Sejarah Lengkap Penemu Kamera Dan Foto Negatif

23 Likes Comment
penemu kamera

Pernah gak anda bertanya-tanya, siapa sih penemu kamera sebenarnya? Bagaimana wujud kamera pertama di dunia? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak artikel dibawah ini. 

Penemuan kamera merupakan sebuah proses yang sangat panjang. Proses itu dimulai saat ilmuwan dan filsuf menyadari keberadaan fenomena optik alami dalam kehidupan manusia.

Teknologi juga ikut memainkan peran penting didalamnya baik segi ilmu, praktek hingga peralatan yang digunakan.

Kini hampir semua orang memiliki kamera baik kamera smartphone atau kamera DSLR keluaran terbaru. Dengan kata lain, dunia fotografi telah merambah ke setiap lini kehidupan masyarakat.

Selain itu, dampak dari kepemilikan kamera ini lahir berbagai budaya dan pekerjaan baru seperti selfie, fotografer, model dan lain sebagainya.

Meski sebenarnya, tren ini gak bakalan muncul apabila orang-orang seperti Cindy Sherman dan Andrea Gursky tidak memberikan pemahaman kunci tentang dunia fotografi.

Bahwasanya fotografi merupakan sebuah seni. Seni untuk membuat, menghasilkan dan menciptakan gambar dari cahaya.

Dan seni itu dibentuk dari sebuah alat kecil yang kemudian disebut kamera. Karena ia yang menjadi pelopor semua budaya modern yang agak narsis ini.

Dengan demikian, setiap orang perlu berterima kasih pada orang-orang yang telah menemukan kamera.

Tapi, tunggu dulu, siapa sih yang menemukan kamera? Jika anda penasaran jawaban dari pertanyaan ini baca dulu deh artikel ini sampai habis.

Sebab, di artikel ini akan saya ulas tentang prinsip dan cara kerja kamera, penemu kamera dan sejarah foto negatif.

Prinsip dan cara kerja kamera

Ada banyak desas desus tentang siapa yang menemukan kamera. Dan saya membaginya menjadi dua bagian penemuan, yakni yang menemukan prinsip dan cara kerja kamera serta penemu kamera modern.

Beberapa sumber mengatakan kalau prinsip dan cara kerja kamera pertama kali dikemukakan oleh Al-Bayt Al-Muzlim.

The Indepetendent, salah satu media terkemuka di Inggris, pada tahun 2006 lalu, pernah membuat laporan khusus tentang hal ini untuk membantah penemu kamera sebelumnya.

Sementara, sumber lain mengatakan sebaliknya. Lalu siapa sih yang menemukan kamera? Untuk membahas ini, mari kembali pada penemuan prinsip dan cara kerja kamera terlebih dahulu.

1. Kamera lubang jarum

Kamera tak akan pernah tercipta jika prinsip lubang jarum tidak ditemukan. Penemuan ini sebenarnya sudah ada sejak bangsa Yunani dan Cina kuno.

Filsuf Cina, Mozi, yang hidup pada masa Dinasti Han [Sekitar tahun 391 SM] adalah orang pertama yang menulis prinsip-prinsip kamera lubang jarum.

Filsuf Yunani kuno, Aristoteles, juga pernah menulis tentang prinsip serupa dalam renungannya tentang fenomena dalam buku Problema.

Disitu, Aristoteles bertanya-tanya mengapa matahari tampak bundar meskipun terproyeksikan lewat lubang persegi panjang.

Lalu bagaimana prinsip kamera lubang jarum ini? Prinsip kamera lubang jarum mengambil bentuk dari fenomena optik alami yang ada.

Dimana, gambar di satu sisi atau layar diproyeksikan lewat lubang ke permukaan yang berlawanan dengan bukaan.

Proyeksi ini pada dasarnya akan menghasilkan gambar yang terbalik. Sementara, kamera Obscura, sebuah istilah yang pertama kali muncul pada abad ke-16, juga mengacu pada prinsip ini.

Namun, kamera obscura sudah menggunakan bahan tambahan lain seperti kotak yang dibuat khusus dengan gambar proyeksi terbalik.

2. Kamera obscura
kamera obscura
Gambar ilustrasi tentang prinsip kerja kamera lubang jarum atau obscura via Wikimedia Commons

Satu-satunya perbedaan antara kamera Obscura dan Kamera lubang jarum ada pada penggunaan lensa.

Dengan kata lain, kamera lubang jarum hanyalah perangkat serupa yang membiarkan lubang tetap terbuka.

Teknologi obscura berkembang pesat pada abad ke-17 dan ke-18 saat para seniman menggunakan perangkat ini untuk membantu mereka melukis objek.

Karena penggunaan perangkat inilah para seniman itu dianggap plagiator atau penjiplak. Sebab mereka dianggap melukis objek yang sudah ada.

Cara kerja kamera obscura, seperti yang ditulis oleh Bradley Steffans, dalam bukunya yang berjudul Ibn al-Haytham: First Scientist, adalah memproyeksikan seluruh gambar dari luar ruangan.

Baik kamera lubang jarum ataupun Obscura ini telah menjadi ide dasar kamera modern seperti yang anda gunakan sekarang ini.

Lantas, siapa penemu kamera?

Dari sejarah singkat kamera diatas, lewat penemuan prinsip dan cara kerja kamera, maka orang-orang mulai menulis dan mengemukakan ide tentang kamera. Beberapa diantaranya:

1. Johann Zahn

Pada abad ke-17, pemakaian kamera sudah mengarah ke portabel. Dan ini berbeda dengan kamera obscura, yang harus diambil dalam ruangan.

Yang berarti, sedang terjadi penyempurnaan penggunaan kamera. Meski kamera tersebut masih memiliki banyak kelemahan.

Mulai dari durasi pengambilan gambar yang sangat lama, perangkat yang digunakan hingga pada cetakannya yang tidak rapi.

Johann Zahn, ahli cahaya asal Jerman, pernah menulis secara lugas tentang kamera Obscura, lentera ajaib, teleskop dan lensa.

Pada tahun 1685, ia mengusulkan sebuah desain kepada arsitek untuk merancang kamera refleks yang dapat di genggam.

Namun ternyata, usulan itu tidak pernah terealisasikan sampai 131 tahun kemudian, saat kamera refleks pertama ditemukan.

Meski demikian, beberapa orang percaya bahwa Johann Zahn adalah penemu kamera pertama di dunia.

2. Joseph Nicéphore Niépce

foto asli niepce
Kiri: plat foto asli buatan Niépce tahun 1826 (Foto: Wikipedia) | Kanan: Versi foto Niépce yang sudah disempurnakan oleh Helmut Gersheim (1913–1995) dari jendela kamarnya di Le Gras. (Foto: Joseph Nicéphore Niépce via Wikimedia Commons)

Hingga kini, dunia mengakui bahwa Joseph Nicéphore Niépce adalah penemu kamera pertama kali.

Ia menggunakan kamera buatan tangannya sendiri untuk menciptakan foto pertama yang berhasil diabadikan lewat kamera pada tahun 1816.

Foto tersebut dicetak diatas kertas yang dilapisi dengan perak klorida. Meskipun foto tersebut sudah tidak ada lagi, namun surat-surat Niépce kepada saudara perempuannya menjadi bukti kuat bahwa ia berhasil menemukan kamera yang bisa menciptakan foto kasar.

Satu-satunya bukti fisik karya Niépce yang masih tersimpan hingga kini adalah foto diatas. Foto tersebut tersimpan di Universty of Texas-Austin dan menjadi koleksi permanen universitas.

Baca Juga : Cara Memilih Angle Yang Tepat Untuk Foto

Foto itu diambil Niépce pada tahun 1826 atau 1827, dimana, saat itu, Niépce berhasil mengabadikan gambar atap rumah tetangganya dari jendela kamarnya di Burgundy. Hal ini membuat Niépce dianggap sebagai penemu kamera fungsional pertama.

Niépce menggunakan teknik yang disebut heliografi, sehingga ia berhasil menciptakan foto pertama di dunia yang tidak bisa direplikasi.

Heliografi dibentuk di atas permukaan kaca atau logam yang dilapisi dengan Bitumen of Judea, yang merupakan aspal alami dan hanya mengeras di area tertentu.

Sementara, aspal yang tidak dapat dikeraskan akan meninggalkan jejak fotografi. Penemuan ini juga menjadi langkah paling awal untuk menciptakan foto permanen di kemudian hari.

3. Louis Daguerre dan Daguerreotype

kamera Daguerreotype
Kamera Daguerreotype yang dibuat oleh Louis Daguerre pada tahun 1839 [Foto Liudmila & Nelson via Wikimedia Commons
Pada tahun 1829, Niépce bergabung dengan Louis Daguerre yang merupakan seniman dan fotografer asal Prancis.

Mereka berdua terus bereksperimen untuk menyederhanakan proses pengambilan foto dari kamera sehingga lebih mudah untuk digunakan.

Saat itu, untuk menghasilkan satu foto, diperlukan paparan cahaya selama beberapa hari untuk mengembangkan lempeng yang telah di rendam di aspal berdasarkan ide Niépce.

Dua orang ini kemudian mendapat ide untuk mengubah cara kerja kamera menjadi refleks yang bisa bekerja dalam waktu singkat.

Setelah kematian Niépce pada tahun 1833, Daguerre terus bereksperimen sampai akhirnya ia berhasil menemukan Daguerreotype.

Alat ini menggunakan nama penemunya dan menjadi formula standar peralatan fotografi sekarang ini.

Proses ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1839. Daguerreotype, pada dasarnya, membutuhkan lembaran tembaga berlapis perak yang sudah dipoles di permukaan cermin.

Selain itu, piring tersebut membutuhkan uap yodium agar peka cahaya dan setelah terpapar cahaya, piringan akan terkena uap merkuri lalu diperbaiki kembali menggunakan natrium klorida. Dengan metode ini, Daguerre berhasil membuat foto pertama yang mengabadikan manusia.

Penemuan Daguerre ini menyebar dengan cepat. Pada tahun 1840, Alexander Wolcott mengeluarkan hak paten pertama di bidang Fotografi untuk kamera daguerreotype di Amerika.

Meski kamera sudah ditemukan, namun proses pengambilan foto saat itu sangat mahal. Selain mahal, hanya fotografer handal saja yang bisa mengambil foto dengan pelanggan datdari kaum elit atau bangsawan.

siapa penemu kamera
Kiri: Foto jendela berkisi-kisi di Lacock Abbey yang diambil pada bulan agustus 1835. Foto ini adalah foto pertama dari kamera kamera negatif tertua di dunia yang diambil oleh William Fox Talbot (1800-1877) via Wikimedia Commons | Kanan: Foto pegolf amatir Skotlandia, yang merupakan administrator golf dan aristokrat James Ogilvie Fairlie, c. 1846-49 yang diambil menggunakan teknik calotype dari kertas asin via Wikimedia Commons

Sejarah foto negatif

Setelah diulas tentang prinsip dan cara kerja kamera dan penemunya, kali ini akan dibahas tentang sejarah kamera modern dan penggunaan foto negatif.

Termasuk juga penemu kamera portabel pertama di dunia, Kodak serta kamera Canon. Berikut artikelnya:

1. Penemuan Foto Negatif

Setelah Degerotype ditemukan dan berhasil merenovasi cara kerja kamera namun hanya objek tunggal saja yang bisa di ambil.

Disisi lain, foto aslinya enggak bisa dicetak atau diproduksi ulang. Tetapi, semuanya berubah saat William Henry Fox Talbot mengembangkan kertas peka cahaya.

Proses ini dikenal dengan istilah Calotype atau foto negatif. Penemuan foto negatif ini terjadi saat Daguerre sedang menyempurnakan kamera buatannya.

Ide Talbot ini datang saat ia merendam kertas biasa ke dalam larutan garam. Setelah itu, ia menyikat kertas di satu sisi dengan larutan perak nitrat.

Cara ini secara tidak sengaja berhasil mengubah kertas menjadi peka cahaya sehingga bisa digunakan untuk menangkap cahaya dari lensa dengan mudah.

Meski penemuan ini juga masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan sebuah gambar di atas kertas tapi sangat penting perannya dikemudian hari.

penemu kamera
via Potret Frances Benjamin Johnston bersama beberapa anak-anak yang sedang melihat kamera Kodak-nya miliknya pada tahun 1890 via Library of Congress [loc.gov]
Penemuan foto negatif juga menjadi langkah penting dalam penyempurnaan penggunaan kamera sehingga orang-orang bisa mencetak salinan foto beberapa kali dengan hanya menempatkan kertas peka cahaya.

Pada akhir 1840, Talbot mempublikasikan proses calotype yang ia kembangkan sehingga foto lebih mudah dicetak.

Dengan calotype, gambar laten bisa dibuat dengan cepat dan hanya perlu paparan sinar matahari beberapa menit saja.

2. Penemuan Kodak
siapa penemu kamera
Kamera Kodak Brownie 2, Håkan Svensson via via WikiCommons

Jika anda ingin mencari tahu penemu kamera yang anda pegang sekarang ini sehingga bisa dibawa dengan bebas kemanapun anda pergi, jawabannya adalah George Eastman.

Pada tahun 1888, fotografer ini memperkenalkan kamera Kodak Black pertama. Beberapa tahun setelah itu, kamera genggam pertama mulai dijual ke publik secara luas.

Berbeda dengan kamera lain, Kamera Eastman Kodak menggunakan film fleksibel dan bukan pelat kaca yang umum digunakan saat itu.

Sehingga, penemuan Eastman ini sangat cepat menggeser penemuan foto negatif dan piring besar ala Degerotype.

Menariknya lagi, kamera kodak pertama sudah bisa di genggam, dibawa kemana-mana dan berukuran kecil. Alias, sudah portabel.

Kamera Kodak Black saat itu dijual dengan film yang sudah tersedia langsung didalamnya. Untuk mendapatkan salinan foto, pemilik kamera ini atau fotografer hanya perlu mengirimkan hasil fotonya ke markas Kodak di Rochester, New York untuk dicetak lalu dikirim kembali kepada fotografer.

3. Penemuan kamera Canon
penemu kamera
Logo canon.inc via public domain

Kamera Canon ditemukan pada 10 Agustus 1937 oleh sebuah perusahaan yang didirikan oleh Yoshida Goro bersama adik iparnya, Uchida Saburo.

Perusahaan ini didanai oleh salah satu pengusaha Jepang yang cukup terkenal sekaligus teman dari Yoshida yakni Takeshi Mitarai.

Dalam bahasa Jepang, Canon disebut kænən atau キヤノン株式会社 [dibaca ké-nèn). Dengan demikian, Canon ditemukan oleh sebuah perusahaan dan bukan perorangan.

Perusahaan yang menemukan Canon adalah Laboratorium Untuk Peralatan Optik Dan Presisi, yang dalam bahasa Jepang disebut Seiki-kougaku-kenkyuujo (精機光学研究所].

Perusahaan ini dibangun dengan tujuan untuk melakukan pengembangan dan riset untuk kamera yang berkualitas.

Canon sendiri diambil dari nama kamera pertama yang berhasil dibuat oleh perusahaan tersebut, yakni Kwanon.

Agar lebih familiar dan dapat di eja semua bahasa, maka kamera Kwanon diubah menjadi Canon. Perubahan nama ini juga berlaku juga pada perusahaan yang memproduksinya.

4. Penemu kamera video

Pasti beberapa dari anda ada yang bertanya-tanya, selain kamera, siapa sih yang menemukan kamera video pertama kali?

Sebenarnya, setelah kamera portabel ditemukan oleh Kodak, pada waktu itu juga sudah ditemukan kamera video pertama kali.

Dan tebak, siapa yang menemukannya? Siapa lagi kalau bukan dedengkot Kodak, George Eastman. Selain berhasil menemukan kamera kodak, ia juga memproduksi Rool film pertama di dunia.

Tetapi, kalau merujuk pada kamera video, yang digunakan untuk mengambil gambar bergerak, pertama kali dikeluarkan oleh Sony, sebuah perusahaan elektronik asal Jepang.

Sony adalah perusahaan pertama yang merilis kamera Betacam, yang merupakan kamera tunggal yang khusus digunakan untuk membuat video.

Awalnya, kamera perekam ini ditujukan untuk perusahaan-perusahaan TV komersial dan berukuran besar dan sangat berat.

Selain itu, harganya sangat mahal sehingga hanya korporasi saja yang mampu membelinya. Beberapa tahun kemudian, Sony merilis kamera portabel yang dapat mengambil gambar bergerak.

Prinsip kamera video ini sama seperti kamera pada umumnya, yang menggunakan lensa serta mengkonversi cahaya menjadi gambar bergerak.

Sementara, untuk kamera video kaset pertama dikeluarkan oleh JVC, sebuah perusahaan elektronik dari Jepang yang bermarkas di Yokohama.

Penutup

Mengetahui dengan jelas siapa penemu kamera pertama kali dan orang-orang yang merintis prinsip kerja kamera adalah hal paling pertama yang diketahui sebelum terjun ke dunia fotografi.

Kalau bukan orang-orang ini, anda pasti tidak akan pernah membuat citra diri lewat foto atau menggunakan kamera dengan bebas, menonton video di Youtube dan lain sebagainya.

Nah demikian artikel tentang perintis dan penemu kamera. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *