10+ Jenis Format Audio Digital Paling Populer

Jenis format audio yang akan saya ulas disini merupakan bagian dari artikel sebelumnya tentang audio termasuk definisi, fungsi, elemen dan contoh.

Oh iya, istilah format audio ini cukup teknis dan ada juga yang menyebutnya format lagu, format musik, jenis-jenis audio, macam-macam audio dan lain sebagainya.

Apapun penyebutannya, semua merujuk pada source code yang membentuk file audio sehingga bisa didengar dan diputar di audio player.

Setiap format itu punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Karena itu, memilih format audio yang tepat adalah langkah penting yang harus dilakukan agar kualitasnya tetap bagus.

Dan mungkin saja, jika ditanya macam-macam format audio, anda hanya jawab MP3. Padahal ada banyak jenisnya.

Sebelum lanjut ke pembahasan inti, baiknya saya bahas dulu apa itu format audio agar artikel ini lebih lengkap.

Apa itu format audio?

Format audio adalah istilah baku yang digunakan untuk menjelaskan jenis audio digital yang bisa disimpan dan dibaca sistem komputer.

Jadi, audio digital merupakan serangkaian kode biner yang disimpan dalam bentuk bit atau byte file.

Bit yang ada di data audio, tidak termasuk metadatanya, disebut format pengkodean audio sehingga bisa di kompresi agar ukurannya berkurang.

Hanya saja, istilah format ini mencakup kode audio dan wadah pembentuk yang didalamnya berisi data-data audio mentah dan codecnya.

Codec ini bertindak sebagai endcoding dan decoding data audio mentah sehingga bisa disimpan di container file.

Umumnya, ada tiga teknik pengkodan file audio, yakni:

  • Format audio yang tidak terkompresi seperti .WAV, .AIFF, .AU dan PCM
  • Format audio dengan teknik kompresi lossless seperti FLAC, Monkey’s Audio [.ape], WavPack [.wv], TTA, ATRAC Advanced Lossless, ALAC [.m4a], MPEG-4 SLS, MPEG-4 DST, Windows Media Audio Lossless [WMA Lossless] dan Shorten [SHN]
  • Dan terakhir format audio dengan kompresi lossy seperti Opis, MP3, Vorbis, Musepack, AAC, ATRAC termasuk WMA Lossy

Karena daftarnya ada banyak sekali, di artikel ini hanya saya bahas jenis audio paling banyak beredar di masyarakat.

10+ Jenis Format Audio Digital Paling Populer

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 10+ jenis format audio digital paling populer.

Macam-macam format audio apa saja itu? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. WAV

WAV atau WAVE-Form, adalah format audio standar yang banyak digunakan kalangan profesional terutama yang pengen edit audio tersebut di Windows.

Format ini biasanya digunakan untuk menyimpan file audio berkualitas tinggi yang tidak terkompresi dengan ukuran sekitar 10 MB per menit.

Semakin panjang durasinya semakin besar pula ukurannya. Jika pakai format ini, sekalipun audionya bagus, akan memakan banyak memori.

Karena kualitasnya yang bagus, format ini banyak digunakan oleh mereka yang pengen buat nada dering ponsel atau format standar rekaman studio.

Format ini sendiri punya beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Alternatif yang bagus untuk mereka yang hobi edit video dan audio berkualitas tinggi [high-fidelity]
  • File audio yang diedit itu tidak akan terkompresi jadi hasilnya benar-benar otentik

Selain kelebihan, format ini sendiri punya dua kekurangan, yakni:

  • Memakan banyak space atau memori
  • Formatnya dibatasi dalam ukuran maksimal yakni 2GB

2. MPEG Layer 3 [MP3]

Selain WAV, salah satu format lain yang cukup populer adalah MPEG Layer 3 alias MP3.

Coba cek lagu yang tersimpan di ponsel atau komputer anda, pasti pakai format ini.

MP3 bahkan jadi format standar audio di berbagai perangkat. Lagipula, sebagian besar audio player support sama file ini.

Bitrate yang ditawarkan MP3 berkisar 128, 160, 192, 256 dan 320 kbps dengan ukuran file yang kecil. Karena itu cocok disimpan di memori card.

Dalam beberapa kasus, format MP3 ini ukurannya hanya 3 MB padahal durasinya sampai 4-5 menit. Karena idealnya, dengan ukuran 3 MB, durasi audio hanya 3 menit.

Format ini sendiri punya satu kelebihan, yakni:

  • Kualitasnya sama baiknya dengan file 16-bit yang ada di Compact disk [DC]

Meski demikian, format ini punya dua kekurangan, diantaranya:

  • Bitrates maksimal dibatasi pada 320 kbps
  • Kualitas audionya berkurang drastis setelah dikompresi

3. Format Ogg dan Ogg Vorbis [.ogg, .oga dan .mogg]

Ogg dan Ogg Vorbis adalah format gratisan yang dirancang khusus untuk streaming audio atau untuk hosting audio.

Meski gratis, format ini kurang populer penggunaannya. Supportnya juga masih sedikit dan tidak semua audio player dukung format ini.

Salah satu audio player yang sampai hari ini memungkinkan anda memutar Ogg dan Ogg Vorbis adalah Winamp.

Oh iya, format ini ditemukan oleh Yayasan Xiph.org, sebuah lembaga nonprofit yang fokus utamanya untuk menghasilkan format multimedia gratis perangkat lunak.

Kelebihannya apa? Ada dua kelebihan jika pakai Ogg dan Ogg Vorbis, diantaranya:

  • Codec audionya gratis
  • Tidak memakan banyak memori sebab kapasitas dan ukurannya cenderung kecil

Selain kelebihan, ada juga kekurangannya. Berikut beberapa kekurangan Ogg dan OGG Vorbis:

  • Hanya sedikit audio player saja yang support format ini
  • Sudah melalui proses kompresi sehingga kualitasnya gak terlalu bagus

4. Advanced Audio Coding [.aac]

Fomat AAC adalah format hasil pengembangan dua format sebelumnya yakni MPEG2 dan MPEG4 dengan sifat lossy compression yang unik.

Salah satu kekurangan dari format ini adalah anda tidak bisa mengembalikan file ini ke bentuk semula setelah di konversi, ACC ke MP3 lalu MP3 ke AAC misalnya.

Sebab, setelah file ini di kompresi, ada banyak data yang hilang. Format ini sendiri dikembangkan oleh Motion Picture Expert Group.

Kecepatannya gimana, ACC support sampai 128 kbps. Jadi, cukuplah untuk dengar musik dan bisa jadi alternatif untuk file audio yang formatnya bukan MP3.

Ada beberapa kelebihan dari format AAC, diantaranya:

  • Kualitasnya bagus sekalipun dibawah 16 Hz
  • Terdapat 48 Channel
  • Sample ratenya cukup variatif mulai dari 8 Hz – 96 kHz

Selain kelebihan, format ini punya beberapa kekurangan, yakni:

  • Setelah di compress, tidak bisa dikembalikan ke format awal
  • Lisensinya berbayar

5. Audio Interchange File Format [.aiff]

AIFF adalah salah saatu format video yang biasanya digunakan untuk menyimpan data suara di komputer atau perangkat Apple.

Format ini pakai standar Uncompressed code pulse-modulation [PCM] yang bisa digunakan untuk menghasilkan format khusus lain.

Seperti AIFF-C atau aifc. Oh iya, format ini adalah format standar di komputer-komputer generasi pertama Apple, Macintosh.

Ada satu kelebihan dari format ini, yakni:

  • Suara yang dihasilkan sangat bagus dan jernih

Selain kekurangannya, format ini punya dua kekurangan, diantaranya:

  • Hanya bisa digunakan di MAC OS
  • Ukurannya lumayan besar

6. Free Lossless Audio Codec [.flac]

FLAC adalah format audio lossless yang juga banyak digunakan masyarakat. Kualitasnya gak jelek-jelek amat.

Hanya saja, harus pertimbangkan kembali jika mau compress audio dengan format ini. Alasannya apa? Karena kualitasnya akan menurun drastis setelah dikompresi.

Oh iya, codec audio digital satu ini siaftnya open source. Jadi anda bisa berkontribusi untuk menyempurnakannya.

Ada beberapa kelebihan dari format FLAC, diantaranya:

  • Kompresinya tidak terlalu jauh dengan format aslinya
  • Lisensinya gratis

Selain kelebihan, format ini punya beberapa kelemahan, diantaranya:

  • Makan space yang lumayan besar dibanding MP3
  • Setelah di kompresi, bisa makan banyak memori

7. Windows Media Audio [.wma]

WMA adalah format audio standar yang digunakan di aplikasi audio player default mereka yakni Windows Media Player.

Dan format ini hanya bisa diputar dengan aplikasi tersebut. Disisi lain, WMA tidak melakukan kompresi file yang baik.

Dengan demikian, file hasil kompresi dan file asli tidak terlalu jauh perbedaannya. Ukurannya gimana? Kurang lebih samalah.

Ada beberapa kelebihan dari format WMA ini, diantaranya:

  • Bisa diputar di audio player lain
  • Didukung lisensi Digital Rights Management [Manajemen hak digital] yang memungkinkan audio anda terhindar dari pembajakan

Hanya saja, format ini punya satu kekurangan, yakni

  • Ukurannya cenderung besar dibanding format sejenis

8. MIDI

MIDI adalah format standar yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan pembuat alat musik elektronik.

Itulah yang jadi alasan mengapa banyak keyboard elektrik atau komputer mekanis dapat disinkronisasi dengan format ini.

Ada beberapa kelebihan dari format MIDI, diantaranya:

  • Jenis instrumen musiknya dapat di ubah sesuka hati tanpa harus rekam ulang
  • Ukuran filenya cenderung kecil. Contoh, untuk lagu full durasi 6 menit, yang direkam dari suatu kegiatan orkestra, hanya memakan memori 5 KB saja.
  • Tidak butuh spesifikasi tambahan

Selain kelebihan, ada dua kekurangan jika mengggunakan format audio satu ini, yakni:

  • Kualitas instrumennya tergantung sama soundcard atau instrumen MIDI yang digunakan
  • Efek audio MIDI masih sedikit dibanding format sejenis

9. ALAC

ALAC adalah audio format open source yang dibuat Apple. Tujuan pembuatannya untuk memudahkan transfer data audio.

Sebab, saat transfer audio terjadi, teknologi kompresi akan dilakukan guna meminimalisir ukuran file.

Dengan ALAC, minimalisir tetap terjadi tapi kualitas aslinya tidak akan berubah.

Ada beberapa kelebihan jika menggunakan format ini, diantaranya:

  • Codecnya dibuat agar tidak merusak file hasil kompresi
  • Merupakan Codec audio gratis

Selain kelebihan, format ini punya beberapa kekurangan, diantaranya:

  • Gak semua perangkat support format ini
  • Jika mau gunakan di OS lain selain Apple, butuh aplikasi pihak ketiga atau alat konverter

10. PCM

Terakhir adalah PCM RAW yang merupakan format audio berkualitas tinggi, yang berarti, ukuran filenya cukup besar.

Oh iya, format ini adalah format standar CD Player. Ada satu kelebihan dari format PCM ini, yakni:

  • Bisa diputar di CD Audio player

Kekurangannya sendiri hanya satu, yakni:

  • Karena filenya tidak terkompresi, maka ukurannya cenderung besar dibanding format sejenis

Selain beberapa format diatas, ada juga format audio digital lain yang tidak terlalu populer alias jarang digunakan masyarakat.

Untuk daftarnya bisa lihat tabel dibawah ini:

Nama formatDeskripsi
.3gpSalah satu wadah format multimedia, termasuk audio dan video, yang berisi format lanjutan seperti AMR, AMR-WB atau AMR-WB+ termasuk beberapa format open source lainnya
.aaWadah format yang banyak digunakan untuk audiobook dengan bitrate lebih rendah dibanding DRM. Format ini bisa di endcode jadi MP3 atau codec lain, ACELP misalnya.
.aaxMirip sih dengan .aa yang karena bisa digunakan untuk format audiobook, dengan bitrate tinggi dan bisa dikodekan jadi AAC atau ALAC pakai wadah MPEG-4. Baik .aa dan .aax dibuat dan dikembangkan oleh Amazon
.actAct adalah format audio terkompresi ADPCM 8 kbit/second lossy yang jadi standar audio player MP3 dan MP4 di Tiongkok
.amrAMR adalah salah satu format AMR-NB yang banyak digunakan sebagai format audio untuk pidato
.apeApe adalah salah satu format audio kompresi lossless yang hak patennya dimiliki Monkey’s audio. Format ini sendiri dibuat oleh Matthew T. Ashland
.auAdalah format file audio standar yang banyak digunakan oleh Sun, Unix dan Java. Audio yang menggunakan format ini biasanya berupa PCM atau yang sudah dikompresi dengan codec yang dibuat oleh Sun Microsystems
.awbAudio AMR-WB yang digunakan untuk rekaman langsung, yang spesifikasinya sama dengan G.722.2 ITU-T
.dctFormat codec variabel yang dirancang dan dienskripsi untuk digunakan sebagai audio rahasia. Format ini sendiri dikembangkan oleh NCH Software

Penutup

Daftar diatas dipastikan akan terus bertambah seiring waktu berjalan mengingat perkembangan codec audio dan teknik kompresi semakin pesat.

Jika punya tambahan, masukkan atau ada hal lain yang mau disampaikan terkait postingan ini, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang 10+ jenis format audio paling populer. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar