65+ Istilah Dasar Fotografi dan Artinya [Termasuk Istilah Pencahayaan dan Slang]

Sebenarnya ada banyak sekali istilah dasar fotografi yang ada sekarang ini terlebih jika melibatkan istilah lanjutan seperti pencahayaan dan slang.

Hanya saja, karena beberapa istilah itu tidak general alias terbatas pada satu situasi atau hanya digunakan dalam komunitas tertentu, maka daftar dibawah ini agak selektif.

Beberapa stilah dibawah ini juga tulis produsen kamera di dalam buku panduan penggunaan kamera.

Namun, banyak konsumen yang ingin tahu definisi lanjutan dari istilah tersebut sehingga harus cari referensi tambahan, termasuk di postingan ini.

Oleh karean itu, untuk anda yang sedang cari daftar istilah pengambilan gambar dalam fotografi, bahasa fotografer, kata teknis fotografi dan istilah dalam kamera analog, baca artikel ini sampai habis.

FYI, pertama akan saya ulas dulu istilah fotografi, diikuti istilah pencahayaan dalam fotografi dan paling terakhir istilah slang.

NOTICE: Jika ada istilah lain yang tidak saya sebutkan dibawah, bisa tambahkan di kolom komentar. Terlebih untuk istilah-istilah spesifik yang sering anda ucapkan saat melakukan kegiatan fotografi.

Daftar isi tampilkan

65+ Istilah Dasar Fotografi dan Artinya

istilah fotografi
via roxyaustralia.com.au

Daftar istilah fotografi dibawah ini merupakan Istilah teknis yang selalu ditulis dalam buku panduan manual setelah beli kamera.

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan daftar istilah dasar fotografi. Istilah apa saja itu? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Fotografi [Photography]

Kata photography [fotografi] berasal dari bahasa Yunani Kuno, Phos yang berarti cahaya dan grafos yang berarti menggambar.

Jadi secara harafiah, fotografi adalah kegiatan menggambar dengan cahaya atau suatu istilah yang merujuk pada proses menciptakan gambar dari cahaya.

Dalam pengertian yang lebih modern, fotografi adalah suatu seni menggambar dengan cahaya.

Penjelasan lebih detail soal Fotografi, termasuk definisi, sejarah dan fungsinya sudah saya ulas disini.

2. Aperture

Aperture adalah bukaan variabel pada lensa yang akan dilewati cahaya sebelum ke sensor film atau sensor digital yang diukur dalam f-stops.

Dengan aperture, memungkinkan fotografer menangkap cahaya di kamera lebih banyak atau lebih sedikit.

Hanya saja, jumlah cahaya yang masuk bergantung pada tingkat kecerahan ruangan tempat pengambilan foto.

Ulasan lebih detail soal aperture, termasuk definisi, fungsi dan penerapannya bisa baca postingan saya sebelumnya disini.

3. Bracketing

Bracketing adalah istilah fotografi yang merujuk pada tindakan untuk mengambil banyak gambar dengan eksposur yang berbeda [EV].

Hanya saja, istilah diatas juga digunakan untuk menggambarkan aktivitas atau keadaan dibawah ini:

  • AEB atau Auto Exposure backeting yang merujuk pada kegiatan mengambil foto berkualitas tinggi atau HDR [High Dimension Resolution]
  • Menggambarkan keadaan tempat pengambilan gambar yang sulit dapat paparan cahaya yang pas sehingga eksposurnya harus di atur lebih terang atau lebih gelap.

4. Bulb

Kadang juga disebut dengan Pengaturan B pada kamera dimana rana tetap dibuka saat tombol atau pelepas kabel [pemicu jarak jauh] ditekan.

Pada kamera Canon atau Nikon, pengaturan B ini ada di pada mode dial yang terletak diatas kamera atau diujung pengaturan kecepatan rana.

5. DSLR

DSLR merupakan singkatan dari Digital Single Lens Reflex atau kamera digital dengan lensa tunggal.

Kamera jenis ini memungkinkan anda melepas lensa atau lensanya dapat ditukar sesuai kebutuhan dan situasi.

Penjelasan lebih jauh soal kamera DSLR dan perbedaan dengan kamera jenis lain bisa baca disini.

6. EV

EV atau Exposur Value adalah angka yang mewakili kombinasi bukaan dan kecepatan rana yang berbeda namun dengan efek pencahayaan yang sama.

7. Exposure Compensation

Exposure Compensation atau Kompensasi eksposur adalah kegiatan memodifikasi kecepatan rana atau aperture dari eksposur yang disarankan kamera untuk mendapatkan efek tertentu.

Artinya, dalam konteks ini, eksposurnya bisa diatur lebih tinggi atau lebih rendah.

Biasanya digunakan dalam mode prioritas rana atau prioritas Aperture. Istilah dasar fotografi ini untuk mewakili tombol +/- yang ada di kamera.


Baca Juga :


Karena sebagian besar kamera dirancang untuk membaca cahaya yang memantul dari subjek agar bisa mengekspor area tersebut.

Jadi saat memotret subjek yang lebih terang atau lebih gelap, anda dapat meggunakan pengaturan ini untuk mendapatkan paparan cahaya yang tepat.

8. Exposure

Expsosur atau Eksposur adalah jumlah total cahaya yang mencapai sensor digital. Eksposur ini dikontrol dengan aperture, kecepatan rana dan ISO.

Tiga hal diatas yakni aperture, kecepatan rana dan ISO kadang disebut segitiga eksposur [exposure triangle].

9. F-Stop

Merupakan ukuran bukaan yang ada di lensa dan diatur dengan cara membagi panjang fokus lensa dengan diameter bukaan.

Urutan f-stop ini berasal dari kelipatan akar kuadrat (2, 414…): 1, 1,4, 2, 2,8, 4, 5,6, 8, 11, 16, 22, dan seterusnya.

Intinya begini, setiap angka diatas mempresentasikan kelipatan jumlah cahaya yang masuk ke bukaan.

10. ISO [International Standar Organization]

ISO atau International Standard Organization yang kadang juga disebut International Organisation for Standardisation adalah angka yang mewakili sensivitas sensor digital kamera terhadap cahaya.

Semakin rendah angkanya [ISO 100] semakin tidak sensitif. Sementara semakin tinggi angkanya [ISO 3200] maka sensor semakin sensitif.

Dengan ISO yang tinggi, anda tetap bisa ambil foto subjek sekalipun kondisi cahaya saat itu cukup rendah.

11. Shutter speed

Shutterspeed atau kecepatan rana adalah jumlah waktu rana terbuka saat eksposur berlangsung.

Kecepatan rana inilah yang jadi pengontrol gerakan subjek.

Misalnya, anda ingin subjek terlihat beku atau melambat saat proses pengambilan gambar maka kecepatan rananya bisa diatur jadi 1/1000.

Sementara, apabila ingin mengaburkan subjek yang bergerak, bisa atur kecepatan rananya jadi ¼.

12. Zoom Lens

Lensa merk apapun yang anda gunakan saat ini biasanya punya panjang fokus variabel 24-70 mm atau 18-55 mm.

Jika ingin mempebesar atau memperkecil objek tinggal memutar lensa yang ada di kamera. Itulah yang kemudian disebut zoom lens atau lensa zoom.

13. Prime of Fixed Lens

Lensa prisma atau lensa tetap adalah lensa yang tidak dapat diperbesar dan focal lenghtnya sudah diatur pada skala tertentu, 50 mm misalnya.

14. Remote Trigger atau digital cable release

Pemicu jarak jauh [remote trigger] atau pelepasan kabel digital [digital cable release] adalah perangkat yang memungkinkan gambar diambil tanpa menekan tombol atau menyentuh kamera.

Alat seperti ini sangat membantu fotografer untuk menghilangkan efek goyang atau shaky pada gambar saat eksposur berlangsung.

15. Macro lens

Lensa makro adalah lensa yang fokusnya sangat dekat dengan subjek atau yang ukuran produksi objeknya hanya 1:1 atau lebih besar.

16. Normal Lens

Umumnya lensa normal ukurannya 50mm seperti yang terdapat pada kamera full frame karena lensa inilah yang paling menyerupai penglihatan mata manusia.

17. Telephoto Lens

Sederhananya, lensa telephoto adalah lensa yang panjangnya lebih dari lensa normal, 70-300 mm contohnya.

Lensa telefoto ini kadang disebut lensa panjang dengan fokus standar, dengan bidang pandang yang lebih sempit karena gambar yang diperbesar.

Ada beberapa lensa telefoto standar atau lensa telefoto super yang ukuran lensanya lebih dari 300mm.

18. Wide angle lens

Lensa sudut lebar adalah lensa yang menunjukan bidang pandang yang lebih luas dibanding lensa normal, yang memungkinkan fotografer untuk mengambil foto lebih detail.

Untuk lensa jenis ini, bergantung pada derajat sudut lebar atau distorsi sudut tepinya [sudut super lebar].

19. Tilt shift lens

Lensa tilt shit adalah lensa yang bisa menciptakan kembali gerakan yang ada saat objek diambil.

Lensa ini dapat dimiringkan dibagian depan dengan tujuan untuk menata bidang fokus.

Anda bisa menyesuaikan penempatan subjek dalam bingkai tanpa memiringkan kamera sehingga garis pararelnya tidak menyatu.

Tilt shift lens banyak digunakan untuk fotografi arsitektur, lanskap dan portrait dengan tujuan untuk membentuk tampilan foto yang lebih unik.

Penjelasan lebih detail soal lensa, termasuk fungsi dan jenis lensa yang beberapa diantaranya sudah saya ulas diatas, bisa baca disini.

20. Camera Resolution

Resolusi kamera yang dinyatakan dalam megapiksel mempresentasikan dimensi yang dapat ditangkap sensor kamera.

Misalnya, Canon 6D terbaru yang resolusinya mencapai 5472 x 3648 atau sama dengan 19.961.857.

Nantinya, resolusi diatas akan dibulatkan. Dengan demikian, resolusinya adalah 20 megapiksel.

Resolusi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kualitas gambar hanya saja semakin besar resolusinya, semakin besar pula ukuran foto atau gambar.

21. File Format

Format file, dalam hal ini merujuk pada kemampuan kamera DSLR dalam menghasilkan format gambar.

Saat ini ada dua jenis format gambar yang bisa dihasilkan kamera yakni .JPG dan .RAW.

Jika format fotonya diatur ke JPG, kamera tetap akan memotret dalam format RAW untuk kemudian diproses lalu disimpan dalam format JPG dan membuang versi RAW.

Sementara, apabila pakai yang format RAW, file ukuran filenya akan lebih besar karena menyimpan versi mentah dari gambar tersebut.

Artinya, ada banyak informasi yang tersimpan dalam format RAW meski resolusi pikselnya tetap sama dan perlu tools khusus untuk mengekspor format tersebut agar bisa digunakan atau di edit.

Ulasan lebih lanjut soal format RAW dan bagaimana cara menggunakannya di kamera bisa baca postingan saya sebelumnya disini.

Sementara, jika ingin tahu format gambar lain selain RAW dan JPG bisa baca di daftar format gamabr disini.


Istilah pencahayaan dalam fotografi

via adorama.com

Selain istilah dasar fotografi, juga terdapat istilah pencahayaan yang juga merupakan bagian dari fotografi.

Jadi istilah pencahayaan dan fotografi saling terkait. Karena itulah daftar dibawah ini tidak dimulai dari angka 1 melainkan 22.

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan daftar istilah pencahayaan dalam Fotografi, seperti:

22. Ambient light [Cahaya sekitar]

Kadang juga disebut cahaya yang ada saat itu adalah cahaya yang muncul tanpa tambahan flash atau alat pengubah cahaya lain.

Cahaya sekitar sebenarnya merujuk pada cahaya matahari atau cahaya yang timbul dalam keadaan tertentu.

Bisa juga dengan bantuan pencahayaan buatan manusia seperti lampu tungsten, neon atau lampu botol.

23. Main light dan key light [Lampu Utama atau lampu tombol]

Merupakan istilah yang merujuk ke sumber cahaya utama yang bisa berupa cahaya matahari, strobo studio, lampu kilat, reflektor dan lain sebagainya.

Istilah ini juga merujuk ke sumber cahaya yang menghasilkan pola dengan intensitas dominan.

24. Fill light [Isi cahaya]

Adalah istilah yang merujuk pada sumber cahaya sekunder. Ini digunakan untuk menciptakan bayangan pada tingkat tertentu dan dibuat pakai flash, reflektor atau strobo studio.

25. Lighting pattern [Pola pencahayaan]

Merupakan cahaya putih yang jatuh di wajah objek. Ini adalah pola atau bayangan tertentu yang dibuat oleh fotografer untuk menghasilkan efek tertentu.

26. Lighting ratio [Rasio pencahayaan]

Istilah ini merujuk pada perbandingan antara intesitas [kecerahan] cahaya utama dan cahaya isian.

Dari sinilah anda bisa tahu tekstur cahaya dan jumlah bayangan yang muncul di wajah subjek yang akan di foto.

27. Incident light meter [Insiden pengukuran cahaya]

Adalah perangkat yang digunakan terpisah dengan kamera dan dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang jatuh ke subjek.

Ini berbeda dengan cahaya reflektif yang memantulkan cahaya dari subjek lalu kembali ke kamera.

28. Speedlight [Speedlite for canon users]

Merupakan flash portabel yang berukuran kecil dan biasanya menempel pada hot shoe kamera atau dapat bekerja sendiri terlebih jika diaktifkan dari jarak jauh.

29. Reflector [reflector]

Adalah perangkat yang dapat digunakan untuk memantulkan cahaya kembali ke subjek.

Perangkat ini bisa berupa reflektor buatan khusus pabrik seperti reflector 5-in-1 atau karton putih.

30. Light meter [pengukur cahaya]

Adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur jumlah cahaya.

Pada kamera DSLR biasanya punya light meter bawaan yang dapat digunakan untuk mengukur cahaya yang ada saat itu.

Misalnya, untuk mengukur cahaya yang memantul dari subjek dan mencapai lensa [throutht the lens/TTL].

31. Remote flash trigger

Adalah perangkat yang digunakan untuk mematikan lampu kilat dari kamera.

Ada banyak merk untuk remote flash ini, salah satunya Pocket Wizart yang cukup populer.

32. Subtractive lighting [Pencahayaan subtraktif]

Adalah istilah yang merujuk pada keadaan dimana fotografer mengambil gambar dengan cahaya tertentu untuk menciptakan efek yang diinginkan.


Baca Juga :


Biasanya melibatkan reflektor atau panel buram diatas kepala subjek untuk menghalangi cahaya dari atas atau menghilangkan bayangan akibat pencahayaan yang overhead.

bisa juga diartikan suatu keadaan dimana seseorang memegang reflektor hitam di sebelah cahaya utama untuk menciptakan bayangan tambahan.

Yang pada dasarnya bertujuan untuk memantulkan bayangan hitam ke subjek dengan seminimal mungkin.

33. Hard light

Merupakan istilah untuk menggambarkan cahaya tak terpakai yang berasal dari sinar matahari langsung, lampu kilat kecil atau lampu flash dari kamera.

Pada dasarnya, hard light ini menghasilkan cahaya yang sangat terang di tepi sehingga mempengaruhi kontras dan tekstur.

34. Soft light

Cahaya yang menyebar seperti dari langit mendung, jendela yang menghadap ke arah tertentu tanpa cahaya langsung atau dari studio soft-box besar.

Jenis cahaya ini pada dasarnya menghasilkan bayangan yang lembut di tepi gambar, dengan tekstur yang kurang dramatis.

Umumnya, cahaya macam ini digunakan untuk profo pre-wedding atau untuk menciptakan efek tambahan dalam foto.

35. Edge transfer [Transfer tepi]

Suatu kondisi cahaya yang berubah menjadi bayangan. Istilah ini juga merujuk pada keadaan dimana suatu cahaya dapat berubah dengan cepat dari gelap ke terang.

Jika anda menggunakan hard light, transfer tepi akan jelas terlihat. Sementara, saat anda menggunakan cahaya lembut, bagian tepinya akan terlihat lebih halus.

36. Flash sync [Sinkronisasi flash]

Sederhananya, flash sync adalah proses pengambilan foto elektronik yang kecepatan rana sudah disinkronkan otomatis oleh kamera.

Karena apabila anda mengambil foto dengan kecepatan rana yang cepat, gambar yang dihasilkan yang sangat terang.

Sebagian besar kamera diatur secara sinkron sebesar 1/2000 detik namun dapat disesuaikan jika anda punya flash yang bisa diatur manual.


Daftar istilah slang atau gaul dalam dunia fotografi

istilah slang dalam fotografi
via banffcentre.ca

Istilah slang atau istilah gaul dalam fotografi juga sering digunakan oleh fotografer untuk menggambarkan suatu keadaan. Berikut daftarnya:

37. Fast glass

Mengacu pada lensa dengan bukaan maksimum yang besar seperti f1.8 atau f1.2. Cepat dalam istilah ini memungkinkan anda memotret pada kecepatan rana yang cepat karena aperturnya besar.

38. Chimping

Istilah ini berarti simpanse. Namun merujuk pada tindakan fotografer untuk melihat layar kamera setelah selesai mengambil satu atau dua foto.

Dengan kata lain, tindakan tersebut menghabiskan terlalu banyak waktu untuk meninjau gambar yang ada di kamera sehingga tidak cukup mengambil foto dan kehilangan momen penting.

39. Bokeh

Kadang istilah ini juga sering disebut dengan bow-kay atau bow-kuh yang ketika diucapkan terdengar seperti bo-ke.

Istilah ini pada dasarnya untuk menggambarkan bit kabur yang tidak fokus pada latar belakang subjek.

Dan istilah ini cukup umum digunakan dalam dunia fotografi untuk menggambarkan tentang sumber cahaya kecil yang terlihat jauh di latar belakang subjek.

40. Depth of Field [DOF or DoF]

Jarak antara dua objek terdekat dan terjauh yang muncul pada saat mengatur fokus.

Hal dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari fokus lensa, jarak ke subjek, film atau ukuran sensor digital serta format gambar.

41. Circles of confusion

Istilah ini berkaitan erat dengan istilah bokeh yang sudah dijelaskan diatas. Namun lebih menekankan pada titik kabur terbesar dan menutup subjek utama.

Objek ini diluar dari kedalaman bidang gambar yang dapat ditentukan oleh mata manusia sebagai gambar yang tidak fokus dan terkadang menggangu subjek.

42. Hyperfocal Distance

Istilah ini sering digunakan oleh fotografer landscape untuk menunjukan jarak fokus guna meningkatkan kedalaman bidang.

Pada lensa prima lama dengan kamera film khusus biasanya memiliki tanda hiperfokal ini untuk membantu fotografer menemukan spot yang tepat.

43. Gobo

Istilah ini mengacu pada suatu benda yang digunakan untuk menghalangi cahaya yang tidak diinginkan pada subjek.

Seringkali menggunakan reflektor dengan sisi hitam. Reflektor sendiri dapat disebut juga dengan Gobo.

44. Scrim

Suatu benda tembus cahaya yang digunakan untuk meredam atau melembutkan cahaya, bisa berupa reflektor dari panel atau benda tembus cahaya.

Scrim juga digunakan pada set film scrims yang bisa dibuat dengan ukuran besar dan dijepit ditempat tertentu untuk menghalangi cahaya matahari langsung.

45. Shutter lag

Biasanya, setiap kamera memiliki durasi yang cukup lambat untuk menekan tombol rana sehingga kamera butuh waktu lama untuk menyala dan siap digunakan.


Baca Juga :


Untuk kamera DSLR, durasi shutterlag ini tidak terlalu mencolok. Pada kamera point and shoot dengan ukuran yang lebih kecil, shutterlag ini sering terjadi sehingga tidak memungkinkan untuk membidik subjek yang bergerak dengan cepat.

46. Chromatic Aberration

Istilah slang ini merujuk pada optikal lensa yang menekankan pada gagalnya fokus lensa menangkap semua warna [RGB] di titik yang sama.

Istilah ini muncul pada pinggiran warna di area gambar dimana gelap dan terang bertemu cahaya. Umumnya pada lensa dengan sudut lebar dan lensa optik inferior [lensa kit].

Sebenarnya, fotografer dapat memperbaikinya sampai batas tertentu menggunakan aplikasi pengeditan gambar seperti Photoshop, lightroom atau perangkat lunak lain.

47. Rear shutter curtain sync

Secara default, sebagian besar kamera diatur dalam istilah sinkronisasi tirai depan yang berarti saat blitz menyala maka gambar akan ditangkap di akhir pencahayaan.

Pada dasarnya, hal ini bisa mengaburkan subjek dibagian depan sementara dibagian belakang akan terlihat sedikit blur.

48. Camera shake

Guncangan kamera dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Ini merupakan istilah yang menunjukan gambar yang buram akibat kecepatan rana yang over atau under. Bisa juga dipengaruhi oleh fotografer.

Jadi berapa cepat atau berapa lambat? Banyak yang mengatakan bahwa 1/60 detik atau standarnya. Rekomendasinya ya pada aturan defaultnya saja.

49. Lens flare

Istilah ini mengacu pada saat sumber cahaya mengenai lensa secara langsung sehingga bermanifestasi pada subjek foto yang kabur seperti lingkaran cahaya.

Beberapa fotografer menginginkan agar suar lensa ini dapat diatur dalam komposisi otomatis sehingga subjek terlihat lebih dramatis.

50. Kelvin

Ini adalah istilah untuk menunjukan pengukuran mutlak suhu warna. Pada kamera DSLR, pengaturan white balance bias diatur dalam ukuran K.

Hal ini memungkinkan fotografer untuk menyesuaikan warna secara manual dengan derajat Kelvin.

Untuk angka yang lebih renda mewakili warna yang lebih hangat seperti orange [cahaya tungsten] dan angka yang lebih dingin [biru].

Anda dapat memainkan skala ini untuk membuat efek pada subjek yang terlihat berbeda dan unik. Silahkan di coba!

51. ND Filter

Ini merupakan singkatan dari Filter Densitas netral yang merupakan filter yang dirancang di depan lensa untuk menghalangi sebagian cahaya yang masuk ke kamera.

Sering digunakan oleh fotografer lanskap untuk bias memperoleh kecepatan rana yang lambat saat memotret air terjun atau aliran air di siang hari.

52. Panning

Ini merupakan tindakan untuk mengambil kecepatan rana yang lambat dengan cara menggerakan kamera ke arah yang sama dengan subjek bergerak sehingga eksposur akan menciptakan latar belakang yang sedikit buram.

53. Stopping down

Istilah yang merujuk pada tindakan fotografer untuk menutup aperture ke lubang yang lebih kecil misalnya, f5.6 ke f8.

54. TTL and ETTL

TTL merupakan singkatan dari Through the Lens, yang mengacu pada sistem pengukuran yang berhubuhngan dengan eksposur blitz.

Atau, suatu keadaan dimana lampu kilat memancarkan cahaya tertentu sampai ia dimatikan oleh sensor kamera.

Sementara, ETTL bersifat evaluatif lewat pengukuran lensa dan preflash untuk menghitung cahaya yang hilang lalu mengompensasi sehingga secara otomatis menyalakan lampu flash utama.

55. Photog

Singkatan dari fotografer [photography] atau panggilan untuk fotografer profesional.

56. Glass

Istilah ini merujuk pada lensa yang anda gunakan dari semua varian kamera.

57. Golden hour

Kadang juga disebut jam emas atau jam ajaib adalah suatu kondisi pada jam tertentu sebelum matahari terbenam atau tepat saat matahari terbit.

Banyak fotografer yang menggunakan istilah ini saat mengambil foto dalam kondisi tersebut karena merupakan suatu waktu yang optimal untuk melakukan kegiatan fotografi.

58. Spray and pray

Istilah yang merujuk pada tindakan untuk mengambil gambar sebanyak mungkin dengan harapan dan doa agar mendapatkan satu foto yang paling bagus, unik dan menarik.

59. Blown out

Istilah ini merujuk pada highlight yang ada diluar grafik yang terletak pada sisi kanan histogram. Misalnya, untuk fotografi wedding dimana gaun pengantin yang terlalu dominan pada satu warna.

60. Clipped

Istilah ini cukup sulit dipahami namun merujuk pada area bayangan atau suatu kondisi foto yang hitam disatu sisi.

61. Grp and grind

Sering digunakan untuk mengambil foto subjek dengan pemotretan yang cepat pada suatu acara atau diatur dengan dua orang sedang berjabat tangan.

Sebagian besar fotografer harus bias mengambil gambar ini untuk melatih ketangkasan menggunakan kamera.

62. Selfie

Istilah yang merujuk pada keadaan dimana seseorang mengambil foto diri sendiri, entah itu tangan, wajah, kaki dan lain sebagainya.

63. SOOC

Istilah yang merujuk pada gambar langsung yang diambil menggunakan kamera tanpa melalui pemrosesan lain atau pengeditan menggunakan aplikasi edit gambar.

64. Dust bunnies

Bintik-bintik gelap yang muncul pada gambar disebabkan oleh terdapatnya debu pada sensor digital.

65. Pixel peeper

Istilah yang merujuk pada keadaan dimana seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk melihat gambar dengan ukuran 100% di photoshop.

66. Nifty 50

Lensa prima legendaris dengan ukuran 50mm dan banyak dimiliki oleh fotografer professional atau kolektor.

67. ACR

Istilah yang merupakan kepanjangan dari Adobe Camera Raw.

68. Flash and drag

Istilah tentang metode menggunakan kecepatan rana lambat dan kombinasikan ke blit untuk menangkap lebih banyak cahaya sekitar menggunakan blitz.

69. Wide open

Istilah yang merujuk pada penggunaan lensa dengan aperture paling besar seperti misalnya f1.8.

Penutup

Kedepannya, saya juga akan mengulas istilah-istilah teknis yang berkaitan dengan dunia fotografi.

Misalnya, istilah videografi, istilah desain grafis, istilah tipografi yang sebenarnya masuk kategori desain gratis dan lain sebagainya.

Dengan demikian, akan ada kesaamaan istilah, dengan definisi atau penjelasan yang sama sekalipun berbicara dalam konteks keilmuan yang berebda.

Jika punya tambahan, masukkan atau ada hal lain yang mau disampaikan terkait postingan ini silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Daftar istilah dasar fotografi dan artinya, termasuk istilah Pencahayaan dan Slang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar