Pengertian Animasi 2D: Teknik, Ciri-Ciri dan Cara Buat

Pengertian animasi 2D sebenarnya cukup sederhana karena tinggal jabarkan saja kepanjangan 2D itu sendiri yakni dua dimensi.

Artinya, video atau film tersebut dibuat dalam bentuk dua dimensi namun dengan tambahan gerakan pada kecepatan tertentu.

Dan ini merupakan salah satu bentuk animasi paling tradisional dengan karakter polos tanpa banyak gerak ke atas, bawah, kiri atau ke kanan.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan animasi 2D? Apa saja teknik yang digunakan dalam pembuatan animasi 2D? Cara buatnya gimana?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Animasi 2D

Pengertian Animasi 2D
Gambar Adobe via Pinterest

Ada banyak penyebutan soal animasi 2D mulai dari kartun, film animasi dua dimensi, animasi dwi matra, flat animation dan lain sebagainya.

Apapun penyebutannya, semua merujuk pada sifat, bentuk dan karakter animasi yang sama begitu juga dengan cara buatnya.

Umumnya, animasi 2D dibuat pakai pensil atau alat tulis pengganti lain serta beberapa lembaran kertas.

Lalu gambar tunggal statis akan dibuat diatas kertas. Hanya saja, objek gambar di ubah sedikit demi sedikit sehingga membentuk ilusi gerakan saat digabungkan nantinya.

Untuk saat ini, standar kecepatan gerakan atau pergeseran gambar pada animasi berkisar antara 12 sampai 24 frame per detik.

Artinya, setelah terkumpul 12 atau 24 gambar, akan membentuk satu adegan gerakan seperti berjalan atau menguap.

Setelah itu tinggal tambahkan gambar berikutnya yang akan jadi adegan selanjutnya sesuai dengan ide cerita yang dibangun.

Cara ini akan dilakukan berkali-kali sampai animasi 2D tersebut selesai dibuat. Jika sudah, tinggal gabungkan semua gambar yang sudah dibuat.

Intinya, animasi 2D adalah seni menciptakan gerakan dalam ruang dua dimensi dengan objek utama seperti manusia, hewan dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Sementara, ilusi gerakannya akan tercipta saat tiap gambar individu digabungkan dan di urutkan bersama dalam satu frame.

Pengurutan frame ini mempengaruhi kecepatan gerakan karakter animasi. Dan secara konvensional, animasi 2D menggunakan gerakan 2S.

Artinya, ada 2 frame untuk tiap gerakan atau sekitar 12 FPS. Kecepatan standar tersebut membuat animator lebih hemat waktu dan biaya.

Dalam beberapa kasus, animasi 2D kadang juga disebut film kartun. Ini wajar mengingat mayoritas kartun dibuat diatas bidang 2 dimensi.

Artinya, saat berbicara soal animasi 2D secara tidak langsung akan berbicara tentang gambar yang dibuat pakai sketsa.

Penyebutan 2D sendiri muncul karena gambar tersebut punya ukuran X-azis dan y-aziz yang tetap dengan tambahan gerakan.

Teknik Animasi 2D

Secara umum, ada empat teknik yang biasa digunakan animator saat buat animasi 2D, diantaranya:

1. Cell Technique

Pengertian Animasi 2D

Teknik sel atau cell technique merujuk pada teknik pembuatan animasi manual. Dengan demikian, ini adalah teknik paling tradisional dan paling tua yang pernah ada.

Kata sel sendiri merujuk pada kertas seluloid atau kertas transparan yang digunakan animator untuk membuat bingkai gambar.

Hanya saja, objek animasi dibuat terpisah dengan latar belakang. Sehingga, backgroundnya terlihat statis.

Artinya, latar belakangnya dibuat sekali saja. Karakter animasinya saja yang dibuat banyak sesuai kebutuhan.

Cara ini tentu saja lebih hemat waktu dan biaya. Selain itu, penggunaan background tetap dapat mengeliminasi kebutuhan gambar di setiap frame.

2. Teknik Computing 2D

Pengertian Animasi 2D

Seperti juga namanya dimana teknik computing 2D mengandalkan komputer dalam proses pembuatannya tapi dengan cara yang lebih sederhana.

Selain lebih hemat waktu, juga tidak dibutuhkan kertas dalam proses pembuatannya. Dengan demikian, teknik Computing 2D punya beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Kesalahan fitur atau karakter dapat dengan mudah di koreksi. Proses koreksinya juga cepat sehingga waktu produksi bisa dipangkas
  • Objek animasi bisa digandakan sebanyak mungkin tanpa harus repot gambar satu per satu
  • Hasil akhir dari animasi yang dibuat terlihat lebih bagus
  • Kerja animator jauh lebih mudah karena tinggal menggeser kursor kesana ke mari sesuai kebutuhan
  • Pembelajaran animasi bisa lebih cepat dan transfer ilmu jadi lebih mudah

Dan tentu saja berbeda dengan teknik manual seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Bayangkan jika harus buat ulang apabila ada gambar yang salah.

Meski lebih mudah, tapi animator harus rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer sampai proyek selesai dibuat.

Selain itu, karena kemudahan inilah, animator harus bersaing dengan animator lainnya. Dengan demikian pasarnya lebih kompetitif.

3. Teknik Computing 3D

animasi adalah

Selanjutnya ada teknik computing 3D yang merupakan tingkat lanjut dari computing 2D diatas. Dimana perbedaanya? Ada banyak.

Salah satunya berkaitan dengan warna dan kedalaman objek animasi. Disinilah proses untuk membuat ilusi gerakan terlihat lebih nyata dan alami.

4. Teknik Bayangan

Pengertian Animasi 2D

Terakhir ada teknik bayangan dimana karakter atau objek dibuat dulu replikanya dengan berbagai bahan fisik seperti karton, kulit dan lain sebagainya.

Jika pakai karton, animator harus mengguntingnya satu per satu kemudian ditambahkan berbagai efek salah satunya lampu dibelakang gambar sehingga membentuk siluet.

Contoh paling sederhana dari animasi dengan teknik bayangan adalah Wayang Kulit, yang merupakan salah satu pertujukan tradisional Indonesia.

Karakter teknik ini ada pada objek yang mana saat objek tersebut dijauhkan, akan terlihat besar. Efek ini disebabkan oleh proyeksi lampu latar objek.

Artinya, saat objek didekatkan ke sumber lampu, bayangannya akan membesar. Sebaliknya, jika dijauhkan, ukuran aslinya akan terlihat jelas.

Proses Pembuatan Animasi 2D

Untuk proses pembuatan animasi 2D tak jauh dengan dengan animasi 3D. Yang mana, di tahap pertama, harus buat dulu ide dan cerita.

Diikuti dengan tahap produksi atau tahap dimana ide tersebut diaplikasikan serta tahap pra-produksi. Agar jelas, berikut disajikan prosedur pembuatan animasi 2D, diantaranya:

1. Tahap pra-produksi

Tahap pra-produksi atau pre-production mengacu pada kondisi dimana cetak biru tentang animasi akan dibuat sesempurna mungkin.

Agar jelas, berikut disajikan macam-macam tahap pra-produksi dalam proses pembuatan animasi 2D, diantaranya:

1Pengumpulan dan pencarian IdeIde merujuk pada cerita paling dasar yang akan direalisasikan atau diaplikasikan nantinya lewat animasi
2Pembuatan cerita untuk setiap adeganDi tahap ini, ide akan dipecah lagi dalam beberapa bagian. Nantinya, cerita ini akan mempengaruhi gerakan karakter, dialog, efek dan lain sebagainya
3Pembuatan storyboardSetiap cerita yang ada merujuk pada scene tertentu. Dan setiap scene tersebut akan membentuk sequence yang merupakan gabungan dari keseluruhan cerita dengan pose, posisi kamera, suara, dialog dan efek yang berbeda-beda
4Pembuatan desain karakter dan objek animasiDesain mengacu pada proses dimana karakter akan dibuat bentuknya seperti apa termasuk objek atau fitur pelengkap yang dibutuhkan nantinya

2. Tahap Produksi

Setelah tahap pra-produksi selesai dibuat, langkah berikutnya adalah produksi. Di tahap ini, animator harus kerja ekstra keras untuk mengaplikasikan segala ide dan cerita yang ada.

Lantas, mengapa tahap ini penting? Ada banyak alasan. Salah satunya karena kualitas gambar dan tampilan visual animasi akan ditentukan disini.

Secara umum, ada beberapa prosedur yang wajib dilakukan setelah proses pembuatan animasi 2D ada di tahap ini, seperti:

1LayoutLayout merujuk pada informasi visual animasi yang akan dibuat lebih detail lagi dari awal sampai akhir scene dan biasanya berbentuk hitam dan putih
2R&DResearch and development atau R&D mengacu pada pengujian efektivitas animasi yang dibuat. Didalamnya ada analisis soal animasi apakah potensi pasarnya bagus atau sebaliknya. Tapi, proses ini kembali ke tim, apakah diperlukan atau tidak
3TexturingTexturing mengacu pada penambahan detail-detail tertentu pada karakter seperti warna, tekstur objek dan lain sebagainya
4RinggingRingging adalah proses penambahan detail pada objek agar terlihat seperti asli. Misalnya, hewan dan manusia yang ditambahkan tulang sehingga saat digerakan akan terlihat lebih natural
5AnimationBerikutnya ada proses penganimasian, yang bergantung penuh pada storyboard yang sudah dibuat sebelumnya
6VFXVFX mengacu pada penambahan efek spesial pada animasi agar terlihat nyata entah itu asap, air, api, dan lain sebagainya
7LightingPencahayaan juga penting dengan tujuan agar animasi yang dibuat dapat paparan cahaya yang tepat sehingga objek animasinya jadi lebih hidup
8RenderingTerkahir adalah proses rendering yang merujuk pada tahapan export file ke dalam format video sesuai keinginan. Disinilah berbagai aspek tentang animasi, resolusi, bitrate dan format akan ditentukan

3. Pasca Produksi

Terakhir ada tahap pasca produksi atau tahap dimana animasi yang dibuat akan dilakukan modifikasi sampai terlihat sempurna.

Dalam praktiknya, tahap pasca produksi ini terbagi dalam beberapa bagian, diantaranya:

1CompositingComposting mengacu pada penggabungan dua file yang sudah di render dan yang belum. Jadi, kemampuan editing video sangat dibutuhkan plus pengamatan soal transisi di setiap gerak karakter animasi
2Color CorrectingKoreksi warna merujuk pada penambahan, atau mungkin perubahan warna didalam animasi mulai dari RGB settings, hue, saturasi dan lain sebagainya
3Penambahan fiturFitur yang ditambahkan cukup banyak mulai dari Dubbing, Efek suara [Sound Effect] dan musik latar belakang. Namun proses ini bergantung sama animator, apakah dibuat saat tahap pra-produksi atau pasca produksi
4Final OutputFinal output bisa mengacu juga pada proses rendering dan tidak ada lagi lain setelah ini. Artinya, animasi sudah siap digunakan

Artinya, setelah sampai di tahap final output berarti animasi sudah siap ditayangkan ke TV atau diberikan kepada klien.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa perbedaan antara animasi 2D dan animasi 3D?

Perbedaannya ada pada ruang yang digunakan saat buat animasi. Artinya, jika 3D merujuk pada ruang tiga dimensi maka 2D mengacu pada ruang dua dimensi.

Dengan demikian, proses pembuatannya akan mempengaruhi hasil akhir dari animasi itu sendiri. Apakah lebih hidup atau flat.

Meski demikian, proses pembuatan dua jenis animasi diatas kurang lebih sama. Bedanya ada pada alat yang digunakan karena produksi animasi 3D dibuat sepenuhnya pakai komputer.

Ulasan lebih lengkap soal perbedaan animasi 2D dan animasi 3D sudah saya bahas di artikel sebelumnya. Untuk membacanya langsung klik tautan ini.

2. Apa saja jenis-jenis animasi 2D?

Animasi 2D ini ada banyak jenisnya mulai dari motion graphics, morphing, facial dan lain sebagainya. Ulasan lebih lengkap soal jenis animasi 2D bisa baca disini.

3. Apa saja Prinsip-Prinsip Animasi?

Dalam proses pembuatan animasi, entah itu 2D atau 3D, ada prinsip-prinsip yang harus diikuti agar hasilnya sesuai keinginan.

Dan jika di susun secara lengkap, ada 12 prinsip mulai dari squash dan stretch, staging, slow in dan slow out, timing sampai solid drawing.

Penutup

Animasi sudah ada dimana-mana meski mayoritas yang beredar sekarang ini adalah animasi 3D. Tapi, bukan berarti 2D sudah tidak lagi digunakan.

Pasarnya masih ada, prospek kerjanya juga demikian. Jadi, animasi 2D tidak semata untuk tontonan anak-anak saja.

Tapi juga sudah diaplikasikan ke berbagai bidang seperti periklanan digital dan outdoor, video simulasi, tutorial dan lain sebagainya.

Demikian artikel tentang definisi animasi 2D termasuk teknik, ciri-ciri dan proses pembuatan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan komentar