yang lazim disebut dengan mata kuliah.

Pada umumnya, ada beberapa mata kuliah wajib yang diajarkan mulai dari seni, teologi, hukum dan kedokteran.

3. Diajarkan oleh guru ahli

Bagian terpenting dari tempat tersebut adalah proses pengajaran yang harus diajarkan oleh seorang ahli atau dosen.

4. Para pengajar punya kualifikasi

Pada poin yang keempat ini, ada beberapa kriteria tertentu para pengajar. Kriteria ini muncul setelah kata studium ini makin sering digunakan sebagai tempat belajar.

Ada sebuah istilah dimana beberapa pengajar disebut sebagai master dan terdaftar sebagai Guild of master of studium generale.

Para master ini bisa mengajar di studium lainnya tanpa harus mengikuti tes kualifikasi alias punya hak istimewa yang disebut jus ubique docendi.

Hak istimewa ini hanya boleh dikeluarkan oleh tiga universitas tertua di Eropa yakni Salerno, Bologna dan Paris.

Para master ini bisa mengajar di semua mata pelajaran yang ada dan di semua sekolah yang sudah menyandang predikat sebagai studium generale.

Penutup

Hari ini, hampir setiap universitas di dunia pernah melaksanakan kegiatan studium generale, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Meskipun kata ini sendiri telah mengalami pergeseran makna dari sebelumnya merujuk pada tempat kini menjadi sebuah kegiatan perkuliahan.

Pergeseran makna ini tidak saja terjadi di wilayah-wilayah Eropa tetapi juga di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Kini, studium generale tidak digunakan untuk merujuk pada universitas tertua atau universitas elit atau suatu tempat belajar paling bergengsi di Eropa sana, melainkan sebagai sebuah kegiatan kuliah.

Intinya, studium generale adalah sebuah kuliah umum yang dilangsungkan secara akademik di lingkup pendidikan tinggi baik universitas, sekolah tinggi, institut, politeknik dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, studium generale berarti kuliah umum. Kuliah umum dapat diartikan sebagai sebuah seminar akademik yang bertujuan untuk memberikan dasar pengetahuan atas sesuatu kepada para peserta kuliah umum termasuk juga masyarakat.

Demikian artikel tentang pengertian studium generale termasuk sejarah, maksud, tujuan dan fungsi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar