Lensa Kamera Adalah: Pengertian, Karakteristik, Jenis, Ukuran dan Spesifikasi

2 Likes Comment
lensa adalah

Lensa kamera adalah salah satu alat yang wajib ada pada sebuah kamera baik langsung ataupun tidak langsung.

Pada dasarnya, alat ini berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang ada lalu menyebarkannya ke dalam atau ke luar kamera.

Disisi lain, berbicara tentang lensa cakupannya sangat luas mulai dari lensa kamera, lensa teleskop, lensa mata atau kontak dan lain sebagainya.

Di artikel ini saya lebih fokus pada lensa kamera. Dengan kata lain, ulasan saya berkaitan dengan definisi lensa kamera, jenis, karakteristik, ukuran dan spesifikasi. Berikut artikelnya untuk anda.

Pengertian lensa kamera adalah

Dalam konteks kamera video atau film, lensa berfungsi untuk mengirim cahaya ke strip film. Sementara di kamera biasa, entah itu DSLR atau bukan, lensa berfungsi mengarahkan cahaya ke sensor digital.

Dua-duanya terbuat dari rangkaian kaca pelat yang peka cahaya entah itu cembung atau melengkung keluar dan cekung atau melengkung ke dalam.

Lensa modern diatur dalam skala milimeter [mm] yang merujuk pada jarak antara lensa dan titik konvergensi bidang.

Di kamus besar Bahasa Indonesia [KBBI] lensa punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Kaca bulat melengkung seperti kaca pembesar atau kaca potret
  • Tempat penampungan cairan berupa air atau minyak agar ruangan seperti palka mesin tetap kering yang terkadang disebut bilga atau got

Dari dua pengertian diatas, definisi lensa kamera yang paling mendekati adalah poin pertama. Dengan demikian, lensa kamera adalah kaca bulat melengkung, entah cembung atau cekung, yang berfungsi untuk mengarahkan cahaya ke dalam kamera.

Pengertian KBBI diatas kemudian melahirkan berbagai istilah yang berkaitan dengan lensa, diantaranya:

  • Lensa apokromatik yang merupakan lensa bebas dari penyimpangan warna
  • Lensa bifokal yang merupakan lensa yang terbagi dua, dimana bagian atasnya digunakan untuk melihat benda jauh dan bagian bawahnya untuk melihat benda dekat
  • Lensa cekung yang merupakan lensa yang bagian pinggirnya lebih tebal daripada yang bagian tengahnya
  • Lensa cembung yang merupakan lensa yang pinggirnya lebih tipis daripada bagian tengahnya
  • Lensa cembung cekung yang merupakan lensa yang satu permukaannya cembung dan permukaan yang lainnya cekung atau yang kadang disebut kanta meniskus
  • Lensa divergen yang merupakan lensa yang, akibat pembiasan, menyebarkan cahaya atau sinar yang masuk
  • Lensa kolimator yang merupakan lensa cembung untuk menyejajarkan berkas cahaya dan biasanya digunakan pada alat fotometer
  • Lensa kontak yang merupakan lensa tipis yang dirancang khusus agar bisa melekat di kornea mata
  • Lensa kontak keras yang adalah lensa berukuran tebal dan bisa bertahan selama dua minggu hingga 10 tahun
  • Lensa kontak lunak yang merupakan lensa tipis yang mengikuti bentuk kornea mata dengan sempurna dan bisa bertahan selama satu atau dua tahun
  • Lensa kontak sekali pakai yang adalah lensa kontak yang dapat bertahan 1 sampai 30 hari
  • Lensa konvergen yang merupakan lensa yang karena pembiasan, mengumpulkan atau memusatkan sinar yang masuk ke satu titik
  • Lensa kristal yang adalah lensa yang bahannya berupa hablur
  • Lensa laju yang merupakan lensa pelengkap pada kamera untuk membesarkan atau mengecilkan gambar
  • Lensa majemuk yang merupakan gabungan dari dua lensa atau lebih yang permukaan satu kantanya memiliki ruji [radius] yang sama besar dengan ruji permukaan pertama di kanta berikutnya. Lensa ini dilekatkan jadi satu sistem optis yang terbentuk lebih dari satu lensa walaupun lensa ini tidak bersentuhan
  • Lensa mata ikan yang merupakan lensa kamera dengan sudut pengambilan gambar lebar sehingga gambar yang dihasilkan cenderung melengkung
  • Lensa pasir yang merupakan kumpulan pasir seperti lensa dalam bahan gabungan sedimen
  • Lensa progresif yang merupakan lensa kacamata dan terbagi tiga tanpa pembatas dimana bagian atasnya untuk melihat benda jarak jauh, bagian tengah untuk melihat benda jarak sedang dan bagian bawahnya untuk melihat benda jarak dekat
  • Lensa sapu jagat yang merupakan lensa yang bisa digunakan untuk fotografi sudut lebar atau telefoto
  • Lensa sudut lebar yang bisa digunakan untuk menangkap objek lebih banyak atau lebih lebar ke dalam foto
  • Lensa telefoto adalah lensa kamera yang digunakan untuk memperbesar objek yang ada di kejauhan
  • Lensa zum atau zoom yang merupakan lensa kamera film atau televisi yang dapat di atur untuk memperoleh gambar yang bisa membesar atau mengecil

Lensa, bagi saya pribadi, adalah mata kamera yang fungsinya sama seperti mata manusia atau hewan yang hidup.

Artinya, dengan lensa, anda bisa melihat objek yang akan di foto apakah perlu diatur aperture atau shutter speednya agar hasil fotonya lebih bagus atau sebaliknya.

Sementara, jika lensa dilepas dari kamera. maka foto yang dihasilkan hanya berupa gambar putih yang mengacu pada warna cahaya secara optikal.

Hal inilah yang memungkinkan anda untuk mengetahui kalau lensa berkualitas tinggi bisa membantu anda menghasilkan foto yang bagus dan menarik sekalipun kamera yang digunakan sudah usang.

Sebaliknya, jika anda menggunakan lensa murah dan berkualitas rendah maka hasil fotonya akan jelek sekalipun kamera yang digunakan mahal.

Artinya, lensa adalah alat yang fungsinya sangat penting bagi sebuah kamera sebab dengan alat ini anda bisa melihat warna-warna cahaya, fenomena optik atau mungkin untuk mengatur penggunaan kamera supaya hasil fotonya jauh lebih bagus.

Karakteristik Lensa kamera

Semua lensa bisa memfilter dan memfokuskan cahaya agar bisa menyentuh sensor atau strip film dengan baik.

Disisi lain, ada beberapa faktor penting yang jadi penentu bagaimana lensa mempengaruhi tampilan dan kualitas foto.

Konteks ini kemudian dikenal dengan istilah karakteristik. Secara umum, ada beberapa karakteristik lensa, diantaranya:

1. Panjang fokus

Panjang fokus berorientasi pada pengukuran jarak dan diukur dalam satuan milimeter antara titik konvergensi lensa dan sensor yang merekam gambar.

Rentang panjang fokus lensa diekspresikan dalam bentuk angka dan angka tersebut memberi tahu anda berapa banyak momen atau adegan yang bisa ditangkap kamera.

Angka yang lebih kecil punya sudut pandang yang lebih luas alias lebih lebar dan bisa melihat atau menampilkan pemandangan yang lebih banyak.

Sementara angka yang lebih besar punya sudut pandang yang sempit dengan sudut pandang lebih kecil atau sedikit.

2. Bukaan atau aperture

Bukaan atau aperture ini merujuk pada seberapa besar bukaan yang memungkinkan cahaya masuk dan diukur dalam f-stops.

Fstop berlawan dengan intuisi atau perhitungan normal karena semakin besar angkanya maka semakin kecil bukaannya.

Sebagai contoh, f/2.8 memungkinkan cahaya yang masuk dua kali lebih banyak dari f4 dan 16 kali lebih banyak dari f11.

Bukaan juga mempengaruhi kedalaman bidang. Untuk penjelasan lebih detail soal bukaan atau aperture ini sudah saya ulas di salah satu artikel saya disini.

3. Aperture maksimum atau bukaan maksimum

Bukaan maksimum adalah istilah yang merujuk pada kemampuan lensa mengatur bukaan maksimum yang ada di laras.

Biasanya sih, lensa dengan bukaan maksimum dibandrol dengan harga yang sedikit lebih mahal ketimbang lensa lainnya.

Dan lensa dengan aperture maksimum cocok untuk fotografi in-door atau dalam ruangan dengan kondisi pencahayaan minim.

Jika anda suka fotografi malam atau fotografi dalam ruangan, pernikahan misalnya, lensa macam ini sangat cocok digunakan.

4. Kedalaman bidang

Kedalaman bidang merujuk pada fokus foto dan ini adalah aspek yang wajib diperhatikan dengan seksama oleh fotografer terlebih jika ingin menghasilkan foto yang bagus.

Sebagai contoh, jika anda mengambil foto lanskap sabana yang luas saat mendaki gunung, tentu anda ingin agar semua objek yang di foto terlihat fokus, kan?

Makanya itu anda wajib memperhatikan deep of field atau kedalaman bidang. Soal ini mah dipengaruhi oleh dua asep eh aspek yakni aperture dan shuttersepeed.

Jenis-jenis lensa

Ada dua jenis lensa yang umum digunakan saat ini, diantaranya:

  • Lensa prima yang merupakan lensa yang rentang fokusnya tetap sehingga foto yang dihasilkan tampak lebih tajam. Hanya saja lensa prima enggak fleksibel karena panjang fokus tersebut. Meski demikian, lensa ini cukup ringan dan adaptif sehingga cocok untuk digunakan untuk anda yang sedang bepergian sambil foto-foto
  • Lensa zoom atau zum yang merupakan serangkaian lensa dengan tujuan untuk mendapatkan fokus berbeda dari foto yang hendak dihasilkan. Dengan demikian, lensa macam ini cukup fleksibel meski tidak secepat lensa prima. Lensa zoom berisikan banyak kaca yang memungkinkan kamera untuk mendapatkan gambar yang pas meski enggak fleksibel untuk diajak jalan-jalan karena ukurannya yang cenderung besar dan berat ketimbang lensa prima

Dari dua jenis lensa diatas maka lahirlah berbagai jenis lensa sebagaimana yang anda kenal sekarang ini, berikut daftarnya:

1. Lensa khusus

Secara umum, ada beberapa jenis lensa khusus yang paling populer di kalangan fotografer saat ini, seperti:

  • Lensa mata ikan atau fish eye lens yang merupakan lensa ultra-wide-angle yang bisa mengambil foto dalam radius 180 derajat penuh disekitar objek. Lensa mata ikan dinamai demikian karena bisa mengubah bidang foto secara langsung dan hasil fotonya terlihat bergelembung dan biasanya berukuran 8mm sampai 15mm
  • Lensa tilt shitf adalah lensa yang bisa mendistorsi perspektif sehingga segala sesuatu yang di foto tampak lebih kecil dari ukuran sebenarnya
  • Lensa inframerah yang merupakan lensa dengan lebih fokus utama ke cahaya dan bukan perspektifnya. Lensa ini bisa menyaring semua gelombang cahaya kecuali inframerah dengan tujuan untuk mendapatkan efek visual yang unik.
2. Lensa makro

Lensa makro adalah salah satu jenis lensa yang memungkinkan foto terlihat lebih dekat. Lensa macam ini punya desain yang unik dan memungkinkan fotografer untuk mendapatkan gambar yang tajam dari jarak dekat.

Lensa ini cocok untuk fotografi alam atau kegiatan fotografi makro lainnya karena gambar yang dihasilkan cenderung jelas dan mendetail.

3. Lensa telefoto

Telefoto adalah jenis lensa zoom yang terdiri dari beberapa titik fokus. Jenis lensa ini sangat bagus untuk mengisolasi subjek yang jaraknya jauh.

Namun isolasi semacam ini berarti mengharuskan anda untuk mengorbankan ruang. Artinya, sudut pandang yang didapatkan bakal lebih sempit.

Karena itu, lensa telefoto banyak digunakan untuk fotografi udara, olahraga, fotografi astronomi dan lain sebagainya.

Dan secara umum, ada beberapa jenis lensa telefoto yang paling banyak digunakan fotografer, diantaranya:

  • Lensa telefoto pendek atau short telephoto lens dengan ukuran 70mm sampai 135 mm
  • Lensa telafoto medium atau medium tele photo lens dengan ukuran 150mm sampai 300 mm
  • Lensa telefototo khusus untuk pemotretan olah raga dan fauna atau Sport & Wildlife lens dengan ukuran 350 sampai 1200 mm.
4. Lensa sudut lebar

Lensa sudut lebar cocok digunakan untuk mengambil foto yang objek luas. Misalnya, foto keluarga, foto bersama di acara pernikahan dan lain sebagainya.

Artinya, lensa macam ini sangat cocok untuk fotografi lanskap, fotografi jalanan atau photojournalist.

Dengan lensa sudut lebar, hampir semua objek terlihat kecuali jika objek tersebut jaraknya sangat dekat dengan lensa.

Secara umum, ada beberapa jenis lensa sudut lebar yang banyak digunakan fotografer saat ini, diantaranya:

  • Lensa super lebar atau super wide angle lens dengan ukuran 12mm sampai 25mm
  • Lensa sudut lebar atau wide angle lens dengan ukuran 28mm hingga 40mm
5. Lensa standar biasa

Jika tidak fokus pada satu genre fotografi alias anda melakukan kegiatan fotografi apa saja, disarankan untuk pakai lensa yang satu ini.

Panjang fokus lensa ini kebanyakan ada dalam rentang 35mm sampai 85m. Disisi lain, lensa zoom dalam kisaran tersebut punya panjang fokus yang lebih kecil namun tetap bisa digunakan untuk mengambil objek seperti lensa sudut lebar.

Artinya, anda bisa menggunakan lensa ini untuk fotografi full-frame karena mampu memperbesar subjek yang hendak di foto.

Secara umum, ada beberapa jenis lensa standar biasa yang banyak digunakan saat ini, seperti:

  • Lensa normal atau normal lens dengan ukuran 45mm sampai 60 mm
  • Lensa vario atau zoom dengan rentang WA-N-ST, N-MT dan ST-LT
  • Lensa portrait yang khusus untuk mengambil foto potret
  • Lensa koreksi perspektif atau yang disebut juga PC lens

Bagian-bagian lensa

Agar sebuah lensa dapat disebut lensa, maka ia harus memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

  • Dudukkan lensa
  • Gelang atau selektor diafragma
  • Indikator bukaan diafragma
  • Indikator film inframerah
  • Selektor zoom untuk lensa vario
  • Selektor jarak
  • Indikator rentang ketajaman
  • Indikator jarak
  • Selektor A/F-Manual fokus
  • Kontak elektronik
  • Ulir atau dudukan filter yang kadang disebut tudung lensa
  • Nama lensa
  • Index lensa yang terdiri dari Index kuat lensa, index diameter lensa dan index panjang fokus
  • Dan selektor makro

Ukuran dan spesifikasi

Ukuran dan spesifikasi ini mengacu pada ukuran lensa termasuk kelebihannya. Berikut disajikan beberapa ukuran dan spesifikasi lensa, diantaranya:

1. Lensa 16mm
  • Sudut pandang: Lebar
  • Deskripsi: Bisa digunakan untuk mengambil foto pemandangan luas alias cocok untuk fotografi laskap
  • Kedalaman bidang: Fokus alias tidak memiliki kedalaman bidang yang dangkal
  • Distorsi ruang: Memungkinkan anda mengambil foto yang tampak jauh dari jarak yang sebenarnya
2. Lensa 35mm
  • Sudut pandang: Lebar
  • Deskripsi: Seperti yang terlihat saat anda mengambil foto dari ponsel alias cocok untuk street photography atau fotografi jalanan
  • Kedalaman bidang: Hampir semuanya fokus kecuali subjeknya sangat dekat dengan kamera
  • Distorsi ruang: Distorsinya spasial yang sedikit lebih tinggi dari lensa lebar biasa sehingga foto yang dihasilkan tampak sama dengan jarak aslinya
3. Lensa 50mm
  • Sudut pandang: Normal
  • Deskripsi: Secara kasar seperti saat anda melihat dunia dengan mata telanjang alias cocok untuk kegiatan fotografi apa saja
  • Kedalaman bidang: Kedalaman bidangnya dangkal atau dalam karena bergantung pada rentang aperture yang dipilih
  • Distorsi ruang: Sangat sedikit atau tidak ada
4. Lensa 85mm
  • Sudut pandang: Telefoto menengah
  • Deskripsi: Cocok untuk mengisolasi subjek yang hendak di foto dan bagus untuk fotografi portrait
  • Kedalaman bidang: Mudah untuk memperoleh kedalaman bidang yang dangkal
  • Distorsi ruang: Lensa ini memungkinkan objek yang tampak jauh terlihat lebih dekat dari jarak sebenarnya
5. Lensa 200mm
  • Sudut pandang: Telefoto
  • Deskripsi: Ideal untuk mengambil foto subjek yang jaraknya jauh dengan fungsi yang hampir sama seperti lensa teleskop. Lensa ini juga cocok untuk mengompresi subjek dan latar belakang foto
  • Kedalaman bidang: Cukup memiliki kedalaman bidang yang dangkal kecuali subjek atau objek yang di foto jaraknya memang sangat jauh
  • Distorsi ruang: Lensa ini membuat segala sesuatu yang tampak jauh menjadi lebih dekat dari jarak aslinya

Pertimbangan saat membeli lensa

Untuk anda yang ingin membeli lensa, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dengan matang, beberapa diantaranya:

1. Biaya atau uang

Saat ini, harga lensa cenderung mahal terlebih untuk lensa cepat. Jika anda hendak membeli lensa namun biaya atau uang yang dimiliki pas-pasan, saran saya, belilah lensa zoom dengan rentang panjang menengah.

Misalnya lensa 24-70mm [f/2.8] karena lensa macam ini cocok untuk kegiatan fotografi apa saja mulai dari portrait hingga lanskap.

2. Ukuran dan berat

Di poin ini, anda harus mempertimbangkan dengan matang tujuan anda membeli lensa. Patut diketahui, ada beberapa lensa yang beratnya bisa mencapai 10 pound atau sekitar 4 kg lebih.

Karena itu pertimbangkan dengan baik faktor ini. Jika tujuan anda membeli lensa untuk dipakai liburan bolehlah pilih lensa 24-70mm [f/2.8] sama seperti diatas.

Namun jika tujuan anda beli lensa adalah untuk digunakan secara profesional, margasatwa atau photojournalist misalnya, maka lensa telefoto sangat cocok untuk anda

3. Fitur

Pertimbangkan juga fitur bawaan saat anda hendak membeli lensa kamera. Beberapa lensa memang menawarkan fitur dan fungsi tambahan.

Misalnya, autofokus bawaan yang memungkinkan anda mendapatkan fokus yang sesuai dengan keinginan anda.

Ada juga lensa yang menawarkan fokus manual dan cenderung sulit digunakan terlebih dalam situasi tertentu misalnya kondisi pencahayaan yang rendah.

4. Kompatibilitas

Perlu diketahui, tidak semua lensa kompatibel dengan setiap merk atau model kamera. Misalnya, lensa Nikon yang enggak berfungsi sama kamera Canon atau Sony, kecuali jika anda punya adaptor yang justru menghilangkan beberapa fungsi utama lensa.

Oleh karena itu, sebelum membeli lensa anda bisa cari referensi atau menanyakan dulu pada produsen untuk memastikan apakah lensa yang hendak dibeli itu cocok atau kompatibel dengan bodi kamera anda.

Penutup

Lensa adalah faktor paling penting yang harus ada di kamera karena tanpa lensa, foto yang dihasilkan tidak akan berguna apa-apa.

Disisi lain, sekalipun anda sudah punya lensa yang bagus dengan kamera yang sesuai, jika anda tidak belajar teknik dasar fotografi maka hasilnya akan sama saja.

Oleh karena itu, mengenal lensa, kamera dan semua teknik-teknik dasar fotografi adalah satu kesatuan penting yang harus dipelajari secara runut oleh setiap fotografer terlebih pemula.

Demikian artikel tentang lensa kamera adalah: pengertian, karakteristik, jenis, ukuran dan spesifikasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *