Pengertian Brosur: Jenis, Fungsi, Tujuan dan Cara Buat

Brosur, sampai hari ini, tetap jadi alat promosi populer yang selalu jadi pilihan untuk mengiklankan sesuatu.

Entah itu produk, layanan, acara, konferensi, seminar, dan lain sebagainya. Karena penggunaannya yang luas tersebut, banyak orang yang kemudian menyebutnya dengan istilah berbeda.

Mulai dari flyer, pamflet, leaflet, selebaran sampai katalog. Dari caranya dilipat, bentuk dan ukurannya, semua media promosi cetak diatas memang mirip.

Yang membedakan hanya ada pada fungsi dan tujuan pembuatannya. Tapi, apa sih yang dimaksud dengan brosur?

Apa saja jenis-jenisnya? Apa manfaat membuat brosur? Apakah ada contoh brosur? Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Brosur

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], brosur punya tiga pengertian dasar, yakni:

  • Bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem
  • Cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dapat dilipat tanpa dijilid
  • Selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tapi lengkap biasanya berisikan informasi tentang perusahaan atau organisasi

Dari tiga pengertian diatas bisa diketahui kalau brosur adalah cetakan yang berisikan informasi tertulis tentang sesuatu dengan atau tanpa lipatan.

Secara etimologis, kata brosur berasal dari bahasa Prancis, Brochure yang berarti sebuah karya yang dijahit.

Istilah di atas diambil dari kata brocher yang berarti untuk menjahit dari kata Perancis Kuno, Brochier yang artinya alat runcing atau penusuk.

Lantas, apa sih pengertian brosur yang sebenarnya? Secara umum, brosur adalah dokumen kertas informatif yang bisa dilipat menjadi beberapa bagian.

Karena merupakan dokumen promosi, biasanya brosur dipakai untuk memperkenalkan perusahaan, organisasi, produk dan layanan kepada pelanggan potensial atau masyarakat umum.

Brosur bisa didistribusikan lewat surat kabar atau dibagikan secara pribadi ke tempat-tempat publik seperti mall.

Bisa juga ditempatkan di wadah atau rak khusus seperti yang ada di meja kasir toko ritel Indomaret dan Alfamart.

Lantas, mengapa alat promosi ini populer? Alasannya sederhana karena proses pembuatannya murah tapi jangkauannya luas meski cenderung acak.

Dan tentu saja biayanya pembuatan dan distribusinya jauh lebih murah dibanding beriklan di TV, koran, Facebook Ads sampai Google AdWords.

Jenis Brosur

Jika dilihat berdasarkan format lipatan dan ukurannya, brosur dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti:

1. Brosur Gate Fold

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Brosur Gate Fold atau brosur lipat gerbang adalah jenis brosur yang cukup jarang ditemui karena biaya pembuatannya yang cenderung mahal.

Salah satu kelebihan brosur jenis ini ada pada desain lipatan yang terkesan mewah sehingga nyaman untuk dibawa kemana-mana.

Dari segi kualitas kertas pun tak kalah dengan yang lain. Artinya, pembaca atau orang yang menerimanya bisa menyimpannya dalam jangka waktu yang lama.

2. Brosur Bi-Fold

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Berbanding terbalik dengan gate fold diatas karena bi fold atau brosur lipat dua merupakan salah satu format lipatan brosur paling mudah ditemui.

Ciri utama dari brosur jenis ini ada pada lipatannya yang hanya terdiri dari dua bagian dengan kedua sisinya punya ukuran yang sama.

Umumnya digunakan untuk menginformasikan produk atau layanan dalam bentuk katalog cetak, undangan acara dan lain sebagainya.

3. Brosur Tri-Fold

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Mirip sih dengan brosur dua lipat diatas hanya saja, pada tri fold ini terdapat tiga lipatan berukuran sama disetiap sisinya.

Hanya saja, dari segi popularitas, brosur jenis ini paling mudah ditemui. Dengan ruang yang banyak tersebut, desainer bisa menyajikan informasi yang lengkap sesuai tujuan pembuatannya.

4. Brosur Z-Fold

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Terakhir ada Brosur Z-Fold atau brosur lipat Z yang kadang juga disebut lipat akordion dengan layout yang khas.

Salah satu kelebihan dari brosur jenis ini ada pada panel informasi yang bisa dipisahkan satu dengan yang lain, entah terkait atau tidak.

Karena itu, biasanya, jika ingin mempromosikan produk atau layanan termasuk informasi perusahaan sekaligus, biasanya akan pakai format satu ini.

Oh iya, selain empat jenis brosur diatas sebenarnya ada dua jenis ukuran lain yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya disini.

Fungsi dan Tujuan Brosur

Secara umum, ada tiga fungsi utama brosur, yang juga dipengaruhi tujuan pembuatannya, seperti:

  • Untuk mempromosikan produk, perusahaan, layanan atau organisasi secara intuitif
  • Untuk menampilkan desain khas yang bisa menarik minat audiens dengan cepat dan instan
  • Untuk membangun kepercayaan awal antara perusahaan dan klien potensial yang mungkin saja akan membeli produk atau menggunakan jasa yang dipromosikan

Selain itu, brosur lebih mudah didistribusikan di berbagai lokasi strategis seperti di mall, toko, dan lain sebagainya.

Jadi, ada kemungkinan orang-orang yang menerima brosur tersebut akan melihat produk atau layanan yang dipromosikan.

Siapa tahu, pada akhirnya, salah satu dari mereka akan membeli produk atau mencoba layanan yang dipromosikan. Tapi, ini kembali ke tujuan utama brosur itu dibuat.

Jika sekedar untuk mempromosikan produk yang baru diluncurkan atau untuk meningkatkan branding perusahaan, mungkin hanya dibaca saja sudah lebih dari cukup.

Alasan menggunakan brosur

Brosur adalah salah satu media pemasaran terbaik yang bisa dibuat untuk mempromosikan produk atau meningkatkan brand awareness perusahaan.

Artinya, sebelum buat produk, harus tahu dulu alasan mengapa alat promosi tersebut dibuat. Umumnya, ada beberapa alasan pembuatan brosur, seperti:

  • Proses pembuatannya lebih hemat biaya dibanding alat promosi lain
  • Informasi yang disajikan dapat dengan mudah dipahami pembaca karena menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan padat
  • Bisa menjangkau audiens yang besar meski bergantung pada jumlah kertas brosur yang dicetak
  • Mayoritas brosur dirancang khusus agar bisa menarik perhatian audiens dengan cepat dan singkat
  • Bisa mempromosikan produk atau layanan dan perusahaan sekaligus

Beberapa alasan diatas pada akhirnya bisa mendorong kepercayaan calon pelanggan atau klien yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada penjualan.

Disisi lain, dengan brosur, secara tidak langsung akan memberikan pesan kepada calon pelanggan bahwa produk tersebut layak dicoba dan lebih unggul dibanding milik pesaing.

Cara Buat Brosur Yang Baik dan Benar

Untuk buat brosur, ada beberapa prosedur standar yang wajib dilewati, seperti:

1. Mencari dan menentukan ide

Pengertian Brosur
Gambar via blog.sli.do

Sama seperti saat buat proyek pada umumnya, poster misalnya, begitu pula dengan brosur. Artinya, diperlukan ide dasar sebelum buat brosur.

Selain ide, aspek lain juga yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan membuat gaya, grafik dan penyusunan kata yang akan digunakan.

Cara terbaik untuk mendapatkan ide yang sesuai keinginan adalah dengan mencari referensi konten yang sesuai di internet.

2. Brainstorming projek

Pengertian Brosur
Gambar via medium.com

Setelah ide ditemukan, langkah selanjutnya adalah membuat brainstorming terkait dengan proyek yang dikerjakan.

Lantas, apa tujuan brainstorming? Apakah sepenting itu dilakukan? Tujuannya adalah untuk menemukan benang merah dari tujuan akhir pembuatan brosur.

Untuk membuat brainstorming yang tepat, bisa mulai dulu dengan beberapa pertanyaan dibawah, seperti:

  • Siapa yang akan jadi targetnya? Apakah pelanggan lama atau calon pelanggan baru?
  • Berapa anggaran yang diperlukan dalam pembuatan brosur?
  • Siapa orang pertama yang akan dimintai pendapat atau tanggapan terkait dengan brosur?

Dan pertanyaan lain terkait. Karena itu, jika kerja dengan tim, bisa diskusikan dulu untuk dapat jawaban yang tepat.

3. Buat mind map

Pengertian Brosur
Gambar via mindmeister.com

Mind mapping atau peta pikiran adalah presentasi ide dalam bentuk garis-garis besar dari ide dasar dan brainstorming yang dibuat sebelumnya.

Poin ini penting agar anda bisa menyesuaikan prioritas informasi yang akan ditulis di dalam brosur dan jenis lipatan yang dipilih.

Artinya, mind map ini berisikan garis-garis besar yang akan jadi penentu bagaimana brosur akan terlihat atau bagaimana layoutnya.

4. Buat brosur

Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via blog.honeycombindia.net

Setelah tiga langkah di atas dibuat, langkah terakhir adalah mengaplikasikan segala ide, brainstorming dan mind map ke desain.

Agar lebih mudah, bisa buat pakai template brosur siap pakai yang banyak tersedia di luar sana, seperti Canva atau Wepik.

Menggunakan template siap pakai merupakan cara yang paling efisien dan hemat waktu ketimbang harus buat di aplikasi pengeditan seperti Photoshop atau aplikasi sejenis.

Setelah temukan template yang cocok, tinggal edit teks, gambar, supergrafis dan item lain yang ada. Selanjutnya, brosur sudah siap di download untuk kemudian dicetak.

Hanya saja, beberapa platform mengharuskan pengguna untuk berlangganan versi berbayar atau pro jika ingin download versi HDnya.

Atau, jika mau yang gratis dan tidak mau ribet saat pembuatan, bisa buat lewat aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Office Word atau Google Document.

Untuk contoh saja, jika pakai Google Docs, hanya tersedia satu template di beranda yakni Brosur geometrik.

Hirarki brosurnya standar begitu juga dengan informasi yang disajikan mulai dari nama perusahaan, jenis alat promosi, ringkasan produk, detail produk dan lain sebagainya.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa saja Kelebihan Brosur dibanding alat promosi lain, pamflet misalnya?

Sebenarnya, baik pamflet dan brosur punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Mengapa demikian? Karena ketiganya merupakan bagian dari selebaran.

Dengan demikian, secara umum, ada beberapa kelebihan brosur, diantaranya:

  • Target pasar yang spesifik karena bisa ditempatkan di berbagai posisi strategis. Hanya saja, agar bisa menarik perhatian orang, brosur harus didesain sebaik mungkin. Tujuannya tak lain agar ide dasar pembuatan brosur bisa dicapai
  • Biaya pembuatan yang cenderung murah dan ekonomis. Poin inilah yang jadi alasan mengapa banyak perusahaan masih menggunakan alat promosi satu ini untuk mempromosikan layanan, produk atau meningkatkan citra perusahan
  • Jika desain dan layout dibuat dengan bagus, selain bisa meningkatkan kesadaran merek juga bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan
  • Bisa mendatangkan calon pelanggan yang baru dan poin ini masih punya kaitan sama poin sebelumnya diatas
  • Bisa sesuaikan sama kebutuhan, tujuan dan jenis brosur yang dibuat sehingga personalisasi tujuan dan target audiens makin jelas
  • Bisa sajikan beberapa informasi penting ke satu layout. Contohnya, jika promosi produk, bisa sekalian juga promosi perusahaan, kontak dan media sosial sekaligus

Oh iya, dari segi peralatan yang digunakan untuk cetak brosur cukup variatif dimana mayoritas pakai mesin cetak offset atau digital offset.

2. Apa perbedaan brosur dan pamflet?

Dari segi desain, brosur dan pamflet punya desain yang sama tapi dari segi tujuan, ada sedikit perbedaan antara keduanya.

Dimana, brosur dirancang khusus untuk mempromosikan atau mengiklankan produk atau layanan tertentu kepada orang lain.

Sementara, pamflet secara spesifik digunakan untuk menginformasikan atau menyampaikan sesuatu.

Selain itu, dari desain, tata letak dan lipatan juga berbeda. Flyer tidak seperti brosur yang bisa dibuat dalam satu lembar saja, sementara brosur bisa dibuat bebas dengan atau tanpa lipatan.

Penutup

Sebagai dokumen kertas informatif, maka tidak ada salahnya jika menggunakan brosur untuk mempromosikan atau mengiklankan sesuatu.

Selain harganya yang murah, pembuatannya lebih gampang. Terlebih jika anda memanfaatkan berbagai template siap pakai yang banyak tersedia sekarang ini.

Demikian artikel tentang pengertian brosur, termasuk jenis, fungsi, tujuan dan cara buat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar