Digital Image Retoucher Adalah: Pengertian, Fungsi dan 6 Tipsnya

Ada yang menyebutnya digital image retoucher, ada pula yang menyebutnya retouching, digital retouch artist, retouching include, creative retouching, photo retouching dan lain sebagianya.

Apapun penyebutannya, semuanya merujuk pada kegiatan mempercantik atau memperindah foto yang dihasilkan fotografer.

Dan memang, peran retoucher itu sangat dibutuhkan banyak agensi agar foto sesuai ekspektasi klien.

Untuk anda yang belum pernah dengar istilah tersebut atau pengen terjun dibidang ini, simak artikelnya sampai habis.

Apa itu digital image retoucher?

Seperti yang saya sebutkan diatas, ada banyak istilah yang bisa digunakan untuk menggambarkan profesi ini.

Lantas, apa sih digital image retoucher itu? Digital image retoucher adalah kegiatan pasca-pemrosesan foto untuk mengubah gambar secara fisik. Aktivitasnya disebut dengan image retouching.

Jadi, ini merupakan proses akhir sebelum foto tersebut diserahkan kepada klien.

Gak mudah loh terjun dibidang ini sebab butuh keahlian khusus dan sumber daya yang memadai.

Mengapa sih image retouching itu penting? Karena basic kerjaannya adalah memperindah foto yang dihasilkan fotografer.

Salah satu contoh kegiatan photo shoot yang butuh jasa image retouching adalah beauty brand.

Kedepannya mungkin akan bertambah mengingat image retouching ini bakal diterapkan di semua genre fotografi populer.

Apa fungsinya?

Sebenarnya, fungsi utama digital image retouching sudah saya jelaskan dibagian atas. Agar lebih rinci, berikut 3 fungsi utama digital image retouching, diantaranya:

  • Untuk mengubah tampilan fisik foto atau gambar sesuai ekspektasi klien. Terlebih jika foto itu digunakan untuk tujuan komersil [comercial use]
  • Untuk memastikan semua bidang dalam gambar terlihat sempurna secara fisik
  • Agar nilai gambar, baik materil atau bukan, bertambah pasca pengeditan

Dengan demikian, fungsi retouching untuk menghilangkan cacat pada gambar atau elemen yang tidak diinginkan.

Misalnya, debu atau kotoran dalam lensa atau sensor yang membuat foto terlihat tidak sempurna atau untuk menghilangkan cacat fisik pada kulit model.

Di era modern ini, retouching dibuat di aplikasi pengeditan foto yang didalamnya wajib ada fitur kuas kabur, alat ganti warna, stempel klon dan lain sebagainya.

6+ Tips menjadi Digital Image Retoucher

Dan untuk anda yang pengen terjun dibidang ini, berikut beberapa tips jadi digital image retoucher yang andal, diantaranya:

1. Harus punya aplikasi pengeditan foto
image retoucher
via paulipu.com

Paling utama dan pertama adalah aplikasi pengeditan foto. Untuk tujuan ini, anda boleh gunakan Photoshop atau Lightroom.

Tapi ingat, jangan pernah gunakan yang bajakan alias KW. Alasannya apa? Sebab kegiatan itu adalah pekerjaan anda yang harus dilakukan secara profesional dan bertanggungjawab.

Terlebih jika kegiatan tersebut merupakan sumber penghasilan utama anda. Jika punya dana lebih, jangan lupa subscribe yang ori untuk dapat update baru secara berkala.

Selain photoshop, boleh juga pakai lightroom atau Capture One, yang menurut saya pribadi, pressingnya jauh lebih bagus ketimbang yang lain sehingga proses retouching lebih cepat.

FYI, di Capture One, pengaturan eksposur [terang atau gelap], saturasi, ketajaman atau mungkin ubah format dari RAW ke JPG jauh gampang.

Jika lebih banyak ngatur tone, photoshoop lebih mantap. Sesuaikan saja sama kebutuhan.

Bisa juga pakai semua aplikasi yang sebutkan diatas agar fleksibel dan editingnya lebih cepat.

Untuk format foto, baiknya pakai TIFF karena format inilah yang paling cocok, kualitasnya tinggi meski ukurannya cenderung besar.

2. Harus paham lighting
image retouching
via fixthephoto.com

Yang kedua adalah soal lighting. Mengapa digital retouching harus ngerti lighting? Kek fotografer sungguhan aja!

Jangan salah, projek yang dikerjakan itu adalah foto yang berasal dari cahaya. Makanya harus ngerti sama arah cahaya.

Tujuannya apa? Agar touchingnya lebih natural. Misalnya nih, jika cahaya dominan di kiri, sebelah kanan pasti ada bayangan.

Jika ngerti arah cahaya, anda bisa tambahkan efek shadow [bayangan] pada bagian gelap secara proporsional.

Itu belum lagi cahaya dalam foto yang harus di ubah jika klien memintanya. Makanya harus ngerti sama arah dan jumlah cahaya pada foto sebelum terjun dibidang ini.

3. Paham anatomi tubuh manusia
image retouching
via imageeditingshop.com

Bagian yang paling sulit, bagi saya pribadi, adalah poin ketiga ini. Mengapa? Karena anatomi manusia sangat kompleks.

Hanya saja, dengan mengerti struktur tubuh manusia, proses retouching yang anda lakukan bakal lebih gampang.

Ini sesuai dengan tujuan image retouching itu sendiri yang harus mampu menghilangkan kekurangan-kekurangan subjek foto.

Misalnya nih, wajah modelnya ada jerawat kecil dan gak enak dilihat, yang berarti bagian itu harus dihilangkan.

Jadi, retouching bukan sekedar mempercantik subjek atau membantu memperbagus foto saja tetapi lebih dari itu.

Atau misalnya, dalam beberapa kasus, ada model atau artis yang posturnya bagus, cantik dan lekuk tubuhnya aduhai.

Tapi saat di foto, ada objek tertentu yang gak sesuai ekspektasi, di pengaruhi angle kamera misalnya.

Disinilah peran image retouching sangat dibutuhkan. Apalagi, jika model terus bergerak selama proses pengambilan foto yang mana posisi fotografer cenderung statis.

Ditambah lagi kondisi pencahayaan tertentu yang kadang buat objek yang ada terlihat beda.

Dari situ pasti akan terlihat kekurangan pada subjek karena pada dasarnya manusia tidaklah sempurna.

Yang terpenting, jika anda ingin mempercantik foto berarti harus memaksimalkan subjek yang ada di gambar bukan merubah subjek secara keseluruhan. Alias, hasil retouch tidak menor.

Contohnya, saat fotografer ngambil foto pada angle tertentu, hidung subjek terlihat lebih mancung, yang aslinya sedikit #maaf pesek.

Disinilah pemahaman anatomi tubuh itu penting. Karena anda harus merubah beberapa bentuk tanpa harus mengubah secara keseluruhan.

Juga penting untuk mengetahui ciri khas dari seseorang, misalnya, bagian tubuh yang paling menonjol atau sebaliknya.

4. Tahu tren retouching yang lagi hits
digital image retouching
via retoucher.eu

Hampir setiap orang yang terlihat dalam proses pengambilan foto, termasuk digital image retouching itu butuh referensi.

Tujuannya apa? Untuk nambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan bidang yang digeluti.

Mengapa ini penting? Karena bisa menambah ide dan wawasan anda, yang mungkin saja akan berguna dikemudian hari.

Untuk referensi, bisa lihat foto di mall, toko atau billboard. Paling banyak sih di Mall, karena biasanya terdapat foto artis atau model yang sudah diretouch.

5. Mampu manajemen waktu
digital image retoucher
via lynda.com

Karena yang di kerjakan itu foto, dan proses yang anda lakukan itu adalah proses akhir, yang berarti, tidak ada batas waktu kapan harus mulai dan kapan projek itu selesai.

Pekerjaan itu pada dasarnya beda sama fotografer. Fotografer biasanya sudah ditentukan tenggat waktunya.

Untuk image retouching, biasanya butuh waktu tiga sampai empat hari tapi tergantung berapa banyak tim yang terlibat.

Selain itu, prosesnya juga bisa lebih lama karena bergantung keputusan klien. Karena sebelum diserahkan, klien akan melihat hasil foto apakah sesuai dengan konsep dan ekspektasi mereka atau sebaliknya.

Kadang juga, saat proses retouching berlangsung, klien akan melihat foto tersebut dan meminta perubahan tertentu.

Jika sudah begini, tentu bakal makan waktu yang lebih lama. Lantas, mengapa manajemen waktu itu sangat penting?

Sebab terkadang anda harus mengerjakan beberapa projek sekaligus atau mungkin klien yang tiba-tiba minta percepat deadline.

Itu belum lagi jika anda menangani proyek dari klien atau agensi foto yang berbeda-beda.

Agar lebih mudah, ada baiknya anda tentukan timeline sehingga proses pembuatan dan retouching lebih terstruktur.

6. Fokus pada pekerjaan
digital image retouching
via fotolia.com

Yang paling terakhir dan paling penting adalah fokus. Dalam konteks ini, ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yakni:

a. Fokus pada pekerjaan

Karena berbicara tentang image retoucher profesional, ada baiknya anda lakukan kegiatan tersebut secara profesional alias harus fokus betul pada pekerjaan itu.

Jangan lakukan itu sebagai pekerjaan sampingan atau hobi saja karena bisa saja anda tidak betah yang ujung-ujungnya jadi gak fokus pada projek.

b. Fokus pada satu genre saja

Misalnya begini, jika anda suka jadi digital retoucher, baiknya fokus ke satu genre saja entah itu beauty and fashion atau mungkin komposit, mobil dan lain sebagainya.

Tujuannya apa? Agar skill anda bisa meningkat dan memudahkan anda dalam bekerja.

Apa yang dikerjakan itu merupakan spesialisasi anda sehingga anda tahu tindakan apa yang diambil jika ada projek atau foto baru yang masuk.

Perlu diingat, karena anda mengerjakan pekerjaan orang lain atau klien, usahakan projek tersebut harus diselesaikan tepat waktu.

Jangan suka-suka saya. Selain itu, tingkatkan kepercayaan klien agar jika mereka punya proyek serupa di kemudian hari, mereka bisa langsung hubungi anda.

Penutup

Tidak mudah jadi seorang digital image retoucher yang profesional. Selain harus paham beberapa elemen penting dalam fotografi juga harus pintar-pintar dalam membagi waktu.

Siapkan juga hal-hal yang bisa mendukung pekerjaan anda seperti misalnya aplikasi pengeditan foto hingga pengetahuan mengenai format gambar yang cocok untuk projek.

Paling terakhir, usahakan anda hadir saat sesi pengambilan foto berlangsung. Tujuannya? Agar anda bisa tahu posisi lighting dan informasi teknis foto.

Demikian artikel tentang digital image retoucher adalah: Pengertian, fungsi dan 6 tipsnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar