MIND MAPPING Adalah: Pengertian, Teori, Fungsi, Tujuan dan Cara Buat

Mind Mapping adalah proses atau kegiatan memetakan ide atau jalan pikiran agar lebih deskriptif lagi untuk dapat jawaban yang tepat atas sesuatu.

Dengan demikian, peta pikiran ini bisa membantu siswa memahami bahan ajar yang sulit dipelajari serta membantu karyawan untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Proses berpikirnya mirip-mirip dengan dialektis, yang kadang juga disebut cara berpikir kritis. Artinya, ada pemilahan konteks masalah yang dihadapi.

Namun, outuput yang dihasilkan jauh lebih sederhana dalam mind mapping. Poin inilah yang membedakan dengan cara berpikir lainnya.

Dan untuk anda yang sedang cari pengertian mind mapping, teori mind mapping, fungsi peta pikiran sampai dengan manfaat, simak artikel ini sampai habis.

Apa itu Mind Mapping?

MIND MAPPING Adalah

Seperti yang saya sebutkan diatas dimana Mind Mapping adalah proses pemetaan ide untuk mendeskripsikan suatu masalah agar dapat solusi yang tepat.

Jika masalah sudah dideksripsikan, maka anatomi masalah yang dihadapai akan muncul. Dengan begitu, setiap efek bola salju dan risiko atas masalah tersebut bisa diatasi.

Kadang juga, Mind Mapping disebut secara bergantian dengan brainstorming dan diagram laba-laba. Meski ada perbedaan teknis antar ketiga istilah tersebut.

Intinya, mind map adalah cara berpikir visual yang dibuat sedemikian rupa untuk menangkap suatu informasi dan ide.

Dan dalam perkembangannya kemudian, nyatanya peta pikiran ini terbukti bisa meningkatkan produktivitas, kreativitas dan daya pikir seseorang.

Biasanya, peta pikiran selalu dimulai dari topik atau ide sentral yang telah di eksplorasi menjadi topik lainnya yang telah dijabarkan lebih spesifik.

Sehingga, peta pikiran bisa jadi cara mudah untuk bertukar ide secara organik tanpa perlu memperhatikan prosedur atau struktur yang berlaku.

Hal ini memungkinkan anda untuk secara visual menyusun atau menangkap setiap ide dengan analisis yang cocok untuk setiap pemilahan yang dilakukan.

Makanya itu, ada yang mengartikan peta pikiran sebagai hubungan antara konsep dan masalah dan korelasi konsep dan masalah tersebut yang akan muncul.

Sehingga, peta pikiran yang dibuat itu saling berhubungan atau menjadi gambaran langsung dari alur berpikir yang ada di dalam otak.

Untuk itu, dalam proses pembuatan peta pikiran atau jalan pikiran, ada beberapa poin penting yang harus dilibatkan, yakni:

  • Tugas yang merujuk pada objek sentral yang jadi topik utamanya apakah itu masalah, tanggungjawab atau mungkin tema tertentu
  • Kata yang merupakan hasil penjabaran dari objek sentral yang dihasilkan
  • Konsep yang mengacu pada hubungan antar setiap topik sentral dan anatomi masalah lainnya
  • Item yang terkait dengan konsep pusat yang juga berhubungan dengan topik sentral

Dalam praktiknya kemudian, untuk memudahkan pemetaan konsep tersebut dibuat grafis non-linear yang memungkinkan seseorang membangun kerangka kerja yang intuitif.

Sehingga, mind map bisa mempengaruhi daftar informasi monoton jadi diagram penuh warna, mudah diingat dan sangat teorganisir sesuai dengan cara alami otak menangkap informasi.

Teori Mind Mapping

Teori mind mapping terinspirasi dari cara kerja otak. Misalnya, saat anda mempelajari fungsi otak dan ingatan pada pelajaran Biologi di SMA.

Dari sini disadari kalau kapasitas dan potensi otak bisa dimaksimalkan sepenuhnya. Dan Mind Map adalah model yang dibuat untuk merangsang otak agar bisa meningkatkan kapasitasnya tersebut.

Cara kerjanya sih sederhana dimana peta pikiran secara efektif menerima informasi yang masuk atau yang keluar dari otak.

Peta pikiran dibuat dalam bentuk struktur organisasi alami dari pusat topik dengan menggunakan garis, simbol, kata, warna dan gambar untuk mempresentasikan fungsi otak.

Analoginya cukup sederhana. Misalnya, anda berada di pusat. Pusat kota, anggap saja, sebagai ide utama atau topik sentral dari mind map itu sendiri.

Baca Juga:

Jalan utama yang mengarah ke pusat kota mewakiliki pikiran-pikiran kunci dari cara berpikir. Lorong sekunder di pusat kota dianggap sebagai pikiran sekunder dan seterusnya.

Gambar atau simbol khusus lain dapat mewakili landmark dari perkotaan yang dianggap menarik atau ide yang relevan dengan topik.

Secara teoritis, penelitian pertama yang digunakan untuk mengkonfirmasi validitas metode berpikir satu ini mula-mula dikembangkan oleh Dr. Roger Wolcott Sperry.

Sperry, yang lebih dikenal sebagai ahli psikologi syaraf, adalah pemenang nobel untuk penelitiannya, yang menegaskan bahwa ada bagian otak yang evolusional.

Ialah topi berpikir dari korteks serebral yang terbagi menjadi dua bagian utama dan setiap bagian tersebut bertugas melakukan pengamatan dan tugas intelektual yang disebut ketrampilan kortikal.

Tugas tersebut antara lain logika, irama, garis, warna, daftar, melamun, bilangan, imajinasi, kata dan gestalt.

Penelitian Sperry sendiri menegaskan bahwa semakin banyak kegiatan yang diitegrasikan, semakin bagus kinerja otak.

Dan setiap ketrampilan intelektual secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja bidang intelektual lainnya.

Dengan demikian, pembuatan peta pikiran bisa membantu meningkatkan fungsi otak kiri dan kanan yang secara konstruktif mempengaruhi imajinasi.

Studi yang dilakukan oleh John Hopkins menunjukan bahwa siswa yang membuat mind mapping bisa meningkatkan nilai mereka hingga 12%.

Mind Mapping juga bermanfaat bagi siswa disleksia dan autis untuk lebih memahami konsep dan strategi dalam pembelajaran yang diterima.

Artinya, peta pikiran ini sangat efektif diterapkan dalam berbagai aktivitas seperti sekolah, kuliah, pekerjaan kantoran dan penelitian.

Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan pemahaman atas topik yang dibahas atau untuk meningkatkan produktivitas saat bekerja.

Fungsi, Tujuan dan Manfaat

Lantas, apa sih fungsi, tujuan dan manfaat pembuatan Mind Mapping? Ada banyak. Paling dasar adalah untuk menghindari cara berpikir linear yang cenderung membosankan.

Dengan demikian, Mind Mapping bisa meningkatkan kreativitas sehingga proses pembelajaran atau pemecahan masalah jadi lebih menyenangkan.

Mengapa demikian? Karena dalam Mind Mapping ini ada banyak aspek yang terlibat, diantaranya:

  • Mencatat topik sentral dan item-item yang berhubungan dengannya
  • Brainstorming yang dilakukan secara individu atau kelompok
  • Penyelesaian masalah
  • Belajar dan menghafal
  • Perencanaan
  • Meneliti dan mengkonsolidasikan informasi dari berbagai sumber
  • Menyajikan informasi
  • Mendapatkan wawasan tentang mata pelajaran yang kompleks
  • Membangkitkan kreativitas

Dengan demikian, fungsi, tujuan dan manfaat Mind Mapping bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

FungsiTujuanManfaat
Meningkatkan kreativitasMenguraikan tema besar jadi tema kecil lebih spesifikMelatih diri berpikir kritis, dialektis dan terstruktur
Memahami bahan ajar lebih baikDapat memahami konsep dari mind map yang dibuatFokus dan teliti pada topik yang dibicarakan
Meningkatkan daya pikirMengerti apa yang jadi pokok permasalahanMeningkatkan kemampuan untuk memahami pokok masalah
Meningkatkan produktivitasMengambil solusi yang tepat atas masalah yang dihadapiMenghemat waktu saat mengurai topik

Selain empat poin diatas, ada juga benefit lain yang didapatkan saat buat mind mapping atau peta pikiran.

Mulai dari kinerja yang lebih maksimal, pemahaman topik pembelajaran yang lebih cepat, meningkatkan nilai belajar dan seterusnya.

3+ Cara Buat Mind Mapping Yang Baik dan Benar

Lantas, bagaimana cara buat peta pikiran yang baik dan benar? Pasti penasaran, kan? Berikut langkah-langkahnya:

1. Tentukan topik utama

Pertama, silahkan tentukan topik utama yang mau dibuat peta pikirannya seperti apa. Untuk contoh saja, topiknya tentang kualitas asuransi.

Setelah topik ditentukan, langkah berikutnya adalah buat kotak terkait topik tersebut dan tempatkan ditengah-tengah seperti yang terlihat pada gambar diatas.

2. Tentukan cabang utama tema

Setelah tema utama ditentukan dan kotak dibuat, selanjutnya tentukan cabang utama yang masih punya hubungan erat dengan tema.

Jika dalam kasusnya adalah kualitas asuransi, lebih ke SDM, maka tema yang berhubungan bisa pakai hardskill dan softskill.

3. Buat ranting untuk setiap topik

Setelah cabang utama ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat ranting untuk setiap cabang utama dalam pengembangan kualitas asuransi.

Misalnya, untuk hardskill, lebih merujuk ke tes otomatis, tes manual, pembuatan alat, konsep Question and answer [QA] sampai dengan dokumentasi.

Disisi lain, untuk softskill, karena cenderung ke SDM, maka bisa mulai dari kerjasama tim, wawasan, sampai dengan kemampuan presentasi.

4. Hubungkan setiap topik dengan item yang lebih spesik

Terakhir adalah dengan menghubungkan setiap ranting tersebut menjadi topik yang lebih spesifik lagi.

Agar lebih atraktif, perhatikan palet warna yang digunakan dan teks. Bisa juga pakai simbol agar hasilnya lebih menarik.

Intinya, usahakan secara kreatif untuk menghubungkan setiap item yang ada agar jadi peta pikiran yang deskriptif dan mendetail.

Agar hubungannya jelas, usahakan untuk pakai garis yang selalu menghubungkan tiap topik dan terakhir kembangkan sesuai keinginan sendiri.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Bagaimana cara buat Mind Mapping?

Ada banyak cara salah satunya dengan menggunakan tools online pembuat Mind Mapping yang banyak tersedia di luar sana.

Sayangnya, sebagian besar tools tersebut berbayar terlebih untuk membuat mind mapping itu lebih bagus dengan pilihan warna yang variatif.

2. Apa saja contoh aplikasi Mind Mapping untuk Android dan iOS?

Mind Map juga bisa di buat untuk perangkat Android dan iOS. Dengan demikian, anda tidak perlu akses laptop atau komputer untuk buat Mind Mapping.

Artinya, anda bisa manfaatkan beberapa aplikasi Mind Mapping yang bisa di unduh di Google Play Store dan App Store. Untuk daftarnya sendiri sudah saya ulas di postingan sebelumnya disini.

3. Apa yang dimaksud dengan Media Mind Mapping?

Media mind mapping adalah alat visualiasi yang membantu seseorang untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus atas satu topik atau masalah.

Biasanya, media macam ini digunakan dalam proses pembelajaran di kelas atau di kampus agar peserta didik mudah menangkap materi yang disampaikan.

Penutup

Tergantung penggunaannya sih. Karena fungsinya yang demikian, Mind Mapping ini bisa diterapkan di lingkungan kerja, sekolah sampai kampus.

Tujuannya agar orang-orang dapat dengan mudah menjabarkan masalah yang dihadapi dan mencari solusi atas masalah tersebut.

Dalam dunia pendidikan bisa membantu siswa atau peserta didik menangkap materi yang disampaikan dosen atau tenaga pendidik.

Demikian artikel tentang definisi mind mapping termasuk teori, fungsi, tujuan dan cara buat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar