Pengertian Equalizer: Fungsi, Jenis dan Settingan Dasar

Dalam bahasa Indonesia, Equalizer berarti ekualisasi, yang mengacu pada alat untuk mengatur naik turunnya volume audio.

Penemuan alat ini sendiri bermula dari fakta bahwa telinga manusia dapat merasakan gelombang suara dan level terendah yang bisa didengar adalah 20 Hz.

Sementara, rentang suara paling tinggi yang bisa didengar adalah 20.000 Hz, yang amat sangat nyaring dan bisa bikin gendang telinga rusak.

Yang jadi masalah, saat mendengar suara tersebut, manusia tidak bisa menaikkan atau menurunkan frekuensinya ke level tertentu sehingga nyaman di dengar.

Sampai teknologi penyeimbang suara, yang kelak disebut equalizer, ditemukan. Dan hari ini, perangkat ini sudah ada dimana-mana.

Mulai dari audio di mobil, sound system di home teater, telepon, pemutar audio, sound card dan lain sebagainya.

Bentuk dan ukurannya pun beragam ada yang besar dan ada juga yang kecil dengan fitur filtering yang kompleks.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan equalizer? Apa fungsinya? Apa saja jenis-jenis equalizer? Bagaimana cara kerja equalizer? Apa perbedaan parametrik dan equalizer?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Equalizer

equalizer adalah
Via descriptive.audio

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana equalizer adalah alat penyeimbang audio yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan rentang frekuensinya.

Dengan demikian, alat ini bisa dipakai untuk mengubah keseimbangan harmonik suara agar enak didengar. Istilah kerennya adalah mengubah cara suara terdengar.

Misalnya, saat dengar lagu dengan rentang frekuensi rendah, bisa dinaikkan lebih tinggi lagi. Sebaliknya, frekuensi suara yang tinggi, bisa diturunkan.

Jadi equalizer dapat dipahami sebagai perangkat yang berfungsi untuk memfilter frekuensi suara ke rentang atau level tertentu.

Secara teknis, Equalizer yang kadang juga disingkat EQ, adalah filter audio yang digunakan mengisolasi frekuensi.

Proses isolasi itu terjadi saat audio ditingkatkan dan diturunkan ke skala tertentu sehingga mempengaruhi cara audio terdengar pada satu bagian, bass atau treble misalnya.

Baca Juga:

Dalam perkembangannya kemudian, filter audio ini bisa ditemukan di berbagai perangkat elektronik seperti stereo rumah, mobil dan komputer.

Termasuk juga di perangkat lunak digital seperti di komputer, ponsel atau tablet serta amplifier instrumental seperti gitar, bass, keyboard, pedal gitar atau rackmount effects dan lain sebagainya.

Intinya, equalizer adalah perangkat atau alat yang bisa merekayasa suara untuk menyesuaikan output ke frekuensi yang berbeda.

Apakah ada padanan bahasa Indonesianya? Tentu saja ada yakni Ekualisasi. Di KBBI, ekualisasi adalah proses, cara atau perbuatan menyamakan.

Dalam konsep audio, maka ekualisasi adalah perangkat pemrosesan audio yang banyak digunakan dalam industri musik.

Dengan ekualisasi inilah seseorang bisa menyesuaikan tingkat frekuensi atau rentangnya, yang pada gilirannya memungkinkan seseorang memperbaiki suara tersebut.

Perbaikan suara ini bisa merujuk pada keinginan untuk membuatnya terdengar sempurna dan biasanya dilakukan dengan cara memotong frekuensi yang tak diinginkan.

Fungsi Equalizer

Secara umum, ada tiga fungsi utama equalizer, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

FungsiPenjelasan
Untuk menaikkan rentang suaraDigunakan untuk menaikkan rentang suara dalam skala tertentu. Pada perangkat sederhana seperti Sound Card, rentang suara tertinggi bisa diatur hingga +8dB
Untuk menurunkan rentang suaraSelain menaikkan rentang suara, juga dipakai untuk menurunkan rentang audio dan pada Sound Card, bisa diatur hingga -8dB
Untuk menyeimbangkan suaraPenyeimbang suara ini mengacu pada pengaturan level untuk beberapa model seperti echo, treble, bass, record, music sampai monitor

Saat digunakan untuk merekam suara, maka equalizer bisa memfilter beberapa bagian suara yang ada didalam audio seperti poin tiga diatas.

Alasan penggunaan Equalizer

Secara umum, ada beberapa alasan logis mengapa equalizer wajib digunakan pada audio, diantaranya:

  • Tidak selamanya frekuensi audio yang didengar seimbang alias terkadang nyaring dan kadang juga sangat lembut. Misalnya, frekuensi rendah dari suara bass sehingga perlu ditingkatkan lagi
  • Rentang frekuensi terlalu keras atau nyaring. Misalnya, dalam kasus frekuensi treble, sehingga perlu dilembutkan sedikit agar enak didengar
  • Untuk mengatur frekuensi tertentu agar terdengar menarik dan cocok di telinga, apakah itu harus dinaikkan atau mungkin diturunkan
  • Ada vokal suara atau instrumen musik yang kedengarannya membosankan, sehingga perlu dibuat lebih menarik lagi

Lebih jauh lagi, equalizer juga bisa dipakai untuk memadukan antara dua vokal atau sekumpulan vokal termasuk instrumennya satu sama lain.

Macam-macam Jenis Equalizer

Secara umum, jenis Equalizer ada tiga mulai dari grafis, parametrik serta perangkat filter pada skala tertentu, rendah atau tinggi misalnya.

Agar jelas, berikut disajikan macam-macam jenis Equalizer, diantaranya:

1. Equalizer grafis

equalizer adalah
Yamaha Q2031B Graphic Equalizer via odnd.nl

Graphic equalizer atau equalizer grafis adalah salah satu jenis EQ paling populer dan paling banyak digunakan sekarang ini.

Mayoritas perangkat ini punya 3 sampai 31 band dengan pengaturan filter yang banyak. Dengan begitu, untuk kontrol audio yang terdengar makin sulit.

Rentang outputnya sendiri cukup variatif. EQ standar biasanya support +/- 6 dB sementara yang lainnya bisa sampai 20 dB.

Hanya saja, apabila output frekuensinya ditingkatkan sampai level paling tinggi, akan muncul distorsi yang membuat sinyal audionya terpotong.

Jika ada dalam posisi ini, solusi paling masuk akal adalah dengan mengurangi frekuensi individual sementara frekuensi umumnya ditingkatkan.

2. Parametric equalizer

equalizer adalah
Parametric equalizer Radius 20 via inesstudios.com

Istilah parametric equalizer atau equalizer parametrik bisa mengacu pada dua perangkat berbeda yakni EQ Semi-parametrik dan parametrik itu sendiri.

Fungsi keduanya sama karena bisa mengatur rentang frekuensi seperti tinggi atau rendah volume yang ada termasuk pengaturan standar lainnya.

Meski demikian, secara teknis, EQ Parametrik cukup berbeda dengan EQ Grafis diatas dan ini bisa dilihat dari tombol filteringnya.

Pada EQ Grafis, untuk atur rentang frekuensinya harus geser ke atas atau ke bawah sementara EQ parametrik cukup dengan memutar tombol.

Hanya saja, tergantung merk yang digunakan. Contohnya plug-in Slate Digital SSL 400E mixing console yang juga menyediakan tombol tekan dan putar sekaligus.

Hanya saja, EQ semi dan parametrik pada umumnya digunakan untuk mengatur audio mid-range dengan kontrol yang kurang lebih sama, yakni:

  • Di Bagian tengah, biasanya ada label kHz, digunakan untuk meningkatkan performa frekuensi
  • Gain yang biasanya disimbolkan dengan dB, mengacu pada jumlah performa audio yang ditingkatkan
  • Sementara Q merujuk pada penetapan frekuensi ke skala tertentu yang pada akhirnya mempengaruhi frekuensi pusat

3. High-pass filters dan low-pass filters

equalizer adalah
Via metroandalas.co.id

High-pass filters adalah jenis equalizer teknis dengan fungsi khusus yakni untuk memblokir frekuensi rendah yang tak diinginkan.

Sebaliknya, low-pass filters digunakan untuk mengatur frekuensi yang rendah sementara frekuensi tinggi akan diminimalisir atau dipertahankan.

Secara umum, equalizer jenis ini terbagi dalam tiga model filter audio seperti yang terlihat pada tabel dibawah:

High and Low Pass FiltersEQ jenis ini, yang kadang juga disebut filter high-cut, adalah filter paling umum digunakan untuk menurunkan tingkat suara ke frekuensi yang dipilih pengguna
Shelving FilterDigunakan untuk mengatur perubahan kekuatan atau penyesuaian keseimbangan untuk semua rentang frekuensi diatas frekuensi yang dipilih pengguna
Peaking FiltersHanya digunakan untuk tujuan khusus dimana memungkinkan pengaturan nada keseluruhan sekaligus saat rentang frekuensi tertentu dicapai

Setingan equalizer standar

Secara umum, settingan atau pengaturan perangkat equalizer standar terbagi dalam beberapa bentuk, diantaranya:

1. Sub-Bass

Sub-bass mengacu pada frekuensi terendah yang bisa didengar manusia. Jika nada jenis ini ditingkatkan, nada individual akan sulit didengar.

Apabila dipakai pada amplifier atau speaker, frekuensi ini bisa didengar pakai subwoofer. Untuk rentang frekuensinya sendiri antara 20 Hz sampai 60 Hz.

2. Low Mids

Low Mids adalah frekuensi yang beresonansi dan cukup familiar di telinga manusia. Karena itu, banyak komposer dan produser musik mengatur drum agar ada dalam rentang ini.

Bisa juga dipakai untuk instrumen melodi seperti Cello, Bassoon yang kadang juga disebut basun atau fagot, Bariton dan Saksofon tenor, Trombon dan lain sebagainya.

Jika pakai amplifier, frekuensi ini bisa diatur dengan tombol bass. Untuk rentangnya sendiri antara 60 Hz sampai 250 Hz.

3. Mids

High Mids adalah rentang frekuensi paling jelas yang bisa didengar telinga manusia. Karena itu, saat frekuensinya dinaikkan, akan terdengar kalau keseluruhan nada ikut naik.

Untuk rentang frekuensinya antara 250 Hz sampai dengan 1500 Hz. Hanya saja, perlu hati-hati saat meningkatkan volumenya karena bisa buat telinga sakit.

4. High mids

Jika pakai banyak lead synth, yang berbeda dengan synth pad ya, ada banyak efek yang terjadi dalam rentang frekuensi ini

Makanya, high mids hanya dipakai pada beberapa instrumen yang menggunakan perkusi saja dan tidak termasuk kick drum. Untuk rentang high mids atau mid tinggi antara 1500 Hz sampai 4K Hz.

5. Presence

Presence mengacu pada Mid yang lebih tinggi lagi, dalam skala yang bisa bikin telinga berdengung dan sakit.

Misalnya, anda ada didalam satu ruangan, terkunci, di atasnya ada lonceng besar. Ketika lonceng itu dibunyikan maka kira-kira suaranya akan terdengar seperti itu.

Mid ini merupakan frekuensi paling mirip dengan distorsi, yang biasanya diatur dengan tombol treble pada amplifier dengan rentang antara 4000 Hz sampai 6600 Hz.

6. Brilliance

Brilliance, yang bisa diartikan sebagai mid super tinggi, adalah rentang suara tertinggi yang bisa didengar telinga manusia.

Suaranya memang terdengar, tapi terasa nyaring sekali. Untuk rentangnya sendiri berkisar antara 6600 Hz sampai 20.000 Hz.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA di bawah, seperti:

1. Apa perbedaan parametrik dan equalizer?

Sebenarnya, tidak ada perbedaan antara parametrik dan equalizer mengingat kata parametrik sendiri merupakan jenis atau bagian dari ekualisasi dan bukan sebaliknya.

2. Bagaimana cara kerja equalizer?

Secara umum, cara kerja equalizer cukup sederhana meski bergantung penuh sama komponen yang ada di dalam alat ini.

Fokus penyeimbang audio ada pada band individual yang jika dilihat dari kiri ke kanan memiliki fungsinya masing-masing.

Mulai dari Low Cut Filter atau High Pass Filter, Low Shelf Filter, Bell Filter 1, Bell Filter 2, Bell Filter 3, Bell Filter 4, High Shelf Filter dan High Cut Filter atau Low Pass Filter.

Dan anda punya kendali penuh ke setiap band, karena bisa sesuaikan parameter audio yang ada pakai tombol filter tersebut.

Prinsipnya hanya dua yakni pengaturan frekuensi dan kemiringan. Parameter frekuensi memungkinkan anda mengatur frekuensi di setiap band.

Sementara, parameter kemiringan merujuk pada filter, entah itu band 1 sampai 8, ditambah dengan penguatan untuk band 2-7.

Sedikit membingungkan? Jelas karena istilah-istilah di atas banyak dipakai untuk filter suara di studio rekaman.

3. Apa yang dimaksud dengan equalizer audio?

Saat berbicara tentang equalizer, secara tidak langsung akan berbicara soal pengaturan keseimbangan audio pakai alat khusus.

Dengan demikian, Equalizer audio adalah alat, perangkat atau piranti lunak, yang digunakan untuk mengubah konten spektral sinyal audio.

Bisa juga diartikan sebagai jenis prosesor sinyal, yang dapat mengubah tingkat relatif dari pita frekuensi yang berbeda dalam sinyal.

Equalizer paling sederhana, misalnya yang dipakai pada sound system, bisa digunakan untuk mengontrol tingkat volume frekuensi yang dihasilkan.

Dan audio, anggap saja itu lagu yang ada musik, tersebar dalam berbagai rentang frekuensi dengan bass sebagai nada terendah atau low frequency.

Disisi lain, Treble atau Soprano dianggap sebagai suara dengan frekuensi tinggi. Nah sekarang tinggal putuskan, mana yang akan diprioritaskan.

Apakah itu Bass atau Treble. Dan dengan bantuan equalizer audio, anda bisa mengatur keseimbangannya secara terpisah.

Artinya, anda bisa turunkan atau tingkatkan frekuensi sehingga terdengar lebih sempurna dan nyaman didengar.

Penutup

Dari penjelasan diatas bisa diketahui kalau equalizer bisa mengubah kualitas nada audio yang melewatinya.

Untuk mengubah suara, ada filter di dalamnya yang memungkinkan seseorang menyesuaikan, termasuk mengubah, menaikkan atau mengatur frekuensi sinyal yang keluar.

Demikian artikel tentang pengertian Equalizer, termasuk fungsi, jenis dan settingan dasar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar