7+ Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan

Jenis brosur bisa dibedakan berdasarkan ukuran brosur atau format lipatan yang dipilih apakah itu itu lipat gerbang, zigzag dan lain sebagainya.

Tiap format lipatan punya makna sendiri-sendiri. Misalnya, jika ingin menampilkan informasi general, tak perlu dilipat.

Sementara, jika ingin menyampaikan informasi tertentu yang spesifik, produk yang baru diluncurkan oleh satu perusahaan misalnya, bisa pertimbangkan jenis lipatan tri-fold.

Tri fold atau lipatan tiga ini membentuk enam ruang yang saling terpisah dan setiap ruang punya ukuran yang sama.

Tinggal optimalkan setiap ruang tersebut untuk menyampaikan produk, layanan, acara atau informasi lain yang dianggap perlu.

Intinya, sebelum buat brosur, sangat penting untuk memilih satu dari beberapa jenis brosur yang ada dibawah. Jenis, dalam konteks ini, mengacu pada format atau layout.

Setiap format dan layout itu menghasilkan kesan yang berbeda. Apalagi jika desainnya dibuat sebagus mungkin.

Selain bisa menarik perhatian orang, juga bisa membuat orang terus menyimpannya sehingga potensi untuk dibaca di kemudian hari bakal terbuka lebar.

7+ Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan

Lantas, apa saja jenis brosur atau ukuran brosur? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Brosur tanpa lipatan

Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via blog.honeycombindia.net

Jenis yang pertama adalah brosur tanpa lipatan, yang kadang juga disebut flyer atau leaflet. Dan flyer, dalam beberapa kasus, disebut juga pamflet dan selebaran.

Jadi, baik flyer, leaflet, selebaran dan pamflet punya banyak kesamaan. Salah satunya dari bentuk lipatan yang bisa dipilih.

Hanya saja, jika brosur tersebut tak di lipat, biasanya hanya berisikan iklan general yang didistribusikan secara acak di tempat umum atau di fasilitas publik lainnya.

Fungsinya sendiri sama seperti jenis flyer atau pamflet lain yakni untuk mengiklankan, mempromosikan atau untuk menginformasikan sesuatu.

Lantas, bagaimana dengan ukuran? Tergantung kebutuhan. Tapi, mayoritas flyer punya beberapa ukuran standar seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Ukuran Standar ISO
14.8 x 21 CmA5
21 x 29.7 cmA4
11 x 22 cmSepertiga A4

Untuk contoh saja, jika rencana buat brosur yang memuat banyak informasi, bisa pertimbangkan untuk pakai kertas A4.

2. Brosur 2 lipatan

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Berikutnya ada brosur 2 lipatan, yang kadang juga disebut leaflet half-fold adalah brosur yang dilipat menjadi dua bagian dan setiap sisinya seimbang.

Artinya, kedua sisinya punya ukuran yang sama dan cenderung digunakan untuk menyampaikan informasi secara lengkap namun padat.

Salah satu kelebihan dari brosur jenis ini adalah informasi yang disajikan lebih banyak namun tetap padat dan ringkas.

Baca Juga:

Bagaimana dengan ukuran? Mayoritas brosur half-fold pakai kertas A4 dengan ukuran 8.27 x 11.69 inci atau 21 x 29.7 cm.

Salah satu aspek yang juga harus dipertimbangkan saat membuat brosur dengan ukuran ini adalah gramatur kertas.

Gramatur merujuk pada nilai ketebalan kertas yang digunakan. Untuk saat ini, kertas A4 terdiri dari 3 ketebalan yakni 60 GSM, 70 GSM dan 80 GSM.

3. Brosur 3 Lipatan

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Brosur tiga lipatan atau tri-fold yang merupakan salah satu jenis brosur paling populer dan paling banyak digunakan.

Salah satu alasan mengapa tiga lipatan dipilih adalah kemampuannya menyajikan informasi lebih spesifik di setiap ruang yang dihasilkan dari lipatan.

Misalnya, jika dibuat untuk mempromosikan produk, maka di bagian depan harus menyertakan foto tentang produk sebagus mungkin.

Pada ruang berikutnya tinggal sertakan rincian produk, kelebihan produk dibanding pesaing, dimensi dan ukuran produk serta informasi penting lain.

Disisi lain, apabila dibuat untuk undangan suatu acara, bisa sertakan denah lokasi acara di lipatan terakhir atau pada posisi yang diinginkan.

Mayoritas brosur tri-fold dibuat menggunakan kertas A4 dengan ukuran 21 cm x 29.7 cm atau setara dengan 794 x 1123 pixel.

4. Brosur Lipat Gerbang

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Dari tampilannya, brosur Gate fold atau lipat gerbang ini agak mirip dengan brosur 3 lipat sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas.

Mengapa demikian? Karena sama-sama menghasilkan enam ruang namun ukuran setiap ruangnya sedikit berbeda.

Jika pada 3 lipatan tiap ruang menghasilkan ukuran ruang yang sama maka pada lipat gerbang ini berbeda.

Dimana, dua sisinya menghasilkan lipatan yang sama sehingga bertemu di tengah-tengah. Artinya, lipatan di tengahnya lebih besar dibanding sisi kanan dan kirinya.

Umumnya, brosur jenis ini dipakai sebagai alat promosi cetak premium karena menggunakan kertas berkualitas tinggi dan tahan lama.

Untuk ukurannya, biasanya gate fold dibuat pakai kertas A4 dengan ukuran 8.5 x 11 Inci atau sekitar 21 x 30 cm.

Oh iya, pada praktiknya, jenis lipat gerbang ini terbagi dalam beberapa bentuk, seperti:

  • Double gate fold atau brosur lipat gerbang ganda yang merujuk pada jenis lipatan tiga kali sehingga menghasilkan empat ruang dengan ukuran sama tapi di bagian tengahnya terbuka
Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via 99designs.com
  • Double parallel atau paralel ganda merujuk jenis brosur lipat gerbang yang hanya dilipat tiga kali saja untuk menghasilkan empat ruang dengan ukuran sama. Ciri dari lipatan jenis ini ada pada panel sudut kanannya yang dilipat ke panel kiri ujung
Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via 99designs.com
  • Roll fold adalah jenis lipat gerbang yang bisa ketika dilipat menghasilkan empat panel dengan ukuran sama tapi sebagian ruangnya digulung ke ruang berikutnya
Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via 99designs.com

Perhatikan, secara teori, anda bisa melipat sesuka hati kertas brosur tersebut. Hanya saja, lipatan yang digunakan harus sesuai sama jenis desain yang dipilih.

5. Brosur Lipatan Z

Pengertian Brosur
Gambar via blog.honeycombindia.net

Dari segi tampilan, brosur lipatan z ini mirip dengan tri-fold atau gate-fold diatas. Mengapa demikian? Karena sama-sama menghasilkan enam ruang berbeda.

Hanya saja, dari segi tampilan atau model lipatan, z-fold lebih mudah dibuat ketimbang trifold diatas.

Intinya, z-fold adalah metode atau cara melipat dokumen menggunakan dua lipatan paralel sehingga menghasilkan enam ruang dengan ukuran yang sama.

Dua lipatan pertama dibuat berlawanan arah sehingga bentuk lipatan pertama terlihat seperti huruf Z.

Inilah yang jadi alasan disebut brosur lipatan Z. Biasanya, jenis lipatan ini digunakan untuk membuat surat atau pamflet, termasuk untuk brosur.

Dalam beberapa kasus, lipatan z atau z-fold ini disebut dengan nama fold accordion-3 atau 3-Panel Accordion fold dan juga zig-zag fold atau lipatan zig-zag.

Lantas, bagaimana dengan ukuran? Mayoritas brosur Z fold dibuat menggunakan kertas ukuran 8.5 x 11 px.

Atau, bisa juga pakai ukuran lain seperti 11 x 17 px dan juga 11 x 25,5 px yang semuanya dilipat dengan model ini.

6. Brosur Folder

Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via blog.honeycombindia.net

Brosur folder, yang kadang juga disebut Brochure Insert, merupakan jenis brosur dengan penutup yang dilengkapi kantong.

Umumnya, brosur inserts digunakan sebagai undangan untuk berbagai kegiatan formal seperti konferensi, pameran atau lelang.

Ciri utama dari brosur jenis ini ada pada kantung sisipan yang ada didalamnya. Di kantong inilah brosur akan ditempatkan.

Dengan demikian, ada semacam cover brosur yang hanya berisikan informasi umum saja terkait dengan kegiatan atau acara yang diselenggarakan.

Setelah dibuka, orang yang menerima bisa melihat informasi lengkap didalam brosur. Khusus untuk brosur, bisa dilipat dalam berbagai bentuk.

Karena keberadaan kantong tersebut, beberapa orang menyebutnya sebagai brosur folder presentasi.

Ini tidak salah karena pada awalnya hanya digunakan untuk menyajikan materi promosi dan informasi tertentu terkait produk atau layanan kepada pelanggan.

Jika kantongnya dibuat jadi dua bagian, maka bisa tempatkan informasi lain selain brosur entah itu formulir feedback atau kode kupon gratis.

Hanya saja, dari segi harga, brosur jenis ini lebih mahal. Biaya produksinya juga bertambah karena selain untuk cetak brosur juga harus cetak cover penutup.

Bagaimana dengan ukuran? Untuk ukurannya cukup variatif dan mengikuti berbagai standar ukuran brosur pada umumnya, A4 misalnya.

7. Brosur lipat sudut kanan

Jenis dan Ukuran Brosur Paling Umum Digunakan
Gambar via 99designs.com

Terakhir ada right angle fold atau lipatan sudut kanan yang merupakan jenis brosur dengan model lipat sekali tapi agak memanjang sehingga menghasilkan delapan ruang yang berbeda.

Karena ruang yang dihasilkan lipatan jenis ini sama maka pengguna bisa mengatur secara rinci tiap topik informasi yang mau disajikan.

Hanya saja, jenis lipatan ini kurang populer digunakan bahkan cenderung dianggap tidak profesional karena itu jarang dipakai.

Tapi, ini jadi solusi tepat jika ingin membuat brosur dengan tampilan berbeda. Lantas, bagaimana dengan ukuran kertas yang digunakan? Ukurannya standar.

Dimana, desainer bisa pakai standar kertas ISO A4 yang jika dikonversi dalam milimeter berkisar antara 210×297 mm.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana dengan memilih tata letak atau layout brosur yang tepat akan mempengaruhi informasi yang disampaikan.

Hanya saja, format apapun yang dipilih, semua punya kelebihan sendiri-sendiri. Jadi tinggal sesuaikan saja mau pilih yang mana.

Demikian artikel tentang jenis dan ukuran brosur. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar