Pengertian Fotogenik: Ciri-Ciri, Karakteristik dan Contoh

Ada yang menyebutnya fotogenic, photogenic atau fotogenik. Apapun penyebutannya, semua merujuk pada sikap alami tubuh saat berfoto.

Hanya saja, dalam praktiknya, istilah ini sering diartikan berbeda. Misalnya, posisi kamera saat ambil foto atau pose yang cocok.

Termasuk juga istilah pencahayaan, pengaturan kamera, model atau subjek foto dan lain sebagainya.

Lantas, apa sih fotogenik itu? Mengapa istilah ini terkait dengan dunia fotografi? Apa saja ciri-ciri foto yang fotogenik? Apa saja contoh fotogenik? Dan pertanyaan lain serupa.

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, baca artikel ini dibawah ini sampai habis.

Pengertian Fotogenik

Pengertian Fotogenik

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fotogenic atau fotogenik adalah sikap wajah atau tubuh untuk menghasilkan potret menyenangkan.

Secara etimologis, kata fotogenik berasal dari bahasa Yunani, φωτογενής atau fotogenis dengan makna yang sama.

Jika dilihat dari pengertian dasarnya, fotogenic lebih mengarah pada cara atau sikap tubuh dan bukan hasil dari kegiatan fotografi.

Menjadi fotogenik berarti terlihat baik, menarik dan bagus dalam gambar atau foto yang dihasilkan dari sebuah kamera, entah itu kamera ponsel atau kamera DSLR.

Fotogenik hanya ada didalam kamera dan bukan dalam kehidupan nyata. Meskipun wajah anda terlihat gloowing di kamera, di kehidupan nyata bisa jadi enggak begitu.

Baca Juga:

Selain itu, ada banyak orang yang berusaha untuk tampil perfect di semua foto yang diambil, yang sebenarnya itu mustahil. Fotografer profesional tahu betul soal ini.

Pernah gak lihat foto-foto artis di Mall atau di sampul majalah dimana subjeknya terlihat sangat cute dan cubby? Saya yakin pernah.

Ketahuilah wahai engkau mahluk hidup, foto-foto tersebut mungkin diambil dari sekian banyak pose yang dilakukan oleh subjek foto.

Dan juga, foto yang anda lihat itu hanya satu satu dari sekian banyak foto yang diambil fotografer secara bersamaan.

Gambar, disatu sisi, tidak memperlihatkan semua aspek subjek. Hanya otak manusia yang bisa melihat hal-hal yang sedikit berbeda pada foto.

Sehingga, foto yang fotogenik itu bergantung penuh pada pengaturan kamera, yang didalamnya ada pengaturan rana, shutterspeed, ISO dan lain sebagainya.

Dan bisa saja suatu foto yang fotogenik itu disebabkan oleh kamera, yang terkadang bisa saja mendistorsi warna, sehingga foto yang sekarang anda lihat tidak sama dengan subjek asli.

Gak percaya? Coba selfie dengan HP yang anda pegang sekarang dan lihat perbedaannya. Terkadang, hidung terlihat sedikit mancung, mulut lancip, gigi perises, wajah trapesium, kurus, gendut dan lain sebagainya.

Padahal, aslinya tidak begitu. Hidung anda tetap mancung kedalam, mulut tetap tips manis, gigi agak kuning dikit, wajah oval, gendut sedikit dan seterusnya.

Foto juga bisa menangkap aksi subjek secara langsung, termasuk ekspresi yang ditunjukkan sepersekian detik, yang enggak bisa ditangkap oleh mata manusia secara langsung.

Intinya, fotogenik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan seseorang yang memiliki kemampuan untuk terlihat lebih baik dalam foto dibanding orang lain.

Terlihat menarik, dalam konteks ini, bisa merujuk pada wajah terlihat mulus, ekspresi yang menarik hingga postur tubuh yang baik.

Ciri-ciri Fotogenik

Pengertian Fotogenik

Jika diperhatikan, istilah fotogenik mengacu pada pose, posisi, adegan sampai momen yang pas saat proses pengambilan foto.

Artinya, ada banyak faktor yang mempengaruhi foto tersebut mulai dari pencahayaan, latar belakang, keahlian fotografer dan lain seabgainya.

Inilah yang kemudian jadi ciri-ciri fotogenik, diantaranya:

  • Foto terlihat lebih alami dan natural dengan pose yang dianggap pas
  • Foto yang dihasilkan lebih menarik tanpa perlu sentuhan tambahan pakai aplikasi pengeditan

Meski demikian, jika fotogenik dipahami sebagai cara alami tubuh, maka ciri-cirinya terkiat dengan bentuk wajah atau posisi alamiah tubuh saat swafoto.

  • Wajah yang terang dan jelas: foto yang fotogenik harus menampilkan wajah yang jelas dan terang, sehingga dapat menunjukkan ekspresi dan riasan yang baik.
  • Ekspresi yang menarik: ekspresi yang menarik dapat menambah kedalaman dan kontekstual ke dalam foto.
  • Postur tubuh yang baik: postur tubuh yang baik dapat menambah kesan elegan dan menarik dalam foto.
  • Pencahayaan yang baik: pencahayaan yang baik dapat membuat wajah seseorang terlihat lebih hidup dan menarik dalam foto.
  • Kompozisi yang baik: kompozisi yang baik dapat menambah kesan estetika dalam foto.
  • Teknik posing yang baik: teknik posing yang baik dapat menambah kesan alami dan menarik dalam foto.
  • Proses editing yang baik : Proses editing yang baik dapat membuat foto menjadi lebih hidup dan menarik.
  • Tema yang sesuai : Tema yang sesuai dengan konteks foto dapat menambah kesan estetika dan menarik dalam foto.

Faktor-faktor dalam fotogenik

Pengertian Fotogenik

Sebagai salah satu cara alami untuk terlihat menarik dalam foto maka ada beberapa faktor yang menentukan apakah seseorang terlihat fotogenik.

Mulai dari rasio wajah yang ideal, kulit yang sehat, hingga pengetahuan soal teknik pose yang baik dan unik.

Meski demikian, tetap perlu diingat bahwa fotogenik tidak melulu soal penampilan fisik saja tetapi juga tentang kreativitas dan pemahaman soal fotografi.

Lantas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tampilan agar terlihat fotogenik dalam foto? Berikut ulasannya untuk anda:

1. Wajah simetris

Wajah simetris adalah wajah yang memiliki bentuk yang seimbang dan proporsional di kedua sisi. Ini berarti bahwa jika garis dibagi di tengah wajah, kedua sisi akan mirip atau sama persis.

Wajah yang simetris dianggap sebagai wajah yang indah dan menarik karena memiliki rasio yang sesuai dengan kriteria estetika yang dianggap ideal.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang memiliki wajah simetris dan ini tidak menentukan kecantikan seseorang.

2. Ekspresi yang menarik

Ekspresi foto yang menarik adalah kombinasi dari perasaan, emosi, dan mimik yang ditampilkan oleh seseorang dalam foto.

Ekspresi ini dapat membuat foto terlihat hidup dan menarik, karena menambah kedalaman dan kontekstual ke dalam gambar.

Beberapa contoh ekspresi yang menarik dalam foto adalah senyum, tertawa, tersenyum, terkejut, marah, sedih dan lain sebagainya.

Ekspresi ini dapat ditampilkan secara alami atau dibuat-buat oleh model. Namun, jika dibuat-buat harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terlihat kaku atau tidak alami.

3. Postur tubuh yang baik

Postur tubuh yang baik adalah posisi tubuh yang seimbang, tegak, dan estetis dalam foto. Ini berarti bahwa seseorang harus menjaga keseimbangan antara bagian atas dan bawah tubuh serta posisi yang sehat dan nyaman. Postur tubuh yang baik dapat menambah kesan elegan dan menarik dalam foto.

Contoh postur tubuh yang baik adalah menjaga kepala tegak, bahu ditarik ke belakang, dada dikembangkan, perut ditarik ke dalam, pinggul ditarik ke belakang, dan kaki ditempatkan dengan seimbang. Namun perlu diingat, postur tubuh yang baik juga harus sesuai dengan konteks dan tema foto.

4. Warna kulit yang sehat

Kulit yang sehat adalah kulit yang memiliki tekstur yang halus, cerah, bebas jerawat, bebas komedo, tidak kering, dan tidak berminyak.

Kulit yang sehat juga tidak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti sinar matahari, polusi, atau perokok.

Warna kulit yang sehat juga akan tampak merata dan segar. Sehatnya kulit dapat dicapai dengan menjaga kebersihan kulit, menjaga asupan nutrisi yang cukup, menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, dan menjaga pola hidup sehat.

Namun perlu diingat, kulit yang sehat bukan hanya dari segi fisik saja, tapi juga harus diiringi dengan perasaan damai dan kondisi emosi yang stabil.

5. Rasio wajah yang ideal

Rasio wajah yang ideal adalah proporsi atau perbandingan antara ukuran dan posisi berbagai bagian wajah yang sesuai dengan kriteria estetika yang dianggap indah oleh masyarakat.

Rasio wajah yang ideal dapat berbeda-beda tergantung pada budaya dan selera masing-masing. Namun, beberapa rasio wajah yang dianggap ideal oleh banyak orang diantaranya adalah rasio Golden Ratio, yaitu perbandingan antara panjang wajah dan lebar wajah yang sekitar 1,618:1.

Kemudian ada rasio wajah yang dikenal sebagai rasio wajah ideal dari Leonardo da Vinci, yaitu perbandingan antara panjang wajah dan lebar wajah yang sekitar 1,5:1.

Namun perlu diingat, tidak semua orang memiliki rasio wajah yang sesuai dengan kriteria ini dan ini tidak menentukan kecantikan seseorang.

6. Teknik pose yang baik

Teknik posing yang baik adalah kombinasi dari posisi tubuh, ekspresi, dan penempatan tangan yang digunakan dalam foto untuk menyampaikan kesan yang diinginkan dan untuk menyempurnakan penampilan.

Teknik posing yang baik dapat meningkatkan kesan elegan dan menarik dalam foto, serta membuat model terlihat lebih alami dan nyaman.

Beberapa teknik posing yang baik diantaranya adalah menjaga postur tubuh yang seimbang, menempatkan tangan dengan cara yang natural, dan mengekspresikan perasaan yang sesuai dengan tema foto.

Namun perlu diingat, teknik posing yang baik juga harus sesuai dengan konteks dan tema foto, juga harus membuat model nyaman dan merasa alami.

7. Pencahayaan yang baik

Pencahayaan yang baik adalah penempatan dan intensitas cahaya yang digunakan dalam foto untuk menyampaikan kesan yang diinginkan dan untuk menyempurnakan penampilan.

Pencahayaan yang baik dapat meningkatkan kualitas foto dan memberikan kesan yang diinginkan. Pencahayaan yang baik dapat digunakan untuk menyoroti fitur yang diinginkan, menambah kedalaman, atau membuat suasana yang dikehendaki.

Beberapa jenis pencahayaan yang baik diantaranya adalah pencahayaan alami, pencahayaan studio, pencahayaan cahaya ganda dan lain sebagainya.

Namun perlu diingat, pencahayaan yang baik juga harus sesuai dengan konteks dan tema foto, serta harus membuat model nyaman dan merasa alami.

Contoh dan Cara membuat foto yang Fotogenik

Lantas, bagaimana sih cara membuat foto yang fotogenic? Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan. Antara lain:

1. Pelajari teknik-teknik dasar menjadi model

Hobi Yang Bisa Menghasilkan Uang

Jika anda ingin terlihat fotogenik saat di foto orang lain atau diri anda sendiri, sebaiknya mulai pelajari teknik-teknik dasar berpose yang baik.

Dan untuk anda yang mau menjadi fotografer, pastikan anda tahu teknik-teknik dasar pengambilan foto yang baik dan benar.

Sementara, jika ingin terlihat fotogenik saat selfie, belajarlah menjadi fotogenik sedari sekarang dengan cara menonjolkan apa yang paling menarik dari diri anda.

Seperti misalnya, bentuk wajah, gigi atau senyum. Kadang kala, yang paling menarik dari seseorang bukan saja ada di wajah, tetapi juga di area tubuh lain.

2. Pilih angle yang bagus

pengertian Fotografi Boudoir

Setiap sisi atau sudut saat mengambil foto disebut angle. Nah untuk menghasilkan foto yang bagus, pilihlah angle yang paling pas atau paling cocok dengan bentuk wajah anda.

Perhatikan juga pencahayaan dari angle yang dipilih. Dan ingat, bentuk wajah ikut berpengaruh saat memilih angle, terlebih jika anda ingin terlihat fotogenik saat selfie.

Tapi jangan terpaku pada sisi ini, sebaiknya ambil saja angle yang paling nyaman menurut anda. Yang paling sering dilakukan adalah angle dari atas, bawah, kiri atau kanan.

3. Perlihatkan sisi wajah atau tubuh yang paling menarik

pengertian fotografi fashion

Jika anda punya wajah yang menawan, seperti yang saya jelaskan diatas, perlihatkan sisi itu secara dominan dalam foto.

Dan jangan sembunyikan hal tersebut, sebab untuk menghasilkan foto yang fotogenik anda harus menunjukan sisi terbaik dari wajah anda.

Selain wajah, sisi lain yang menarik adalah rambut, senyum, bentuk mata, alis mata dan lain sebagainya.

Oh iya, usahakan jangan dandan berlebihan ya. Karena sesuatu yang biasanya dirias berlebihan itu enggak menarik, termasuk juga manusia.

4. Perlihatkan emosi

Hobi Yang Bisa Menghasilkan Uang

Nah disini yang paling penting. Tahu gak kalau emosi bisa terlihat dengan jelas di dalam foto? Mungkin beberapa dari anda belum tahu itu.

Oleh karena itu, agar foto yang hendak dihasilkan lebih terlihat bagus, anda bisa memperlihatkan emosi anda. Misalnya saat senyum, tertawa lepas dan lain sebagainya.

Ada baiknya sih jangan tunjukkan emosi seperti sedang sedih, murung dan lain sebagainya. Karena fotogenik dibuat dengan tujuan untuk mempengaruhi emosi orang lain juga.

Dengan kata lain, jika anda memperlihatkan emosi seperti itu, bisa-bisa orang yang melihat foto anda bakalan ikut sedih.

5. Jangan pose yang aneh-aneh deh

Pengertian Fotografi

Ingat emosi yang saya maksudkan dipoin sebelumnya, kan? Dan saya punya tips sederhana agar emosi itu bisa terlihat jelas.

Dengan cara menyembunyikan gusi atau menempelkan lidah di langit-langit mulut. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang proporsional.

Dan kondisi ini secara tidak langsung menunjukan kalau anda sedang berupaya untuk mengambil foto yang fotogenik.

Emosi juga bisa terlihat disini. Selain itu, hindari pose yang konyol. Seperti menjulurkan lidah, duckface dan lain sebagainya.

Karena apa? Karena itu bisa membuat foto anda terlihat tidak lagi menarik. Dan pada akhirnya, foto yang dihasilkan itu jadi enggak menarik.

6. Senyum duchenne

Lihat gak foto sampul artikel ini? Di mana si wanita sedang senyum pe*sodent? Dalam dunia fotografi, hal itu dikenal sebagai senyum duchenne.

Pada dasarnya, senyum duchenne adalah senyum khas yang melibatkan mulut atau mata. Senyum ini juga dikenal dengan nama senyum mata.

Salah satu alasan mengapa senyum ini menarik adalah karena foto terlihat lebih bahagia dengan emosi yang jelas terlihat sehingga mempengaruhi perasaan orang-orang yang melihatnya.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, diantaranya:

1. Apakah fotogenik merupakan bawaan sedari lahir?

Untuk menjawab ini, rasanya agak sulit. Tapi, jika dilihat dari karakteristik seseorang, ada kemungkinan fotogenik dibawa sedari lahir.

Sebagai contoh, ada beberapa orang dengan tulang pipi wajah terlihat tajam, rahang persegi dan lain sebagainya, secara alami terlihat lebih bagus saat di foto.

Poin-poin diataslah yang dianggap sebagai ciri-ciri wajah fotogenic sedari lahir alias tanpa latihan atau dengan posisi dibuat-buat.

Alasannya? Karena bentuk wajah seperti itu bisa menangkap cahaya yang lebih baik dibanding orang-orang dengan wajah bulat, yang memungkinkan cahaya memantul ke segala arah.

Tapi, bukan berarti orang dengan wajah bulat tidak bisa menjadi model atau tidak bisa menghasilkan foto yang fotogenik. Enggak. Hanya saja, mereka lebih sulit menghasilkan foto yang bagus.

Pengertian Fotogenik
Chrissy Teigen via Getty Images

Oh iya, konsep bawaan dari lahir ini juga enggak berlaku sebab ada beberapa wajah model berwajah bulat semisal, Chrissy Teigen istrinya John Legend, yang sebagian besar posenya tetap fotogenik.

2. Bagaimana cara menjadi fotogenik?

Ada banyak cara. Misalnya, jika anda tidak punya ciri-ciri wajah yang fotogenik seperti diatas, bisa latihan,

Dengan demikian, jika saat selfie, foto terlihat biasa saja atau malah tidak menarik ketimbang saat berkaca di depan cermin, mungkin saja anda kurang latihan.

Terlebih jika anda wanita. Perlu diketahui, wanita secara keseluruhan, terlihat lebih fotogenik ketimbang pria.

Disisi lain, fitur wajah wanita cenderung lebih lembut dan bulat ketimbang pria. Fakta ini justru membuktikan bahwa laki-laki, secara alamiah, terlihat lebih fotogenik.

Hanya saja, baik pria dan wanita, punya potensi yang sama untuk terlihat fotogenik di foto. Perbanyak latihan saja dengan mengikuti panduan diatas.

Selain latihan, pelajari juga teknik-teknik dasar fotografi, faktor apa saja yang membuat foto terlihat menarik dan lain sebagainya.

3. Apa itu wajah fotogenik?

Wajah fotogenik adalah istilah yang merujuk pada bentuk wajah atau posisi tubuh yang ideal secara alami atau tidak saat berfoto.

4. Apa yang dimaksud dengan gaya fotogenik?

Gaya fotogenik adalah pose yang dipilih seseorang saat swafoto atau melakukan aktivitas fotografi lainnya secara alami atau dengan latihan khusus.

Penutup

Sebenarnya, enggak susah-susah amat jika ingin menghasilkan foto yang fotogenic. Yang penting, anda sudah tahu bagaimana harus berpose.

Lebih menarik lagi jika bentuk wajah anda lebih lancip dengan tulang rahang yang tajam karena lebih terlihat alami.

Mau lebih menarik? Baiknya anda memanfaatkan aplikasi pengeditan foto untuk menambah gaya dan kesan pada foto.

Demikian artikel tentang pengertian fotogenik termasuk ciri-ciri, contoh dan cara buat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Satu pemikiran pada “Pengertian Fotogenik: Ciri-Ciri, Karakteristik dan Contoh”

Tinggalkan komentar