Pengertian Leaflet: Jenis, Ciri-Ciri, Cara Buat dan Contoh

Ada yang menyebutnya selebaran, ada juga yang menyebutnya leaflet. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, dua istilah diatas punya sedikit perbedaan.

Yang mana, selebaran bisa mengacu lembaran kertas yang dicetak dan disebarkan kepada khalayak tanpa dilipat.

Sementara, jika bicara leaflet maka akan berbicara jenis selebaran yang lebih spesifik dan bisa dilipat dua atau tiga bagian sesuai keinginan.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan leaflet? Apa ciri-cirinya? Apa fungsinya? Bagaimana cara buat leaflet? Apakah ada contohnya?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Leaflet

Leaflet adalah selebaran berupa kertas datar yang dilipat dan didalamnya berisi cetakan teks atau gambar di satu atau kedua sisinya.

Dari bentuknya tersebut banyak orang yang kemudian mengatakan kalau leaflet ini adalah selebaran.

Penyebutan itu tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar. Idealnya, leaflet adalah jenis atau bagian dari selebaran. Dan sah-sah saja jika menyebut leaflet itu selebaran.

Istilah leaflet pertama kali digunakan dalam ilmu botani, dari kata Inggris Kuno, leaf yang berarti daun tanaman dan dedaunan.

Dalam perkembangannya kemudian, kata ini diserap dalam bidang percetakan dan publikasi yang merujuk pada halaman buku atau selebar kertas.

Penggunaannya sendiri mulai populer pada September 1939 dimana pada saat itu, seorang wartawan meminta otoritas Inggris untuk buat salinan selebaran.

Baca Juga:

Nantinya, semua salinan tersebut akan didistribusikan ke Jerman menggunakan pesawat terbang Inggris meski ide itu pada akhirnya di tolak.

Dari sini bisa dipahami kalau leaflet adalah lembaran kertas yang digunakan untuk menyebarkan informasi atau mempromosikan sesuatu.

Dan biasanya didistribusikan dalam jumlah banyak berbentuk selebaran atau lewat koran dalam bentuk promosi atau iklan.

Didalam leaflet, ada beberapa item yang wajib ada mulai dari teks dalam jumlah terbatas serta gambar dan grafik placeholder untuk memperindah tampilannya.

Namun, keberadaan item itu bergantung penuh sama tujuan pembuatan selebaran itu sendiri dan fokusnya kemana. Apakah fokus ke satu atau dua isu.

Karena dibuat sebagai bagian dari promosi atau periklanan, biasanya leaflet dicetak pakai kertas khusus seperti art paper dan art carton.

Ciri utama dari leaflet ada pada lipatan. Inilah yang membedakannya dengan selebaran karena selebaran tidak melulu harus dilipat.

Intinya, leaflet adalah kertas yang diatasnya berisikan cetakan tertulis tentang suatu kejadian atau peristiwa yang bisa dilipat dua, tiga atau empat kali.

Di setiap sisi lipatan, ada cetakan yang seolah-olah, setiap sisinya merupakan bagian informasi terpisah padahal sebaliknya.

Artinya, semua informasi dalam leaflet ini saling terkait satu dengan yang lain sehingga tidak boleh dipisahkan isinya.

Ciri-Ciri Leaflet

Dari pengertiannya diatas, bisa diketahui kalau leaflet punya ciri tertentu yang membedakannya dengan brosur atau selebaran, diantaranya:

  • Leaflet selalu dibuat dalam bentuk cetak, menggunakan kertas khusus dan didesain agar bisa dilipat satu atau dua kali
  • Ada informasi yang di dalam leaflet mulai dari produk, layanan, program, harga, promo, logo, nama perusahaan dan lain sebagainya
  • Untuk mendukung informasi dalam leaflet, ditambahkan beberapa komponen seperti denah, gambar, grafis, placeholder dan lain sebagainya
  • Selalu menggunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatian orang. Yang secara tidak langsung, mendorong audiens membaca informasi didalamnya

Dan ciri general lainnya seperti leaflet bisa dilipat satu atau dua kali dan lipatannya tidak akan akan merusak kertas.

Selain itu, jumlah teks didalam selebaran terbatas dan biasanya hanya terdiri dari 250-400 kata dengan panjang 20×30 cm.

Fungsi Leaflet

Fungsi leaflet kembali ke tujuan pembuatannya apakah untuk promosi, informasi publik dan lain sebagainya. Agar jelas, berikut disajikan beberapa fungsi leaflet secara umum, diantaranya:

1. Alat promosi

Jika digunakan sebagai alat promosi maka didalam leaflet akan ada informasi tentang produk, layanan atau acara yang disampaikan kepada publik.

Karena itu, kata promosi tidak melulu berkaitan dengan hal komersial. Artinya, leaflet juga bisa dipakai sebagai undangan acara, pesta dan lain sebagainya.

Dengan harapan, calon konsumen atau orang yang diundang bisa tahu tentang produk, layanan atau acara yang akan diselenggarakan.

Dan ini adalah salah satu cara promosi paling umum dan hemat biaya. Selain itu, calon konsumen bisa bawa kertas tersebut kemanapun ia pergi karena ringan dan tidak makan ruang.

2. Media Informasi

Fungsi kedua ini masih punya kaitan sama fungsi sebelumnya. Artinya apa? Artinya, leaflet adalah media informasi yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu.

Informasi yang disajikan juga padat dan lengkap karena dilengkapi dengan komponen seperti infografis, grafik, teks, gambar sampel dan lain sebagainya.

Lebih jauh lagi, jika leaflet itu digunakan sebagai undangan acara, peluncuran mobil baru misalnya, kadang disertai dengan denah lokasi.

Dengan demikian, orang-orang yang ingin datang ke acara bisa hadir tepat waktu karena lokasinya sudah diketahui dengan pasti.

Fungsi ini pada akhirnya membuat leaflet wajib menyertakan beberapa informasi seperti:

  • Informasi tentang usaha, brand, merk, nama sampai tema acara atau kegiatan
  • Informasi tentang produk, jasa atau layanan yang ditawarkan termasuk penjelasan terkait dengan informasi yang ditulis mulai dari harga, kelebihan, kekurangan serta perbedaan produk sejenis
  • Metode atau tata cara pemesanan barang atau jasa yang ada didalam leaflet, lengkap dengan kontak service, metode pembayaran dan lain sebagainya

3. Kesadaran merk dan pelayanan

Fungsi yang ketiga juga masih terkait dengan dua fungsi sebelumnya meski kembali ke tujuan pembuatan leaflet itu sendiri.

Jika dibuat oleh perusahaan, secara tidak langsung mereka mempromosikan tiga hal. Pertama, informasi terkait dengan produk dan layanan.

Kedua, informasi terkait dengan nama produk atau layanan yang dipromosikan dan ketiga, terkait dengan perusahaan itu sendiri.

Branding macam ini sangat penting karena bisa meningkatkan kesadaran merk. Apalagi jika leaflet tersebut dibuat sebagus dan semenarik mungkin.

Meski bentuknya bisa beragam. Misalnya, leaflet bsia dibuat dalam bentuk company profil, rincian produk, layanan atau masalah-masalah lainnya.

Disisi lain, jika dibuat oleh lembaga pemerintah seperti Kepolisian atau Rumah Sakit, ini bisa memberikan informasi terkait dengan tupoksi lembaga publik tersebut.

Misalnya, Kepolisian yang meninggalkan nomor call center kantor Polisi terdekat yang bisa dihubungi masyarakat kapan saja dan dimana saja.

Dan tentu saja desain leaflet lembaga publik dan perusahaan itu berbeda meski sama-sama digunakan sebagai alat promosi.

Kelebihan dan Kekurangan Leaflet

Sama seperti alat promosi lain yang punya kelebihan dan kekurangannya sendiri termasuk leaflet seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Kelebihan leafletKekurangan leaflet
Tidak mudah rusakBergantung pada kualitas bahan, desain, jenis tinta dan kertas yang digunakan
Bisa disimpan tanpa takut rusak atau sobekTidak efektif sebagai alat promosi karena jangkauan audiens tidak terlalu spesifik
Dapat digunakan sebagai referensi terkait dengan produk, jasa atau layanan publikMeningkatkan jumlah produksi kertas yang mempengaruhi jumlah limbah kertas
Merupakan media promosi yang murahPromosinya terbatas alias hanya menjangkau sebagian orang saja pada wilayah tertentu
Bisa dicetak ulang-ulang dengan desain yang samaBiaya promosi bisa bertambah seiring dengan meningkatkan jumlah cetakan yang dibutuhkan
Biaya cetak leaflet lebih murah sehingga hemat biayaTetap memperlukan biaya dalam pembuatan leaflet
Leaflet sangat ringan sehingga bisa dibawa kemana-manaSetelah disimpan didalam tas, kecil kemungkinan leaflet akan dibuka kembali

Dan tentu saja, kelebihan dan kekurangan leaflet dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya, kertas yang digunakan, kualitas tinta dan lain sebagainya.

Teknik Melipat Leaflet

Teknik melipat leaflet bergantung sama desain yang dipilih dan secara umum, ada empat teknik umum yang digunakan, yakni:

1. Half fold dan Single fold

Half fold dan Single fold adalah teknik dimana leaflet akan dilipat menjadi dua bagian atau lipat setengah, yang disebut lipat dua atau dibiarkan begitu saja tanpa dilipat.

Ini adalah teknik lipatan paling umum digunakan. Selain itu, hasilnya lebih seimbang karena luas lipatannya sama di setiap sisi.

2. Trifold

Trifold mengacu pada teknik pelipatan leaflet menjadi tiga bagian dengan luas di setiap sisinya sama.

3. Window fold atau Gate fold

Window fold, yang kadang juga disebut Gate fold adalah teknik melipat leaflet yang mirip dengan Trifold diatas.

Bedanya hanya pada luas tiap lipatannya. Yang mana, pada bagian kiri dan kanan luas lipatannya sama tapi bagian tengahnya sedikit lebih besar.

4. Lipat empat

Teknik melipat leaflet yang terakhir adalah dengan melipatnya jadi empat sisi dan di setiap lipatan atau sisinya, ukurannya sama.

Hanya saja, setiap lipatan tersebut akan mencerminkan tujuan leaflet itu dibuat, seperti:

  • Jika leaflet tersebut dibuat untuk tujuan promosi usaha, bisnis atau layanan, termasuk didalamnya produk atau jasa, maka biasanya akan dilipat dua saja
  • Jika leaflet tersebut dibuat untuk memberikan informasi suatu acara, maka bisa menggunakan tiga atau empat lipatan

Cara Buat Leaflet Yang Baik dan Benar

Salah satu cara paling mudah dan hemat biaya saat buat leaflet adalah menggunakan template yang sudah ada.

Untuk saat ini, ada banyak sekali situs yang memungkinkan anda beli leaflet siap pakai dengan harga murah sesuai kebutuhan.

Dengan desain yang estetis, teks, gambar dan palceholder yang bisa di kustomnisasi sesuai keinginan anda.

Namun, jika ingin buat sendiri, tidak jadi masalah. Hanya saja, sebelum itu, harus siapkan dulu beberapa hal dibawah ini:

  • Logo perusahaan, merk atau produk berresolusi tinggi agar hasil cetaknya jauh lebih bagus
  • Gambar ilustrasi terkait dengan merk, layanan atau produk yang akan ditempatkan didalam leaflet
  • Tulisan atau teks yang singkat, jelas dan padat. Bisa susun dulu kata-katanya agar nanti tinggal di copy-paste. Dan pastikan ada informasi seperti tentang kami, tentang produk, layanan dan kontak service

Disesuaikan saja sih sama kebutuhan. Misalnya, jika leaflet dibuat untuk acara tertentu, bisa tempatkan denah juga disitu.

Setelah semua bahan diatas tersedia, ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk buat leaflet:

1. Tentukan bagaimana format leaflat akan dibuat

Format, dalam konteks ini, mengacu pada lipatan kertas yang akan digunakan pada leaflet setelah jadi apakah itu lipat dua, lipat tiga atau format lainnya.

Untuk contoh saja, jika sedang buat menu dan ingin tampilkan informasi secara detail, bisa pertimbangakn untuk pakai yang trifold.

Sementara, jika ingin meningkatkan brand awareness atau pengenalan atas produk dan layanan, bisa pilih format lipat ganda atau lipat dua.

2. Buat bentuk kasar

pengertian leaflet
Gambar via vistaprint.com

Setelah tentukan format lipatan, trifold misalnya, langkah selanjutnya adalah membuat cetak biru atau bentuk kasar dari leaflet.

Usahakan, disetiap sisinya, diisi dengan cetakan yang nantinya memvisualisasikan tata letak atau layoutnya seperti apa.

Perhatikan, ada tiga hal penting yang bisa digunakan menyajikan teks leaflet sesuai dengan prinsip-prinsip desain, diantaranya:

  • Pertama soal heading atau kepala teks yang merupakan elemen terpenting dari leaflet. Mengapa demikian? Karena mata secara alamiah akan melihat objek yang besar dulu. Intinya, buat heading semenarik mungkin, dengan warna dan font yang bagus. Selain itu, heading harus bisa meringkas tema lewat frasa atau kata yang singkat, padat dan jelas
  • Subpos yang mengacu teks yang akan menjelaskan secara singkat heading diatas. Keberadaan teks jenis ini akan jadi penyeimbang antara judul dan elemen lainnya
  • Terakhir berkaitan dengan teks yang mengacu pada informasi yang akan disampaikan. Intinya, didalam teks ini, pesan harus tersampaikan dengan jelas, dilengkapi dengan visualisasi seperti gambar, diagram, bagan dan lain sebagainya.

3. Buat desainnya di aplikasi edit foto

Setelah itu, silahkan buka aplikasi pengeditan seperti Photoshop lalu buat desainnya disitu. Atau, bisa pakai cara yang lebih gampang yakni menggunakan template siap pakai.

Pertimbangkan untuk memilih atau menggunakan warna-warna cerah, dengan harapan, agar leaflet tersebut menarik perhatian orang.

4. Edit dan cetak

Setelah layoutnya sesuai sama desain awal, dengan atau tanpa modifikasi, jangan keburu cetak. Bisa edit dulu tata letaknya agar lebih sempurna.

Saat proses editing ini, pertimbangkan soal hirarki desain, gunakan heading untuk memecah teks, dan pilih font dengan konsisten agar mudah dibaca.

Jika dirasa sudah cukup, silahkan cetak. Agar cetakannya sesuai, jangan pakai kertas atau tinta sembarangan.

Apakah ada saran? Untuk kertas, bisa pakai kertas Glossy, Art Cartoon dan Art Paper. Sementara, untuk tinta, pilih yang cocok untuk jenis kertas tersebut.

Contoh Leaflet untuk berbagai kebutuhan

Untuk contoh leaflet sebenarnya ada banyak. Tinggal cari di Internet atau lihat contohnya di situs design selebaran yang banyak tersedia di luar sana.

Agar jelas, berikut disajikan beberapa contoh leaflet dari berbagai jenis atau kategori, diantarnya:

1. Leaflet kegiatan konferensi

pengertian leaflet
Gambar via design.tutsplus.com

Seperti juga namanya, dimana leaflet kegiatan konfrensi adalah jenis leaflet acara yang akan diselenggarakan di masa mendatang.

Disini, anda bisa sertakan berbagai informasi terkait dengan konfrensi tersebut, termasuk denah lokasi acara, dress code dan seterusnya.

2. Leaflet Gadget dan peralatan elektronik

pengertian leaflet
Gambar via design.tutsplus.com

Mayoritas leaflet gadget atau peralatan elektronik menggunakan lipatan trifold dengan tujuan agar informasi yang disajikan lebih banyak.

Terlebih untuk produk-produk yang baru saja dirilis. Prinsip dan cara buatnya sama seperti selebaran kebanyakan, meski informasi yang ada didalamnya spesifik ke satu produk.

3. Leaflet company profile

pengertian leaflet
Gambar via design.tutsplus.com

Leaflet perusahaan atau yang lebih disebut leaflet portofolio perusahaan ini cocok untuk dibuat untuk memperkenalkan perusahaan kepada publik.

Hanya saja, desainnya harus dibuat sebersih mungkin dengan banyak negative space. Tujuannya agar audiens fokus ke branding perusahaan atau layanan yang ditawarkan.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa Perbedaan Leaflet, Selebaran dan Pamflet?

Tiga istilah diatas sering disebut secara bergantian meski secara teknis punya beberapa perbedaan yang mudah dikenali.

Paling pertama berkaitan dengan jumlah lembaran yang digunakan termasuk kualitas dan tujuan pembuatannya.

Selebaran bisa dibuat di satu atau lebih lembar kertas, yang kadang-kadang dilipat dan kadang juga tidak.

Agak mirip sih, tapi sadar atau tidak, selebaran cenderung dibuat dari kertas biasa yang harganya murah. Jadi, kualitas cetakannya tidak terlalu bagus.

Dan ini berbeda sama pamflet atau leaflet. Keduanya menggunakan kertas khusus dengan kualitas terbaik.

Selain itu, dari segi tujuan pembuatannya, selebaran sering dipakai untuk iklan, promosi atau informasi publik tentang bisnis, organisasi dan lain sebagainya.

Tujuan diatas pada dasarnya sama seperti leaflet tapi tidak dengan pamflet. Pamflet cenderung digunakan untuk mengedukasi orang lain tentang topik tertentu.

2. Berapa ukuran kertas yang ideal untuk leaflet?

Mayoritas kertas yang digunakan untuk cetak leaflet, dibuat pakai kertas A4 dengan ukuran 21×29,7 cm.

Hanya saja, kembali ke format lipatan mana yang akan digunakan. Kalau mau lipat yang lebih banyak, boleh pakai kertas yang lebih panjang.

3. Apa saja tips buat leaflet yang efektif?

Ada banyak salah satunya berkaitan dengan target atau tujuan apa yang mau dicapai. Dan ini harus dipresentasikan dan divisualisasikan dengan baik.

Sebelum itu, baiknya pelajari dulu teknik-teknik dasar desain grafis, hirarki visual sampai tren leaflet yang populer sekarang ini.

Tujuannya apa? Tujuannya agar konsep dan garis-garis besar informasi yang mau disampaikan akan tersampaikan dengan jelas lewat leaflet.

Penutup

Leaflet ada dimana-mana, dalam bentuk apa saja termasuk pamflet atau selebaran meski ketiganya punya sedikit perbedaan.

Intinya, ketiganya merupakan sarana publikasi yang digunakan menginformasikan sesuatu mulai dari produk, bisnis, layanan sampai acara di masa mendatang.

Demikian artikel tentang pengertian leaflet, termasuk ciri-ciri, fungsi, teknik dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar