6 Etika Dalam Membuat Artikel Di Blog, Sudahkah Anda Terapkan?

7 Likes 3 Comments
Etika Dalam Membuat Artikel Di Blog

Dalam kehidupan sehari-hari, ada etika yang harus diterapkan. Dalam penerapannya, etika itu juga berlaku dalam dunia blogging termasuk saat membuat artikel di blog. 

Memang sih, etika ini gak tertulis, namun punya dampak yang luar biasa bagi blog karena menjadi citra dan pemikiran dari pemilik blog.

Mengapa sih harus punya etika dalam menulis artikel di blog? Ada banyak alasan mengapa harus punya etika menulis artikel di blog.

Pernah gak, anda berselancar di dunia maya, lalu mendapati konten berisikan ujaran kebencian, kekerasan, gambar berdarah dan lain sebagainya?

Saya yakin pernah. Kalau anda belum pernah, mungkin tempat bermainnya harus kejauhan dikit supaya anda mengetahui kalau dunia internet itu adalah hutan yang didalamnya anda tidak tahu apa yang bakal di jumpai.

Mungkin ada beberapa dari anda yang berpikir kalau etika semacam ini gak penting, lagian, blog milik saya, jadi suka-suka saya mau tulis apa, modelnya gimana dan lain sebagainya.

Memang betul, tapi pernahkah anda memikirkan dari sisi pembaca? Bagaimana respon mereka terhadap tulisan-tulisan anda?

Jika responnya bagus dan sesuai dengan topik tulisan, mungkin artikel yang anda buat itu benar berguna bagi mereka.

Namun respon semacam ini bukan jadi bukti kalau tulisan anda itu bagus. Tulisan yang bagus diukur dari segi penyajiannya.

Di internet, ada miliaran artikel yang siap anda baca. Baik artikel yang ditulis dengan profesional atau tidak.

Dan semua artikel tersebut tentu ditulis untuk dibaca oleh orang lain, kecuali memang artikel tersebut di eksklusifkan untuk diri sendiri.

Dari miliaran artikel tersebut, ada jutaan artikel yang disumbangkan oleh blogger personal, dengan harapan yang sama, yakni agar bisa dibaca orang.

Namun, banyak blogger yang sering melakukan kesalahan-kesalahan dalam membuat artikel. Baik disengaja ataupun tidak.

Kesalahan-kesalahan ini biasanya terjadi karena ketidaktahuan terhadap etika menulis artikel di blog, yang mungkin punya dampak luar biasa dari sisi psikologis dan mental pembaca.

Dan mungkin, faktor inilah yang membuat artikel dan blog anda sepi pengunjung. Atau mungkin, gara-gara ini blog anda tak kunjung diterima AdSense meskipun punya artikel yang bejibun, umur blog yang lawas, serta punya trafik yang stabil.

6 Etika Dalam Membuat Artikel Di Blog, Sudahkah Anda Terapkan?

Bagi saya pribadi, apabila artikel yang ditulis itu berdasarkan etika, hal ini termasuk salah satu cara membuat artikel yang menarik untuk dibaca.

Dengan kata lain, konsep ini adalah suatu metodologi atau cara membuat yang menarik di blog. Karena dari sisi inilah konten yang anda sajikan akan diuji, apakah berfaedah dan layak dibaca atau sebaliknya.

Lalu apa saja etika yang harus diterapkan dalam membuat artikel di blog? Ada beberapa poin. Berikut daftarnya.

1. Membuat listicle Tanpa Nomor

Artikel listicle adalah salah satu tipe artikel yang lagi tren di internet saat ini. Salah satu alasan mengapa artikel jenis ini tren adalah karena isinya yang mudah dipahami pembaca.

Selain itu, gaya penyajiannya cenderung lebih rapi, terstruktur dan informasi yang disajikan terkesan elegan.

Artikel listicle itu artikel apa sih? Artikel listicle adalah artikel yang membahas sebuah topik dengan membaginya dalam beberapa poin.

Sebagai contoh, berikut beberapa judul artikel listicle: 10 Alasan Mengapa Kamu Wajib Menonton Film Horror, 5 Meme tentang Nungguin Gajian ini Bikin Kamu Nggak Sedih Lagi!

Karena popularitas ini juga, banyak blogger yang berusaha membuat artikel jenis ini untuk diposting di blog, termasuk saya sendiri para konten yang sedang anda baca sekarang ini.

Namun terkadang, banyak blogger yang lupa menempatkan angka pada artikel tersebut padahal dalam judul artikel terdapat angka.

Pada badan artikel, setiap poin yang digunakan itu hanya menyisahkan satu subheading yang telah di bold.

Bagi saya pribadi, artikel jenis ini adalah sebuah artikel yang misleading, yang harus dihindari oleh blogger.

Jika anda ingin fokus dalam dunia blogging, sebaiknya serius dalam membuat artikel. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan detail-detail kecil seperti nomor ini.

2. Menggunakan media sosial sebagai sumber tapi tidak sensor nama akun

Nah, yang ini juga menarik untuk dibahas. Saya sering menjumpai beberapa blog yang menggunakan media sosial sebagai sumber artikel.

Agar lebih fair, bukan cuma blogger yang menggunakan medsos sebagai sumber, tetapi juga media besar yang sudah terverifikasi dewan pers.

Namun, ada beberapa kesalahan yang sering saya lihat pada artikel-artikel buatan mereka. Salah satunya adalah screenshoot akun medsos tapi tidak sensor nama akunnya.

Oleh karena itu, ada baiknya, setiap kali anda menggunakan media sosial sebagai sumber, untuk nama akunnya di blur.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Foto dan Gambar Yang Rusak

Tetapi ada pengecualian khusus, apabila yang anda jadikan sumber artikel yang dibuat itu merupakan artis, tokoh agama atau publik figur lain.

Tujuannya apa sih? Untuk menghindari miskonsepsi dari pembaca, sekaligus untuk menghindari persekusi dari pemilik akun atau untuk hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Seperti misalnya, anda menjadikan akun tersebut tanpa minta izin, maka bisa saja anda dicap sebagai plagiator, yang bisa berurusan sama polisi.

Apalagi jika sumber artikel tersebut menggunakan bahasa-bahasa yang vulgar dan menghina. Ada baiknya di blur ya, gengs!

3. Gambar sampul yang gak pantas dan vulgar

Agar lebih menarik minat dan klik artikel, beberapa blogger pemula biasanya menggunakan gambar sampul yang vulgar.

Meski kebanyakan gambar sampul semacam ini biasanya bertolak belakang dengan isi konten yang diposting.

Walaupun artikel yang anda buat itu merupakan satire [humor atau sindiran], tetapi tetap saja anda tak boleh pakai gambar kurang pantas, kurang mendidik dan lain sebagianya.

Sebab internet adalah sebuah tempat yang mahabebas. Artinya, setiap orang bisa berkunjung ke internet. Ingat setiap orang, lepas dari latar belakang suku, agama, ras, golongan umur dan lain sebagainya.

Bisa jadi, salah satu pembaca artikel anda adalah anak dibawah umur. Bayangkan bagaimana respon mereka melihat gambar semacam ini?

Atau misalnya, coba bayangkan jika anak dibawah umur tersebut merupakan adik atau anak anda di kemudian hari?

Sebaiknya hindari aja deh. Coba lihat blogger-blogger yang punya pengunjung bejibun, rata-rata tidak pernah gunakan gambar sampul semacam ini.

4. Judul yang provokatif dan menghina

Kadang kala, artikel semacam ini disebut dengan clickbait. Clickbait adalah penggunaan kata yang peyoratif, yang bertujuan untuk memperoleh klik sebanyak-banyaknya sementara isi artikelnya jauh beda dengan judul yang digunakan.

Dan ironisnya, saat ini, karena arus informasi yang banyak, banyak blog atau media yang menggunakan judul clickbait, yang akhirnya mengarahkan pembaca pada sebuah fenomena clickbait yang sama sekali tidak menguntungkan.

Disisi lain, konten buatan anda itu tidak boleh menghina kalangan tertentu. Kalaupun anda ingin menyindir, dengan alasan humor, silahkan. Asalkan tidak boleh berlebihan.

Yang tidak disarankan itu adalah konten yang sifatnya menghina dan menghakimi. Dan ini gak bagus buat reputasi blog dan konten yang disajikan.

Karena ini termasuk sesuatu yang sensitif dan bisa memicu hal-hal yang bisa membuat anda berurusan sama penegak hukum.

5. Screenshot komentar/postingan yang menghina

Tidak hanya pada tulisan, tapi kata-kata pada gambar screenshoot juga tidak boleh bersifat menghina dan menggunakan kata-kata kasar seperti ‘Gobl*k’, ‘Anj*ng’, ‘Bangs*t’, dan lain sebagainya.

Meskipun disingkat seperti ‘Bgsd’, ‘Gblk’, juga tetap tidak disarankan. Sebaiknya sensor atau tidak usah menggunakan gambarnya.

Tujuannya apa? Supaya anda bisa menjaga marwah dan kredibilitas anda sebagai blogger, yang fungsinya untuk mengedukasi orang lain lewat tulisan.

Kalau untuk hinaan yang diplesetkan seperti lucknut itu gimana ya? Seperti yang saya sebutkan diatas, kalau tujuannya humor dan gak berlebihan, silahkan saja.

Yang terpenting, anda tidak gunakan hinaan tersebut kepada orang lain, terlebih pada pembaca anda yang kadang kala komentarnya santuy.

6. Penyiksaan pada hewan/binatang

Banyak blogger yang seringkali tidak menyadari poin ini meskipun mereka telah melakukannya pada salah satu postingan blog mereka.

Meskipun bersifat lucu ataupun candaan, tetap tidak diperbolehkan ya. Ini bertujuan agar anda bisa mencintai hewan sebagai sesama mahluk ciptaan.

7. Menggunakan gambar berdarah

Gambar berdarah juga sering digunakan oleh blogger. Bagi saya pribadi, penggunaan gambar berdarah di blog sangat mengerikan.

Mengapa? Karena bisa mempengaruhi mental dan psikologis seseorang, terlebih bagi mereka yang hemofobia atau takut terhadap darah.

Atau, untuk mereka yang trauma dan langsung pusing kalau lihat darah. Meskipun gambarnya hanyalah candaan, tapi tetap saja gak boleh dilakukan.

Oleh karena itu, sebaiknya hal semacam ini tidak anda gunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dikemudian hari.

8. Tidak memahami tata cara penulisan artikel

Tata cara penulisan itu seperti apa ya? Seperti bagaimana menulis berdasarkan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Yang paling sering saya jumpai adalah tulisan-tulisan yang tidak peka terhadap di yang preposisi dan di yang awalan.

Begitu juga dengan penulisan bahasa-bahasa baku yang penulisannya keliru. Seperti misalnya, kata terima kasih yang disambung dan lain sebagainya.

Meski sebenarnya ini wajar karena blog biasanya dikelola oleh seseorang dan bukan agensi. Sehingga, etika yang terakhir ini masih bisa di tolerir.

Penutup

Blogging kini tidak dianggap lagi sebagai suatu kegiatan suka-suka melainkan sebuah media massa yang ikut berperang mengontrol informasi arus utama.

Pergerakan blogging pun makin lama makin kompleks seiring dengan kebutuhan informasi yang akurat, dipercaya serta punya pedoman.

Pedoman inilah yang pada akhirnya dipahami sebagai etika. Etika dalam membuat artikel di blog, yang harus diikuti oleh semua blogger.

Demikian artikel tentang 6 Etika Dalam Membuat Artikel Di Blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

3 Comments

  1. Template yang ini bisa didapat di mana ya, apa tersedia untuk versi blogspot? Saya suka template blognya.

    1. Maaf mas, template ini khusus wordpress

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *