Macam-Macam Jenis Framing Foto dan Video Lengkap

Framing foto dan video, yang juga kadang juga disebut tipe shot atau angle, merupakan satu elemen penting yang harus diperhatikan saat menggunakan kamera.

Apalagi jika tujuan anda adalah untuk mengabadikan ekspresi dari subjek foto. Meski demikian, semua kembali ke aktivitas fotografi yang dilakukan.

Misalnya, anda mau ambil foto di pesawat. Dalam ketinggian, anda lihat ada satu danau yang luas dan ingin ambil fotonya dari jendela pesawat.

Setelah diambil, eh ternyata fotonya keren. Tanpa sadar, anda sudah membuat framing foto. Dari sini bisa disimpulkan kalau framing foto adalah satu dari beberapa elemen penting fotografi atau videografi.

Karena pembingkaian tersebutlah yang membuat foto atau video terlihat lebih menarik. Karena itu, mempertimbangkan sudut pandang bisa membuat efek dan kesan yang berbeda.

Jadi, framing foto yang benar bisa membantu meningkatkan komposisi, menciptakan kedalaman gambar, membuat objek terlihat lebih menarik terutama jika dibingkai secara tematik.

Karena itu, dalam fotografi, framing diartikan sebagai proses memanipulasi sudut pandang yang memungkinkan perhatian pemirsa fokus pada subjek atau objek foto di sekitarnya.

Jika fokusnya ke subjek, hal tersebut memungkinkan pemirsa melihat konteks gambar dan merasakan emosi yang ada.

Tapi, apa sih yang sih yang dimaksud dengan framing foto? Apa saja macam macam framing dalam fotografi? Apa saja contoh teknik framing atau contoh framing fotografi?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Macam-Macam Jenis Framing Foto dan Video Lengkap

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan macam-macam jenis framing foto dan video pada kamera.

1. Long Shot

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via bhphotovideo.com

LS atau Long shot mengacu pada pengambilan foto dengan tujuan untuk menangkap objek lain di sekitar subjek foto.

Artinya, LS mengacu pada bidikan kamera atau foto dengan memperlihatkan area yang lebih kecil disekitar subjek.

Misalnya, jika ambil foto orang di pantai, maka longshot ini memungkinkan anda mengambil objek seperti laut, pegunungan, nelayan, bangunan dan lain sebagainya.

Pada prinsipnya, framing foto atau video longshot memungkinkan anda memperlihatkan hubungan atau keterkaitan antara apa yang di foto dengan apa yang ada dibelakangnya.

Jika subjeknya manusia, maka framing long shot memungkinkan anda memanusiakan manusia karena memperlihatkan karakter yang kecil dengan bentangan alam yang ada disekitarnya.

Dengan long shot anda menampilkan pemandangan yang ada di sekitar objek sehingga objek terlihat menyatu.

Intinya, longshot adalah bidikan kamera yang bertujuan untuk memperlihatkan keseluruhan subjek dari ujung kepala hingga ujung kaki serta kaitannya dengan lingkungan sekitar.

Untuk diketahui, framing long shot melahirkan beberapa kategori lain, diantaranya:

a. Extreme Long Shot (ELS)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via indonesiamendesain.com

ELS atau Extreme Long Shot adalah framing kamera yang memungkinkan seseorang mengambil foto atau video dengan area cakupan yang sangat luas.

Jika digunakan untuk video, maka ia disebut extreme wide shot (EWS) dengan konteks atau makna yang artinya sama.

Baca Juga:

Meski area cakupan dalam frame atau bingkai cukup luas tapi karakter atau subjek utama dalam film masih bisa terlihat.

Meski dalam beberapa kasus, ELS tidak harus memperlihatkan karakternya. Baik ELS dan EWS, keduanya memungkinakn anda memperlihatkan area atau lokasi yang ditetapkan.

b. Very Long Shot (VLS)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via shootphilly.com

Framing foto dan video berikutnya adalah VLS atau Very Long Shot yang fungsinya sama untuk memperlihatkan area di sekitar subjek.

Hanya saja, cakupannya lebih kecil dibandingkan dengan ELS diatas karena tujuannya adalah untuk memperlihatkan objek yang diinginkan saja.

Meski demikian, jarak antara subjek dan kamera masih terbilang jauh meski tidak ada ukuran pastinya berapa.

Intinya, very long shot adalah bidikan yang memungkinkan anda memperlihatkan komposisi dimana subjek didominasi oleh apa yang ada dibelakangnya.

d. Medium Long Shot (MLS)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via studiobinder.com

MS atau Medium Shot pun masih termasuk dalam kategori long shot karena masih memperlihatkan area di sekitar subjek.

Meski subjek dan backgroundnya sama-sama mendominasi. Artinya, ada keseimbangan atau foreground antara keduanya.

Dan ini merupakan framing foto atau video paling banyak digunakan, sadar atau tidak. Selain itu, framing jenis ini adalah yang paling cocok di segala situasi.

Jika subjeknya manusia, biasanya, yang diperlihatkan hanya dari pinggang atau perut sampai ke kepala.

e. Medium Shoot (MS)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via eps-production.com

MS atau Medium Shot pun masih termasuk dalam kategori long shot karena masih memperlihatkan area disekitar subjek.

Meski subjek dan backgroundnya sama-sama mendominasi. Artinya, ada keseimbangan atau foreground antara keduanya.

Dan ini merupakan framing foto atau video paling banyak digunakan, sadar atau tidak. Selain itu, framing jenis ini adlaah yang paling cocok di segala situasi.

Jika subjeknya manusia, biasnaya, yang diperlihatkan hanya dari pinggang atau perut sampai ke kepala.

2. Close Up

Perbedaan Artificial Light dan Available Light dalam fotografi
Gambar via photzy.com

Close up mengacu pada bidikan yang hanya memperlihatkan area tertentu saja dalam jarak yang cukup dekat.

Misalnya, jika subjek fotonya manusia, maka yang diperlihatkan adalah bagian wajah. Karena itu, bidikan jenis ini umumnya digunakan dalam fotografi human interest.

Karena close up memungkinkan fotografer memperlihatkan ekspresi dari subjek foto, yang pada akhirnya membuat foto terlihat lebih menarik.

Tapi, agar suatu foto dapat disebut close up, ada batasannya dimana harus memperlihatkan dari bahu, leher sampai kepala.

Dalam praktiknya kemudian, bidikan close up ini terbagi dalam beberapa bagian atau jenis, diantaranya:

a. Medium Close Up (MCU)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via indonesiamendesain.com

MCU atau Medium Close Up adalah jenis bidikan jarak dekat tapi tidak terlalu dekat sehingga disebut bidikan jarak dekat menengah.

Pada dasarnya, jenis frame satu ini membingkai subjek tepat diatas kepala sehingga sekitar bagian dagu, termasuk leher dalam beberapa shot.

Tujuannya masih sama seperti close up diatas yakni untuk membingkai emosi dan ekspresi wajah namun dengan memperlihatkan latar belakangnya.

Dan biasanya, jika bidikan jenis ini dipakai untuk film dan video, untuk keperluan pendekatan naratif yang netral dari aktor.

b. Big Close Up (BCU)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via yesternight.id

BCU atau Big Close-up adalah framing standar dalam foto, video, film yang memperlihatkan detail subjek sehingga memenuhi seluruh layar.

Artinya, framing untuk BCU ini lebih kecil dan sempit lagi dibanding medium Close up diatas karena tidak memperlihatkan latar belakangnya.

Jika subjek fotonya adalah manusia maka yang diperlihatkan adalah bagian atas wajah sampai ke dagu saja.

Jadi, framingnya didominasi oleh wajah. Tujuannya agar orang-orang fokus ke ekspresi yang diperlihatkan, yang pada akhirnya memicu reaksi dan emosi dari orang-orang.

c. Extreme Close Up (ECU)

Jenis Framing Foto dan Video
Gambar via masterclass.com

Macam-macam framing foto yang terakhir adalah ECU atau Extreme Close Up, yang merujuk pada pemilihan angle dengan memperlihatkan area tertentu saja ke seluruh layar.

Misalnya, jika fotonya manusia, maka yang diperlihatkan hanya mata, entah kedua bagian mata atau hanya satu bagian saja.

Dan area yang diperlihatkan tersebut akan mengisi semua layar. Selain mata, biasanya yang diperlihatkan adalah area lain seperti bibir atau dahi.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal diulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa itu Framing Foto dan Video?

Framing mengacu pada sudut dan jika digunakan dalam fotografi berarti penyajian unsur-unsur visual dari gambar yang dibentuk.

Artinya, istilah tersebut mengacu pada penempatan subjek dalam hubungannya dengan objek lain, langsung ataupun tidak langsung.

Dengan demikian, framing foto dan video bisa membantu meningkatkan nilai estetika dari sebuah gambar. Yang dalam seni dianggap membantu menciptakan simetri sehingga terlihat menarik.

2. Apa perbedaan framing foto dan angle foto?

Angle merujuk pada pemilihan sudut pengambilan foto secara luas dengan memperlihatkan keseluruhan subjek atau tidak.

Framing juga merujuk pada sudut tapi dalam artian yang lebih spesifik lagi. Misalnya, eye level angle yang memperlihatkan subjek dari perut sampai bagian atas kepala.

Dengan demikian, pada framing foto, yang diperlihatkan hanya bagian tertentu saja apakah itu wajah, mata, bibir dan seterusnya.

Dengan demikian, setiap angle foto bisa menghasilkan framing yang berbeda-beda, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas dari foto yang dihasilkannya.

3. Apakah perbedaan Tipe shot dan framing foto atau video?

Pada dasarnya, tipe shot dan framing foto itu sama karena keduanya merujuk pada cara pembingkaian dari foto atau video.

Penutup

Salah satu cara meningkatkan komposisi foto yang secara langsung berkontribusi pada visibilitas dan kualitas foto adalah pemilihan framing foto tersebut.

Hanya saja, konteks framing tidak saja berlaku untuk foto tapi juga video. Dengan demikian, jika sedang buat video atau film, tetap mempertimbangkan elemen ini.

Demikian artikel tentang macam-macam jenis framing foto dan video lengkap. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Satu pemikiran pada “Macam-Macam Jenis Framing Foto dan Video Lengkap”

  1. Makasih bang ilmunya, berarti sebelum merambah ke dunia blog yg sebenarnya harus belajar dulu di blog gratisan yah?

    Saya request postingan “step by step menjadi blogger sukses” dong.. Hehe kalo boleh

    Balas

Tinggalkan komentar