Pengertian Perpustakaan: Jenis, Fungsi, Manfaat dan Contoh

Umumnya, perpustakaan dianggap sebagai tempat baca buku saja. Pendapat tersebut tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar.

Mengapa demikian? Karena perpustakaan punya fungsi dan manfaat yang jauh besar dari sekedar tempat baca buku.

Ini searah dengan pendapat Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Dimana, menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat membaca yang kemudian dijadikan ukuran hanya dari jumlah pengunjungnya.

Artinya, ukuran keberhasilan perpustakaan adalah seberapa besar orang mengeksternalisasi setelah membaca di perpustakaan.

Tapi, sebelum bahas lebih jauh soal topik ini, tahukah anda pengertian perpustakaan? Termasuk jenis, fungsi dan manfaat perpustakaan? Jika belum, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Perpustakaan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Perpustakaan punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Tempat, gedung dan ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan lain sebagainya
  • Koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lain yang disimpan untuk dibaca, dipelajari dan dibicarakan

Dari dua pengertian diatas diketahui perpustakaan itu sebagai tempat memelihara dan melestarikan koleksi buku yang disimpan untuk dibaca dan dipelajari.

Perpustakaan telah muncul dalam beberapa peradaban salah satu di Yunani Kuno. Pada saat itu, perpustakaan dianggap sebagai tempat menyimpan berbagai catatan penting.

Agar bisa disimpan, maka catatan itu harus berisikan informasi tentang bisnis, hukum, sejarah dan agama untuk dikemudian dijaga dan dilestarikan.

Perpustakaan modern sudah muncul awal abad ke-20 sebagai badan sumber informasi dan layanan dengan atau tanpa bangunan.

Dan hari ini, berkat teknologi, istilah perpustakaan sudah jauh lebih luas dimana tidak saja merujuk pada bangunan tempat koleksi buku berada tapi juga tempat dimana buku-buku digital dipajang.

Baca Juga:

Dengan demikian, platform seperti iPusnas, ePerpus, GrobMart, Gramedia online sampai Google Play Book bisa dianggap sebagai perpustakaan digital.

Keberadaan berbagai platform diatas kemudian melahirkan beberapa istilah baru seperti perpustakaan digital, perpustakaan virtual dan lain sebagainya.

Semua penyebutan di atas merujuk pada koleksi buku dan informasi yang bisa diakses secara daring dengan gratis atau berbayar.

Dan semua koleksi tersebut dapat diakses lewat internet atau koneksi elektronik jarak jauh lainnya.

Intinya, perpustakaan adalah tempat dimana kumpulan buku, manuskrip, jurnal dan sumber informasi rekaman yang disimpan, dipelihara dan dijaga.

Biasanya dijadikan sebagai sumber referensi, yang menyediakan informasi faktual dan indeks yang memungkinkan pengguna menemukan informasi dengan cepat dari berbagai sumber.

Mayoritas karya yang tersimpan didalamnya cukup banyak meski semuanya berbentuk buku termasuk cetakan puisi, novel, cerita pendek, musik dan foto.

Atau karya nonfiksi seperti biografi, sejarah dan laporan faktual lainnya yang punya nilai relevansi dan merupakan referensi utama.

Termasuk juga publikasi berkala seperti majalah, jurnal ilmiah atau buku yang diterbitkan sebagai bagian dari seri.

Pendapat ahli

Dalam buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah (2005) yang ditulis Pawit M. Yusuf dan Yaya Suhendar dijelaskan bahwa:

Perpustakaan merupakan unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka. Baik berupa buku maupun non buku yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi.

Sementara, dalam buku Pedoman Pelaksanaan Perpustakaan (1992) yang ditulis oleh Soejono Trimo disebutkan bahwa:

Perpustakaan adalah sekumpulan bahan pustaka, baik yang tercetak maupun rekaman yang lainnya, pada suatu tempat tertentu yang telah diatur sedemikian rupa untuk mempermudah pemustaka mencari informasi yang diperlukannya dan yang tujuannya utamanya adalah untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat yang dilayaninya dan bukan untuk diperdagangkan.

Dari dua pendapat ahli diatas bisa disimpulkan kalau perpustakaan adalah tempat dimana buku-buku disimpan.

Atau, secara tradisional, berarti koleksi buku yang digunakan untuk membaca dan belajar atau ruangan tempat koleksi buku disimpan.

Fungsi Perpustakaan

Pengertian Perpustakaan
Gambar via clarku.edu

Di Indonesia, perpustakaan dianggap sebagai tempat belajar. Padahal, fungsinya lebih dari itu, diantaranya:

1. Tempat menyimpan koleksi buku dan arsip

Fungsi pertama punya kaitan sama pengertiannya dimana perpustakaan digunakan sebagai tempat, ruang atau gedung untuk menyimpan koleksi buku.

Bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai tempat menyimpan arsip, yang dianggap relevan dan berasal dari sumber primer.

Jadi, ini semacam tempat menyimpan informasi yang diterbitkan oleh satu lembaga, perusahaan dan lain sebagainya.

2. Sumber pendidikan

Kedua berkaitan dengan fungsi edukatif atau pendidikan dari perpustakan yang dipahami sebagai tempat mencari referensi atau tempat belajar.

Mengapa demikian? Karena perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang dicari secara mandiri oleh seseorang.

Dan ini berlaku untuk jenis perpustakaan apa saja entah itu perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, perpustakaan nasional dan lain sebagainya.

Misalnya, ruang perpustakaan yang ada di sekolah bisa digunakan sebagai tempat untuk belajar, meningkatkan minat baca dan tersedia berbagai bacaan dari sumber berbeda.

Disisi lain, perpustakaan yang ada di luar sekolah bisa digunakan sebagai tempat untuk mencari referensi suatu ilmu atau tempat menyimpan buku-buku terbitan daerah.

3. Sumber informasi ilmiah

Sumber informasi ilmiah, dalam konteks ini, berkaitan dengan fungsi penelitian karena ruangan tersebut merupakan satu dari sekian banyak sumber informasi faktual.

Dengan demikian, saat melakukan penelitian suatu topik, koleksi buku di perpustakaan bisa dijadikan referensi atau daftar pustaka untuk satu penelitian ilmiah.

Fungsi ini pada umumnya ditemui pada perpustakaan di universitas atau perguruan tinggi lainnya, Sekolah Tinggi atau Politeknik misalnya.

Jadi, koleksi buku yang ada di perpustakaan bisa digunakan sebagai bahan penelitian atau sumber pustaka untuk penelitian yang dilakukan entah itu makalah, skripsi, disertasi, jurnal dan lain sebagainya.

4. Melestarikan informasi

Sadar atau tidak, fungsi paling tradisional dari perpustakaan adalah sebagai tempat atau gedung yang digunakan untuk melestarikan informasi atau catatan tertulis.

Misalnya, ruangan bibliotheca di zaman Yunani Kuno yang digunakan khusus untuk menyimpan koleksi buku yang dibuat para ahli dan filsuf.

Artinya, perpustakaan bisa dijadikan sebagai tempat melestarikan informasi dari berbagai kebudayaan, langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, yang disimpan tidak melulu berupa buku, seperti catatan atau kajian penelitian, tapi juga benda-benda bersejarah.

Dengan demikian, fungsi ini berkaitan dengan fungsi kearsipan atau fungsi melestarikan kebudayaan agar masyarakat mengetahuinya.

Dalam konteks yang lebih luas, perpustakaan juga bisa dipakai untuk mengetahui berbagai perkembangan dari peradaban di seluruh dunia.

5. Sumber informasi utama

Sebelum teknologi informasi ada, perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi utama. Artinya, apabila butuh referensi, bisa pergi ke perpustakaan.

Dengan munculnya Google, Yahoo, Play Book atau perpustakaan digital lainnya, fungsi ini mulai tergerus karena tidak lagi efektif untuk cari informasi spesifik di perpustakaan.

Meski demikian, perpustakaan tetap menjadi sumber informasi utama, yang jadi pilihan pertama untuk cari sumber informasi yang kredibel.

Meski informasi yang disediakan terbatas karena gedungnya kecil atau karena koleksi buku-buku yang disimpan sedikit.

6. Tempat rekreasi

Perpustakaan tidak melulu dijadikan tempat belajar tetapi juga sebagai tempat rekreasi karena beberapa bangunan menyediakan fasilitas ini.

Fungsi ini tidak seperti konotasi rekreasi yang dimengerti pada umumnya. Mengapa demikian? Karena bisa jadi sumber hiburan bagi pengunjung.

Rekreasi yang disediakan tentu saja berkaitan dengan pengetahuan dan bentuknya bisa berupa benda-benda bersejarah, foto masa lampau, penemuan dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri perpustakaan

Pengertian Perpustakaan
Gambar via nytimes.com

Dalam buku Pengelolaan perpustakaan (2011) sekolah yang ditulis oleh Ibrahim Bafadal, disebut kalau perpustakaan punya empat ciri utama.

Pertama, sebagai unit kerja; kedua sebagai tempat mengolah berbagai macam bahan pustaka; Ketiga, sebagai sumber informasi dan keempat, terdapat pemakai atau pengunjung.

Sementara, dalam buku perpustakaan dan masyarakat (2013) yang ditulis oleh NS. Sutarno, disebutkan kalau perpustakaan punya beberapa ciri dan prasyarat, seperti:

  • Terdapat ruangan atau gedung yang digunakan sebagai tempat perpustakaan
  • Mengoleksi bahan pustaka atau buku bacaan seperti sumber informasi
  • Adanya petugas yang melayani para pengunjung
  • Adanya masyarakat sebagai pembaca
  • Tersedianya sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan

Dari dua sumber diatas bisa diketahui kalau perpustakaan punya beberapa ciri, seperti:

1. Gedung dengan ruangan yang banyak

Agar bisa disebut perpustakaan, maka ia harus memiliki gedung yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai koleksi buku.

Selain buku, terdapat juga berbagai koleksi yang tersimpan dan tersusun rapi berdasarkan nomor atau kategori buku.

Termasuk juga koleksi tambahan seperti novel, majalah, audio, DVD, yang disusun dalam rak atau ditempatkan di dalam laci.

2. Terdapat banyak buku dari berbagai sumber dan penulis

Ciri kedua berkaitan dengan koleksi utama di dalam perpustakaan yang tak lain adalah buku itu sendiri.

Dan buku tersebut tidak hanya ditulis oleh satu atau dua orang saja melainkan dari berbagai penulis dengan latar belakang yang berbeda.

Artinya, di dalam perpustakaan tersebut ada berbagai genre buku yang ditulis, disusun dan diterbitkan oleh penerbit yang berbeda.

3. Tersedia sarana dan prasarana pendukung

Ciri yang terakhir berkaitan dengan sarana dan prasarana pendukung perpustakaan mulai dari ruang baca, kamar mandi, meja tulis, dan lain sebagainya.

Dengan sarana dan prasarana pendukung tersebut, orang-orang yang datang ke perpustakaan lebih nyaman dan betah berlama-lama di dalamnya.

Jenis dan Contoh Perpustakaan

Pengertian Perpustakaan
Gambar via library.stiesia.ac.id

Perpustakaan, sebagaimana yang dikenal sekarang ini, terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya:

1. Perpustakaan Nasional

Dalam PP No. 70 Tahun 1991 yang merupakan peraturan turunan dari UU No. 4 Tahun 1990 tentang Wajib Simpan Karya Cetak dan Rekam secara jelas menyebutkan perpustakaan nasional.

Didalam aturan tersebut ada kewajiban bagi penerbit buku, termasuk pencetak dan produsen untuk mengirim contoh terbitan buku ke perpustakaan nasional.

Contoh terbitan itu bisa cetak atau rekaman. Tujuannya tidak lain adalah untuk melestarikan buku-buku yang diterbitkan di satu negara.

Artinya, setiap negara punya perpustakaan nasional sendiri yang berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi buku dari negara tersebut.

Contoh sederhana dari perpustakaan nasional bisa lihat dari keberadaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang menyimpan berbagai buku di Indonesia.

Termasuk buku-buku yang membahas atau membicarakan tentang Indonesia yang diterbitkan di luar negeri.

Searah dengan itu, dalam KBBI, perpustakaan Nasional adalah perpustakaan yang dibiayai oleh negara untuk mengumpulkan, menyiapkan, melestarikan buku, majalah, surat kabar, naskah kuno, mikrofil dan lain sebagainya.

2. Perpustakaan Sekolah

Dalam makalah tentang fungsi dan peranan perpustakaan (2010) yang ditulis oleh Rohanda disebutkan bahwa:

Perpustakaan sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustaka untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui kalau perpustakaan sekolah adalah ruangan atau gedung perpustakaan yang ada di sekolah.

Dengan demikian, perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk menunjang pendidikan pembelajaran yang dilakukan.

Pengelolaannya pun dilakukan oleh sekolah dengan menyediakan bahan bacaan yang bisa membantu meningkatkan pengetahuan siswa secara langsung.

Sementara, dalam buku pengelolaan perpustakaan sekolah (2008) yang ditulis oleh Ibrahim Bafadal, disebutkan kalau keberadaan perpustakaan sekolah punya beberapa manfaat, diantaranya:

  • Perpustakaan sekolah menumbuhkan kecintaan siswa terhadap membaca
  • Perpustakaan sekolah memperkaya pengalaman belajar siswa
  • Perpustakaan menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya siswa mampu belajar mandiri
  • Perpustakaan sekolah mempercepat proses penguasaan teknik membaca
  • Perpustakaan sekolah membantu perkembangan kecakapan berbahasa
  • Perpustakaan sekolah melatih murid kearah tanggung jawab
  • Perpustakaan sekolah memperlancar murid dalam tugas sekolah
  • Perpustakaan sekolah membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran
  • Perpustakaan sekolah membantu siswa, guru dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi

3. Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di lembaga pendidikan tinggi seperti universitas, sekolah tinggi, politeknik dan lain sebagainya.

Kadang juga, jenis perpustakaan ini disebut perpustakaan akademik. Dan perpustakaan akademik sendiri adalah perpustakaan yang merupakan bagian dari lembaga pendidikan tinggi.

Pengelolaannya bisa dilakukan langsung oleh lembaga tersebut atau, dalam beberapa kasus, merupakan badan yang berdiri sendiri.

Seperti Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang secara khusus bertugas mengelola perpustakaan yang ada di perguruan tinggi.

Pengelolaan tersebut berkaitan dengan pemberian nomor, penambahan koleksi, pengurangan koleksi dan aktivitas terkait lainnya.

4. Badan Perpustakaan Daerah

Badan Perpustakaan Daerah adalah kantor Dinas yang dikelola oleh satu daerah dengan tugas utama mengelola perpustakaan.

Hanya saja, dalam praktiknya, Badan ini juga mengelola arsip daerah yang kemudian disebut Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD).

5. Perpustakaan Umum

Dalam KBBI, perpustakaan umum adalah perpustakaan yang seluruhnya atau sebagian dari dananya disediakan oleh masyarakat umum.

Dan penggunaannya pun tidak terbatas pada kelompok tertentu tapi bebas digunakan atau dikunjungi oleh siapapun.

Artinya, keberadaan perpustakaan semata untuk khalayak publik. Jadi, siapa saja dapat berkunjung kesini hanya saja pengelolaannya diberikan kepada beberapa orang atau yayasan tertentu.

6. Perpustakaan khusus

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], perpustakaan khusus punya beberapa pengertian dasar, diantaranya:

  • Perpustakaan atau pusat informasi yang dibiayai oleh perseorangan, badan korporasi, perhimpunan, badan pemerintah dan kelompok lain
  • Koleksi khusus atau terpisah dalam suatu perpustakaan.

Hanya saja, secara umum, perpustakaan jenis ini dikelola oleh lembaga swasta saja dan bersifat eksklusif.

Artinya, akses hanya diberikan kepada beberapa orang saja. Misalnya, perpustakaan perusahaan yang hanya bisa dikunjungi karyawan perusahaan tersebut.

Secara teknis, masyarakat umum bisa berkunjung kesana, tapi sebelum itu, harus punya kartu anggota atau member card dulu.

7. Perpustakaan Lembaga Keagamaan

Perpustakaan lembaga keamanan adalah ruangan atau tempat khusus untuk menyimpan berbagai koleksi buku yang berkaitan dengan agama tertentu.

Dengan demikian, pengelolaannya dilakukan oleh lembaga keagamaan yang bersangkutan. Sehingga, bisa dijadikan rujukan atau tempat belajar terkait dengan keagamaan.

8. Perpustakaan tipe lain

Selain daftar di atas, perpustakaan juga bisa dikategorikan berdasarkan skala atau bentuknya, seperti:

a. Perpustakaan internasional

Perpustakaan internasional yang merupakan perpustakaan yang menyediakan berbagai koleksi buku dari seluruh dunia yang diterbitkan oleh satu negara dan bahasa yang berbeda.

b. Perpustakaan digital

Perpustakaan digital yang merupakan perpustakaan yang koleksi bukunya dalam format digital dan diakses melalui komputer.

Dan istilah tersebut merupakan istilah umum karena juga bisa disebut digilib yang merupakan kepanjangan dari digital library.

Atau, dengan penyebutan yang berbeda seperti e-library atau elektronik library, perpustakaan online, perpus digital, perpustakaan maya sampai perpustakaan virtual.

c. Perpustakaan pribadi

Perpustakaan pribadi adalah koleksi buku orang pribadi yang dibuat di rumah dan hanya diakses oleh dirinya sendiri.

d. Perpustakaan hibrida

Perpustakaan hibrida yang merupakan perpustakaan dengan memadukan mode perpustakaan konvensional dan perpustakaan digital.

e. Perpustakaan rujukan

Perpustakaan rujukan yang merupakan perpustakaan yang memiliki buku yang biasanya tidak boleh digunakan di luar perpustakaan yang kadang juga disebut perpustakaan acuan.

f. Perpustakaan mini

Perpustakaan mini adalah perpustakaan yang menyediakan buku dalam jumlah yang sangat terbatas atau dalam beberapa kasus, hanya pada topik tertentu.

g. Perpustakaan keliling

Perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang didatangkan dengan mobil ke tempat-tempat tertentu, pada kesempatan itu para peminat dapat meminjam buku dan mengembalikannya dalam periode tertentu.

h. Perpustakaan filial

Perpustakaan filial adalah perpustakaan yang merupakan bagian dari sistem perpustakaan tetapi mempunyai dewan manajemen sendiri dan tidak dikelola sebagai sistem tersebut.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana perpustakaan tidak boleh dianggap sebagai tempat membaca saja.

Selain itu, keberadaannya tidak melulu harus ada dilembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah atau universitas.

Demikian artikel tentang pengertian perpustakaan, termasuk jenis, fungsi, manfaat dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar