Pengertian Animasi 3D: Teknik, Ciri-Ciri, Elemen dan Cara Buat

Sebenarnya, pengertian animasi 3D tidak jauh beda dengan animasi 2D. Bahkan bisa disebut kalau animasi 3D adalah penyempurnaan dari 2D.

Cara buatnya pun tetap berangkat dari prinsip dasar pembuatan animasi mulai dari squash dan stretch, anticipation, staging dan lain sebagainya.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan animasi 3D? Apa saja elemen yang membentuk animasi 3D? Apa saja ciri-cirinya? Cara buatnya bagaimana?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Animasi 3D

Animasi 3D adalah seni menggerakan karakter, kendaraan, alat peraga dan objek lainnya untuk digunakan pada TV, film, video game dan lain sebagainya.

Dengan demikian, sepanjangan objek didalamnya dihasilkan oleh komputer dan tampak bergerak melalui ruang tiga dimensi maka ia disebut animasi 3D.

Objek animasinya akan dibuat sedemikian rupa mengikuti prinsip-prinsip yang berlaku di kehidupan nyata.

Semua proses pembuatannya pakai komputer, dengan tambahan ruang agar terlihat nyata. Inilah yang jadi dasar alasan mengapa animasi 3D merupakan penyempurnaan dari animasi 2D.

Baca Juga:

Intinya, animasi 3D adalah proses menempatkan objek dan karakter dalam ruang 3D dan memanipulasinya untuk menciptakan ilusi gerak.

Objek dibuat berdasarkan model 3D yang diasimilasi secara digital menggunakan aplikasi pemodelan 3D.

Atau mungkin, dalam beberapa kasus, pembuatanya menggunakan objek nyata yang kemudian diadaptasi jadi animasi.

Contoh paling sederhana bisa dilihat dalam film Avatar, Avengers Endgame, Twilight Saga dan lain sebagainya.

Dimana, aktor-aktor nyata akan diberi kostum khusus untuk membantu dalam proses Computer-generated Imagery atau CGI.

Tujuannya tak lain yakni untuk memperlihatkan objek atau karakter didalam adegan agar terlihat serealistis mungkin.

Karena itu, saat buat animasi jenis ini, harus mempertimbangkan berbagai hal mulai dari tinggi, lebar, volume dan kedalaman bidang.

a. Konsep animasi 3D

Berbicara soal konsep animasi, secara tidak langsung berbicara tentang keinginan manusia untuk membuat modeling suatu objek atau karakter sama seperti aslinya.

Jadi, gambar bergerak tersebut, yang kemudian diasebut animasi, akan dibuat seolah-olah hidup, berbicara, bergerak dan melakukan aktivitas lainnya.

Itu belum ditambah dengan fakta bahwa manusia cenderung memberikan respon lebih terhadap gambar yang bergerak dibanding tulisan.

Hanya saja, konsepnya lebih merujuk pada gambar sekuensial dengan cerita sendiri dan cerita tersebut bergantung penuh sama imajinasi animator.

b. Karakteristik objek

Karakteristik objek animasi 3D berasal dari objek dengan sumbu koordinat antara X, Y dan Z. Dengan begitu, setiap aplikasi pembuat animasi akan membentuk koordinat tersebut.

Setiap koordinat akan diisi dengan titik yang kemudian membentuk sebuah bidang sehingga saat disatukan, akan membentuk objek sesuai keinginan.

Karakteristik objeknya ini terdiri dari berbagai elemen dan komponen sub-objek yang membuat karakter itu ada dan bisa dilihat.

Elemen pembentuk animasi 3D

Pengertian Animasi 3D

Secara umum, ada tiga objek atau elemen, yang membentuk animasi, diantaranya:

1. Vertex

Vertex atau titik, yang merujuk pada elemen paling kecil saat proses pembuatan animasi 3D. Lokasi titik ini bisa dimana saja tapi tetap berada dalam koordinat Y, X dan Z.

Nantinya, apabila dua atau lebih vertex digabungkan, akan membentuk edge, yang merupakan elemen pembentuk animasi kedua.

Intinya, vertex adalah elemen paling dasar dari animasi 3D. Dengan demikian, apabila ingin mengganti atau memanipulasi vertex, bisa dilakukan dengan mengubah nilai koordinatnya.

2. Edge

Seperti yang sudah disinggung dibagian atas yang mana Edge adalah gabungan dua atau lebih vertex.

3. Face

Face adalah bidang yang terbentuk karena gabungan dari titik sehingga membentuk bagian tertentu seperti yang terlihat pada gambar diatas.

Jenis Animasi 3D

Jika dilihat dari bentuk dan bahan yang digunakan, animasi 3D terbagi dalam tiga jenis, yakni:

1. Puppet Animation

Pengertian Animasi 3D

Puppet animation atau animasi boneka adalah animasi 3D yang dalam proses pembuatanya menggunakan boneka atau objek pengganti lainnya.

Boneka atau fitur yang digunakan itu bentuknya lentur sehingga saat digerakan terlihat lebih alami.

Proses pembuatan puppet animation jauh lebih ribet. Dimana, selain harus buat replika boneka sesuai keinginan, juga harus ambil foto frame tunggal.

Artinya, setiap gerakan boneka akan di foto sehingga menghasilkan per frame gerakan. Dan ketika setiap frame itu digabungkan, akan menciptakan ilusi gerakan.

Oh iya, untuk bahan pengganti boneka atau bahan dari boneka itu sendiri cukup variatif mulai dari lilin, kain, kertas, tanah lempung, kayu yang mudah di ukir dan lain sebagainya.

Untuk contoh pupet animation ada banyak seperti Kubo and the Two Strings (2016), The Pirates! In an Adventure with Scientists! (2012), Fantastic Mr. Fox (2009] dan lain sebagainya.

2. Animasi Mode

Pengertian Animasi 3D

Berikutnya ada animasi mode yang merujuk pada animasi yang tidak punya bentuk fisik tetapi lebih ke bentuk abstrak.

Di KBBI, animasi abstrak dipahami sebagai prinsip estetika yang memandang animasi sebagai karya seni berisi garis, bentuk dan warna abstrak yang dimanipulasi oleh animator.

Dengan demikian, dalam animasi model, akan digunakan gambar yang bentuknya abstrak seperti kerucuk, balok, bola, prisma, priamida, kubus dan lain sebagainya.

3. Animasi Pixilasi (pixilation)

Pengertian Animasi 3D

Jenis animasi 3D yang terakhir adalah animasi pixalasi yang merupakan salah satu jenis animasi paling tren saat ini.

Objek utama animasi ini adalah manusia yang dibuat seolah sedang beradegan sama seperti boneka sungguhan.

Tiap gerakan tersebut akan di foto. Setelah foto-foto tersebut digabungkan, maka akan terlihat bergerak dengan kecepatan tertentu.

Proses pembuatan Animasi 3D

Secara umum, ada tiga tahap atau proses pembuatan animasi 3D. Pertama tentu saja berkaitan dengan modelling karakter.

Lalu diikuti dengan tahap produksi di komputer dan proses rendering. Agar jelas, berikut tahap-tahap pembuatan animasi 3D, diantaranya:

1. Modeling

pengertian animasi 3D
Gambar via Free3D

Agar setiap adegan dalam animasi 3D ini berfungsi dengan baik dan interaksinya bagus, langkah pertama yang harus dilakukan adalah modeling.

Modeling sendiri adalah proses untuk membuat suatu karakter sesuai keinginan pakai komputer atau alat bantu lainnya.

Pada dasarnya, modeling dibuat dari sekumpulan titik, garis dan kurva yang disusun sedemikian rupa untuk memetakan objek.

Komputer atau aplikasi pembuat animasi akan mengeksekusinya sebagai bentuk geometris murni. Nantinya, setelah warna dan tekstur ditambahkan, modelnya akan menyerupai objek nyata.

Animasi tersebut akan dibuat dengan kerangka sehingga terlihat nyata. Dengan demikian, pemahaman tentang anatomi dan struktur tubuh sangat penting disini.

Dan didalam modeling ini ada yang namanya rigging yang merujuk pada proses menghasilkan kerangka dimaksud.

Setelah kerangka tersebut terbentuk, model 3D, yang disebut skin atau kulit, akan dipasang ke rig untuk menyiapkan karakter di tahap berikutnya.

Secara teknik, dalam proses modeling ini, ada dua tahap yang harus dilakukan animator, diantaranya:

  • Solid yang merujuk pada istilah model, yang bentuknya seperti volume, ditampilkan. Dibuat sedemikian rupa agar hasilnya terlihat asli. Mayoritas animasi modeling jenis ini digunakan untuk keperluan simulasi operasi, pengobatan, medis, CAD dan lain sebagainya
  • Sheel atau Boundary yang mengacu pada batas dari satu permukaan objek. Dalam proses pembuatanya, teknik yang kedua ini lebih mudah dibanding Solid diatas. Inilah yang jadi alasan mengapa banyak rumah produksi menggunakan teknik ini saat modeling karakter didalam film

2. Mengatur tata letak animasi

Ketika tahap modeling sudah selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah menganimasikan karakter tersebut.

Caranya bagaimana? Dengan menempatkan karakter ke adegan masing-masing dan menganimasikan gerakannya.

Prosesnya memang tidak smooth alias sedikit kasar. Dengan demikian, wajar jika ada gerakan atau transisi yang tidak sesuai harapan.

Karena memang, animator hanya membuat pose awal dan akhir dari gerakan yang diinginkan. Proses ini disebut dengan istilah keyframe.

Nantinya, pencahayaan akan ditambahkan untuk mendapatkan sudut dan kedalaman objek, efek dan detail lainnya.

Dalam proses pembuatan tata letak dan animasi ini, ada beberapa teknik yang umum digunakan, diantaranya:

  • Animasi tradisional atau traditional animation yang dibuat frame per frame. Dengan demikian, gambarnya akan dibuat dulu diatas kertas, lalu digabungkan menjadi satu. Penggabungan karakter tersebut akan membuatnya terlihat seolah bergerak. Namun, setiap bingkai tersebut harus membentuk ilusi gerakan sesuai keinginan
  • Animasi penuh atau full animation dimana animasi dibuat secara tradisional tetapi sedikit lebih rumit. Gambar akan dibuat sedetail mungkin, dengan penambahan warna, fitur dan unsur lain sesuai keinginan
  • Animasi terbatas atau limited animation yang dibuat dengan cara menghindari penambahan detail-detail didalam animasi sehingga cost atau biaya pembuatanya bisa dikurangi
  • Rotoscoping yang mengacu pada kondisi dimana animator harus melacak setiap gerakan animasi yang dibuatnya bingkai per bingkai atau secara live action
  • Live actions yang merujuk pada penggabungkan karakter yang sudah ada sehingga membentuk sebuah video atau film animasi mentah

3. Rendering

pengertian animasi 3D
Gambar via stores5k.cf

Tahap terakhir dari proses pembuatan animasi adalah rendering yang merujuk pada situasi dimana animasi sudah selesai di buat dan diedit. Artinya, animasi tersebut siap di ekspor.

Step terakhir ini butuh perhatian ekstra terhadap detail untuk memastikan proses renderingnya tidak terhambat.

Sebelum rendering dilakukan, akan ditambahkan detail-detail lainnya mulai dari efek khusus, musik, sulih suara dan lain sebagainya.

Setiap proses tersebut akan disinkronkan sesuai kebutuhan. Jika rendering berhasil maka animasi siap ditayangkan atau di tonton.


FAQ

Beberapa pertanyaan terkait postingan ini akan saya ulas dalam bentuk QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa perbedaan animasi 3D dan Animasi 2D?

Sebenarnya, dari istilah sudah diketahui letak perbedaannya dimana. Intinya, kalau animasi 2D sifatnya dasar karena didasarkan pada bidang dua dimensi dengan sumbu x dan y.

Dengan demikian, dalam animasi ini, akan menciptakan gerakan lewat serangkaian adegan 2D yang cepat, namun cenderung berbeda dengan animasi 3D.

pengertian animasi 3D
Gambar via 3D Ace

Untuk lebih memahami pengertian Animasi 2D, sudah saya jelaskan panjang lebar di postingan sebelumnya. Untuk membacanya, bisa klik disini.

2. Apa saja software terbaik untuk buat animasi 3D?

Software atau aplikasinya bergantung sama spesifikasi laptop atau komputer yang dimiliki. Karena rata-rata aplikasi pembuat animasi cukup berat dan mayoritas berbayar.

Hanya saja, sejauh ini, ada beberapa software atau aplikasi buat animasi mulai dari 3Ds Max, Blender, Autodesk Maya, Reallusion iClone, Cinema 4D dan lain sebagainya.

Penutup

Jika dilihat dari berbagai fitur dan proses pembuatannya, animasi 3D dianggap lebih realistis dan proses pembuatannya lebih mudah dibanding 2D.

Mengapa demikian? Karena semuanya dilakukan pakai aplikasi. Manfaatnya juga banyak dan bisa digunakan untuk tujuan apa saja.

Demikian artikel tentang pengertian animasi 3D termasuk elemen, contoh dan cara buat. Semoga artikel ini bsia bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar