3+ Jenis Buta Warna Paling Umum

Jenis buta warna yang akan saya ulas di artikel ini mengacu pada keadaan dimana seseorang sulit membedakan satu warna dengan warna lainnya.

Buta warna sendiri adalah gangguan penglihatan yang dialami seseorang sejak lahir atau mungkin setelah dewasa.

Saya sengaja buat postingan ini untuk melengkapi artikel-artikel sebelumnya tentang warna.

Meski konteks bahasannya sudah agak melebar, namun tetap penting untuk dibahas.

Agar bisa tahu apakah anda mengalami satu dari beberapa jenis buta warna dibawah, yang akan berdampak pada kepekaan saat memilih warna yang tepat untuk desain.

FYI, dalam kehidupan sehari-hari, mungkin anda hanya mengenal dua jenis buta warna saja, yakni buta buta warna parsial dan buta warna total atau monokromasi.

Buta warna parsial adalah keadaan dimana penderita sulit membedakan warna entah itu merah dan hijau atau biru dan kuning.

Sementara, buta warna total atau monokromasi adalah keadaan dimana penderita sulit atau tidak bisa melihat warna-warna parsial.

Ulasan lebih lengkap silahkan baca artikel ini sampai habis. Sebelum itu, baiknya saya bahas dulu definisi buta warna.

Apa itu Buta warna?

Buta warna adalah suatu keadaan dimana mata seseorang tidak melihat satu warna dengan baik dibanding kebanyakan orang.

Di KBBI, buta warna diartikan sebagai keadaan tidak dapat melihat atau membedakan warna dengan baik.

Misalnya sulit membedakan warna hijau dan biru, merah dan kuning dan seterusnya.

Lantas, apa sih penyebab orang buta warna? Secara umum, ada 4 penyebab mengapa seseorang menderita buta warna, seperti:

  • Faktor turunan atau ada anggota keluarga yang menderita buta warna entah itu merah-hijau atau biru-kuning
  • Menderita penyakit mata tertentu seperti glaukoma dan degenerasi makula atau age-related macular degeneration [AMD]
  • Masalah kesehatan tertentu seperti Diabetes dan Alzheimer atau multiple sclerosis [MS]
  • Kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan tertentu

Dalam perkembangannya kemudian, buta warna dikategorikan dalam beberapa jenis dari yang paling umum sampai yang jarang.

Contoh buta warna umum adalah kesulitan membedakan warna merah dan hijau, diikuti warna biru dan kuning yang kadang juga disebut bubta warna parsial.

Sampai yang paling parah, dimana seseorang tidak bisa melihat warna apapun alias buta warna total atau monokromasi.

Gejala Buta Warna

Gejala utama buta warna adalah mata tidak sensitif terhadap satu warna atau tidak bisa melihat warna seperti kebanyakan orang.

Istilah kerennya adalah defisiensi penglihatan, yang biasanya bersifat genetik dan diturunkan dari orang tua ke anak.

Ada beberapa gejala yang membantu anda mengidentifikasi kalau anda atau seseorang menderita buta warna, seperti:

  • Kesulitan membedakan warna [The difference between colors]
  • Ada warna tertentu yang kelihatannya sangat cerah [How bright colors are]
  • Melihat nuansa warna yang berbeda [Different shades of colors]

Gejala diatas seringkali ringan, yang mungkin tidak disadari penderita. Atau, dalam keadaan tertentu, dipengaruhi oleh kebiasaan orang-orang melihat warna.

Uniknya lagi, pada beberapa penelitian ditemukan kalau pria lebih beresiko menderita buta warna ketimbang wanita.

Sebagai informasi, pada mata, ada tiga sel kerucut [cone cells] yang sensitif terhadap warna yakni biru, hijau dan merah.

Tiap sel kerucut diatas mengandung pigmen, yang disebut opsin, dan sensitif terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Contohnya nih, jika anda buta warna merah-hijau, hal itu bisa disebabkan karena perubahan genetik yang melibatkan pigmen OPN1LW dan OPN1MW pada gen.

Perubahan itu berakibat pada sensivitas kerucut pada pigmen opsin jadi abnormal yang pada akhirnya mempengaruhi penglihatan.

3+ jenis buta warna paling umum

Setelah mengetahui definisi dan gejala buta warna, berikut disajikan 3+ jenis buta warna yang bisa diderita seseorang, yakni:

1. Buta warna merah hijau [red-green]

Pertama buta warna merah hijau atau red-green yang merupakan satu jenis buta warna paling umum dimana penderita sulit untuk membedakan warna merah dan hijau.

Dalam perkembangannya kemudian, buta warna jenis ini terbagi menjadi beberapa bagian, yakni:

a. Deuteranomali

Deuteranomali adalah jenis buta warna merah-hijau paling umum dimana penderita punya kencenderungan melihat warna hijau seperti merah.

Di KBBI, deuteranomali di artikan sebagai buta warna yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk membedakan warna hijau, merah, kuning dan coklat.


Baca Juga:


Keadaan ini disebabkan oleh sel kerucut hijau tidak berfungsi dengan baik dan terlalu sensitif terhadap warna merah.

Dapat juga menimbulkan kesulitan membedakan warna antara warna ungu dan biru atau merah muda dan abu-abu.

Hanya saja, jenis buta warna satu ini sangat ringan dan biasanya tidak menghalangi aktivitas normal lainnya.

b. Protanomali

Protanomali adalah keadaan dimana seseorang punya kencenderungan melihat warna merah seperti warna hijau.

Atau, dalam beberapa kasus, penderitanya melihat kalau warna merah tersebut tidak terlalu cerah.

Sama seperti deuteranomali, jenis buta warna satu ini tidak menghalangi kegiataan sehari-hari dan cenderung ringan.

Sekalipun ringan, jika berada dalam keadaan tertentu seperti mengemudi dibawah sinar matahari, berkendara saat hujan dan berkabut, akan sulit melihat rambu-rambu lalu lintas.

Misalnya, sulit melihat lampu lalu lintas merah yang berkedip termasuk yang warna hijau dan rambu-rambu lainnya.

Inilah yang jadi alasan mengapa saat buat SIM, ada tes pengenalan warna pada rambu-rambu lalu lintas.

c. Deuteranopia dan Protanopia

Deuteranopia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penderita buta warna deuteranomali.

Jadi, deuteranopia ini termasuk jenis buta warna yang spesifik dan ditandai dengan ketidakmampuan seseorang membedakan warna merah, hijau, merah, kuning dan cokelat.

Pada akhirnya, akan membuat seseorang kesulitan membedakan warna ungu dan biru atau merah mudah dan abu-abu.

Sama seperti deuteranopia, dimana protanopia adalah istilah rujukan untuk penderita protanomali.

Dimana, seseorang sulit melihat atau membedakan warna merah termasuk jingga, kuning dan hijau.

2. Buta warna Biru kuning [blue-yellow]

Berikutnya adalah jenis buta warna yang kurang umum dialami seseorang, dimana penderitanya kesulitan membedakan antara warna kuning dan merah.

Dalam perkembangannya kemudian, ia dibedakan dalam dua jenis, yakni:

a. Tritanomali

Tritanomali adalah keadaan dimana seseorang sulit membedakan warna biru dan hijau, termasuk warna kuning dan merah.

b. Tritanopia

Tritanopia adalah keadaan dimana seseorang tidak bisa membedakan antara warna biru dan hijau, ungu dan merah.

Termasuk juga warna kuning dan merah muda. Penderitanya juga punya kencenderungan melihat warna-warna diatas kurang cerah.

3. Monokromasi

Monokromasi atau buta warna total adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat membedakan warna sama sekali.

Jenis buta satu ini sangat langka alias jarang ditemui. Oh iya, kata buta warna total ini bukan berarti penderita tidak bisa melihat semua warna.

Mereka tetap melihat warna kok tapi terbatas pada beberapa warna dasar seperti hitam, putih dan abu-abu.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan terkait dengan postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah:

Q : Apa saja kelebihan orang buta warna?

A : Ada sih kelebihannya. Misalnya, penderita buta warna bisa saja melihat perbedaan satu warna tertentu yang mungkin di mata orang normal terlihat sama alias bisa melihat warna khaki.

Topik ini pun sudah jadi bahan penelitian beberapa universitas kenamaan dunia seperti Universitas Newcastle dan Universitas Cambridge.

Hanya saja, diperlukan penjelasan lebih lanjut mengapa kelebihan ini justru didapatkan oleh orang yang buta warna.

Q : Apa kelebihan orang buta warna parsial?

Baik penderita buta warna total atau parsial tetap ada kelebihan, salah satunya sudah saya sebutkan diatas.

Q : Apakah orang yang buta warna parsial bisa disembuhkan?

Sejauh ini, tidak ada penjelasan atau penelitian yang mengatakan kalau penderita buta warna entah itu parsial atau total bisa sembuh terlebih yang sifatnya genetik.

Meski demikian, buta warna tidak berbahaya dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Anda juga bisa ikut terapi buta warna untuk bisa beradaptasi dengan keadaan tersebut.

Q : Bagaimana cara mengetahui jika saya menderita buta warna?

Ada banyak cara. Salah satunya dengan mengidentifikasi ciri-ciri buta warna yang sudah saya sebutkan diatas.

Untuk mengkonfirmasinya, bisa ikut tes buta warna atau berkonsultasi ke dokter mata terdekat di lokasi anda.

Penutup

Dari penjelasan diatas diketahui kalau ada defisiensi penglihatan warna antar individu, yang membuat seseorang sulit membedakan satu warna dengan warna lainnya.

Faktor inilah yang kemudian jadi alasan mengapa saat tes SIM di Kepolisian harus tes buta warna dulu.

Tujuannya apa? Untuk mengetahui sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara.

Juga jadi alasan mengapa saat anda masuk Polisi atau Tentara, harus ikut tes buta warna agar nantinya anda tidak kesulitan membedakan warna dan simbol-simbol saat latihan.

Jika punya tambahan, masukkan atau ada hal lain yang mau disampaikan terkait postingan ini bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang 3+ jenis buta warna paling umum diderita seseorang. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar