6+ Jenis Tinta Printer Digital dan Offset Terbaik

Di artikel kali ini akan saya ulas bentuk dan jenis tinta printer baik digital dan offset. Pasti penasaran, kan? Simak artikel dibawah ini sampai habis.

Percetakan tak pernah lepas dari yang namnya tinta. Dengan tinta, anda bisa cetak foto masa kecil atau billboard KFC di jalanan ibukota.

Artinya, tinta perannya sangat penting dalam industri percetakan. Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja macam-macam tinta printer, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Namun tergantung pada jenis cetakan yang mau dibuat. Jika ingin ditempatkan di luar ruangan atau outdoor, pertimbangkan untuk pakai tinta yang tahan cuaca.

Dan untuk anda yang sedang cari jenis tinta printer, tinta cetak adalah, tinta offset adalah, jenis-jenis tinta cetak offset sampai jenis-jenis tinta untuk cetak produk grafika berikut artikelnya untuk anda.

Sebelum itu, baiknya saya bahas dulu bentuk-bentuk tinta printer baik untuk printer digital atau offset.

Bentuk Tinta untuk Mesin cetak digital dan Offset

Dalam konteks yang lebih luas, bentuk tinta yang akan saya ulas dibawah ini juga bisa atau layak disebut jenis tinta.

Hanya saja, kurang tepat jika disebut jenis. Itulah yang kemudian jadi alasan mengapa saya menggunakan kata bentuk dibanding jenis.

FYI, macam-macam tinta printer, dalam konteks bentuk, bergantung pada jenis printer apa yang digunakan.

Aspek lain yang mementukan jenis tinta selain jenis printer adalah kertas, bentuk percetakan, ketebalan dan lain sebagainya.

Dan setiap macam-macam tinta printer punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dengan kata lain, ada tinta printer yang tahan air ada juga yang tidak.

Sebelum memilih tinta printer yang akan digunakan, bisa pertimbangkan dulu bentuk tinta printer itu sendiri, diantaranya:

a. Tinta cair

Pertama adalah tinta cair atau liquid ink. Tinta jenis ini kebanyakan dipakai untuk mesin cetak atau printer inkjet.

Salah satu kelebihan dari tinta cair adalah kemampuannya membentuk cetakan entah itu teks dan gambar lebih baik dan jernih.

Di Indonesia, ada dua bagian yang paling banyak digunakan. Pertama tinta cair dye-based dan tinta cair pigmen.

Tinta cair dye-based dianggap lebih murah dibanding Pigmen karena satu dan lain alasan, di impor langsung dari luar negeri misalnya.

b. Tinta Toner

Kedua ada yang namanya tinta toner. Tinta jenis ini kebanyakan digunakan untuk mesin cetak atau printer LED dan Laser.

Dan ini merupakan kebalikan dari tinta cair. Artinya, kata toner ini mengacu pada bentuk tinta itu sendiri yang kering.

Salah satu kelemahan dari jenis tinta ini adalah kualitas cetakannya yang tidak sebagus tinta cair.

c. Tinta padat

Ketiga ada tinta padat yang kebanyakan di gunakan untuk mesin cetak atau printer head yang bentuknya mirip stik.

Salah satu kelemahan dari tinta jenis ini adalah bahan tinta yang terdiri dari pigmen dan lilin yang bisa meninggalkan tekstur di atas kertas atau bahan cetakan lainnya.

d. Tinta Ribon

Terakhir ada yang namanya tinta Riboon atau lazim disebut tinta pita dan kebanyakan dipakai untuk mesin cetak dot matrix dan impact.

Jenis Tinta Untuk Mesin Cetak Digital dan Offset

Setelah mengulas bentuk tinta printer, berikutnya akan saya bahas jenis tinta untuk mesin cetak digital dan offset.

Lantas, jenis tinta apa saja itu? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Tinta Printer Pigment

Jenis Tinta Printer

Tinta printer pigment atau yang kadang juga disebut tinta durabrite adalah salah satu jenis tinta khusus berbahan dasar pigmen serbuk.

Dan dianggap sebagai salah satu jenis tinta berkualitas tinggi yang bisa digunakan untuk mesin cetak digital untuk cetak berbagai dokumen.

Dari segi kualitas cetakannya pun tajam, pekat dan tahan air. Bahkan ada jenis tinta Durabrite, DURABrite Ultra contohnya, tak akan larut setelah dicampur dengan air.

Jika pakai tinta ini pada print rumahan, sebisa mungkin untuk digunakan. Jika tidak, bisa membuat cartidge tersumbat.

Di Indonesia, tinta Pigment atau Durabrite ini dijual dalam berbagai varian atau kategori, seperti:

a. Tinta Printer Pigment Art Paper China

Yang pertama adalah Tinta Primter Pigment art Paper China dengan bahan dasar pigmen serbuk berwarna.

Jika pakai tinta ini, cetakan akan tak akan mudah luntur dan bisa membuat cetakan terlihat lebih natural dan tidak mudah tergores, terlebih jika digunakan diatas kertas art paper.

b. Tinta Printer Pigment Art Paper Korea

Kedua ada Tinta Printer Pigment Art Paper Korea yang mirip-mirip dengan tinta Pigment Art Paper China.

Mengapa? Karena Pigment Art Paper Korea tak mudah pudar sekalipun terkena paparan sinar matahari dalam waktu yang lama.

Kebanyakan sih dipakai untuk studio foto atau percetakan offset yang fokus marketingnya untuk pecetakan luar ruangan [outdoor] termasuk dalam ruangan [indoor].

Bisa juga dipakai pada komputer rumahan dengan berbagai kelebihan. Untuk hasil yang lebih baik, disarankan pakai beberapa jenis kertas percetakan dibawah ini, seperti:

  • Kertas Art paper
  • Photo paper atau kertas foto
  • Kertas sticker atau sticker photo paper
  • Kertas PVS dan HVS

c. Tinta Printer Pigment Art Paper Ink

Terakhir ada Tinta Printer Pigment Art Paper Ink yang kebanyakan digunakan untuk bisnis percetakan skala kecil atau besar.

Mayoritas dipakai untuk percetakan dengan kertas Ivory baik itu cetak teks atau gambar full-color.

Oh iya, tinta jenis ini hanya dipakai untuk mesin cetak digital saja alias tidak cocok untuk mesin cetak offset.

2. Tinta Printer Dye Based

Jenis Tinta Printer

Kedua ada Tinta Printer Dye Base yang merupakan salah satu jenis tinta percetakan digital dengan bahan dasar air dan colourant.

Colourant sendiri adalah pewarna atau warna aditif [colorant atau color additive] dari zat khusus yang sengaja ditambahkan untuk mengubah warna bahan atau permukaan.

Jika pakai tinta jenis ini, kecil kemungkinan untuk menghambat aliran tinta di Cartridge sehingga cocok dipakai untuk printer rumahan.

Mayoritas dipakai untuk percetakan skala kecil atau besar diatas beberapa jenis kertas seperti HVS, Glossy Paper, Inkjet paper, Canvas dan PVC ID Card.

Sayangnya, tidak cocok pakai tinta ini untuk cetak teks atau gambar di kertas art paper untuk pembuatan brosur atau kalender.

Alasannya? Karena karakteristik tinta yang mudah luntur alias mudah pudar terlebih jika terpapar sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama.

Selain itu, tinta ini agak lama mengering. Jadi gak terlalu cocok untuk cetakan teks, surat misalnya, yang sesegara mungkin dikirim.

3. Tinta Sublimation Ink

Jenis Tinta Printer

Yang ketiga ada Tinta Sublimation Ink atau tinta sublimasi adalah jenis tinta yang banyak digunakan untuk printer infus.

Alias jadi salah satu jenis tinta yang cocok digunakan untuk percetakan sablon entah itu baju, kaos sampai mug.

Karakteristik utama tinta jenis ini ada pada kemampuannya tahan air dengan degradasi warna yang jauh lebih kuat.


Baca Juga:


Dari segi harga, tinta ini tergolong lebih ekonomis ketimbang jenis lain. Jika diterapkan untuk sablonan, bahannya bisa di setrika langsung.

FYI, Tinta Sublimation Ink dibuat dari bahan seperti diluent, dengan tambahan pewarna, minyak dan bahan khusus lainnya.

Dengan demikian, tak usah ragu dengan daya tahannya. Sayangnya, tinta ini tidak cocok dipakai untuk mesin cetak digital.

4. Tinta Textile DTG

Jenis Tinta Printer

Yang keempat adalah Tinta Textile DTG yang merupakan salah satu jenis tinta khusus untuk printer DTG atau direct to garment printing.

Direct to garment printing sendiri adalah satu teknik percetakan sablon yang digunakan untuk cetak kaos.

Salah satu kelebihan dari tinta jenis ini adalah kemampuannya tahan terhadap head printer berbagai jenis.

Hasil cetakannya juga bagus, tajam dan tak mudah luntur. Artinya, bisa pakai tinta ini untuk cetak semua jenis kain garment seperti kaos, jacket dan baju.

Termasuk juga kain dengan bahan dasar polysester, cottom combed dan lain sebagainya. Jenis Tinta Textile DTG yang beredar pun banyak, diantaranya:

  • Tinta DTG Jerman yang merupakan tinta DTG impor Jerman dengan berbagai kelebihan seperti hasil cetakan yang lebih tajam, tidak mudah luntur serta tahan lama sekalipun sablonan di cuci berkali-kali. Kebanyakan sih dipakai untuk cetakan atau sablonan kaos putih atau treatment light dan kaos gelap atau treatment dark.
  • Tinta Duppont P5910 yang merupakan tinta khusus lain dalam kelas DTG dengan warna paling putih dibanding yang lain. Banyak pemilik usaha printer DTG yang pakai jenis ini

Di Indonesia, tinta DTG lebih akrab disebut tinta tekstil dan terdiri dari dua varian yang sudah saya sebutkan diatas yakni DTG Jerman dan Duppont P5910.

5. Tinta Printer Eco Solvent

Jenis Tinta Printer

Mirip sih dengan Tinta Solvent dari segi kualitas. Bedanya ada pada kemampuannya tahan sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama.

Artinya, tinta printer Eco Solvent cocok digunakan untuk percetakan dalam ruangan atau indoor.

Salah satu kelebihan dari tinta jenis ini adalah tidak mengeluarkan bau dibanding dengan tinta solvent yang akan saya bahas di poin berikutnya.

6. Tinta Solvent

Jenis Tinta Printer

Seperti yang saya sebutkan diatas, yang mana, dalam hal kualitas, tinta solvent setara dengan eco solvent.

Yang membuat tinta ini pantas di coba untuk printing adalah kemampuannya tahan air dan sinar ultraviolet langsung.

Artinya, tinta jenis ini cocok dipakai untuk printing luar ruangan atau outdoor. Sayangnya, harus tahan dengan bau yang dikeluarkannya.

Di Indonesia, tinta solvent kebanyakan di pakai untuk printing berbagai produk desain grafis seperti banner, spanduk, billboard, neonbox dan lain sebagainya.

Oh iya, tinta solvent tidak cocok atau tidak bisa digunakan pada mesin cetak digital alias khusus untuk mesin cetak offset.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait dengan postingan ini akan saya ulas dalam bentuk QnA dibawah, seperti:

1. Apa saja jenis tinta untuk printer Inkjet?

Ada tiga jenis tinta yang bisa digunakan untuk printer Inkjet mulai dari Dye Based Ink, Sublimation ink dan Pigment Art Ink.

Tergantung anda karena semua jenis tinta diatas punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Contohnya nih, jika pakai Dye Based Ink, harganya cenderung lebih murah, dengan hasil cetakan yang lebih cerah dan mudah ditemukan di toko printer.

Apakah ada kelemahannya? Tentu saja ada. Dimana, tinta jenis ini akan cepat luntur jika bersentuhan dengan air, setetes saja.

Mau dapat tinta yang tidak mudah luntur saat terkena air? Bisa pertimbangkan untuk pakai jenis tinta printer Inkjet Pigment art Ink.

Selain tidak mudah luntur, tinta ini tahan cuaca dan sinar ultraviolet langsung. Sayangnya, tinta ini lebih mahal dibanding Dye Based.

Sementara, kalau mau dapat tinta printer inkjet yang cocok untuk cetakan outdoor dan Indoor bisa pertimbangkan jenis Sublimation ink.

Apa saja kelebihan tinta jenis ini? Ada banyak. Salah satunya adalah tahan lama dengan hasil cetakan yang lebih jernih.

Meski demikian, tinta sublimation ink cukup mahal di pasaran dan ga semua toko printer menjualnya.

2. Apa jenis tinta yang tidak luntur?

Salah satu jenis tinta printer yang tidak mudah luntur adalah Tinta Solvent yang dibuat dari cat duco dengan tambahan bahan lain.

Karena itu, tak usah heran jika tinta ini disebut juga tinta waterproof. Selain tidak mudah luntur, tinta solvent juga tahan sinar matahari dan air.

Alternatif jenis tinta lain yang tidak mudah luntur bisa pakai Pigmnet art Ink dan Sbulimation Ink.

3. Apa saja fungsi tinta Printer?

Ada banyak fungsi tinta printer. Salah satunya adalah untuk dijadikan bahan percetakan.

Dan tinta sendiri jadi bagian penting suatu mesin cetak. Karena dengan tinta anda bisa cetak berbagai dokumen dalam bentuk gambar dan teks di atas kertas, baju, souvenir dan lain sebagainya.

Bahkan, fungsi tinta printer pun lebih jauh lagi karena bisa mempengaruhi warna gambar atau teks, ketajaman dan kualitas cetakan itu sendiri.

Penutup

Jika ada yang tanya apa saja jenis-jenis tinta printer, bisa sebutkan 6 jenis tinta printer yang sudah saya ulas diatas.

Namun jika ditanya bentuk-bentuk tinta printer, bisa sebutkan macam-macam tinta printer berdasarkan bentuk.

Kalau ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait dengan postingan ini bisa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang bentuk dan jenis tinta printer paling populer untuk mesin cetak digital dan Offset. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar