Kode HEX Warna Adalah: Definisi, Fungsi, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan

Secara sederhana, kode HEX warna adalah bahasa visual untuk warna yang terdapat di satu halaman web atau situs.

Misalnya nih, anda pengen kasih palet warna tertentu di header situs dan yang jadi masalah adalah bagaimana script tersebut mengidentifikasi warna yang ditambahkan?

Di titik inilah kode HEX diperlukan. Ia semacam kombinasi huruf dan angka yang memudahkan desainer dan developer menggunakan warna berdasarkan kode.

Pembuatannya sendiri menggunakan bilangan heksadesimaal dimana setiap kode yang dibuat berasal dari campuran warna merah, hijau dan biru.

Tapi, apa sih pengertian dari Kode HEX Warna? Apa manfaat dan fungsinya? Apa fungsi dari kode HEX? Jika penasaran, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Kode HEX Warna adalah

Secara sederhana, HEX warna adalah nilai heksadesimal warna yang mempresentasikan berbagai model warna.

Makanya itu, ada yang menyebut HEX warna sebagai warna heksadesimal yang dinyatakan sebagai kombinasi dari enam digit huruf dan angka.

Nilai-nilai tersebut punya kaitan sama warna merah, hijau dan biru, atau yang lebih dikenal sebagai warna RGB [Red, green dan Blue].

Dengan demikian, warna HEX ini digunakan secara khusus yang memudahkan orang-orang untuk mengidentifikasi warna yang akan digunakan pada desain.

Lantas, apa saja ciri-ciri kode HEX ini? Untuk ciri-cirinya ada dua yakni:

  • Kode HEX selalu terdiri dari 6 kombinasi huruf dan angka. Dimana, angka merujuk pada elemen dan dua simbol. Masing-pmasing elemen 2-simbol itu mengekspresikan nilai warna dari 0 hingga 255. Dimana, elemen 1: Merah, Elemen 2: Hijau dan Elemen 3: Biru
  • Kode ditulis menggunakan rumus yang mengubah setiap nilai menjadi kode alfanumerik 2 digit yang unik. Misalnya, kode RBG 224, 105, 16 menjadi E06910 dalam kode heksadesimal

Intinya, kode hex warna adalah nilai yang memberi tahu layar berapa banyak warna yang akan ditmapilkan. Nilai adalah kode khusus yang mewakili nilai warna dari 0 sampai dengan 255.

Dengan demikian, jika merah, hijau dan biru semuanya mewakili angka 0, maka ia diwakili sebagai 00 dalam kode dan yang dinyatakan dengan kode tersebut adalah Hitam.

Jika merah hijau dan biru semuamnya maksimal 255 yang dinyatakan dalamf ff dalam kode, warna yang divisualiasikan adalah putih.

Nilai warna heksagonal dapat digabungkan untuk menampilkan lebih dari 16 juta warna yang berbeda secara bersamaan.

Lantas, mengapa harus pakai warna RGB? Karena anda bisa buat semua warna yang ada dengan mencampurkan warna merah, biru dan hijau. Ini juga lebih dikenal sebagai warna aditif.

Ada satu hal penting lagi harus diperhatikan yakni nilai warna tersebut yang terbagi dalam dua bentuk yakni nilai heksadesimal dan desimal.

Nilai desimal mengacu pada format notasi yang digunakan pada halaman web dimana RR atau Red-Red mengacu pada warna merah.

Sementara, GG atau Green-Green dan BB atau Blue-Blue mengacu pada nilai warna yang sama. Untuk contoh saja, bisa lihat tabel dibawah:

Warna biru yang bagus terdiri dari:
64/255 merah
48/255 hijau
255/255 yaitu warna biru penuh

Jadi, 64, 48. 255 mempresentasikan nilai dalam desimal, yang sama dengan 50, 30, FF dalam nilai heksadesimal. Sehingga, jika dikodekan akan menjadi #4030FF.

Cara kerja kode Hex Warna

Seperti yang saya sebutkan diatas dimana kode HEX warna didasarkan pada model warna RGB yang telah digunakan sejak awal dalam dunia fotografi.

Visualisasi dibalik model warna ini memungkinkan anda melihat semua varian warna atau konimbinasi nilai warna seperti yang dilihat oleh mata.

Inilah yang jadi alasan mengapa model warna RBG digunakan pada TV, kamera digital dan proyektor video termasuk di setiap layar komputer dan HP.

Baca Juga:

Disisi lain, dalam dunia desain web, sebagian besar aplikasi digital, menghasilkan skala nilai warna antara 0 hingga 255.

Dengan demikian, sebagai programer anda secara tidak langsung akan memberi tahu kepada layar berapa banyak warna merah, biru dan hijau yang ditampilkan.

Kombinasi itulah yang nantinya akan dilihat oleh audiens. Dan anda punya kebebasan untuk memilih kode warna mana yang akan digunakan.

Dan apabila di total, jumlah kombinasi yang berhasil dibuat dalam kode HEX ini adalah 16.777.216 yang nilainya lebih banyak dibanding jumlah warna yang bisa dibedakan manusia.

Mengapa warnanya sangat banyak? Karena masing-masing dari tiga warna diatas yakni RGB memiliki nilai dari 0 sampai 255, dengan kemungkinan nilai 256.

Dengan demikian, anda bisa menghitung berapa jumlah total warna yang dihasilkan, seperti: 256 x 256 x 256 = 2563.

Hasilnya = 16.777.216 kemungkinan kombinasi warna. Inilah yang jadi sumber klaim bahwa komputer bisa menampilkan 16 juta warna berbeda.

Kelebihan dan kekurangan HEX Warna

Untuk kelebihan dan kekurangan kode HEX warna bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

KelebihanKekurangan
Penggunaan warna primer seperti hitam, putih dan merahSangat sulit untuk disesuaikan atau dikonversi ke RGB secara akurat
Mampu dibaca oleh setiap browser dan perangkat sehingga warna yang muncul lebih lengkap dan jelasKode warnanya yang banyak sehingga membuat desainer sulit menemukan warna yang cocok sesuai kebutuhan

Kelebihan dan kekurangan diatas mungkin terbatas pada hal-hal umum saja. Boleh tambahkan di kolom komentar jika ada kelebihan dan kekurangan lain yang mungkin diketahui.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan warna RGB dan Warna HEX?

Sederhananya, kode warna HEX, lebih disukai programer karena nilainya yang bisa diprediksi dengan akurat.

Selain itu, bentuknya selalu terdiri dari 6 digit yang merupakan hasil kombinasi dari huruf dan angka.

Duisisi lain, nilai RGB cukup variatif dimana bisa terdiri dati tiga digit saja atau mungkin sembilan digit angka.

Meski demikian, tidak dihasukkan untuk menggunakan kode hex dalam desain atau situs anda.

Sebab, jika kode halaman dalam HTML, juga bisa menggunakan nilai RBG dan nama warna.

2. Bagaimana cara mengetahui kode HEX Warna pada gambar atau situs?

Ada banyak cara salah satunya dengan memanfaatkan tools online yang banyak tersedia di luar sana.

Salah satu situs yang sering saya gunakan adalah Imagecolorpicker. Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi warna pada gambar yang di upload untuk kemudian ditampilkan nilai heksadesimalnya berapa.

Misalnya, anda screenshoot laman ini lalu upload di code color picker. Nantinya akan muncul kode warnanya berapa dan nilai RBGnya berapa.

Selain itu, anda juga bisa sorot mana warna yang ingin di identifikasi kode HEXnya. Jadi, tools ini cukup aktraktif untuk digunakan.

Anda juga bisa manfaatkan tools lain dengan cara kerja yang sama seperti Colorcode Picker, Photoshop atau mungkin PowerPoint.

Jika pakai PowerPoint, anda bisa manfaatkan fitur Eyedropper saat tambahkan background gambar.

Penutup

Selain istilah HEX warna, mungkin juga ada pernah dengar istilah terkait lain seperti HSL, LAB, LUV, HWB dan lain sebagainya.

Istilah-istilah diatas akan saya ulas di artikel berikutnya. Jika ada tambahan, masukkan atau koreksi, boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang kode HEX warna adalah: definisi, fungsi, manfaat, kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan komentar