Komposisi Foto: Pengertian, Panduan dan Teknik

Salah satu elemen penting yang harus dipelajari saat ingin terjun ke dunia fotografi adalah komposisi foto.

Tapi, apa sih definisi komposisi foto yang sebenarnya? Apa saja teknik yang digunakan? Dan mengapa komposisi foto penting untuk dipelajari?

Bagi saya pribadi, komposisi foto adalah gabungan dari imajinasi dan kreativitas yang wajib dimiliki oleh setiap fotografer.

Imajinasi dan kreativitas ini secara tidak langsung mempengaruhi foto yang dihasilkan, apakah bagus atau justru sebaliknya.

Meski demikian, dengan menguasai komposisi foto yang bagus bukan berarti anda tidak perlu lagi belajar teknik dasar fotografi, angle atau segitiga eksposur.

Artinya, komposisi adalah satu dari sekian tahap yang tetap wajib dipelajari, terlebih yang ingin serius terjun ke dunia fotografi.

Dan di artikel ini tidak saya bahas bagaimana seharusnya komposisi foto dibuat karena ini kembali ke kreativitas anda sendiri.

Mengapa demikian? karean komposisi foto konsepnya cukup subjektif dan tergantung objek apa yang akan di foto.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari komposisi foto yang tepat, komposisi foto perspektif, komposisi foto tekstur dan komposisi fotografi.

Termasuk juga komposisi foto rule of third, komposisi foto golden shape, komposisi foto simetris, komposisi fotografi pattern serta 7 komposisi fotografi, simak artikel ini sampai habis.

Apa itu komposisi foto?

Kalau di artikan secara harafiah, komposisi sebenarnya adalah kata benda yang merujuk pada sifat bahan atau konstituen atas sesuatu.

Di KBBI, komposisi punya 5 pengertian dasar, namun definisi yang paling mendekati ada pada pengertian komposisi dalam konteks seni.

Disitu dijelaskan bahwa komposisi adalah integrasi warna, garis dan bidang untuk mencapai kesatuan yang harmonis.

Dengan demikian, komposisi foto adalah hubungan harmonis antar setiap elemen fotograsi yang jadi subjek atau objek foto.

Lantas, apakah komposisi foto dan komposisi fotografis itu sama? Jawabannya ya. Mengapa? Karean kompisisi fotografi yang tepat berdampak pada kompisisi foto itu sendiri.

Hanya saja, setiap hubungan harmonis tersebut berangkat dari kreativitas fotografer itu sendiri saat memotret objek yang akan di foto.

Artinya, fotografer harus bisa mengatur dan menemukan posisi yang tepat untuk menghasilkan komposisi yang pas.

Pada akhirnya, foto yang dibuat jauh lebih menarik dibanding foto lain sekalipun subjek atau objek fotonya sama.

Intinya, komposisi mengacu pada bagaimana setiap elemen dalam foto diatur sedemikian rupa agar menarik dan seimbang.

Panduan Mengatur Komposisi Foto Yang Baik dan Benar

Setelah mengulas pengertian dari kompisisi foto atau komposisi fotografi, pasti beberapa dari anda langsung bertanya tentang cara atur komposisi foto yang benar.

Lantas, caranya gimana? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan cara atur komposisi foto yang baik dan benar.

1. Kemampuan melihat momentum yang pas

Cara Mengatur Komposisi Foto
via picturecorrect.com

Bagi saya pribadi, kemampuan melihat momen selaras dengan kemampuan menggerakkan mata. Dan ini adalah satu dari sekian kemampuan penting yang harus dimiliki fotografer.

Tapi, bagaimana mengaplikasikan kemampuan ini dalam dunia fotografi? Ada banyak cara yang bisa dilakukan.

Sebagai contoh, pada suatu ketika anda sedang menonton konser Noah di alun-alun kota. Sudah tentu penontonya banyak, music menderu sana sini, beberapa orang berjoged sementara yang lainnya mengangkat tangan seirama alunan musik.

Pada waktu itu anda sedang ditugaskan oleh manajemen untuk mengambil dokumentasi konser. Dan anda, di ujung sana bengong-bengong sendiri karena enggak tahu bagaimana cara mengambil foto yang tepat dalam situasi seperti ini.

Baca Juga:

Lagipula situasinya enggak memungkinkan untuk mengambil foto dengan angle yang tepat atau mungkin dengan pencahayaan yang sesuai.

Kebingungan ini pada akhirnya membuat anda gagal dapat foto yang bagus, yang mungkin anda enggak akan diminta lagi oleh manajemen untuk jadi fotografer di konser serupa.

Tentu anda enggak mau demikian, kan? Makanya, sebagai fotografer, anda harus jeli untuk melihat momen.

Disini berarti anda harus cekatan melihat reaksi orang-orang terhadap adegan yang berlangsung, apakah matanya ke bawah, ke atas atau mungkin ke samping kiri dan kanan.

Reaksi semacam ini yang jadi momen penting bagi anda untuk mendapatkan komposisi foto yang tepat. Hanya saja, peristiwa ini berlangsung cepat, singkat dan ekspresif.

Untuk itu, mata anda harus tertuju pada frame atau layar kamera saja demi menangkap momen yang hanya terjadi sepersikian detik.

Dalam suatu kasus, anda bisa menggunakan teknik khusus untuk menarik perhatian subjek atau objek bidikan anda terlebih jika objeknya diam.

Dalam situasi yang spontan, hal ini agak sulit dilakukan. Karena itu, kemampuan melihat momen sangat penting.

Selain itu, perhatikan juga gangguan yang mungkin anda terlebih jika anda berada dalam suatu konser yang orangnya banyak.

Lantas, kalau dalam konser, objek fotonya siapa? Biasa siapa saja entah itu penonton, crew, vokalis atau band yang di undang, panitia, aparat keamanan dan lain sebagainya.

2. Titik fokus

Cara Mengatur Komposisi Foto
via expertphotography.com

Titik fokus ini mengacu pada kreativitas. Kalau anda sudah menemukan momen yang tepat atau pola momen itu mungkin terjadi berulang-ulang, selanjutnya fokus pada satu titik.

Disini berarti anda harus peka terhadap perilaku titik fokus, apalagi jika titiknya itu bergerak seperti orang atau hewan.

Untuk mendapatkan komposisi foto yang pas, coba buat garis-garis imajiner persegi panjang, dengan titik ditengah sebagai titik fokus.

Ini tentu sulit kalau diterapkan dalam konser dan hanya bagus diterapkan untuk kegiatan street fotografi dengan objek kawasan perkotaan atau arsitektur yang ada didalamnya.

Misalnya, subjek yang mau di foto adalah patung kuda. Anda bisa lihat bagian-bagian lain yang ada di dekat patung tersebut, apakah mengganggu atau tidak.

Setelah itu, lihat layar kamera anda untuk memastikan apakah elemen-elemen dibawah sudah ada di foto, seperti titik fokus, cahaya, garis kisi-kisi imajiner dan gambarnya berbentuk persegi.

Empat hal itu tidak secara otomatis terpenuhi karena itu butuh eksperimen lebih lanjut dari anda. Jika empat hal itu sudah terpenuhi, langkah berikutnya adalah mengambil foto.

Ambil sebanyak mungkin foto lalu seleksi mana yang paling bagus. Satu dari sekian banyak foto yang diambil pasti bagus, posturnya seimbang dan kisi-kisi imajiner itu terlihat jelas.

Titik fokus kadang juga disebut teknik manipulasi foto. Sebab banyak penelitian yang membuktikan kalau mata orang cenderung mengarah ke salah satu titik di bagian kiri atau kanan atas foto sebelum melihat ke area foto yang lain.

Dan inilah yang jadi alasan mengapa anda kadang bosan lihat foto teman di IG atau Facebook, karena titik fokusnya hanya berisi orang-orang dengan ekspresi yang sama saja.

3. Pilih angle yang tepat

Cara Mengatur Komposisi Foto
via workshophotography.com

Angle itu apa sih? Fungsinya apa? Mengapa harus mempelajari angle? Apa hubungannya dengan komposisi?

Singkatnya, angle itu adalah sudut pengambilan foto yang berfungsi untuk meningkatkan eksposur foto dari sudut pandang yang pas.

Salah satu alasan mengapa angle harus dipelajari adalah untuk mendapatkan komposisi foto yang bagus.

Jika penekanannya ada pada tekstur foto, anda boleh manfaatkan fitur zooming dengan cermat. Fitur ini memungkinkan anda melihat tekstur foto tanpa terganggu dengan cahaya sekitar.

Dalam konteks ini, premisnya sangat sederhana. Ibarat mata anda yang melihat suatu objek yang tiba-tiba menarik, selingkuhan pacar anda misalnya, padahal sudah sering di lihat.

Ulasan lebih lengkap soal definisi angle kamera, termasuk jenis angle, teknik yang digunakan sampai posisi fotografer sudah saya bahas disini.

4. Kedalaman bidang

Cara Mengatur Komposisi Foto
via petapixel.com

Kedalaman bidang adalah salah satu aturan komposisi paling tradisional. Poin ini masih punya kaitan sama dua poin pertama yang saya bahas diatas.

Jika penekanannya pada titik fokus dan angle, maka kedalaman bidang ini bisa berupa garis fisik serupa pagar atau tembok.

Namun, garisnya adalah garis metaforis serupa bayangan yang hanya ditangkap oleh mata atau pikiran anda sendiri.

Subjek apa saja bisa menambah kedalaman bidang yang pada akhirnya akan membuat foto yang diambil jauh lebih menarik.

Bagi saya pribadi, salah satu tantangan terbesar dalam dunia fotografi adalah bagaimana menemukan kedalaman bidang ini.

Makanya banyak orang yang memperhatikan pola imajiner entah itu dua dimensi atau tiga dimensi sehingga subjek apapun yang di foto, kedalamannya bertambah.

Sebagai contoh, garis imajiner serupa piramida pada sebuah bangunan, atau pagar-pagar yang menjulang seolah berbentuk dua dimensi dan lain sebagainya.

5. Aturan Bilangan Ganjil

Cara Mengatur Komposisi Foto
via erickimphotography.com

Aturan bilangan ganjil juga sudah lama jadi topik penelitian para dosen dan mahasiswa jurusan fotografi.

Namun, fokusnya bukan apa foto tetapi objek atau subjek yang ada didalam foto, terlebih ditampilkan secara ganjil.

Hal ini searah dengan minat banyak orang yang lebih suka memilih angka ganjil sebagai angka keberuntungan ketimbang genap.

Untuk beberapa alasan, yang saya sendiri belum tahu, banyak orang juga nyaman dengan angka ganjil.

Dan ini bisa dimanfaatkan oleh anda untuk mendapatkan foto yang disukai banyak orang. Tapi, aturan ini terbatas pada objek benda mati.

Ada banyak aturan bilangan ganjil yang bisa anda terapkan seperti mengambil foto tiga pohon dan bukannya empat.

Atau mungkin kelopak bunga yang hanya terdiri dari tiga dan bukan enam seperti kelopak pada umumnya.

Meski fotonya terlihat sama saja, tapi sebagian besar orang pasti lebih tertarik pada foto yang terlihat ganjil.

Gak percaya? Coba lakukan eksperimen singkat soal ini dengan ide yang sama seperti yang saya jelaskan diatas.

6. Langgar aturan fotografi konvensional

Cara Mengatur Komposisi Foto
via petapixel.com

Langgar aturan? Maksudnya gimana? Maksudnya adalah, jika ingin mengambil foto taman, jangan ambil dari sudut pandang konvensional.

Artinya, jangan ikut aturan yang ada. Misalnya, jika objeknya taman yang didalamnya ada lampu bulat ada harus mengambil foto dengan posisi begini, jaraknya begini dan lain sebagainya.

Gak usah peduli dengan aturan ini karena foto anda sudah pasti enggak menarik dan sama saja dengan foto yang diambil orang lain.

Melanggar aturan adalah aturan komposisi yang enggak tertulis. Intinya, aturan ini mengajak anda untuk melanggar aturan yang ada saat mau ambil foto.

7. Pengaturan teknis

Yang terakhir adalah pengaturan komposisi teknis atau yang lazim disebut sebagai komposisi tambahan.

Dalam konteks ini, pengaturan yang anda lakukan disesuaikan sama genre fotografi apa yang diambil, berikut beberapa diantaranya:

  • Penerapan aturan fotografi dua pertiga atau rule of thirds. Dimana foto dibagi dalam 9 kotak berukuran sama dengan titik fokus ada pada bidang berukuran 3×3
komposisi foto
Photos
  • Aturan golden shape ini mengajak fotografer untuk melihat garis imajiner nyata namun tepinya maya yang biasanya terlihat pada bayangan atau siluet matahari serta lampu
komposisi foto
Photo Steve McCurry
  • Komposisi simetris atau centred composition berarti anda menempatkan subjek dan objek yang ada sama rata
komposisi foto
Photo Steve McCurry
  • Komposisi foto Repetition & Pattern berusaha menonjolkan suatu pola harmonis dari alam pada foto sehingga menghasilkan keseimbangan dan kenyamanan saat dilihat
komposisi foto
Photo Steve McCurry
  • Perspektif yang memanfaatkan efek imajiner dari subjek utama yang di foto entah itu manusia, hewan atau benda-benda lain
Komposisi foto
Photos Steve McCurry
  • Frame in Frame yang bertujuan untuk mengajak orang-orang melihat sesuatu yang memang diinginkan oleh fotografer untuk dilihat
Komposisi foto
Photos Steve McCurry
  • Leading lines atau pelibatan garis-garis maya atau nyata pada foto untuk membentuk harmonisasi pada foto
komposisi foto
Photos Cathrine
  • Negative space atau ruang negatif dimana fotografer akan memberikan banyak ruang kosong pada foto yang mau diambil sehingga, audiens bisa fokus ke objek atau subjek dalam foto
Komposisi foto
Photos Steve McCurry
  • Golden Spiral atau Golden Ratio yang bertujuan untuk proporsi foto dengan kisaran 1:1.618 sebelum diiris lagi menjadi persegi empat
komposisi foto
Photos Barry O Carroll
  • Point of View yang bertujuan untuk mengambil foto dalam tataran eye level sepanjang mata memandang
komposisi foto
Photos Paul Kirui

Sadar atau tidak, berbicara soal komposisi foto ini berbicara soal kreativitas. Artinya, daftar yang saya ulas diatas belum menggambarkan secara menyeluruh komposisi foto di lapangan.

Penutup

Komposisi foto adalah sesuatu yang sifatnya dinamis dan kreatif. Sehingga, enggak ada panduan yang nyata untuk menunjukan bagaimana seharusnya memperoleh komposisi yang cocok.

Dengan kata lain, semuanya kembali ke dalam diri fotografer. Apakah mau mengambil foto yang biasa saja atau mau mendapatkan foto yang bagus pakai cara-cara kreatif.

Demikian artikel tentang komposisi foto: pengertian, panduan dan teknik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar