10+ Istilah Hak Cipta Foto Di Internet

7 Likes Comment
istilah hak cipta foto

Salah satu hal yang harus diperhatikan saat mau jual foto di internet adalah soal hak cipta. Di artikel ini saya hendak mengulas 10 istilah hak cipta foto yang harus diketahui.

Banyak fotografer saat ini yang bisa menghasilkan uang secara online dengan menjual foto hasil karya mereka di situs jual beli foto saat ini.

Setiap situs, yang saya sebut sebagai platform, punya ketentuan hak cipta pada foto yang biasanya punya halaman sendiri atau punya legal agreement.

Hanya saja, banyak yang tidak memperhatikan ketentuan hak cipta ini sehingga mereka tidak tahu bagaimana kepemilikan foto tersebut setelah diunggah.

Hak cipta foto ini berlaku saat ia di upload dan berlaku sekali selamanya. Dalam beberapa aturan regional, istilah hak cipta ini mungkin berbeda.

Di Indonesia sendiri, hak cipta foto sudah di atur dalam undang-undang nomor 28 tahun 2014. UU Hak cipta ini pada dasarnya mengatur kepemilikan khusus dan ekslusif pencipta yang muncul secara otomatis setelah menghasilkan suatu karya.

Oleh karena itu, untuk anda yang sering comot sana comot sini foto di internet tanpa menyertakan sumber, sebaiknya baca artikel ini sampai habis.

Mengapa hak cipta foto itu sangat penting?

Pernah dengar gak kasus salah satu media daring ternama Amerika, Buzzfeed yang di gugat oleh seorang fotografer gara-gara unggahan mereka di Flickr?

Kalau belum pernah biar saya ceritakan sedikit. Pada tahun 2009, Buzzfeed memposting sebuah foto yang tidak diketahui diambil dari mana di situs berbagai foto Flickr.

Pada tahun 2013, sang pemilik hak cipta foto, yang juga merupakan seorang fotografer kemudian melayangkan gugatan secara resmi ke pengadilan atas kasus ini.

Ia kemudian meminta ganti rugi materil sebesar US$3,6 juta atau sekitar 48,2 miliar lebih atas tindakan Buzzfeed tersebut.

Pengadilan pun memutuskan bahwa Buzzfeed harus membayar ganti rugi karena melanggar dan menggunakan hak cipta orang lain tanpa izin.

Bukan hanya Buzzfeed, Google dan Amazon juga pernah tersandung hal yang sama. Bahkan, salah satu situs stock foto ternama dunia, Getty Images pun pernah mengalami kasus yang sama.

Jangan jauh-jauh, di Indonesia sendiri pernah terjadi kasus yang sama. Masih ingat kasus antara Hipwee dan Donar Atmojo?

Dimana Hipwee menggunakan foto karya Danar tanpa pemberitahuan atau izin. Yang bikin Danar tambah kesal, Hipwee bahkan menaruh watermark dan teks kecil pada foto yang bukan karyanya.

Meskipun disertakan link kredit atau sumber, tentu saja Danar tetap kesal. Ia kemudian mengirim surat keberatannya lewat email sekaligus tagihan biaya karena menggunakan karya orang lain untuk tujuan komersial.

Hipwee kan menggunakan iklan AdSense di blog mereka, dengan kata lain, mereka memperoleh penghasilan dari situs.

Lebih sialnya lagi, Hipwee hanya menghapus foto tersebut dari postingannya dan menganggap masalah itu sudah selesai.

Saya gak tahu kelanjutan ceritanya dimana, yang jelas, hak cipta foto sangat penting. Oleh karena itu, baik blogger, content creator dan semua masyarakat umum, wajib menghargai karya orang lain.

10 Istilah Hak Cipta Foto di Internet Yang Harus Diketahui Saat Mau Jual Foto Online

Nah untuk anda yang belum tahu istilah hak cipta foto yang ada di internet, berikut saya sajikan 10 daftar istilah hak cipta foto yang harus diketahui saat menjual foto di internet.

Istilah apa saja itu? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Editorial use [Penggunaan editorial]

Apabila ada foto dengan izin editorial use berarti anda diizinkan untuk menggunakan foto tersebut di blog, surat kabar, majalah atau media publikasi lain seperti buletin.

2. Commercial Use

Adalah jenis izin yang memungkinkan anda menggunakan foto untuk tujuan komersial seperti pemasaran dan periklanan termasuk saat anda mempromosikan produk atau layanan tertentu entah menggunakan iklan tradisional, iklan online, iklan televisi dan lain sebagainya.

3. Retail use [Penggunaan eceran]

Adalah izin untuk menggunakan produk berupa foto atau gambar secara fisik untuk dijual kembali kepada orang lain.

Dengan izin ini, berarti anda bisa menggunakan foto tersebut untuk cetakan, brosur, poster dan produk lain yang menampilkan foto didalamnya seperti bantal, mug dan produk retail lain.

Terkadang, izin ini dipahami dalam konteks yang sama dengan penggunaan komersial, namun penggunaanya harus dipahami secara berbeda.

Maksudnya gimana ya? Maksudnya adalah baiknya anda perhatikan batasan penggunaan untuk satu produk yang menggunakan gambar atau foto dengan izin retail use.

4. Eksklusif [exclusive]

Izin penggunaan foto eksklusif pada dasarnya adalah izin untuk membeli atau menggunakan foto tersebut untuk satu orang saja.

Dengan kata lain, anda adalah satu-satunya orang yang berhak menggunakan foto tersebut, untuk tujuan apapun.

Selain itu, anda tidak boleh membagikan foto itu kepada orang lain, untuk digunakan dengan cara yang sama atau cara yang lain.

5. Non-eksklusif [non-exclusive]

Izin ini adalah kebalikan dari izin eksklusif. Dengan kata lain, izin non-eksklusif dapat dibeli dan digunakan kembali oleh orang lain.

Dan biasanya, izin non-eksklusif ini harganya lebih murah ketimbang gambar atau foto dengan lisensi eksklusif.

6. Domain public

Foto dengan domain public adalah foto yang tidak punya batasan atau klaim hak cipta dan dapat digunakan untuk tujuan apapun.

Seperti untuk tujuan komersil, pribadi, editorial dan lain sebagainya. Asalkan, foto tersebut tidak diklaim sebagai hak cipta atau hak milik pribadi.

Biasanya, foto-foto dengan domain public adalah foto-foto dari arsip nasional, arsip internet seperti yang ada di Wikipedia, foto-foto pemerintah dan lain sebagainya.

7. Creative commons

Foto atau gambar dengan izin ini berarti foto atau gambar tersebut memiliki izin dengan syarat khusus.

Sebagai contoh, foto tersebut jika digunakan untuk tujuan bisnis atau pekerjaan, berarti ia punya batasan yang sudah ditentukan oleh platform.

Untuk syarat khusus ini mengacu pada penggunaan foto yang harus menyertakan attribusi sebagai bentuk pernyataan kehakciptaan orang lain.

Cara paling sederhana adalah dengan menyertakan link kredit atau sumber foto, alt title dan alt text dan lain sebagainya.

Oh iya, untuk anda pemilik foto atau gambar yang ingin mendapatkan lisensi foto creative commoins, silahkan mendaftar ke situs crative commons agar bisa memperoleh lisensi ini dengan gratis.

8. Royalty-free

Jika anda membeli foto dengan lisensi ini, berarti anda bisa dengan bebas menggunakan foto tersebut tanpa batasan apapun.

Artinya, anda bisa menggunakan foto itu beberapa kali, di platform berbeda atau untuk tujuan lain seperti komersial.

Royalty-free adalah salah satu jenis lisensi foto atau gambar yang paling umum di internet. Dan biasanya cenderung lebih murah karena sifat fotonya yang tidak eksklusif.

9. Right-managed

Pada dasarnya, lisensi foto atau gambar ini hanya boleh digunakan satu kali untuk selamanya. Dengan demikian, jika anda ingin menggunakan foto tersebut, anda harus membelinya lagi.

Artinya, foto dengan lisensi ini memiliki batasan distribusi. Untuk memperoleh lisensi yang sama, ya anda harus dibeli kembali.

10. Right of publicity

Right of publicity atau hak publisitas mengacu pada subjek foto yang memiliki hak tertentu saat di unggah ke internet, terutama yang menyangkut penggunaan foto secara komersial.

Hak ini cukup unik dimana ada bagian kepemilikan antara pembuat atau pemilik hak cipta foto dan juga subjek yang ada di dalam foto.

Dengan demikian, apabila anda ingin menggunakan foto atau gambar tersebut, anda harus mendapatkan dua izin dari subjek foto dan pemilik foto.

QnA

Disamping itu, ada juga beberapa pertanyaan yang sering diajukan berkaitan dengan hak cipta foto ini, antara lain:

1. Bagaimana pengaturan hak cipta foto di Facebook?

Melihat term and condition Facebook, pada dasarnya foto yang di unggah di Facebook atau media sosial lain seperti Instagram itu bersifat publik.

Artinya, setelah anda mengunggah foto itu di media sosial, anda mengizinkan orang lain untuk melihatnya atau membagikannya kepada orang-orang di dalam platform ataupun diluar platform.

Hanya saja, izin ini berkaitan dengan privasi yang anda lakukan saat mengunggah foto seperti misalnya Umum, Teman, orang spesifik [teman kecuali] atau hanya saya.

Penutup

Sebenarnya, lisensi hak cipta pada foto yang ada di internet sebagian besar mengacu pada undang-undang hak cipta dan lisensi AS. Untuk memahami lebih lanjut jenis lisensi ini, anda bisa klik disini.

Disamping itu juga, tidak ada salahnya mengetahui istilah-istilah diatas. Apalagi anda yang sering jual foto online atau pengen menghasilkan uang dari foto lewat situs atau platform jual beli foto.

Oh iya, apabila ada istilah hak cipta yang tidak saya sebutkan diatas, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang 10 istilah hak cipta foto di internet yang harus anda ketahui. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *